5 Tanda Kanker Pankreas yang Perlu Diwaspadai

Kanker pankreas, penyakit yang tidak mudah dideteksi. Tapi, kadang terdapat tanda-tanda yang dapat menjadi peringatan sejak dini. Bila diketahui lebih awal, penyakit ini dapat ditangani. Karena tanda-tanda tersebut sering kali samar, maka kita perlu benar-benar waspada dan memerhatikan kondisi tubuh dengan cermat.

Pankreas memegang dua peran penting, yaitu memproduksi enzim yang membantu proses pencernaan serta produksi hormon. Insulin dan glukagon merupakan dua hormon yang diproduksi oleh pankreas.

Enzim pencernaan tersebut diproduksi oleh sel eksokrin pankreas, di sinilah 95% kasus kanker pankreas bermula. Sebagai jenis kanker dengan angka kejadian 3% dari seluruh kejadian kanker, risiko terjadinya kanker pankreas meningkat seiring bertambahnya usia.

Kasusnya yang sering kali ditemukan pada stadium lanjut membuat kanker pankreas menjadi 7% dari penyebab kematian akibat kanker. Walau tidak mudah, mengenali tanda-tanda awal penyakit ini memberi peluang lebih besar agar kanker pankreas dapat diketahui lebih dini.

Mengenal tanda-tanda kanker pankreas

Di bawah ini, beberapa kondisi yang layak diwaspadai. Tidak semua kondisi tersebut berakhir dengan kanker pankreas, namun Anda atau keluarga perlu waspada jika mengalaminya.

  1. Penyakit kuning

Kanker pankreas biasanya terjadi di pangkal pankreas, dekat dengan saluran empedu. Pada banyak kasus, tumor atau kanker tersebut menyumbat pelepasan empedu ke usus. Akibatnya bahan-bahan empedu menumpuk di dalam darah.

Salah satu yang paling jelas terlihat, kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kekuningan. Warna kuning sendiri berasal dari bilirubin, zat kuning kecoklatan yang diproduksi oleh hati.

  • Kotoran berwarna pucat

Telah disebutkan sebelumnya, kanker dapat menyumbat penyaluran cairan empedu yang sudah bercampur dengan bilirubin ke usus. Nantinya, campuran empedu dan bilirubin akan bercampur dengan urin dan kotoran, lalu dikeluarkan dari tubuh.

Keberadaan bilirubin yang membuat kotoran berwarna kuning kecoklatan. Sehingga, dalam kondisi ini, mungkin akan ditemukan kotoran yang cenderung berwarna pucat atau abu-abu.

  • Nyeri perut

Nyeri pada perut kerap dirasakan oleh penderita kanker pankreas. Di dalam tubuh, jaringan tumor atau kanker yang berawal di pankreas membesar dan menekan organ lain, saat itulah penderita merasakan nyeri di perutnya.

  • Kehilangan berat badan

Seseorang dengan kanker pankreas dapat kehilangan nafsu makan. Selanjutnya, penderita mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja.

  • Mual dan muntah

Jaringan kanker yang terus berkembang dan membesar dapat menekan ujung perut dan menyumbatnya. Kondisi ini membuat makanan sulit lewat. Akibatnya, muncul rasa mual dan ingin muntah, serta nyeri setiap kali selesai makan.

Apabila ada di antara Anda yang mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter dan menimbang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Upaya pencegahan

Beberapa faktor pemicu kanker pankreas memang di luar kendali kita, seperti usia dan genetik. Namun, tetap ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko terjadinya penyakit ini.

Berhenti merokok misalnya, merupakan langkah yang sangat penting untuk menurunkan risiko kanker pankreas. 20%-30% kasus kanker pankreas diduga terjadi akibat rokok.

Menjaga berat badan juga dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker pankreas. Sekitar 20% orang yang kelebihan berat badan lebih berpotensi untuk mengalami gangguan medis yang satu ini.

Di samping itu, waspadalah pada paparan zat-zat kimia. Terus-menerus terpapar zat kimia tertentu meningkatkan risiko terkena kanker pankreas. Misal, zat kimia yang digunakan di dry cleaning atau pembuatan logam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *