Bayi Terlilit Tali Pusar, Haruskah Khawatir?

Bayi terlilit tali pusar adalah salah satu kondisi yang banyak dikhawatirkan calon orang tua. Lilitan tali pusar atau nuchal cord adalah istilah dimana tali pusar janin terlilit di bagian leher yang dapat terjadi saat kehamilan atau persalinan.

Cara Mendeteksi Bayi Terlilit Tali Pusar

USG 2D sulit mendeteksi lilitan tali pusar pada bayi. Lilitan tali pusar dapat memungkinkan terlihat jika ibu melakukan USG 3D atau 4D. Jika diketahui bayi terlilit tali pusar saat kehamilan, maka dokter akan melakukan pemantauan yang ketat selama kehamilan sehingga jika terdapat komplikasi pada bayi dapat segera diketahui.

Berbahayakah Bayi Terlilit Tali Pusar?

Tali pusar berperan sebagai sumber kehidupan janin saat berada di dalam kandungan guna menyuplai darah, oksigen dan nutrisi. Salah satu penyebab utama bayi terlilit tali pusar ialah karena gerakannya yang cukup aktif saat berada di dalam kandungan. Selain itu, kondisi tali pusar yang cukup panjang, hamil anak kembar dan cairan ketuban yang cukup banyak juga menyebabkan lilitan tali pusar.

Bayi terlilit tali pusar bisa menjadi keadaan yang mengkhawatirkan namun sebagian besar kondisi tersebut tidak berbahaya. Hanya ada 6 dari 1.000 kasus bayi terlilit tali pusar yang menyebabkan lahir mati dan mayoritas lahir dalam keadaan sehat dan selamat.

Ada dua jenis lilitan tali pusar yaitu Tipe A dan Tipe B yang dibedakan berdasarkan kondisi lilitan tali pusar.

  • Tipe A

Merupakan kondisi dimana lilitan tali pusar cukup longgar dan dapat terlepas sendiri. Tipe A terjadi pada 21 persen kehamilan dan jarang menyebabkan masalah.

  • Tipe B

Kebalikan dari Tipe A, Tipe B adalah kondisi saat tali pusar melilit leher bayi cukup erat dan terjadi pada 6 persen kehamilan. Tipe ini juga meningkatkan risiko persalinan caesar namun dalam sebagian besar penelitian tidak ada peningkatan risiko komplikasi yang signifikan. Dalam beberapa penelitian juga mengungkapkan jika janin laki-laki lebih mungkin menerima lilitan Tipe B. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, lilitan tali leher bisa menyebabkan komplikasi kardio-pernapasan yang termasuk penurunan tekanan darah. Yang juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

Jika bayi terlilit tali pusar saat persalinan, maka dokter atau bidan yang membantu proses persalinan akan melakukan pemantauan detak jantung janin (DJJ) selama kontraksi. Jika lilitan tali pusar dapat menyebabkan penurunan detak jantung, maka bidan akan menyarankan ibu untuk mengubah posisi serta memberikan oksigen tambahan pada ibu guna meningkatkan aliran darah pada tali pusar.

Jika saat persalinan, lilitan tali pusar cukup longgar, maka dokter atau bidan dapat dengan mudah menyelipkannya di atas kepala bayi. Namun jika terlalu ketat, maka dokter atau bidan akan menjepit dan memotong tali pusar sebelum bahu bayi dilahirkan guna menjaga agar tali pusar tidak terlepas dari plasenta.

Penutup

Penting bagi ibu untuk tidak panik jika janin di dalam kandungan terlilit tali pusar. Yakinlah jika lilitan tali pusar adalah hal biasa dan janin Anda cukup pintar untuk dapat melepaskan lilitan tali pusar di leher mereka.

Ditambah, lilitan tali pusar jarang menimbulkan efek samping yang parah. Dalam sebuah penelitian terhadap 2530 wanita, 23,5 persen janin mereka memiliki lilitan tali pusar namun hanya 1,9 persen yang memiliki lilitan tali pusar yang ketat. Dan ada 4,2 persen bayi terlilit tali pusar yang membutuhkan resusitasi dan hanya 3,2 persen yang memerlukan perawatan di NICU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *