Benarkah Asam Mefenamat untuk Ibu Hamil Tidak Aman?

Benarkah Asam Mefenamat untuk Ibu Hamil Tidak Aman?

Asam mefenamat adalah obat pereda nyeri yang umum digunakan untuk mengobati nyeri ringan, radang, dan demam. Meski ampuh mengatasi kondisi tersebut, penggunaan asam mefenamat untuk ibu hamil tidak dapat sembarangan.

Asam mefenamat cenderung tidak aman dikonsumsi, terutama pada usia trimester kehamilan ketiga. Adapun beberapa risiko yang mungkin muncul akibat penggunaan asam mefenamat saat hamil.

  1. Pembuluh darah plasenta menutup

Salah satu risiko penggunaan asam mefenamat saat hamil adalah pembuluh darah plasenta yang menutup lebih cepat. Hal ini karena di dalam rahim, pembuluh darah di plasenta harus tetap terbuka guna menyalurkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. Konsumsi asam mefenamat untuk ibu hamil dapat memicu tertutupnya duktus arteriosus, yaitu pembuluh darah yang berperan penting dalam transpor darah, oksigen dan nutrisi untuk janin. Tertutupnya pembuluh darah ini mengakibatkan kelahiran prematur dan permasalahan janin lainnya.

  1. Oligohidramnion

Sama seperti golongan OAINS pada umumnya, penggunaan asam mefenamat saat hamil berisiko mengakibatkan oligohidramnion. Oligohidramnion adalah kondisi di mana jumlah cairan ketuban yang mengelilingi janin dalam rahim terlalu sedikit.

  1. Hipertensi pulmonal persisten neonates

Meski jarang terjadi, hipertensi pulmonal persisten neonatus atau Persistent Pulmonary Hypertension of The Newborn (PPHN) juga menjadi risiko penggunaan asam mefenamat untuk ibu hamil. Hipertensi pulmonal persisten neonatus adalah kondisi ketika sistem sirkulasi bayi yang baru lahir tidak dapat beradaptasi dengan bernapas di luar rahim.

Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat disebabkan oleh penutupan pembuluh darah di plasenta. Beberapa hasil penelitian skala kecil telah menunjukkan adanya hubungan antara PPHN dan penggunaan OAINS selama masa kehamilan. Kendati demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan PPHN dan OAINS, khususnya asam mefenamat.

Dikutip dari Medicine Pregnancy, penggunaan asam mefenamat untuk ibu hamil terutama pada usia kehamilan 30 minggu atau lebih cenderung tidak aman kecuali dengan resep dokter. Ini karena asam mefenamat tergolong sebagai obat kategori C oleh US Food and Drugs Administration (FDA).

Artinya, obat-obatan ini boleh dikonsumsi dengan catatan manfaat yang didapat lebih besar daripada risiko membahayakan janin dalam kandungan. Mengonsumsi asam mefenamat saat memasuki trimester ketiga bisa berbahaya karena dapat menyebabkan pembuluh darah di plasenta menutup lebih cepat. Jika hal ini terjadi, maka bisa menyebabkan risiko persalinan prematur. Bukan hanya mefenamat, obat antiinflamasi nonsteroid lainnya juga diduga bisa mengganggu kesuburan wanita.

Anda tetap perlu menanyakan kepada dokter tentang keamanan untuk mengonsumsi vitamin, obat, dan suplemen lain selama kehamilan. Pasalnya, obat-obatan tersebut bisa saja tidak aman dikonsumsi karena menimbulkan risiko kesehatan untuk kesehatan janin.

Obat-obatan yang dijual bebas dapat dikategorikan berdasarkan risikonya, yaitu:

  • Kategori A. kategori ini merupakan golongan obat yang aman untuk ibu hamil. Obat ini diujikan pada wanita hamil dan tidak menimbulkan risiko pada janin di trimester pertama maupun trimester lanjutan
  • Kategori B. Penelitian yang dilakukan pada hewan uji tidak menunjukkan efek samping pada janin, namun belum ada penelitian yang dilakukan pada wanita hamil atau obat telah diuji pada hewan dan menunjukkan efek samping namun tidak dapat dikonfirmasi secara klinis pada wanita hamil trimester pertama.
  • Kategori C. Pada percobaan dengan hewan uji, obat menunjukkan efek samping pada janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada ibu hamil atau tidak terdapat penelitian pada hewan uji dan ibu hamil. Obat yang masuk ke kategori ini harus dikonsumsi dengan hati-hati dan hanya boleh dikonsumsi apabila keuntungan yang didapat melebihi risiko yang dapat ditimbulkan.
  • Kategori D. Obat terbukti menimbulkan risiko berbahaya pada hewan uji maupun manusia. Obat kategori ini masih dapat digunakan apabila benar-benar dibutuhkan dan keuntungannya dapat melebihi risiko yang ditimbulkan, misalnya pada keadaan darurat yang membahayakan nyawa.
  • Kategori X. Efek samping telah terbukti terjadi pada hewan uji maupun manusia. Efek samping yang ditimbulkan terlalu besar sehingga tidak sepadan dengan keuntungan yang akan di dapat. Obat ini tidak dapat diresepkan untuk wanita hamil maupun yang akan merencanakan kehamilan.

Jadi, asam mefenamat untuk ibu hamil tidak disarankan untuk dikonsumsi. Jika pun mengharuskan mengonsumsi obat tersebut diperlukan resep dan dosis yang tepat dari dokter sehingga penggunaannya tidak akan membahayakan ibu dan janin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *