Cakram Terherniasi Dapat Didiagnosa Lewat Diskografi

Cakram yang terherniasi merupakan kondisi umum yang dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman. Orang-orang sering menyebut kondisi ini dengan sebutan prolaps cakram. Dalam beberapa kasus, cakram terherniasi dapat menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kelemahan pada tangan dan kaki. Namun, beberapa orang tidak merasakan rasa sakit, terutama apabila cakram tersebut tidak menekan saraf apapun. Gejala umumnya akan berkurang atau hilang setelah beberapa minggu, namun dalam kasus tertentu seseorang dapat membutuhkan operasi apabila gejala yang dirasakan bertambah semakin buruk. Untuk mendiagnosa kondisi ini, dokter umumnya akan melakukan diskografi dan pemindaian MRI/CT. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui tentang cakram terherniasi.

Gejala cakram terherniasi

Dalam beberapa kasus, seseorang tidak menunjukkan gejala apapun ketika mereka menderita cakram terherniasi. Apabila ada gejala tertentu, hal tersebut dikarenakan adaya tekanan pada saraf. Beberapa gejala yang umum dirasakan di antaranya adalah:

  • Mati rasa atau kesemutan. Hal ini terjadi pada bagian tubuh yang diberi pasokan oleh saraf.
  • Kelemahan. Hal ini terjadi pada daerah otot-otot yang terhubung dengan saraf, yang dapat menyebabkan seseorang terjatuh ketika berjalan.
  • Rasa sakit. Hal ini akan dirasakan pada tulang belakang dan dapat menyebar ke tangan dan kaki.

Apabila cakram terherniasai berada pada punggung bawah, rasa sakit tersebut akan memengaruhi pantat, paha, dan kaki. Kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan sciatica, karena rasa sakit tersebut menjalar lewat saraf sciatic. Apabila masalah berada pada bagian leher, pundak dan tangan akan merasakan rasa sakit. Gerakan yang cepat dan tiba-tiba atau bersin dapat menyebabkan rasa sakit yang parah.

Diagnosa

Ada beberapa cara diagnosa yang dokter dapat lakukan guna membantu menentukan cakram terherniasi, mulai dari pemeriksaan fisik hingga diskografi. Dalam kasus pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa refleks, kemungkinan adanya daerah yang lunak di punggung, kekuatan otot, jarak gerakan, kemampuan berjalan, dan sensitivitas terhadap sentuhan. Pemindaian sinar-X juga dapat membantu dalam diagnosa kondisi ini. Jenis pemindaian lain yang dapat memberikan detail lokasi cakram yang terherniasi di antaranya adalah:

  • MRI atau CT. Tindakan medis ini dapat menunjukkan lokasi cakram dan saraf yang terdampak.
  • Diskografi. Prosedur medis ini melibatkan penyuntikan pewarna ke satu atau lebih pusat cakram lunak untuk membantu menunjukkan lokasi cakram yang retak.
  • Myelogram. Proses ini melibatkan penyuntikan pewarna ke cairan tulang belakang untuk kemudian dilanjutkan dengan pemindaian sinar-X. Diskografi dapat menunjukkan apakah cairan yang terherniasi memberikan tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf.

Perawatan

Cakram yang terherniasi dapat menyebabkan rasa sakit, namun perawatan yang tepat dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan. Seseorang umumnya dapat mengatasi gejala dengan cara menghindari gerakan-gerakan yang dapat memicu rasa sakit serta mengikuti latihan dan konsumsi obat-obatan rasa sakit yang telah direkomendasikan oleh dokter. Perawatan yang tersedia untuk kondisi ini adalah obat, terapi, dan operasi.

Setelah mendapatkan diagnosa, baik lewat diskografi, myelogram, ataupun pemindaian MRI dan CT, dokter akan mentukan perawatan untuk Anda. Dalam kasus obat resep, obat-obatan OTC seperti ibuprofen dapat membantu mengatasi rasa sakit ringan dan sedang. Sementara itu, obat seperti pregabalin, gabapentin, dan duloxetine dapat mengatasi rasa sakit pada saraf. Terapi fisik dapat membantu menemukan posisi dan latihan dapat meminimalisir rasa sakit pada cakram yang terherniasi. Apabila gejala tidak membaik setelah mendapatkan perawatan lain, dokter dapat merekomendasikan operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *