Pahami Manfaat Serta Efek Samping Propepsa Suspensi

Propepsa suspensi merupakan obat yang digunakan untuk mencegah tukak lambung. Dalam propepsa suspensi terdapat kandungan zat aktif sucralfate. Obat ini nantinya akan melekat pada protein di lokasi luka sehingga dapat membentuk lapisan pelindung terhadap asam lambung, garam empedu, dan enzim pencernaan pepsin. Zat sucralfate akan melindungi serta mencegah luka di lambung memburuk. Berdasarkan proses kerja dalam tubuh, propepsa suspensi memiliki status ekskresi terutama melalui urine, absorpsi yang diserap minimal dari saluran pencernaan, dan distribusi yang bertindak secara lokal di tempat luka. 

Manfaat propepsa suspensi

Secara umum propepsa suspensi digunakan untuk mencegah tukak lambung. Namun, terdapat indikasi dan manfaat obat propepsa suspensi yang lebih mendetail yaitu: 

  • Mengobati maag. 
  • Mengatasi peradangan pada lambung yang terjadi dalam waktu lama (gastritis kronis). 
  • Mengatasi sensasi seperti terbakar pada dada yang disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju kerongkongan (GERD) selama masa kehamilan. 
  • Mengobati luka pada dinding lambung dan usus dua belas jari dalam penggunaan jangka pendek (maksimal 8 minggu).  

Petunjuk penggunaan dan dosis propepsa suspensi

Propepsa suspensi digunakan dalam keadaan perut kosong atau minimal 1 jam sebelum makan. Obat ini tergolong obat keras dan harus menggunakan resep dokter. Dalam setiap 5 mL propepsa suspensi mengandung 500 mg sucralfate. Untuk dosis propepsa suspensi, dapat berbeda tergantung kebutuhan kondisi medis seseorang. Dosis umum penggunaan propepsa suspensi seperti berikut ini. 

  • Dosis dewasa untuk tukak yaitu dua sendok takar sebanyak 4  kali sehari diminum sebelum makan dan sebelum tidur. 
  • Dosis dewasa untuk tukak profilaksis yaitu dua sendok takar sebanyak 2 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk maag yaitu dua sendok sebanyak 4 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk GERD yaitu dua sendok sebanyak 4 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk hyperphosphatemia pada gagal ginjal yaitu 2 sendok takar sebanyak 2 kali sehari diminum saat perut kosong. Dosis tersebut dapat dititrasi berdasarkan tingkat fosfat serum. 

Jam minum propepsa suspensi dianjurkan sama setiap harinya agar manfaat dari obat tersebut semakin maksimal. Selain itu, propepsa suspensi tidak disarankan untuk diberikan pada anak berusia di bawah 15 tahun. Penggunaan propepsa suspensi pada anak-anak dapat dilakukan jika memang diberikan resep tersebut oleh dokter. 

Efek samping propepsa suspensi

Obat propepsa suspensi  biasanya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Akan tetapi, penggunaan propepsa suspensi tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping baik yang umum maupun jarang terjadi. Beberapa efek samping propepsa suspensi tersebut seperti berikut ini. 

  • Pasien disfungsi ginjal memiliki risiko mengalami efek samping yang lebih serius jika menggunakan propepsa suspensi seperti keracunan aluminium dan hypophosphatemia. 
  • Efek samping yang umum terjadi dari penggunaan propepsa suspensi yaitu sembelit. 
  • Efek samping propepsa suspensi lainnya yaitu diare, gangguan lambung, gangguan pencernaan, dan mual. 
  • Efek samping propepsa suspensi yang cukup jarang terjadi yaitu pusing, sakit kepala, mengantuk, vertigo, nyeri punggung, pembentukan benzoar, mulut kering, ruam, dan reaksi hipersensitivitas. 

Hentikan segera penggunaan propepsa suspensi jika muncul reaksi berupa alergi. Beberapa gejala alergi terhadap inpepsa suspensi yaitu pucat, sakit tenggorokan, ruam, gatal, nyeri sendi, dan demam. Berbagai gejala alergi lain mungkin juga muncul sehingga Anda perlu waspada dan melakukan pengamatan mendalam ketika mengonsumsi propepsa suspensi. Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai propepsa suspensi, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play. 

