Butuh Keberanian dan Tekad untuk Menghindari Bahaya Ghibah

Ghibah atau menggunjing adalah salah satu tindakan tercela, baik itu dalam koridor agama maupun dalam nilai-nilai sosial. Perbuatan ini bisa membuat pelaku dan korbannya sama-sama merugi. Mengerikannya bahaya ghibah, bahkan, membuat Allah dan rasul secara terang-terangan melarang melalui Alquran dan hadits.

Masalahnya banyak orang tidak sadar bahwa mereka tengah berada dalam sebuah situasi pergunjingan. Sebab biasanya ghibah menyelimur dari percakapan-percakapan yang mulanya biasa. Malah, zaman sekarang medium untuk berghibah semakin banyak dan seperti dimudahkan oleh teknologi. Itulah mengapa seseorang butuh keberanian dan tekad untuk menghindari bahaya ghibah.

Upaya paling pertama yang dapat dilakukan seseorang untuk menghindari bahaya ghibah adalah tanamkan di dalam diri bahwa perilaku ini amat keji dan berdosa. Jika sudah selesai dengan itu, cobalah lakukan beberapa upaya ini lantaran manusia kerap kali melakukan khilaf dan merasa lupa:

  • Mengingat bahwa Tuhan selalu mengawasi 

Kita harus sadar bahwasanya ghibah yang diucapkan akan selalu dicatat oleh malaikat dan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah subhanahu wa ta’ala pada hari akhir nanti. Dengan selalu mengingat bahwa Allah, melalui malaikatnya, selalu mengawasi gerak-gerik kita, diharapkan kita urung melakukan ghibah.

  • Menjaga jarak dengan pelaku ghibah

Tidak dapat dipungkiri lagi jika nyatanya pergaulan merupakan hal yang dapat membawa dampak besar pada kehidupan seseorang sehari-hari. Ketika seseorang bergaul dengan orang-orang dengan kelakuan baik, maka dengan sendirinya akan ikut terpengaruh dan melakukan hal-hal yang baik pula.

Kebalikannya, ketika seseorang bergaul dengan orang yang berperilaku buruk, termasuk orang yang suka ghibah, maka hal ini juga akan menjadikan dia sebagai tukang ghibah pula. Jika ingin menghindari perilaku ghibah tentu seseorang harus menghindari orang yang gemar melakukan ghibah itu sendiri.

Kendati memang awalnya arus gunjingan dan ghibah itu akan mengarah kepada kita. Sebab secara tiba-tiba kita meninggalkan lingkungan pergaulan tersebut, apalagi tanpa penjelasan. Tapi percayalah, perlahan-lahan arus itu akan mereda dengan sendirinya dan kita bisa selamat dari bahaya ghibah.

  • Pahami ilmu

Orang yang sudah paham mengenai dampak yang akan terjadi akibat suatu perbuatan biasanya akan lebih bijak dalam bertutur maupun berlaku. Hal ini juga bisa dikaitkan dengan perbuatan ghibah. Ketika seseorang sudah menyadari dampak buruk atau bahaya ghibah, baik itu sebagai korban maupun sebagai pelaku, seyogianya dia bakal menjauhi perilaku ini. 

Untuk dapat memahami mengenai dampak ghibah, seseorang tentunya harus memperkaya perspektifnya. Bisa dengan membaca buku atau artikel-artikel yang berkaitan atau dengan menghadiri majelis-majelis ilmu.

  • Diam atau tidak menanggapi

Agar kita tidak terjerumus dalam perkataan ghibah, maka cara mudah menghindarinya adalah dengan diam. Atau seperti yang sudah dijelaskan pada upaya-upaya sebelumnya. Kalau perlu hindari tempat atau lingkungan yang punya banyak potensi terjadinya pergunjingan. Semisal di tukang sayur atau di kumpulan-kumpulan “tidak bermanfaat” seperti di pos ronda atau tempat lainnya.

  • Menasehati pelaku ghibah untuk menyudahinya

Kalau Anda tipikal orang yang memiliki kekuatan, baik itu kekuatan lisan maupun secara pengaruh, hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menghindari bahaya ghibah secara umum adalah dengan mengingatkan pelaku ghibah bahwasannya perbuatannya itu salah. Jangan takut untuk dan sungkan untuk menyebarkan kebaikan. Toh ini demi kemaslahatan bersama.

Mengingat bahaya ghibah yang begitu luas, karena bisa dirasakan oleh pelaku maupun korbannya, penting bagi tiap-tiap orang untuk menghindari perilaku ghibah. Usahakan semampunya untuk tidak melakukan ghibah, bahkan kalau bisa upayakan agar lingkungan Anda terbebas dari perbuatan tercela ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *