Apakah Fogging Nyamuk Aman Untuk Kesehatan?

Saat ada wabah seperti demam berdarah dengue di suatu daerah, salah satu langkah yang diambil adalah melakukan fogging nyamuk. Fogging nyamuk adalah menyemprotkan pestisida atau insektisida kimia dalam bentuk aerosol. Umumnya, pestisida yang digunakan adalah pyrethroids. 

Ada banyak penelitian yang membedah apakah teknik fogging benar-benar efektif membasmi nyamuk. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan seperti iklim, kapan wabah mulai, hingga kekebalan tubuh masyarakat sekitar.

Penelitian tentang teknik fogging pada tahun 2011 lalu menyoroti bahwa ketika fogging dilakukan beberapa hari setelah puncak wabah, dampaknya tidak terlalu signifikan.

Ketika iklim di sebuah negara mendukung banyak nyamuk muncul, fogging hanya membuat kurva epidemik lebih pelan, namun hanya sementara. Setelah fogging selesai dilakukan, populasi nyamuk bisa kembali seperti semula dengan cepat. Meski begitu fogging adalah metode yang sah-sah saja dilakukan dengan metode yang tepat seperti

  • Waktu terbaik melakukan fogging adalah pagi hari (jam 7-10) atau sore menjelang malam (jam 15-17). Saat siang hari, nyamuk cenderung bersembunyi di area teduh.
  • Fogging di luar ruangan hanya akan efektif jika bahan kimia yang disemprotkan benar-benar menyentuh nyamuk langsung.
  • Semprotkan fogging saat temperatur lebih rendah sehingga aerosol akan lebih cepat turun ke tanah.
  • Pilih waktu fogging saat tidak banyak angin. Ketika banyak angin, hanya sedikit partikel kimia yang ada di area tertentu dan belum tentu efektif mengusir nyamuk.
  • Fogging saat pagi dan sore akan mengurangi dampak bahaya terhadap serangga lain yang justru memangsa nyamuk.

Perlu dipertimbangkan juga meski fogging adalah metode yang bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk, bahan kimia dari fogging juga bisa membunuh serangga seperti lebah dan kupu-kupu.

Jika fogging dilakukan terlalu sering namun belum tentu efektif, maka bisa terjadi ketidakseimbangan ekologi dan mengancam keragaman makhluk hidup di sekitar. Apalagi, fogging hanya akan membunuh populasi nyamuk dewasa dan tidak membasmi larva yang berkembang di permukaan air.

Menurut ahli, bahan kimia yang disemprotkan dalam fogging juga berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Ketika tubuh terpapar neurotoksin meskipun dalam kuantitas rendah, ada kemungkinan muncul dampak negatif terhadap kesehatan. Beberapa hal yang mungkin terjadi.

  • Mati rasa di bibir dan lidah
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Keluhan seputar pernapasan
  • Hilang nafsu makan
  • Iritasi pada saluran pernapasan, yang membuat hidung berlendir, gatal di tenggorokan, batuk, hingga kesulitan bernapas

Untuk mencegah terpapar racun fogging, sebaiknya Anda menghindari daerah penyemprotan. Jika terpapar asapnya dan mengalami gejala gangguan kesehatan, maka segera bilas tubuh dengan air bersih kemudian ganti baju.

Adapun tips aman sebelum dan sesudah penyemprotan fogging yang harus dilakukan agar terhindar dari racun.

  • Mengosongkan bak mandi atau tempat penampungan air lainnya. Bila perlu tutup bagian atasnya dengan rapat agar asap tidak masuk
  • Tutupi juga barang-barang di dalam rumah, seperti alat makan, baju, handuk, dan lainnya dengan rapat. 
  • Tutup pintu dan jendela rumah jika fogging dilakukan di area luar saja
  • Jangan biarkan ada makanan terpapar tanpa penutup
  • Gunakan masker selama melakukan fogging dan segera berganti baju jika fogging sudah selesai
  • Bersihkan permukaan benda atau furnitur yang terkena asap fogging dengan lap basah
  • Buka jendela dan pintu lebar-lebar ketika fogging sudah selesai agar terjadi pertukaran udara

Jadi, fogging nyamuk tidak sepenuhnya berbahaya. Anda dapat melakukan hal – hal di atas agar saat fogging dilakukan, tidak membahayakan kesehatan terutama pada saluran pernapasan. Meski cukup efektif dalam memberantas nyamuk, nyatanya fogging nyamuk pun bukan satu-satunya usaha dalam mencegah demam berdarah, Anda bisa melakukan kegiatan 3M yang dimulai dari rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *