5 Tips Memilih Susu yang Baik untuk Program Kehamilan

Makanan dan minuman yang dikonsumsi saat menjalani program kehamilan memang menjadi perhatian. Minum susu untuk program kehamilan sering dianggap bisa membantu kesuburan wanita. Benarkah demikian?

Minum Susu Tinggi Lemak Membantu Cepat Hamil

Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh Harvard School of Public Health, menyebut bahwa produk olahan susu low fat atau rendah lemak dapat menurunkan kesuburan wanita. 

Selain itu, dalam penelitian lain juga melaporkan bahwa konsumsi susu murni ada kaitannya dengan kesuburan seseorang. 

Sebenarnya banyak penelitian serupa, akan tetapi hasil penelitianya belum konsisten. Kesimpulan yang bisa diambil yaitu makanan yang berasal dari olahan susu rendah lemak yang dikonsumsi seseorang bisa meningkatkan risiko mengalami infertilitas.

Lemak yang tinggi dalam susu dapat menjadi stimulus ovulasi karena mampu meningkatkan kadar hormon estrogen seseorang. Hormon estrogen yang tinggi dalam tubuh maka akan semakin rendah hormon insulin-like growth factor. Dengan begitu, maka kemungkinan terjadinya ovulasi semakin besar.

Peluang Kehamilan Jika Minum Susu untuk Program Kehamilan

Minum susu saat menjalani program hamil memang tidak ada salahnya. Namun, tentu saja minum susu bukan jawaban yang instan agar Anda bisa segera hamil.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan program hamil. Salah satunya nutrisi calon ibu. Wanita yang punya gangguan kesuburan bisa jadi karena kekurangan nutrisi. Mungkin dengan minum susu untuk program kehamilan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

Pasangan juga perlu mencari tahu apa penyebab sulit hamil ini. Jadi tidak hanya bergantung pada minum susu untuk program kehamilan saja. Tapi perlu mencari tahu dan mengeksplor apa saja faktor penyebab keberhasilan program kehamilan itu.

Susu yang Baik untuk Program Kehamilan

Jika Anda sedang mencari susu untuk program kehamilan yang baik, maka perlu mengetahui beberapa syarat berikut ini.

  1. Pilihlah susu segar

Minum susu segar atau terpasteurisasi pada suhu yang tidak terlalu tinggi bisa jadi pilihan. Sebab, susu segar ini masih mengandung enzim dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Memilih konsumsi susu segar tidak masalah asal sapinya makan rumput, bukan konsumsi makanan olahan. Dengan begitu, protein dari sapi sebagai sumber susu segar tetap baik untuk kesehatan.

  1. Susu kambing bisa jadi alternatif

Susu sapi memang jenis yang paling terkenal. Akan tetapi, susu kambing juga bisa jadi pilihan susu untuk program kehamilan. 

Susu kambing memiliki struktur yang mirip dengan susu dihasilkan oleh manusia. Sehingga susu kambing ini akan lebih mudah diserap tubuh dibanding susu sapi. 

Perlu diketahui, tubuh hanya perlu 30 menit untuk mengolah susu kambing. Sedangkan susu sapi membutuhkan waktu 2-3 jam. Hal ini dipengaruhi oleh kadar lemak yang tinggi pada susu sapi.

  1. Susu almond

Susu almond termasuk jenis susu yang tidak mengandung lemak, tinggi serat, asam folat kalsium, protein, kalsium, vitamin B, vitamin E, hingga zat besi. 

Buat Anda yang alergi terhadap gluten atau kedelai, susu almond adalah pilihan terbaik.

  1. Susu beras

Susu beras mengandung karbohidrat yang lebih banyak dibanding susu sapi. Selain itu, susu beras juga mengandung vitamin B, antioksidan, dan kalsium. Hanya saja, jenis susu ini mengandung protein yang rendah.

  1. Susu gandum

Susu oat mengandung tinggi serat sehingga akan mencegah terjadinya smebelit selama masa kehamilan. Susu oat juga kaya akan vitamin A, vitamin B, dan mineral lain seperti mangan, kalsium, hingga fosfor.

Selain itu, disarankan pula untuk Anda memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab belum hamil. Semoga ikhtiar minum susu untuk program kehamilan yang dilakukan berhasil. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *