Penyebab dan Gejala Dermatitis Perioral, Ruam Merah di Sekitar Mulut

Dermatitis perioral adalah salah satu jenis peradangan kulit yang terjadi di area sekitar mulut. Akan tetapi gejalanya bisa menyebar sampai ke hidung, dagu, mata hingga dahi.

Dermatitis memang masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat. Peradangan kulit ini sebenarnya bisa muncul di mana saja. Namun, salah satu yang cukup umum adalah dermatitis perioral ini.

Mengenal Gejala Dermatitis Perioral

Gejala yang umum terjadi dari dermatitis perioral ini seperti ruam benjolan merah. Kadang benjolan tersebut mengandung cairan atau nanah. Bisa juga bentuknya serupa jerawat di sekitar area mulut.

Peradangan yang sudah semakin memburuk bisa memicu munculnya sensasi terbakar hingga terasa gatal. Dermatitis di area mulut ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa mengenal umur, ras, maupun etnis. Tapi, biasanya lebih umum dialami oleh wanita rentang usia 16-45 tahun.

Dermatiti juga mungkin muncul di kelamin. Gejalanya hampir sama dengan yang ada di mulut. Tetapi, bagian kulit yang terdampak adalah kulit dekat anus, skrotum, serta labia pada perempuan.

Penyebab Dermatitis Perioral dan Faktor Risiko

Penyebab pasti dermatitis perioral belum diketahui secara pasti. Akan tetapi diperkirakan peradangan ini muncul setelah penggunaan kortikosteroid oles yang dosisnya tinggi untuk pengobatan masalah kulit lain.

Peradangan kulit di area mulut ini juga bisa dipicu oleh semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid serta kosmetik dengan kandungan tertentu.

Dermatitis di area mulut juga bisa diperparah karena adanya kandungan base petrolatum dan parafin pada produk krim kulit yang digunakan.

Ada beberapa faktor risiko yang sering dikaitkan dengan dermatitis perioral, seperti:

  • Keluarnya air liur terus menerus
  • Infeksi jamur dan bakteri
  • Reaksi alergi
  • Penggunaan pasta gigi dengan kandungan fluoroide
  • Adanya perubahan hormon
  • Reaksi alergi
  • Adanya masalah kulit lain seperti rosacea
  • Penggunaan tabir surya
  • Penggunaan pil kontrasepsi

Pengobatan Dermatitis Perioral dengan Tindakan Medis

Jika Anda mengalami perdangan kulit di area sekitar mulut, segeralah menemui dokter kulit. Terlebih jika gejala yang muncul sudah lama dan tidak kunjung hilang.

Apabila dermatitis perioral dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengobatan, maka gejala akan bertambah parah dan membuat kulit Anda jadi lebih sensitif dan rentan mengalami infeksi maupun iritasi. Sehingga kulit akan semakin sulit untuk sembuh dan kembali normal. Adanya pengobatan medis diperlukan untuk mengatasi dermatitis perioral ini segera.

Berikut stratgei untuk mengatasi dermatitis perioral dengan pengobatan dari dokter, yaitu:

  1. Penghentian Menggunakan Kandungan Kortikosteroid

Hal pertama yang pasti dilakukan untuk mengatasi peradangan di area mulut ini adalah dengan menghentikan penggunaan pemicu munculnya dermatitis, yaitu kostikosteroid oles maupun semprotan untuk hidung. Sebab, adanya kandungan kortikosteroid ini memperburuk kondisi kulit akibat dermatitis perioral ini.

Mungkin dokter juga akan menyarankan Anda untuk menghentikan juga penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride dan krim wajah.

Berdiskusilah dengan dokter mengenai pengobatannya agar lebih maksimal.

  • Menggunakan Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk mengobati dan mengatasi masalah dermatitis perioral ini. Berikut obat-obat yang mungkin diresepkan.

  • Antibiotik topikal seperti eritromisin dan metronidazole
  • Obat jerawat topikal seperti adapalene atau dengan asam azelat
  • Krim imunosupresif, misalnya krim pimekrolimus atau tacrolimus
  • Antibiotik oral seperti tetrasiklin, doksisiklin, minosiklin atau isotretinoin untuk pasien dengan kasus yang lebih parah.

Ruam pada area kulit merupakan gejala umum yang bisa terlihat akrena dermatitis perioral ini. Penanganan dari dokter bisa dilakukan dengan menghentikan pemicu terjadinya peradangan ini, serta memberikan pengobatan dengan obat tertentu yang diberikan dokter.

Mengenal Fungsi Penting dari Albumin

Hati memproduksi beragam jenis protein yang dapat disebar ke aliran darah. Salah satu protein utama yang diproduksi organ tubuh vital yang satu ini adalah albumin. Tugas penting dari albumin adalah mengontrol tekanan osmotik pada darah agar terjadi keseimbangan larutan.

Dengan tekanan osmotik yang terkontrol, cairan darah tersebut bisa tetap berada di alur pembuluh darah dan tidak bocor ke jaringan tubuh sekitarnya. Karena alasan inilah, keberadaan kadar albumin yang cukup sangat penting bagi manusia. Jika terjadi kekurangan albumin atau yang disebut kondisi hipoalbuminemia, berbagai fungsi penting dari albumin menjadi tidak bisa Anda peroleh. Kekurangan albumin juga menunjukkan akan adanya masalah di bagian hati maupun ginjal Anda.

Sementara jika kadar albumin rata-rata harian terpenuhi, beragam fungsi dari jenis protein yang dominan membentuk darah ini bisa Anda rasakan. Berikut ini adalah beberapa fungsi albumin yang membuat hidup Anda menjadi lebih sehat.

  1. Menjaga Keseimbangan Cairan

Tanpa albumin, darah Anda bisa terlalu encer sehingga berpotensi memicu kebocoran ke organ lain. Dengan albumin yang memadai, sel tubuh mampu menarik cairan ketika dibutuhkan. Begitu pun sebaliknya, tubuh dapat mengeluarkan cairan jika sel terlalu penuh.

  • Mendistribusikan Nutrisi

Albumin akan berpengaruh pada kondisi gizi di tubuh Anda. Pasalnya, salah satu fungsi dari protein yang beredar di darah ini adalah mengangkut nutrisi dalam darah menuju organ-organ yang membutuhkan. Kurangnya kadar albumin cenderung membuat Anda mudah kelelahan dan mengalami kekurangan gizi, meskipun sudah menyantap beragam makanan dan minuman penuh nutrisi.

  • Menjadi Antioksidan Darah

Fungsi antioksidan untuk menghindarkan Anda dari beragam penyakit akibat kerusakan sel sudah tidak perlu diragukan. Tapi, tahukah Anda bahwa albumin merupakan bagian dari antioksidan itu sendiri yang beredar dalam darah? Albumin mampu mengikat logam dan bereaksi mencegah penyerapan radikal bebas sehingga kerusakan sel mampu diminimalkan.

  • Mengangkut Hormon dan Obat-obatan

Fungsi lain dari albumin adalah sebagai pengangkut beragam zat dalam tubuh. Salah satu zat yang diangkut adalah hormone progesterone yang bermanfaat untuk sistem reproduksi. Selain itu, albumin juga mampu mengangkut obat-obatan untuk dialirkan ke bagian organ yang membutuhkan.

  • Mengikat Bilirubin

Bilirubin merupakan pigmen kuning yang memiliki manfaat untuk mengevaluasi hati sekaligus mencegah kerusakan sel darah merah. Salah satu fungsi penting albumin adalah menjadi pengikat bilirubin di dalam darah sehingga Anda tidak mengalami kekurangan bilirubin. Dengan bilirubin yang terjaga, produksi sel darah merah akan lebih terjamin guna menjaga kesegaran Anda dalam beraktivitas.

  • Menjaga Keseimbangan Asam Basa

Kadar asam basa perlu dalam tubuh perlu dijaga agar seimbang guna membuat kinerja organ-organ tubuh tidak terganggu. Tubuh manusia sendiri cenderung basa sehingga jika tidak diimbangi dengan asam akan memunculkan keluhan nyeri otot, obesitas, hingga berujung ke berbagai kondisi penyakit kronis. Adanya albumin yang pas dalam darah dapat menjaga keseimbangan asam basa tubuh. Pasalnya, jenis protein yang satu ini memiliki banyak anoda bermuatan listrik.

  • Memperbaiki Jaringan Sel Rusak

Albumin sangat erat kaitannya dengan pembentukan sel darah putih. Dengan kadar albumin yang pas, sel darah putih dapat terbentuk sesuai dengan porsi yang dibutuhkan guna menjaga kekebalan tubuh dan memperbaiki jaringan sel yang rusak. Pembentukan sel darah putih oleh albumin sendiri dapat terjadi karena jenis protein ini menjadi agen pengikat antarsel sekaligus penanda jika terjadi kerusakan sel di dalam tubuh.

***

Untuk memperoleh segala fungsi tersebut, kadar albumin yang Anda butuhkan tiap hari sekitar 3,4—4,7 gram per desiliter. Jika pada suatu saat Anda melakukan pemeriksaan kesehatan dan didapati kadar albumin lebih rendah dari seharusnya, pemberian serum albumin dapat menjadi solusi sementara.

Jenis Penyakit Hati Diatasi Dengan Obat Gangguan Hati

Hati Anda merupakan organ tubuh yang bertugas melakukan berbagai fungsi tubuh. Hati membantu mencerna makanan, mengubahnya menjadi energi, dan menyimpan energi tersebut untuk digunakan di kemudian hari. Hati juga memainkan peran penting dalam menyaring zat-zat beracun dari darah. Saat hati tidak berfungsi dengan baik karena adanya penyakit ataupun gangguan hati apapun, hal ini dapat berpotensi memengaruhi kesehatan dengan serius. Untungnya, apabila dideteksi sejak jenis, kebanyakan penyakit hati dapat diobati dengan obat gangguan hati yang tepat. Artikel ini akan membahas berbagai macam gangguan hati yang perlu diketahui.

Gejala penyakit hati bervariasi tergantung dengan penyebab utamanya. Dokter perlu melakukan pemeriksaan dan diagnosa guna dapat membuat rencana perawatan dan mengetahui obat gangguan hati yang tepat. Mengingat penyebabnya beragam, ada beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai apabila Anda menderita penyakit hati, seperti kulit dan mata yang menguning, air seni yang berwarna gelap, kotoran berwarna pucat atau berdarah, pergelangan dan kaki yang membengkak, perut yang membengkak, mual dan muntah, hilangnya nafsu makan, kulit yang terasa gatal, dan mudah lebam. Apabila gejala tersebut dirasakan, potensi jenis penyakit gangguan hati di antaranya adalah:

  • Hepatitis

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus.  Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan hati, membuat hati kesulitan berfungsi sebagai mana mestinya. Semua jenis penyakit hepatitis menular, namun Anda bisa mengurangi risiko penularan tersebut dengan mendapatkan vaksinasi tipe A dan tipe B serta melakukan tindakan pencegahan, salah satunya adalah menggunakan pengaman saat berhubungan seksual.

  • Penyakit hati berlemak

Lemak yang menumpuk di hati dapat menyebabkan penyakit hati berlemak. Ada dua jenis penyakit hati berlemak, penyakit hati berlemak alkoholik (yang disebabkan karena konsumsi alkohol berlebih) dan non-alkoholik (yang disebabkan karena faktor lain yang peneliti masih coba untuk pahami hingga saat ini). Apabila tidak mendapatkan obat gangguan hati, kedua jenis penyakit hati berlemak tersebut dapat menyebabkan kerusakan hati, menyebabkan sirosis dan kegagalan hati. Diet dan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat dapat meringankan gejala serta mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari.

  • Kanker

Kanker hati pertama kali berkembang di hati. Apabila kanker bermula di bagian tubuh lain kemudian menjalar ke hati, penyakit ini disebut kanker hati sekunder. Salah satu jenis kanker hati yang paling umum dijumpai adalah hepatocellular carcinoma. Komplikasi penyakit hati, terutama yang tidak mendapatkan perawatan obat gangguan hati, dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Perawatan

Kebanyakan penyakit hati bersifat kronis, dalam berarti seseorang akan menderita penyakit ini selama bertahun-tahun dan bahkan tidak akan pernah disembuhkan. Namun, penyakit hati kronis masih dapat dikontrol dan dirawat. Bagi beberapa orang, perubahan gaya hidup sudah cukup untuk menjaga gejala yang dialami tetap terkontrol, misalnya dengan membatasi asupan alkohol, menjaga berat badan yang ideal, minum lebih banyak air putih, dan mengadopsi diet ramah hati seperti makan banyak serat dan mengurangi konsumsi lemak, gula, dan garam.

Tergantung jenis kondisi gangguan hati yang dimiliki, Anda akan membutuhkan perawatan obat gangguan hati, seperti obat antivirus untuk mengatasi hepatitis, steroid untuk mengurangi peradangan hati, obat tekanan darah, antibiotik, obat-obatan untuk merawat gejala khusus seperti kulit yang gatal, dan vitamin serta mineral untuk meningkatkan kesehatan hati. Dalam beberapa kasus tertentu, Anda membutuhkan operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian hati. Biasanya, transplantasi hati hanya akan dilakukan apabila pilihan perawatan lain gagal menunjukkan hasil yang memuaskan.

Hati-hati, Berbagai Obat Ini Sebabkan Gejala Ekstrapiramidal

Kalau Anda pernah mengalami kesulitan mengontrol gerakan di tubuh atau tiba-tiba mengalami tremor di tangan, bisa jadi Anda sedang terkena gejala ekstrapiramidal. Secara sederhana, gejala ekstrapiramidal merupakan gangguan kontrol motorik pada jaringan saraf di otak. Di mana jaringan saraf tempat mengatur kontrol motorik tersebut disebut sebagai ekstrapiramidal.

Gejala tidak mampu terkontrolnya motorik ini tidak boleh dipandang sepele. Jika dibiarkan, ketidakmampuan mengatur kontrol motorik bisa menimbulkan berbagai penyakit lain, seperti parkinson sampai distonia yang menyebabkan rasa nyeri tidak tertahan di otot-otot motorik Anda.

Penyebab gejala ekstrapiramidal umumnya disebabkan karena adanya penggunaan obat berjenis antipsikotik pada penderita. Obat tersebut membuat dopamin yang diperlukan oleh bagian ekstrapiramidal untuk mengatur fungsi motorik menjadi tertahan sehingga gejala-gejala tidak terkontrolnya gerakan di tubuh menjadi nyata. Berikut ini adalah beberapa jenis obat antipsikotik yang mesti diwaspadai karena sangat cepat menimbulkan gejala ekstrapiramidal.

  1. Chlorpromazine

Dokter umumnya akan meresepkan jenis obat ini kepada pasien dengan gangguan mental seperti skizofrenia ataupun bipolar. Pengonsumsian Chloripromazine terbukti bisa mengurangi perilaku agresif dan keinginan untuk menyakiti diri sendiri pada penderita gangguan mental. Pasalnya, obat ini mampu membantu penderita untuk berpikir lebih jernih.

  • Haloperidol

Obat antipsikotik yang satu ini terbukti mampu mengembalikan fungsi neutransmitter. Dengan kemampuan tersebut, Haloperidol kerap digunakan sebagai terapi anak-anak yang hiperaktif ketika pengobatan lain tidak berhasil. Walaupun memiliki efek menimbulkan gejala ekstrapiramidal, di sisi lain Haliperidol justru mampu mengobati gerakan yang tidak terkendali, yang kerap berhubungan dengan sindrom tourette.

  • Levomepromazine

Obat ini cukup kuat memberikan pengaruh penghambatan dopamin sehingga membuat penggunanya rentan terkena gejala ekstrapiramidal. Tidak seperti obat antipsikotik lainnya yang lebih ditujukan untuk penderita gangguan mental, Levomepromazine justru juga kerap diresepkan untuk orang-orang yang menderita sakit fisik yang tidak tertahan, yang kerap dialami oleh pasien-pasien penyakit kronis. Obat ini membuat otak lebih rileks sehingga rasa sakit yang tidak tertahan tersebut terasa berkurang.

  • Trifluoperazine

Trifuluoperazine umum digunakan untuk pengobatan masalah kecemasan jangka pendek. Namun dalam beberapa kasus, obat ini juga digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi gejala penyakit gangguan mental, khususnya skizofrenia. Obat antipsikotik ini mampu mengurangi halusinasi yang dialami oleh penderita skizofrenia karena bisa membuat penderitanya berpikir lebih jernih.

  • Perphenazine

Masalah gangguan mental umumnya disebabkan tidak terkendalinya zat alami di otak khususnya di bagian neurotransmitter. Perphenazine merupakan obat antipsikotik yang dapat membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tersebut, khususnya terkait dopamin. Dengan mengonsumsi obat ini, penderita gangguan mental bisa meminimalkan rasa gugup dan khawatirnya sehingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri bisa diredam.

  • Flupenthixol

Flupenthixol dapat dikatakan sebagai obat antidepresi yang bisa menyeimbangkan mood. Obat ini kerap dimasukkan ke tubuh lewat suntikan bagi penderita skizofrenia yang kerap kambuh. Dengan penggunaan obat ini, penderita skizofrenia akan lebih stabil dan tidak terlalu agresif karena halusinasinya berkurang.

