Mengenal Hiperurisemia, Kondisi Ketika Kadar Asam Urat Terlalu Tinggi

Hiperurisemia tidak mewakili penyakit atau indikasi untuk terapi. Hiperurisemia merupakan kondisi sebagai salah satu penanda bahwa kadar asam urat dalam darah mengalami peningkatan. Kadar asam urat yang meningkat bisa disebabkan oleh berbagai macam hal seperti penurunan ekskresi, peningkatan produksi, atau kombinasi keduanya. Batas atas normal asam urat adalah 6,8 mg/dL. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hiperurisemia, Anda dapat menyimak penjelasan berikut ini. 

Gejala hiperurisemia

Tidak semua orang yang mengalami hiperurisemia akan menunjukkan gejala. Sebagian besar tidak akan menyadari bahwa mereka mengalami hiperurisemia. Sekitar 30% orang dengan hiperurisemia akan mengalami beberapa gejala seperti berikut ini. 

  1. Gout arthritis

Gejala pertama pada orang dengan hiperurisemia adalah gout arthritis. Umumnya gout muncul tiba-tiba dan sangat terasa di malam hari. Gout merupakan rasa sakit di tubuh seperti jempol kaki, siku, pergelangan kaki, dan lutut. Anda mengalami gout jika persendian terasa nyeri atau kaku, sendi tampak berubah, area tertentu tampak bengkak dan merah, dan kesulitan ketika menggerakkan sendi. Meski tidak ditangani, gout biasanya akan mereda setelah 2 minggu. 

  1. Tophaceous gout

Gejala orang dengan hiperurisemia lainnya yaitu tophaceous gout. Berbeda dengan gejala senelumnya, kondisi ini dapat ditandai sebab terlihat gumpalan yang menyebabkan nyeri sendi hebat dan menekan saraf sekitarnya. 

  1. Batu ginjal

Hiperurisemia dapat menyebabkan sakit pinggang. Hal ini umunya terjadi ketika kristal asam urat telah menumpuk dan menjadi batu ginjal. Selain rasa nyeri di punggung, Anda mungkin akan merasa mual dan keinginan buang air kecil meningkat. Terkadang, urine Anda akan beraroma tidak sedap dan ada rasa nyeri serta muncul darah saat buang air kecil. 

Penanganan hiperurisemia

Hiperurisemia bukanlah sebuah penyakit. Kondisi ini merupakan tanda bahwa kadar asam urat di tubuh Anda terlalu tinggi. Untuk mengurangi hiperurisemia yang terjadi, Anda dapat melakukan beberapa cara seperti berikut ini. 

  1. Mengurangi makanan dengan kandungan purin

Hiperurisemia dapat ditangani dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah. Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi makanan dengan kandungan purin. Berbagai jenis makanan yang bersumber dari protein hewani sebaiknya dikurangi seperti ayam, kambing, daging sapi, kuning telur, kepiting, serta udang. Anda dapat memenuhi asupan protein dengan protein murni seperti putih telur atau sumber asam lemak esensial seperti tuna dan salmon. 

  1. Perbanyak minum air putiih

Anda perlu mengencerkan urin agar proses penumpukan asam urat berlebih bisa dihambat. Caranya? Minumlah air putih minimal 8 gelas perhari sehingga urine menjadi lebih encer. Hal itu akan membuat pembuangan asam uram berlebih dari tubuh menjadi lancar. 

  1. Hindari alkohol

Menghindari alkohol juga dapat membantu mengurangi gejala hiperurisemia.  Pasalnya, minuman beralkohol menjadi salah satu penyebab timbulnya asam urat. Kalori yang tersimpan dalam alkohol juga dapat membuat berat badan meningkat sehingga risiko terjadinya hiperurisemia semakin tinggi. 

  1. Menjaga berat badan 

Untuk mengurangi kadar asam urat, Anda perlu menjalankan diet sehat guna menjaga berat badan agar tidak berlebih. Dengan begitu, kandungan asam urat berlebih dalam tubuh dapat larut dan dibuang. Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepada, atau yoga. 
Orang berusia di atas 50 tahun lebih rentan mengalami hiperurisemia. Pada kasus kronik, hiperurisemia dapat menyebabkan kerusakan multi organ. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan pengecekan kondisi kesehatan secara teratur guna mengantisipasi terjadinya penyakit tertentu. Anda juga bisa mengonsultasikan berbagai keluhan berupa kesehatan melalui aplikasi SehatQ. Konsultasi tentu akan ditangani secara online oleh dokter terpercaya dan ahli.

7 Tips Mencegah Refluks Asam Lambung

Sering dipandang sepele, masalah refluks asam lambung nyatanya menjangkiti jutaan orang di dunia. Kodisi naiknya asam lambung dari lambung kembali ke kerongkongan tidak hanya membuat penderitanya merasa mual atau merasa nyeri dada. Jika Anda terlalu sering mengalami refluks asam lambung, terdapat potensi kerongkongan menjadi rusak sehingga penderitanya menjadi sulit menelan, tidak hanya makanan, tetapi juga minuman.

Ketika mengalami refluks asam lambung, Anda akan cenderung merasakan panas di area perut bagian atas. Tidak jarang penderitanya akan mengalami batuk berkelanjutan dan nyeri dada yang parah sehingga mengganggu berbagai aktivitas harian.

Banyak penyebab terkait penyakit yang berhubungan dengan pencernaan ini. Sebagian besar penyebab refluks asam lambung tak lain bersumber dari kebiasaan hidup yang salah. Karena itu, dengan melakukan beberapa perbaikan pola hidup seperti di bawah ini, kemungkinan terjadinya refluks asam lambung dapar diminimalkan.

  • Turunkan Berat Badan

Orang-orang dengan berat badan berlebih bahkan obesitas akan lebih mudah mengalami refluks asam lambung. Kondisi ini terjadi karena lemak perut yang berlebihan dapat memberi tekanan ekstra pada perut Anda. Lemak-lemak tersebut tanpa disadari mendorong cairan lambung untuk naik ke kerongkongan. Pada saat itulah, refluks asam lambung terjadi. Satu-satunya upaya untuk meredakan kondisi tersebut adalah dengan meminimalkan keberadaan lemak dengan menurunkan berat badan.

  • Makan Porsi Kecil

Kebanyakan refluks asam lambung terjadi setelah seseorang makan. Namun, aktivitas makan sendiri bukanlah penyebab masalah pencernaan ini. Anda baru akan mengalami refluks asam lambung jika makan dalam porsi besar. Banyaknya makanan tersebut cenderung memberi tekanan pada lambung. Untuk menyiasatinya, mulai sekarang makanlah dengan porsi kecil. Biasakan makan sebelum Anda merasa sangat lapar untuk menghindari terlalu banyaknya makanan yang Anda konsumsi.

  • Hindari Berbaring setelah Makan

Saat Anda beraring selepas makan, makanan yang seharusnya turun ke lambung bisa dengan mudah menjalar naik ke kerongkongan. Karena itu, sangat tidak dianjurkan Anda langsung berbaring setelah makan. Berilah jeda minimal 3 jam dari waktu makan dengan waktu Anda berbaring untuk memastikan makanan yang masuk sudah terolah dalam lambung dan sulit kembali naik ke kerongkongan.

  • Kurangi Makanan Penyebab

Beberapa makanan terbukti aktif meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kafein, cokelat, makanan pedas, serta makanan berlemak menjadi penyebab refluks asam lambung yang cenderung terus dikonsumsi. Jika Anda sudah mulai mengkhawatirkan kondisi refluks asam lambung yang semakin sering, mulai sekarang berusahalah mengurangi asupan makanan yang memicu kondisi tersebut.

  • Ubah Posis Tidur

Posisi rebah akan membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Jika Anda termasuk sering mengalami kenaikan asam lambung, mulai sekarang cobalah mengubah posisi tidur Anda. Anda bisa meninggikan bantal untuk mencegah refluks asam lambung. Posisi tidur menyamping pun lebih menyehatkan Anda karena bisa meminimalkan terjadinya kenaikan asam lambung yang tiba-tiba.

  • Kenaikan Pakaian Longgar

Pakaian ternyata berpengaruh pada kondisi lambung Anda. Jika terlalu ketat, khususnya di bagian pinggang, lambung akan lebih mudah tertekan dan mendorong naiknya cairan asam ke kerongkongan. Jadi jika ingin terhindar dari refluks asam lambung, cobalah mencari pakaian yang agar longgar dan tidak memberi tekanan pada pinggang Anda.

  • Berhenti Merokok

Nikotin yang terkandung pada rokok nyatanya sangat ampuh menciptakan refluks asam lambung. Pasalnya, nikotin membuat otot-otot lambung mengendur sehingga asam yang ada di dalamnya mudah naik ke kerongkongan. Nikotin pada rokok juga membuat kemampuan air liur untuk membersihkan asam di kerongkongan menjadi berkurang jauh. Jadi, masih mau merokok, walaupun Anda sudah terlalu sering mengalami refluks asam lambung?

***

Mengubah pola hidup yang simpel ternyata mampu berefek positif jauh bagi kesehatan Anda. Dengan refluks asam lambung yang bisa dikontrol, Anda pun akan lebih aktif menjalani berbagai kegiatan tanpa keluhan.

9 Tips Merawat Kucing di Rumah

Menjadi salah satu hewan peliharaan favorit terutama untuk masyarakat Indonesia, kucing memang banyak dipelihara. Mamalia karnivora ini hadir dalam bentuk ras dan jenis yang juga menjadi salah satu alasan banyak orang memeliharanya, terdapat juga beberapa manfaat pelihara kucing. Namun sebelum itu, seseorang harus terlebih dahulu mengetahui bagaimana cara merawat dengan benar.

Sering kali tingkah kucing yang lucu membuat manusia yang memeliharanya merasa terhibur, memiliki bentuk fisik yang mungil dan berbulu juga membuat seseorang semakin gemas untuk memeluk atau sekadar mengelus tubuhnya. Meski demikian terdapat juga masyarakat yang enggan memelihara karena kucing dianggap menyebarkan penyakit toksoplasmosis.

Manfaat Pelihara Kucing

  • Menurunkan Stres

Memelihara dan sering berinteraksi dengan kucing peliharaan bisa mengurangi stres yang sedang dialami seseorang. Dengan memelihara kucing bisa melepaskan hormon oxytocin yang membuat si pemeliharanya merasa lebih santai dan mengurangi kadar stres.

  • Membantu Tubuh Bergerak

Memancing kucing bermain tidak perlu menggunakan alat mahal, cukup gunakan kertas atau tali untuk menarik perhatian kucing. Banyak bermain dengan kucing otomatis membuat tubuh seseorang juga ikut bergerak.

  • Melatih Kesabaran

Dibutuhkan kesabaran lebih bagi seseorang jika ingin memelihara kucing, seperti ketika mempersiapkan peralatan yang harus dipakai. Misalnya kandang, pasir kucing hingga makanan dan juga minumannya, semuanya ini dibutuhkan ketelatenan si pemelihara.

Masih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan seseorang ketika memutuskan untuk memelihara kucing. Namun, perlu diketahui bahwa untuk memelihara kucing terlebih dahulu harus mengetahui cara merawatya dengan benar. Agar nantinya tidak mengalami kesulitan seperti ketika kucing sakit atau tidak mau makan.

Cara Merawat Kucing

  • Pahami Kebutuhan Asupan

Perlu diketahui jika memelihara anak kucing, jumlah gizi yang dibutuhkan dua kali lebih besar dari kucing dewasa, namun bukan artinya memberi makan terus-menerus. Anak kucing mulai belajar makan setelah lima sampai enam minggu dan masih harus menyusu pada induknya. Berikan makanan empat kali sehari, pilih yang mengandung banyak vitamin dan nutrisi.

  • Jangan Beri Makanan Anjing

Makanan anjing tidak memiliki kandungan taurin, nutrisi yang dibutuhkan kucing untuk mencegah penyakit janting dan penglihatan kabur. Hal ini harus diperhatikan jika memang seseorang benar-benar ingin memelihara kucing.

  • Kucing Karnivora Alami

Beri kucing makanan yang berasal dari daging hewan alami, seperti ayam, sapi atau ikan dan hindari pemberian tumbuh-tumbuhan. Makanan dari tumbuh-tumbuhan tidak mampu dicerna dengan baik oleh si kucing, meskipun tidak sedikit pemilik yang memberi makanan berupa sayuran dan nasi, hal ini justru membuat kotorannya bau.

  • Mandikan Teratur

Kucing bisa bau, untuk itu perlu dimandikan secara teratur dan ketika memandikannya gunakan air dingin. Karena jika menggunakan air panas justru akan merusak bulu dan menyebabkan iritasi kulit, jika kucing rewel bisa gunakan tisu basah. Semprotkan juga pewangi agar badannya terhindar dari kutu.

  • Rutin Menyikat Bulu

Sering menyikat bulu dengan sisir khusus juga perlu dilakukan, terlebih ketika kucing peliharaan memiliki bulu yang tebal. Ini dapat membuat nyaman dan membantu menghilangkan rambut mati, kuman dan bakteri pada bulu kucing.

  • Ajak Bermain di Luar

Seperti manusia, kucing juga merupakan makhluk hidup yang memiliki rasa bosan ketika berada di dalam rumah. Ini termasuk manfaat pelihara kucing, yakni mengajaknya bermain di luar rumah, otomatis si pemilik akan menggerakan tubuhnya ketika bermain dengan kucing. Hal ini diklaim efektif untuk menurunkan stres karena beban pikiran berat.

Tips Skincare untuk Remaja Menjadi Lebih Baik

Masa remaja merupakan masa di mana hal-hal baru akan terjadi, termasuk menggunakan skincare untuk remaja. Untungnya, tidak suit sama sekali untuk merawat kulit anak remaja. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kulit yang lebih baik, sangat bagus untuk melakukan rutinitas perawatan kulit harian yang umumnya terdiri dari pembersih, toner, dan pelembab serta perawatan lainnya untuk tetap menghidrasi kulit.

Berikut beberapa tip untuk membantu Anda memahami perawatan kulit seperti apa yang cocok untuk remaja.

  • Mencuci wajah

Mencuci wajah merupakan salah satu langkah awal yang harus dilakukan sebelum memulai perawatan lainnya, wajah yang kotor dapat membuat wajah berjerawat. Dan, jika Anda membiarkan kotoran menumpuk di kulit Anda atau pergi tidur dengan wajah kotor tentu akan membuat wajah berjerawat.

Kulit yang setiap hari terpapar oleh banyak hal yang menyumbat pori-pori, termasuk kotoran, keringat, minyak, tabir surya, dan riasan. Jadi, langkah pertama dalam rutinitas perawatan kulit remaja adalah membersihkan wajah.

  • Hindari pencuci wajah yang mengandung bahan kimia keras yang dapat mengiritasi kulit dan berdampak buruk bagi kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Bersikaplah lembut dengan kulit Anda, jangan menggosok dengan keras atau menggunakan kain kasar. Gunakan gerakan melingkar untuk menggosokkan pembersih ke kulit Anda dan pastikan semua kotoran dan riasan telah hilang.
  • Bilas semua pembersih wajah, tanpa meninggalkan pembersih wajah. Lalu keringkan dengan handuk lembut.
  • Pelembab

Hal kedua yang perlu dalam skincare untuk remaja adalah pelembab. Pasalnya, saat mencuci muka Anda akan menghilangkan minyak “baik” yang membantu melindungi kulit Anda dan menjaganya untuk tetap lembut. Meskipun Anda telah menggunakan pembersih wajah yang lembut dan alami, namun Anda tetap harus menggunakan pelembab agar kulit tetap terlihat segar dan terus terhidrasi.

  • Bibir

Selain skincare wajah, jangan lupakan bibir Anda. Bibir merupakan bagian terpenting dan sensitif yang sering terlewatkan oleh produk perwatan kulit. Kulit bibir Anda lebih tipis dan lebih halus daripada kulit di bagian tubuh Anda yang lain.

Bibir biasanya memproduksi melanin untuk melindungi diri dari sinar matahari, dan juga memiliki kelenjar minyak yang lebih sedikit daripada kulit Anda yang lain. Untuk remaja, bisa memulai dengan menggunakan lip balm secara teratur dan dapat menghindari bibir dari pecah-pecah.

Selain beberapa tip di atas tentang bagaimana penggunaan skincare untuk remaja, berikut pun ada beberapa hal yang bisa para remaja lakukan untuk mendapatkan kulit yang bagus.

  • Minum cairan yang cukup. Mengonsumsi cairan yang cukup adalah kunci menjaga kulit Anda tetap terhidrasi dengan baik dan lembut. Anda juga bisa minum jus hijau atau smootie dengan banyak buah dan sayuran untuk memberikan vitamin yang Anda butuhkan dan membantu mengoksidasi kulit Anda, untuk menjaganya tetap sehat.
  • Makan makanan yang sehat. Ingat bagaimana tubuh Anda membutuhkan minyak dalam jumlah tertentu agara tetap lembut dan halus? Nah, untuk mendapatkan hal tersebut secara alami Anda dapat membantu mempertahankan kelembapan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3.
  • Hindari menyentuh wajah Anda. Jangan terlalu sering menyentuh wajah, kecuali saat Anda mencuci wajah dan menggunakan skincare. Pasalnya, tangan Anda dapat menyebarkan bakteri ke wajah dan menyebabkan timbulnya jerawat, tetapi juga dapat membawa kuman yang dapat membuat Anda sakit, seperti virus flu.
  • Perhatikan paparan sinar matahari. Saat anda berada di luar ruangan, jangan lupa untuk mengggunakan tabir surya atau tutupi dengan lengan panjang atau topi lebar, jadi jangan langsung terpapar sinar matahari. Selain itu, usahakan untuk tidak terlalu dekat dengan pemanas. Karena paparan panas langsun dapat menyebabkan peradangan dan menyebabkan kolagen rusak yang nantinya dapat menyebabkan keriput dini.

Skincare untuk remaja pada dasarnya boleh digunakan namun pilih produk yang memang dikhususkan untuk remaja dan jangan terlalu banyak menggunakan berbagai produk. Cukup pembersih muka, toner ataupun pelembab. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan pada wajah.

Penyebab Sesak Napas Saat Tidur

Pada umumnya orang mengira jika sesak napas merupakan gejala munculnya penyakit asma, padahal anggapan ini belum tentu benar. Sesak napas saat tidur khususnya bisa jadi muncul karena masalah lain, seseorang yang tidak memiliki sakit asma sangat mungkin mengalami sesak napas. Sangat penting untuk mengetahui penyebab seseorang mengalami asma.

Sesak napas bisa muncul secara tiba-tiba, terjadi sementara dan bisa mereda dengan cepat, apabila membuat penderitanya merasa seolah terikat di bagian dada seperti tercekik maka disebut dengan sesak napas akut. Sebagian besar penyebab sesak napas adalah karena masalah jantung dan paru-paru, gangguan ini terjadi karena karbondioksida tidak terproses dengan baik.

Penyebab Sesak Napas

Dalam kebanyakan kasus, sesak napas akut dapat hilang ketika faktor pemicunya juga hilang atau disembuhkan dengan melakukan pengobatan yang sesuai dari penyebab sesak napas tersebut. Sesak napas saat tidur khususnya dapat terjadi karena beberapa penyebab berikut ini, kondisi ini penting untuk diamati.

  1. Tersedak

Ketika seseorang tersedak karena menelan atau kemasukan benda tidak seharusnya ke dalam saluran pernapasan, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kesulitan bicara dan sesak napas. Dalam hal ini usahakan sebisa mungkin untuk batuk dan mengeluarkan benda yang tersangkut di tenggorokan.

  1. Pilek

Kondisi hidung yang tersumbat dengan lendir atau terus-terusan berair juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sesak napas, biasanya ini terjadi saat seseorang pilek. Lendir karena pilek akan menghalangi jalan keluar masuknya udara.

  1. Keracunan Karbon Monoksida

Keracunan bisa terjadi jika seseorang terlalu banyak menghirup karbon monoksida, gas ini berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat atau kayu. Karbon monoksida tidak berbau, tidak menimbulkan warna, tidak mengiritasi kulit dan juga mata. Tetapi sangat berbahaya jika kadarnya terlalu banyak dalam tubuh.

Gas ini bisa mengikat erat hemoglobin dan ikut mengalir bersama darah ke seluruh tubuh, karena memiliki sifat beracun maka dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan sel, sehingga tubuh menjadi kekurangan oksigen. Dalam keadaan ini seseorang bisa mengalami sesak napas karena asupan oksigen berkurang.

  1. Alergi

Kebanyakan orang tidak menyadari jika alergi bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sesak napas, hampir semua jenis alergi, mulai makanan, bulu binatang, debu hingga reaksi alergi yang dipicu perubahan suhu. Beberapa kondisi ini bisa menyebabkan reaksi alergi berupa sesak napas, meskipun reaksi alergi sebenarnya tidak berbahaya.

  1. Tamponade Jantung

Merupakan kondisi darurat medis ketika darah atau cairan memenuhi ruang antara selaput tipis yang membungkus jantung atau perikardium dan otot jantung. Keadaan ini memberi tekanan yang sangat kuat pada jantung sehingga mengganggu kinerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Kurangnya pasokan darah ke jantung dan tubuh bisa menyebabkan sesak napas.

  1. Pneumonia

Penyebab sesak napas saat tidur selanjutnya adalah pneumonia atau infeksi pada paru-paru karena bakteri, virus dan jamur. Infeksi ini menyebabkan sel-sel organ tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen, kondisi inilah yang membuat seseorang mengalami sesak napas.

  1. Emboli Paru

Merupakan kondisi penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru-paru, kasus yang sering terjadi emboli disebabkan karena adanya gumpalan darah beku di arteri yang mengalir ke paru-paru. Gumpalan juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain, seperti panggul, lengan hingga jantung atau trombosis vena dalam.

Keadaan ini membuat aliran darah ke salah satu atau kedua paru menjadi sangat terbatas, sehingga tak jarang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas dalam waktu yang tidak terduga karena kemunculannya yang tiba-tiba.

Cara Minum Cuka Apel yang Benar Setiap Hari

Cuka apel telah lama dikenal sebagai salah satu bahan alami yang efektif mengatasi berbagai permasalahan kesehatan. Akan tetapi, untuk bisa merasakan hasil dari pemakaian cuka apel dengan lebih baik, Anda perlu memahami cara minum cuka apel yang benar sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. 

Konsumsi cuka apel setiap hari bisa mengatasi beberapa masalah kesehatan, mulai dari kadar gula darah yang tinggi, untuk penurunan berat badan, untuk memperlancar proses pencernaan, dan lain sebagainya. Setiap manfaat tersebut bisa dirasakan dengan cara minum cuka apel yang berbeda-beda.

Cara minum cuka apel berdasarkan manfaatnya

Supaya hasil dari konsumsi cuka apel lebih efektif, sebaiknya sesuaikan cara meminumnya dengan manfaat yang Anda inginkan. Berikut ini beberapa cara meminum cuka apel berdasarkan hasilnya: 

  • Untuk menurunkan berat badan

Apabila Anda ingin menurunkan berat badan, cuka apel sebaiknya dikonsumsi sebelum makan. Anda bisa mencampurkan dua sendok makan cuka apel ke dalam segelas air lalu diminum.

Tidak hanya itu, konsumsi cuka apel juga bisa dilakukan dengan mencampurkannya ke dalam saus yang akan digunakan sebagai saus salad. Hal ini akan membantu memberikan Anda rasa kenyang yang lebih cepat dan lama.

Menurut penelitian, dua sendok makan cuka apel setiap harinya lebih efektif untuk menurunkan berat badan hingga dua kali lipat dalam tiga bulan dibandingkan dengan orang yang berdiet tanpa bantuan cuka apel. 

  • Untuk meningkatkan energi

Salah satu manfaat lainnya dari pemakaian cuka apel adalah peningkatan energi. Biasanya, manfaat ini akan lebih efektif dirasakan di pagi hari ketika Anda memerlukan energi dalam jumlah besar untuk memulai hari.

Anda bisa berhenti mengonsumsi kopi dan menggantinya dengan teh yang telah dicampurkan dengan cuka apel. 

Melalui teh dengan cuka apel ini, lemak Anda akan tersimpan dengan baik. Selain itu, asam asetat yang terkandung di dalam teh juga berperan dalam meningkatkan cara kerja otot sebagai bahan bakar sumber energi. 

  • Untuk mengendalikan kadar gula darah

Salah satu manfaat cuka apel yang paling populer adalah kemampuannya dalam mengendalikan kadar gula darah secara alami. Sebaiknya, minumlah cuka apel sebelum Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat untuk mencegah atau memperlambat lonjakan gula darah yang besar.

Cara minum cuka apel untuk mengendalikan gula darah adalah dengan mengonsumsi empat sendok teh cuka apel sebelum makan. Akan lebih baik kalau Anda mencampurkan cuka apel ini dengan air. 

Akan tetapi, perlu diingat, cuka apel tidak akan menurunkan kadar gula darah secara signifikan apabila dikonsumsi sebelum Anda memakan makanan yang tinggi serat atau mengandung karbohidrat dalam jumlah rendah. 

  • Untuk mengendalikan kolesterol

Selain gula darah, cuka apel juga bisa membantu dalam mengendalikan kolesterol. Asam asetat pada cuka apel bekerja secara alami untuk menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol. 

Dengan konsumsi cuka apel yang tepat, Anda bisa menurunkan resiko kolesterol dan juga penyakit jantung lainnya. 

Anda bisa mengonsumsinya dengan mencampurkan cuka apel ke dalam salad buah. Pilihlah bahan-bahan salad yang juga efektif dalam mengendalikan risiko penyakit jantung, seperti telur, alpukat, dan lain sebagainya. 

Masih ada banyak manfaat cuka apel lainnya yang baik untuk tubuh. Sesuaikan setiap cara minum cuka apel dengan manfaat yang Anda inginkan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Mengintip Kandungan Vape vs Rokok dan Dampaknya pada Tubuh

Perdebatan mengenai profil keamanan dan bahaya vape vs rokok seperti tak ada habisnya. Para pengguna vape percaya rokok elektronik tersebut lebih aman dari rokok kovensional. Namun sebagian lainnya menganggap kedua hal itu tak ada bedanya. 

Lantas bagaimana dampak vape vs rokok terhadap kesehatan paru-paru?

Vape lebih terkenal di kalangan remaja

Vape pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 dan popularitasnya semakin meningkat hingga kini. Pada tahun 2008, US Surgeon General menyebut vaping sebagai wabah di Amerika Serikat karena penggunaan vape di kalangan remaja meningkat hingga lebih dari 75%.

Vape lebih disukai anak-anak karena tidak meninggalkan bau yang membekas seperti rokok. Selain itu cairan vape (e-liquid) tersedia dalam berbagai rasa yang menarik. Bentuk vape yang berbeda-beda juga menjadikan vape lebih disukai karena keberadaannya cenderung lebih mudah disamarkan.

Mengintip kandungan vape vs rokok

Terdapat kurang lebih 600 komposisi yang terkandung di dalam rokok, dengan komponen utamanya adalah tembakau. Ketika dibakar, rokok menghasilkan lebih dari 7.000 senyawa kimia beracun.

Meski telah diberi catatan peringatan bahaya rokok, konsumen rokok tetap tidak menghiraukannya. Berikut ini beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam dan yang dihasilkan oleh rokok konvensional:

  • Aseton: ditemukan juga pada penghapus cat kuku
  • Asam asetat: ditemukan dalam bahan pewarna rambut
  • Amonia: terkandung pada pembersih rumah tangga
  • Arsenik: bahan berbahaya yang ditemukan pada racun tikus
  • Benzene: ditemukan dalam bensin
  • Butana: ditemukan juga pada cairan korek api 
  • Kadmium: komponen aktif dalam asam baterai
  • Karbon monoksida: ditemukan juga pada asap knalpot 
  • Formaldehida: merupakan cairan pembalseman
  • Hexamine: ditemukan dalam cairan korek api
  • Timbal: merupakan kandungan di dalam baterai
  • Tar: bahan utama dalam untuk mengaspal jalan 
  • Methanol: komponen utama dalam bahan bakar roket
  • Nikotin: ditemukan juga pada insektisida
  • Naftalena: bahan utama dalam kapur barus
  • Toluen: digunakan untuk membuat cat

Berbeda dengan rokok konvensional yang hanya dibalut kertas dan filter, vape atau rokok elektronik terdiri dari komponen yang cukup modern meliputi:

  • Kartrid, disebut juga reservoir atau pod, untuk menampung larutan cair 
  • Atomizer atau alat penyemprot
  • Baterai untuk memanaskan cairan
  • Drip tip atau corong untuk menghisap uap vape

Pada rokok elektrik, cairan dipanaskan oleh pemanas sehingga menghasilkan uap yang disebut aerosol. Uap inilah yang dihisap oleh vapers sebagai pengganti merokok.

Sementara itu bahan kimia berbahaya yang ditemukan pada vape antara lain nikotin, karsinogen, acrolein, diacetyl, dietilen glikol, logam berat, kadmium, dan benzene.

Penelitian mengenai vape vs rokok terhadap paru-paru

Jika Anda ditanya, mana yang lebih baik antara vape vs rokok, kira-kira apa jawaban yang tepat?

Baik rokok maupun vape melibatkan proses menghirup zat yang dipanaskan. Pada awalnya vape diciptakan sebagai alternatif pengganti rokok yang aman. Namun banyak penelitian yang mengungkapkan dampak buruk vape. 

Rokok telah terbukti dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seperti serangan jantung, stroke, dan kanker paru-paru. Efek yang sama ternyata juga diperlihatkan oleh pengguna rokok elektronik.

Bahkan dalam sebuah penelitian, menghirup uap vape tanpa nikotin dan perasa dapat memperburuk sirkulasi dan pembuluh darah.

Vaping secara rutin dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan popcorn lung atau bronchiolitis obliterans (BO). Kondisi ini merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh kerusakan saluran udara kecil di paru-paru.

Vaping juga dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan lain seperti pneumonia lipoid dan pneumotoraks spontan primer.

Meski tampaknya dampak dari kedua rokok tersebut telah jelas, namun penelitian untuk membandingkan bahaya vape vs rokok tetap terus dilakukan. 

Catatan

Jika membicarakan profil keamanan vape vs rokok hasilnya sudah jelas bahwa kedua jenis rokok tersebut berbahaya bagi tubuh. Keduanya juga memiliki efek samping yang tak beda jauh. 

Sudah saatnya menghentikan perdebatan  vape vs rokok dan mulailah menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan sebisa mungkin menghentikan kebiasaan merokok.

Kenali Ciri Ciri Bayi Kuning Berikut Ini

Penyakit kuning, atau dalam dunia medis dikenal dengan nama jaundice, biasa ditemukan pada bayi yang terlahir premature. Penyakit ini biasanya muncul pada minggu pertama sejak bayi lahir, dan lebih sering dijumpai pada bayi laki-laki dibandingkan dengan bayi perempuan. Ciri ciri bayi kuning dapat dilihat dari warna kulit dan bagian putih mata yang tampak menguning. Pada bayi baru lahir yang sehat dan tidak premature, penyakit kuning bayi tidak perlu dikhawatirkan, dan biasanya akan hilang sendiri setelah beberapa hari. Namun, apabila perawatan dibutuhkan, bayi akan lebih responsif jika mendapatkan terapi non-invasif. Dalam kasus yang langka, penyakit kuning bayi yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan otak dan bahkan kematian.

Gejala

Ciri ciri bayi kuning yang paling tampak adalah warna kulit dan sclerae (bagian putih mata) yang berubah kuning. Hal ini biasanya bermula di bagian kepala, untuk kemudian menyebar ke dada, perut, lengan, dan kaki. Selain gejala tersebut, tanda-tanda penyakit kuning bayi lain di antaranya adalah mengantuk, kotoran yang pucat (bayi yang diberi ASI seharusnya memiliki kotoran berwarna kuning kehijauan, dan bayi yang diberi formula lewat botol memiliki warna kotoran mustard kehijauan), makan atau mengisap yang buruk, dan air seni (urin) berwarna gelap (urin bayi yang baru lahir harus jernih dan tidak berwarna. Dalam kasus yang lebih parah, ciri ciri bayi kuning juga melibatkan gejala serius seperti perut dan kaki yang kuning, mengantuk, tidak dapat bertambah berat badan, makan yang buruk, serta mudah terganggu.

Penyebab dan faktor risiko

Penyakit kuning pada bayi disebabkan oleh bilirubin yang berlebih. Bilirubin merupakan produk limbah, yang diproduksi ketika sel darah merah teruria. Biasanya sel darah merah diurai di dalam hati untuk kemudian dibuang dari tubuh lewat kotoran. Sebelum bayi dilahirkan, ia memiliki hemoglobin dalam bentuk yang berbeda. Setelah lahir, bayi akan mengurai hemoglobiin tua dengan cepat. Hal ini akan menyebabkan level bilirubin yang lebih tinggi dibandingkan dengan biasanya, dan perlu disaring keluar dari saluran darah oleh hati dan dikirim ke usus untuk dibuang. Akan tetapi, hati yang belum berkembang tidak dapat menyaring bilirubin dengan efektif, sehingga menyebabkan hyperbilirubinemia (bilirubin berlebih). Penyakit kuning pada bayi juga dihubungkan dengan gangguan kesehatan serius seperti penyakit hati, anemia sel sabit, pendarahan di bawah kulit kepala (cephalohematoma) yang disebabkan oleh persalinan yang sulit, sepsis atau infeksi darah, ketidaknormalan pada sel darah merah bayi, saluran empedu atau usus yang tersumbat, ketidakcocokan rhesus atau ABO (ketika ibu dan bayi memiliki golongan darah yang berbeda, antibodi ibu menyerang sel darah merah ibu), jumlah sel darah merah yang lebih tinggi (lebih sering dijumpai pada bayi berukuran kecil atau bayi kembar), defisiensi enzim, infeksi bakteri atau virus, hypothyroidism, hepatitis atau peradangan hati, hypoxia atau level oksigen yang rendah, dan beberapa jenis infeksi seperti syphilis dan rubella.

Sementara itu, faktor risiko terjadinya ciri ciri bayi kuning adalah lahir premature yang memiliki hati belum berkembang dan jarang buang air besar, menyebabkan penyaringan bilirubin yang lambat dan pembuangan bilirubin yang jarang. Bayi yang tidak mendapatkan cukup nutrisi atau kalori dari ASI juga dapat dehidrasi dan berisiko menderita penyakit kuning. Lebam pada saat lahir juga dapat menyebabkan sel darah merah untuk terurai dengan lebih cepat, sehingga menyebabkan level bilirubin yang lebih tinggi.

Efek Samping Vape vs Rokok dan Cara Berhenti Merokok

Ketika pertama kali vape diluncurkan, perdebatan mengenai vape vs rokok juga mulai terjadi. Vape diciptakan sebagai alternatif merokok yang aman. Namun bukti penelitian mengatakan hal yang sebaliknya.

Baik vape atau rokok konvensional memiliki dampak merugikan bagi tubuh. Meski penelitian belum mengetahui dengan jelas efek samping dari merokok, vape jelas bukan pengganti rokok yang aman. 

Efek jangka panjang merokok 

Merokok telah terbukti memiliki efek buruk bagi kesehatan. Di setiap kemasan rokok, iklan, atau papan reklame selalu dicantumkan bahaya merokok dan asap rokok. 

Untuk mengingatkan kembali, berikut ini efek merokok jangka panjang pada kesehatan menurut CDC:

  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan peradangan umum
  • Meningkatkan risiko kanker di seluruh tubuh, terutama paru-paru, tenggorokan, ginjal, dan perut
  • Memicu serangan asma
  • Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung
  • Meningkatkan risiko katarak di usia lanjut
  • Mengurangi jumlah dan kualitas sperma
  • Merokok saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran dan cacat bawaan
  • Menyebabkan masalah kesehatan secara keseluruhan, sehingga meningkatkan biaya perawatan kesehatan

Efek jangka panjang vape

Bahaya vape seringkali dikaitkan dengan kandungan nikotin pada cairan vape. Faktanya penelitian terbaru menemukan bahwa mengisap vape dengan cairan tanpa nikotin dan perasa pun dapat membawa pengaruh buruk pada tubuh, seperti mengganggu sirkulasi darah, pembuluh darah yang lebih kaku, dan kadar oksigen darah yang menurun.

Penelitian lain yang didasarkan pada survei nasional juga menemukan bahwa vaping berkaitan dengan peningkatan risiko stroke, serangan jantung, angina, dan penyakit jantung.

Selain itu, sebagian besar penelitian membuktikan vaping dapat menyebabkan:

  • Melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Merusak paru-paru dan menyebabkan berbagai masalah seperti bronchiolitis obliterans (BO), pneumonia lipoid, dan pneumotoraks spontan primer
  • Melepaskan radikal bebas ke dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko kanker
  • Menghambat perkembangan otak pada anak dan remaja, seperti gangguan perhatian dan proses belajar
  • Meningkatkan risiko kecanduan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan metamfetamin
  • Menyebabkan gangguan mood dan masalah permanen dengan kontrol impuls 
  • Vaping pada ibu hamil dapat memperlambat perkembangan otak pada janin

Kemungkinan luka bakar saat mengisi ulang cairan vape (e-liquid) juga dapat terjadi akibat dari baterai yang rusak dan menyebabkan ledakan.

Selain dampak kesehatan di atas, peneliti hingga kini masih mencari tahu lebih luas lagi efek vape terhadap kesehatan. 

Vape vs rokok, mana yang lebih banyak menyebabkan kematian?

Membicarakan bahaya vape vs rokok, keduanya bekerja dengan cepat dan menghasilkan efek langsung pada tubuh. Efeknya memuncak dalam kurun waktu 10 hingga 15 menit.  

Menurut WHO, setiap tahun terdapat sekitar 225.700 orang di Indonesia yang meninggal akibat merokok, atau penyakit lain yang berkaitan dengan tembakau. Sementara untuk vape belum ditemukan kasus serupa di Indonesia.

Namun di Amerika Serikat terdapat peningkatan kasus cedera paru dan kematian akibat penggunaan vape. 

Cara berhenti merokok dan vaping

Memperdebatkan keamanan vape vs rokok seperti tak ada gunanya karena kedua jenis rokok tersebut jelas berbahaya. Maka dari itu beralih ke vape jelas tidak akan membantu Anda terhindar dari bahaya rokok. FDA juga tidak menyarankan hal tersebut. 

Ada cara aman untuk berhenti dari vaping dan merokok. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan:

  1. Tanamkan motivasi untuk berhenti

Kemauan diri sangat diperlukan untuk melakukan hal yang baru, termasuk berhenti merokok. 

  1. Ketahui penyebab kenapa Anda merokok

Pemicu seseorang vaping atau merokok berbeda-beda, seperti stres atau pengaruh dari lingkungan. Sebelum mulai berhenti, tuntaskan terlebih dahulu masalah tersebut. Misalnya, ketika stres kelola emosi dan lakukan kegiatan lain untuk melepas stres.

  1. Buat strategi untuk mengatasi gejala penarikan

Beberapa hari ketika Anda berhenti vaping dan merokok, Anda mungkin merasa tidak nyaman. Kegiatan seperti latihan meditasi, bermain game, atau berolahraga dapat mengatasi perasaan tersebut.

  1. Minta dukungan orang sekitar

Beritahu keluarga, teman, dan rekan kerja bahwa Anda sedang dalam program berhenti merokok dan mintalah dukungan mereka. Mungkin ada yang tidak suportif, namun itu hal wajar. Jangan berhenti dan tetap lanjutkan program Anda.

  1. Minta bantuan profesional

Menghentikan kecanduan rokok dan vape mungkin terasa sangat sulit. Jika Anda merasa berat, jangan sungkan minta bantuan profesional seperti dokter, terapis, atau konselor.

Catatan

Jika Anda masih ragu untuk berhenti, Anda bisa mengetahui bahaya vape vs rokok melalui literatur terpercaya lainnya. Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter atau konselor di aplikasi layanan kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Tips Memilih Produk Kecantikan yang Aman untuk Kulit

Banyaknya produk kecantikan yang dijual di pasaran membuat Anda bingung untuk mengetahui produk yang aman untuk kulit? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mencari tahu kualitas produk tersebut dengan melakukan tips berikut ini sebelum menggunakannya. Banyaknya produk kecantikan atau perawatan kulit belum menjamin keamanannya dari sisi kesehatan ataupun halalnya.

Dikarenakan banyaknya produk kosmetik atau perawatan kulit di Indonesia, hal ini memicu peredaran produk secara ilegal dan palsu, yang mungkin tidak aman untuk Anda gunakan hingga dapat membahayakan kesehatan kulit. Lalu, bagaimana caranya? Simak tips memilih produk kecantikan yang aman untuk kulit berikut.

  1. Cek nomor BPOM produk

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan mencari tahu nomor BPOM produk tersebut. Pasalnya BPOM tidak mengeluarkan satu izin untuk semua produk, sehingga Anda harus cek kembali apakah semua produk sudah ada tambahan nomor seri dari BPOM. Pastikan juga bahwa nomor izin tersebut benar-benar terdaftar pada web resmi BPOM. Jika produk kecantikan yang kamu beli tidak memiliki nomor izin edar maupun tidak terdaftar, produk tersebut pasti illegal dan tidak terjamin kandungannya.

  1. Utamakan kualitas

Harga produk kecantikan memang sangat beragam, mulai dari yang paling mudah, terjangkau, hingga ada yang mahal. Namun, Anda jangan mudah tergiur dengan produk yang harganya murah dan harganya tidak masuk akal. Pasalnya, bisa saja produk tersebut merupakan produk tiruan atau KW. Harga produk yang murah memang aman di kantong, tapi belum tentu produk kecantikan tersebut aman untuk kesehatan. 

Pasalnya, sudah banyak kasus yang membuktikan bahwa beberapa produk kecantikan dengan harga yang murah ternyata palsu dan ilegal. Oleh karena itu, Anda perlu mengutamakan kualitas daripada harga saat memilih produk kecantikan yang aman.

  1. Produk belum melewati tanggal kedaluwarsa

Lihat tanggal kedaluwarsa yang tertera di dalam kemasan. Pastikan kosmetik yang Anda beli belum melewati tanggal kedaluwarsa. Seperti kebanyakan produk buatan pabrik, kosmetik juga memiliki jangka waktu yang baik untuk digunakan. Jangan sembarangan menggunakan produk kosmetik tanpa tahu tanggal kedaluwarsanya, sebab jika Anda menggunakan produk kosmetik yang sudah lewat masa berlakunya bisa menimbulkan berbagai permasalahan kulit, seperti iritasi hingga peradangan.

  1. Cek tekstur dan wanginya

Sebagai pengguna produk kecantikan, Anda pun harus teliti dengan tekstur dan wangi yang dihasilkan produk tersebut. Sesuaikan dengan label kosmetik juga wajib memuat list ingredients atau komposisi yang ada di dalam produk kosmetik tersebut. Jika tidak ada list ingredients ini maka produk kosmetik yang Anda beli wajib dicurigai.

  1. Perhatikan reaksi kulit setelah pemakaian produk

Jika Anda sudah sering membeli produk kecantikan, tentu sudah handal dalam mencoba tester kosmetik. Cara ini tidak hanya sekedar mencocokan produk kecantikan dengan keinginan Anda, tapi juga bisa memanfaatkan sebagai salah satu cara untuk memilih produk kosmetik yang aman. Jika ada reaksi yang mencurigakan pada kulit Anda, sebaiknya pikir kembali untuk membeli produk tersebut.

  1. Beli produk kecantikan di toko terpercaya

Untuk mendapatkan produk kecantikan yang aman, pastikan Anda membelinya di toko yang terpercaya. Selain official store, saat ini Anda juga bisa membeli produk kecantikan secara online di SehatQ.com yang menjual beragam produk perawatan kulit dan kosmetik.