  • Paliperidone

Tidak hanya mampu mengendalikan dopamin sehingga membuat penderita gangguan mental lebih tenang, Paliperidone berfungsi meningkatkan serotonin pada tubuh pasien. Dengan adanya serotonin yang lebih besar, suasana hati penderita gangguan mental akan lebih baik sehingga perilaku agresifnya dapat diminimalkan. Dibandingkan jenis obat antipsikotik lainnya, paliperidone lebih sedikit menimbulkan gejala ekstrapiramidal.

  • Quetiapine

Quetiapine merupakan obat yang dapat membantu mencegah perubahan suasana hati yang parah. Obat ini kerap diresepkan kepada penderita gangguan mental karena bisa menurunkan frekuensi terjadinya perubahan suasana hati. Dengan Quetiapine, konsentrasi bisa ditingkatkan sehingga halusinasi dapat berkurang. Antipsikotik Ini juga dapat meningkatkan suasana hati, tidur, dan nafsu makan.

Obat-obat antipsikotik di atas terbukti menimbulkan gejala ekstrapiramidal yang cukup parah. Karena itu kalaupun harus mengonsumsi obat-obat di atas, Anda baiknya bersiap dengan konsekuensinya.

Penyebab Mimisan Saat Hamil dan Upaya Pencegahannya

Pernahkah Anda mengalami mimisan saat hamil? Atau orang terdekat Anda mengalaminya? Ada saja hal-hal tak terduga yang bisa terjadi selama hamil, salah satunya adalah mimisan. Penyebab mimisan saat hamil bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Banyak bumil yang merasa khawatir akan hal ini. Apakah kondisi ini adalah hal yang wajar terjadi atau mengindikasikan adanya masalah tertentu? Berikut ulasannya.

Gejala mimisan selama kehamilan.

Sering kali, mimisan terjadi pada trimester pertama kehamilan. Namun, bisa saja mimisan terjadi trimester kedua dan ketiga kehamilan. Darah yang keluar bisa saja dari salah satu atau kedua lubang hidung dan berlangsung dari beberapa detik hingga hampir 10 menit.

Kadang-kadang, darah yang keluar bisa berupa darah segar atau darah kering dan berkerak di hidung. Darah yang sudah mengering ini sering tidak disadari oleh para bumil hingga mereka bercermin atau terasa ada yang mengganggu di hidungnya.

Mimisan yang sering tidak disadari lagi adalah ketika bumil tidur atau berbaring. Sebelum keluar dari hidung, Anda akan merasakan cairan darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan.

Apabila Anda memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi, maka segeralah temui dokter jika Anda mengalami mimisan.

Penyebab mimisan saat hamil.

Mimisan yang terjadi saat hamil mungkin akan menjadi pikiran bagi para perempuan. Apalagi jika sebelum hamil tidak pernah mengalaminya. Dikutip dari Healthline, 1 dari 5 perempuan hamil bisa mengalami mimisan.

Penyebab mimisan saat hamil adalah meningkatnya volume darah saat hamil, bahkan mencapai 50 persen. Semua aliran darah yang bertambah ini diperlukan untuk mendukung kekuatan fisik Anda dan memberi makan janin yang sedang tumbuh selama kehamilan.

Adanya peningkatan volume darah ini membuat pembuluh darah ikut melebar untuk membantu kelancaran sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Tidak terkecuali pembuluh darah yang ada di sekitar hidung Anda. Akibatnya, banyak pula darah yang ikut mengalir ke bagian hidung. Bersamaan dengan peningkatan hormon selama kehamilan, kadang-kadang bisa menyebabkan mimisan.

Cara mengatasi mimisan saat hamil.

Saat Anda mengalami mimisan, maka segeralah lakukan ini untuk menghentikan perdarahannya.

  • Ambil posisi duduk dan cubit dengan kuat bagian lembut hidung, tepat di atas lubang hidung Anda. Lakukan selama 10 – 15 menit tanpa melepaskannya.
  • Arahkan tubuh ke depan dan bernapas lewat mulut. Hal ini akan membantu darah mengalir ke hidung Anda, bukan ke belakang tenggorokan.
  • Jangan dulu berbaring, karena dapat mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung Anda, sehingga menghambat aliran darah.
  • Kompres dengan es di bagian batang hidung Anda.
  • Jika pendarahan tidak berhenti juga, maka segera hubungi bidan atau dokter kandungan.
  • Hindari membuang ingus, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat, setidaknya selama 12 jam setelah mimisan.

Upaya mencegah mimisan selama hamil.

Bisa saja, Anda mengalaminya tanpa penyebab yang pasti. Setelah mengetahui penyebab mimisan saat hamil, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisir risiko terjadinya mimisan. Menjaga tekanan darah dan tidak mengiritasi pembuluh darah sensitif di hidung adalah kunci menghindari mimisan. Langkah-langkahnya seperti ini:

  • Oleskan bagian dalam hidung dengan petroleum jelly atau lidah buaya agar kelembapannya terjaga.
  • Hindari mencubit atau menggosok hidung.
  • Tiup hidung dengan lembut jika merasa sesak atau pilek.
  • Bersin dengan mulut terbuka atau cukup tisu untuk menutupi mulut Anda.
  • Hindari kebiasaan sering mengupil.
  • Batasi penggunaan AC dan kipas angin.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di rumah.
  • Tidak melakukan latihan yang berat, terutama yang banyak melompat atau membungkuk.

Setelah mengetahui penyebab mimisan saat hamil dan upaya pencegahannya, maka tidak perlu lagi khawatir berlebihan jika hal ini menimpa Anda atau orang terdekat Anda. Mimisan cukup sering terjadi pada kehamilan karena perubahan hormonal. Sekilas, penyakit ini memang terlihat menakutkan, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama tidak kehilangan banyak darah dan dirawat dengan baik selama di rumah.

Pentingnya Psikologi Warna untuk Manusia

Setiap warna memiliki arti sendiri yang berbeda-beda dan berhubungan erat dengan psikologi manusia

Kata orang, hidup itu penuh warna. Namun, tahukah kalian apa itu warna? Ya, sederhananya warna itu adalah kuning, merah, hijau, dan lain sebagainya. Akan tetapi banyak definisi yang dapat menjelaskan warna, tergantung dari pendekatan apa kita melakukannya. Sebagai contoh psikologi warna yang termasuk ke dalam salah satu cabang ilmu psikologi.

Dalam ilmu psikologi, setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. 

Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

Psikologi warna ini ada sebagai jalan mempelajari manusia melalui pengaruh warna. Selain itu, ini dapat menjadi bentuk komunikasi non-verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna. Keilmuan ini memungkinkan seseorang mengetahui emosi dan bahkan karakter kepribadian yang dimiliki seseorang.

Hal ini menjadi masuk akal lantaran otak manusia dapat menginterpretasikan warna yang diterima oleh mata sehingga memunculkan persepsi tertentu. Setelah itu, persepsi tersebut diolah di dalam otak untuk diekspresikan melalui emosi.

Oleh karenanya warna bisa mempengaruhi jiwa, emosi, dan suasana hati (mood) manusia. Kendati demikian, tingkat sensitivitas tiap orang terhadap warna berbeda-beda, ada yang peka dan ada yang tidak. 

Menurut ilmu psikologi warna, kejadian di masa lalu dapat menjadi salah satu alasan di balik warna favorit atau yang kurang disukai.

Misalnya, warna tertentu bisa membawa seseorang nostalgia ke momen yang menyenangkan, makanya seseorang menyukai warna tersebut. Begitupun sebaliknya, ketika ada warna yang membawa  nostalgia ke peristiwa yang kurang baik untuk diingat, mereka akan cenderung tidak menyukainya.

Sebenarnya pengalaman masa lalu yang berkaitan dengan warna akan lebih cepat merangsang emosi ketimbang pengalaman yang berhubungan dengan bentuk. Hal ini menarik perhatian para ahli. Mereka kemudian membagi sifat warna menjadi dua kategori yang saling bertolak belakang, yaitu warna panas dan warna dingin.  

Lebih jauh, psikologi warna ini bahkan bisa mempengaruhi benda mati, seperti makanan. Dikatakan bahwa warna wadah makanan dapat mempengaruhi rasa makanan yang ada di atasnya. Ini bisa terjadi lantaran setiap warna memancarkan panjang gelombang energi yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda pula. 

  • Psikologi Warna dan Berbagai Kebutuhan Akan Itu

Seseorang yang dijuluki bapak psikoanalisis, Carl Gustav Jung, telah menjadikan warna sebagai alat penting dalam psikoterapinya. Beliau meyakini setiap warna punya makna, potensi, dan kekuatan untuk memengaruhi. 

Tak hanya itu, Jung, bagaimana dia biasa disapa, percaya bahwa warna juga dapat menghasilkan efek tertentu pada produktivitas, emosi, hingga perubahan mood (suasana hati) seseorang. Beliau juga membuktikan pengaruh warna bagi psikologi manusia.

Keberadaan warna tidak semata-mata hasil alamiah, melainkan bermakna dan “dimaknai” oleh manusia. Dewasa ini, kita menemukan banyak interpretasi makna warna dalam banyak sektor. Mulai dari perfilman, fotografi, desain grafis dan interior, bahkan hingga kesehatan.

Menurut Darwis Triadi, seorang fotografer terkenal dalam negeri mengungkapkan bahwa psikologi warna dapat menciptakan keselarasan hidup. Dia mengklaim, “Dengan warna kita bisa menciptakan suasana teduh dan damai. Dengan warna pula kita dapat menciptakan keberingasan dan kekacauan.”

Kira-kira berikut beberapa pengaruh warna terhadap psikologi manusia:

  • Dapat  menciptakan daya tarik manusia untuk semakin bergairah terhadap suatu hal.
  • Permainan warna dapat mempengaruhi emosi seseorang.
  • Penggunaan warna yang tepat dapat memberikan ketenangan, konsentrasi, kesan gembira.
  • Penggunaan warna dapat membangkitkan energi yang membuat seorang menjadi aktif dalam melakukan kegiatannya.
  • Warna sebagai salah satu alat bantu komunikasi non-verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan yang mudah diserap maknanya.

Menarik sekali bukan psikologi warna ini? Bagaimana seseorang bisa memainkan sesuatu di dalam diri manusia hanya dengan warna. Jika dipelajari lebih dalam, bukan tidak mungkin seseorang yang menguasai psikologi warna ini bisa menjadi orang yang luwes dan tidak takut untuk menghadapi siapa saja.

Ini Bedanya, TB Paru Aktif dan Laten!

Penyakit Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Seseorang yang mengalami TB paru dapat menularkan kepada orang lain melalui air liur yang keluar saat batuk, bersin, tertawa, atau teriak. Saat di udara, bakteri ini pun masih bisa hidup selama berjam-jam hingga dapat menginfeksi orang. Ada dua jenis TB paru yang bisa dialami seseorang, yaitu TB paru aktif dan TB paru laten. Meskipun sama-sama mengalami TB paru, tapi ada perbedaan terhadap gejala dan derajat risiko.

Seberapa bahayakan TB paru aktif ini?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memprediksi ada sekitar 8 juta orang setiap tahunnya yang mengalami TB paru aktif secara global. Lebih lanjut, hampir 2 juta orang meninggal karena penyakit tersebut. Setiap 1 dari 10 orang yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat mengalami TB paru aktif dalam hidupnya.

Meskipun pada tahun 2017 kasus ini mulai menurun sebesar 1,5 persen, penyakit ini masih menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan di seluruh dunia. Negara-negara berkembang yang mengalami angka kejadian paling tinggi adalah India, Pakistan, Filiphina, Cina, Afrika Selatan, Indonesia, dan Nigeria. Bahkan, negara-negara ini menyumbang 64% dari semua kematian terkait tuberkulosis pada tahun 2016.

Bedanya TB paru aktif dan laten.

Infeksi bakteri tuberkulosis ini tidak serta-merta membuat Anda langsung jatuh sakit. Dikutip dari Healthline, dari 2,5 miliar orang yang membawa bakteri tersebut, sebagian besar mengalami TB paru laten.

Orang dengan TB paru laten tidak dapat menularkan dan tidak menunjukkan gejala, karena sistem kekebalan tubuhnya kuat. Hanya saja, mereka mungkin dapat berkembang menjadi TB paru aktif. Bahkan, risikonya jauh lebih tinggi jika Anda juga memiliki kondisi medis lainnya yang membahayakan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.

TB paru aktif adalah kondisi di mana sistem imun tubuh melemah, sehingga dapat diserang oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TB paru aktif bisa saja pengaktifan kembali TB paru laten atau disebut juga TB paru reaktivasi. Hampir 90% kasus TB paru reaktivasi ini terjadi pada TB paru aktif. Selain paru-paru, tuberkulosis juga dapat menyerang sistem organ lainnya, seperti sistem pencernaan, otot, kulit, hati, dan reproduksi.

Apa saja faktor yang membuat TB paru laten bisa reaktivasi?

Seseorang yang mengalami TB paru laten ketika sistem imunnya melemah, maka bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat aktif kembali, berkembang biak, dan merusak jaringan paru-paru. Akhirnya, TB paru laten bisa menjadi TB paru aktif yang dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Ini tentu akan sangat berbahaya bagi orang-orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami TB paru laten. Oleh sebab itu, jika Anda berisiko terkena infeksi M. tuberculosis, segeralah konsultasikan dengan dokter. Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan berupa tes infeksi TB laten dan dirawat jika hasil tes menunjukkan positif.

Kenali gejala TB paru aktif sejak dini.

Untuk mengetahui seseorang mengalami TB paru aktif, ada beberapa gejala khas yang diperlihatkan, seperti:

  • Batuk parah hingga 3 minggu.
  • Batuk darah atau dahak dari paru-paru.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.

Gejala lainnya yang dapat menyertai adalah:

  • Berat badan turun.
  • Nafsu makan hilang.
  • Mual dan muntah.
  • Tubuh mudah kelelahan.
  • Demam dan menggigil.
  • Keringat malam.

Adapun orang dengan TB paru laten tidak memiliki gejala apa pun atau merasa sakit. Oleh sebab itu, penderita yang seperti ini harus lebih waspada, terutama jika tinggal atau bepergian dari lingkungan yang banyak kasus TB.

Catatan

Meskipun TB paru aktif menyebabkan kematian, tapi penyakit ini dapat disembuhkan jika ditangani dengan cepat dan tepat. Jangan lupa, selalu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, terutama jika Anda bekerja di rumah sakit yang banyak pasien TB. Tindakan pencegahan selalu lebih baik dibandingkan mengobati. Selalu jaga kesehatan, ya!

8 Manfaat Penting dari Jagung Rebus

Jagung merupakan salah satu sumber karbohidrat yang disebut sebagai super food. Bukan tanpa alasan, jagung dinilai sehat karena memiliki kandungan nutrisi 4—5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan jenis karbohidrat lainnya, seperti beras dan gandum.

Selain nutrisinya yang melimpah, jagung kerap dikonsumsi karena memiliki rasa yang lezat dan mudah diolah. Salah satu bentuk pengolahan yang paling mudah dan enak adalah menjadikannya sebagai jagung rebus. Dengan merebus jagung, nutrisi-nutrisi yang ada dalam bahan makanan yang satu ini diyakini pula lebih terjaga.

Beberapa kandungan nutrisi yang terdapat di jagung, seperti vitamin A, vitamin E, karoten, sampai serat yang tinggi. Dengan nutrisi yang begitu banyak, segudang manfaat di bawah ini bisa Anda rasakan dalam kenikmatan rasa jagung rebus yang menggiurkan.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Jagung yang memiliki tingkat serat tinggi sangat baik bagi kesehatan jagung. Dengan serat yang melimpah, kadar kolesterol dalam tubuh dapat dikontrol sehingga meminimalkan terjadinya plak pada aliran darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner.

  • Mengontrol Tekanan Darah

Bagi para penderita hipertensi, melahap banyak jagung rebus tidak akan menjadi masalah. Pasalnya, jagung justru bisa membantu Anda mengontrol tekanan darah. Manfaat ini bisa diperoleh dari jagung karena adanya kandungan kalium tinggi yang berfungsi menjaga tekanan darah dalam tubuh.

  • Mencegah Stroke

Jagung juga mengandung magnesium. Fungsi dari nutrisi ini tidak hanya mampu menghindarkan Anda dari penyakit jantung iskemik. Lebih daripada itu, magnesium juga bisa mengurangi tingkat risiko stroke pada seseorang. Jagung juga bermanfaat mencegah stroke karena kemampuannya mengontrol tekanan darah agar tidak terlalu tinggi.

  • Mengurangi Risiko Diabetes

Anda takut mengonsumsi jagung rebus karena rasanya yang manis? Tenang saja, rasa manis jagung nyatanya tidak akan membuat Anda mudah terserang diabetes. Justru sebaliknya, jagung memiliki kandungan polifenol yang cukup tinggi sehingga mampu mengatur insulin dan glukosa guna mencegah timbulnya ancaman diabetes.

  • Menghindarkan dari Kanker

Adalah kanker paru-paru, yang merupakan jenis kanker yang bisa dicegah ketika Anda rutin mengonsumsi jagung rebus. Menurut sebuah penelitian, zat cruptoxanthin dan kadar vitamin A yang tinggi pada komoditas yang satu ini bisa membantu mencegah perkembangan sel kanker pada paru-paru.

  • Mengatasi Anemia

Bagi Anda yang kerap mengalami kurang darah atau anemia, mengonsumsi jagung rebus sebagai camilan merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, asam folat pada jagung bisa membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh sehingga Anda bisa terlepas dari gejala anemia. Bahkan dalam sebuah penelitian disebutkan, mengonsumsi jagung secara rutin dalam waktu sebulan bisa meningkatkan pembentukan hemoglobin sampai 50 persen.

  • Mempertahankan Kekuatan Tulang

Hindari pengeroposan tulang dengan rutin mengonsumsi jagung bisa menjadi opsi yang bijak. Ini karena jagung memiliki kandungan mangan, zinc, serta tembaga yang tinggi. Zat-zat tersebut sangat berfungsi dalam mempertahankan kekuatan tulang.

  • Memelihara Kesehatan Mata

Mata menjadi bagian tubuh yang sangat krusial guna memastikan segala aktivitas Anda berjalan baik. Untuk memelihara kesehatannya, Anda bisa mengonsumsi vitamin A, C, dan. E. Semua vitamin tersebut ternyata terkandung cukup banyak dalam sebonggol jagung. Khususnya jagung juga memiliki kandungan vitamin A yang berbentuk senyawa lutein dan zeaxanthin yang mampu mencegah degenerasi makula pada orang tua.

Jadi, jangan ragu untuk mengonsumsi jagung tiap hari untuk memperoleh berbagai manfaat penting tersebut, ya! Tentunya mengolahnya menjadi jagung rebus tetap menjadi pilihan terbaik karena bisa mengeluarkan rasa asli yang enak serta tidak menghilangkan berbagai nutrisi yang menjadi sumber manfaat sumber karbohidrat tersebut.

Hati-hati Menggunakan Antiseptik Sebagai Cairan Pembersih Luka

Povidone iodine merupakan salah satu cairan pembersih luka yang umum

Antiseptik merupakan cairan atau zat yang menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Antiseptik umumnya digunakan di rumah sakit untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi sebelum dan sesudah operasi. Apabila Anda pernah menyaksikan proses operasi, dokter akan mencuci tangan menggunakan zat berwarna jingga. Zat tersebut yang disebut dengan antiseptik. Antiseptik juga dapat digunakan sebagai cairan pembersih luka untuk jenis luka yang ringan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. 

Antiseptik dan desinfektan apa bedanya?

Baik antiseptik dan desinfektan keduanya sama-sama membunuh mikroorganisme. Namun tidak sedikit orang yang sulit membedakan antara keduanya. Padahal perbedaan antara keduanya sangatlah besar. Antiseptik dioleskan ke tubuh. Sementara itu, disinfektan hanya dioleskan ke permukaan-permukaan benda tak hidup seperti meja dan alat-alat medis. Dalam dunia medis bedah misalnya, dokter akan menggunakan antiseptik pada bagian tubuh yang akan mendapatkan operasi dan menggunakan desinfektan untuk sterilisasi meja operasi. 

Antiseptik memiliki berbagai macam penggunaan, baik di dalam maupun di luar dunia medis. Antiseptik akan dioleskan ke kulit ataupun membrane mukosa. Penggunaan antiseptik yang spesifik di antaranya adalah:

  • Merawat infeksi kulit. Anda bisa membeli antiseptik OTC sebagai cairan pembersih luka untuk mengurangi risiko infeksi pada luka, sayatan, atau luka bakar yang ringan atau minor. Contoh dari produk antiseptik OTC tersebut adalah hidrogen peroksida dan alkohol. 
  • Membersihkan tangan. Tenaga medis profesional menggunakan antiseptik untuk membersihkan tangan sebelum melakukan tindakan medis di rumah sakit. 
  • Disinfektan membrane mukosa. Antiseptik dapat dioleskan di urethra, vagina, dan usus untuk membersihkan daerah tersebut sebelum memasukkan kateter. Antiseptik juga dapat digunakan untuk merawat infeksi pada daerah tersebut. 
  • Membersihkan kulit sebelum operasi. Antiseptik dioleskan pada kulit sebelum melakukan tindakan bedah medis apapun untuk melindungi dari mikroorganisme berbahaya yang ada di permukaan kulit. 
  • Merawat infeksi tenggorokan dan mulut. Beberapa permen pereda tenggorokan mengandung antiseptik untuk membantu mengatasi radang tenggorokan akibat infeksi bakteri. 

Apakah antiseptik aman?

Beberapa jenis antiseptik yang kuat dapat menyebabkan luka bakar kimia atau iritasi parah jika dioleskan langsung ke kulit tanpa diencerkan dengan air. Bahkan antiseptik yang encer pun masih dapat menyebabkan iritasi apabila dibiarkan di kulit dalam waktu yang lama. Iritasi jenis ini disebut dengan dermatitis kontak iritan. Apabila Anda menggunakan antiseptik di rumah, hindari penggunaan selama lebih dari 1 minggu. Anda juga tidak boleh menggunakan antiseptik OTC sebagai cairan pembersih luka untuk luka yang lebih parah atau serius seperti cidera mata, gigitan hewan atau manusia, luka yang besar dan dalam, luka bakar parah, dan luka dengan benda asing di dalamnya. Kondisi-kondisi tersebut akan lebih baik apabila ditangani oleh tenaga medis profesional di rumah sakit. Anda juga perlu mengunjungi dokter apabila Anda menggunakan antiseptik namun luka tersebut tidak kunjung sembuh. 

Lembaga Obat dan Makanan (FDA) Amerika baru-baru ini melarang 24 bahan yang ada di antiseptik OTC karena kurangnya bukti keefektifan dan keamanan bahan tersebut. Salah satu bahan yang tidak boleh adalah triclosan. Sementara itu, bahan-bahan lain yang dilarang jarang dijumpai pada antiseptik sehingga Anda tidak akan kesulitan menemukan antiseptik yang tepat. Produsen pun telah mulai menyesuaikan produk-produk mereka dengan tidak memakai triclosan dan bahan-bahan yang dilarang. Antiseptik adalah zat yang membantu menghentikan pertumbuhan mikroorganisme di kulit. Penggunaannya pun beragam, mulai dari cairan pembersih luka, membersihkan tangan, hingga desinfektan membrane mukosa. Meskipun aman digunakan, hindari penggunaan antiseptik dalam jangka waktu yang lama.

Penyebab Pusing saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Masalah umum yang sering dialami oleh ibu hamil adalah pusing. Tentu saja kondisi ini bikin ibu hamil merasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun biasanya, pusing saat hamil umumnya tidak hanya terjadi di trimester pertama kehamilan saja, tetapi juga terasa di trimester kedua dan ketiga. Hal ini disebabkan karena rahim yang membesar dan menekan pembuluh darah.

Penyebab Pusing saat Hamil

Pusing saat hamil biasanya disebabkan oleh sistem kardiovaskular yang mengalami perubahan drastis, seperti naiknya detak jantung, jantung memompa darah lebih banyak setiap menitnya, serta jumlah darah dalam tubuh meningkat 30-50 persen. Adapun penyebab lainnya yang membuat Anda merasa pusing adalah karena:

  • Morning Sickness

Mual dan muntah parah yang terjadi selama masa kehamilan dapat menyebabkan Anda merasa pusing. Biasanya ini terjadi di awal kehamilan atau disebut juga dengan hiperemesis gravidarum. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan pusing, tetapi juga menyebabkan penurunan berat badan karena kurangnya asupan yang dibutuhkan tubuh.

  • Perubahan Hormon

Selama masa kehamilan, tubuh memang mengalami perubahan hormon yang membuat pembuluh darah menjadi lebar dan lebih rileks. Hal ini memicu tekanan darah menjadi turun. Itulah mengapa ibu hamil sering merasa pusing, terlebih ketika bangun dari posisi tidur.

  • Berdiri Terlalu Cepat

Saat ibu hamil berdiri terlalu cepat dari posisi tidur atau duduk, darah tidak punya cukup waktu sampai ke otak. Inilah yang membuat kepala terasa pusing dan berputar.

  • Berbaring Telentang

Berbaring dengan posisi telentang juga dapat menyebabkan ibu hamil merasa pusing. Hal ini terjadi karena rahim yang ukurannya semakin membesar menghalangi aliran darah ke jantung dari ekstremitas bawah (anggota gerak bawah).

  • Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana sel telur yang dibuahi ditanam di luar rahim, biasanya di saluran tuba. Kehamilan ektopik ini juga dapat menyebabkan pusing. Hal ini karena terjadinya pendarahan vagina akibat kehamilan di luar kandungan. Selain itu, Anda juga mungkin merasakan lemas dan sakit di perut.

  • Tekanan pada Rahim

Rahim yang terus membesar dapat menyebabkan pembuluh darah tertekan dan menyebabkan Anda merasa pusing. Biasanya terjadi di trimester kedua dan ketiga. Selain pusing, Anda juga akan merasa tidak nyaman di bagian peru.

  • Dehidrasi

Pada kehamilan, dehidrasi dapat terjadi kapan saja. Hal ini dikarenakan tubuh kekurangan cairan. Padahal saat hamil, tubuh akan membutuhkan lebih banyak cairan. Selain merasa pusing, tubuh juga akan merasa kelelahan, mulut kering, mudah mengantuk, dan lainnya.

  • Rendahnya Gula Darah

Gula darah yang rendah dapat menyebabkan munculnya gejala seperti pusing, berkeringat, sakit kepala, hingga badan gemetaran.

  • Anemia

Anemia disebabkan karena turunnya sel darah merah selama kehamilan. Bisa juga disebabkan karena kekurangan zat besi dan asam folat. Selain pusing, tubuh juga merasakan gejala seperti pucat, sesak napas, hingga kelelahan.

  • Rasa Cemas

Napas akan berlebih ketika Anda merasa cemas. Kondisi ini membuat Anda lebih banyak menghirup karbondioksida dibanding oksigen. Sehingga rasa cemas juga sering menjadi penyebab pusing saat hamil.

Cara Mencegah dan Mengatasi Rasa Pusing saat Hamil

Cara mencegahnya akan tergantung pada apa penyebab yang membuat Anda merasa pusing tersebut. Namun, hal yang harus dilakukan saat merasa pusing adalah duduk. Posisi duduk akan membuat rasa pusing hilang dan menghindari Anda agar tidak terjatuh. Berikut yang bisa Anda lakukan jika merasa pusing.

  • Bangun dari Posisi Tidur Perlahan

Ketika Anda ingin bangun dari posisi berbaring atau duduk, bangunlah dengan perlahan. Jangan sampai Anda bangun terburu-buru agar mencegah rasa pusing semakin memburuk.

  • Banyak Konsumsi Air Putih

Air putih akan mencegah Anda dari dehidrasi yang menjadi penyebab pusing. Setidaknya minumlah 8-10 gelas dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

  • Makan Secara Teratur

Ibu hamil harus menjaga waktu dan pola makan secara teratur. Nutrisi dari makanan yang masuk ke tubuh haruslah memenuhi kebutuhan tubuh. Selain itu, mengkonsumsi camilan yang sehat dapat mengurangi rasa pusing saat hamil.

  • Tidur dengan Posisi Miring ke Kiri

Pusing dapat disebabkan oleh posisi tidur yang telentang. Oleh karenanya, usahakan untuk tidur menghadap ke samping agar jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan lebih mudah.

  • Duduk dan Tenang

Ketika merasa pusing saat hamil, duduklah dengan tenang untuk membantu menghilangkan rasa pusing. Dengan duduk, Anda juga terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan seperti terjatuh.