Hati-hati, Ini Efek Samping Ipratropium

Apabila Anda tengah mengalami batuk berkepanjangan yang disertai kondisi sesak napas yang muncul dan hilang secara cepat, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan ipratropium. Ini merupakan salah satu jenis obat yang mampu mengendurkan otot di sekitar saluran udara sehingga pernapasan Anda terasa lebih lega. 

Obat dengan jenis ipratropium umumnya berbentuk spray, inhaler, atau bahkan larutan nebulisasi. Kemampuan jenis obat ini melegakan pernapasan dan mengurangi gejala batuk membuat ipratropium kerap menjadi pilihan terapi bagi penderita asma atau masalah paru-paru lainnya. 

Meskipun memiliki hasil yang efektif, Anda tidak disarankan menggunakan obat ini tanpa resep dokter. Bagaimanapun, ipratropium tergolong jenis obat keras yang memiliki efek samping beragam. Jika Anda menggunakannya tanpa anjuran yang tepat, bersiaplah menghadapi berbagai efek samping tak menyenangkan, seperti di bawah ini. 

Efek Samping Umum 

Efek samping ipratropium di bawah ini kerap ditemukan pada orang-orang yang baru menggunakan jenis obat tersebut. Efek samping ini juga dengan mudah menjangkiti orang-orang yang memang terindikasi memiliki masalah alergi tertentu. 

  • Sulit Buang Air Kecil 

Beberapa pasien yang menggunakan ipratropium mengatakan, mereka menjadi kesulitan membuang air kecil karena rasa nyeri yang menyertai. Dalam beberapa kasus, pasien yang baru melakukan terapi dengan ipratropium bisa membuang air kecil dengan disertai darah. 

  • Batuk Berlendir 

Jangan kaget ketika Anda tiba-tiba mengalami batuk berlendir usai melakukan terapi dengan ipratropium. Namun biasanya, batuk berlendir tersebut hanya berlangsung sebentar, kemudian mengi ataupun sesak napas Anda akan perlahan menghilang. 

  • Nyeri Punggung 

Sampai saat ini belum jelas alasan mengapa penggunaan ipratropium bisa membuat nyeri punggung. Namun tidak bisa dimungkiri, efek samping yang satu ini sering ditemukan pada pengguna ipratropium baik dalam jenis spray, inhaler, maupun larutan nebulasi. 

  • Panas Dingin 

Apabila Anda tidak terbiasa memakai ipratropium, kemungkinan Anda akan mengalami meriang atau kondisi tubuh yang panas dingin ketika menggunakannya. Kondisi ini akan hilang dalam 1—2 hari. Namun jika terus berlanjut, sebaiknya Anda segera menemui dokter. 

  • Kehilangan Suara 

Anda bisa tiba-tiba merasakan kerongkongan maupun tenggorokan menjadi terganjal pasca melakukan terapi dengan ipratropium. Kondisi tersebut berlanjut pada seraknya suara yang Anda hasilnya. Dalam beberapa kasus, Anda bahkan bisa kehilangan suara. 

Efek Samping Langka 

Selain efek samping yang sering terjadi dan tidak membahayakan, ada pula efek samping langka yang ditemukan dalam beberapa kasus. Jika mengalami efek samping langka seperti di bawah ini, sebaiknya Anda segera menjumpai dokter dan meminta penanganan yang tepat. 

  • Sembelit 

Awal mulanya Anda mungkin hanya merasa kembung setelah melakukan terapi dengan ipratropium. Namun ternyata, kondisi tersebut berlanjut ke masalah sembelit. Anda mungkin akan kesulitan membuang air besar hingga berhari-hari. 

  • Jantung Berdebar 

Pada beberapa pasien yang tidak cocok dengan ipratropium, masalah debaran jantung akan menyertai. Setelah proses terapi, Anda bisa mengalami rasa jantung berdebar dengan kencang ataupun secara tidak beraturan. Jangan berpikir panjang, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. 

  • Wajah Bengkak 

Kasus ini cukup langka, namun Anda harus memperhatikannya dengan saksama. Pasca terapi dengan ipratropium, adakah pembengkakan di wajah Anda? Pembengkakan akan mudah terlihat di bagian bibir ataupun kelopak mata. 

  • Sakit Mata 

Ipratropium juga bisa menimbulkan masalah pada mata Anda, walaupun kasusnya memang jarang. Mata Anda bisa tiba-tiba mengalami nyeri dan penglihatan menjadi kabur. Bahkan pada penderita glaukoma, penggunaan ipratropium bisa memperparah kondisinya. Sampai saat ini masih terus diteliti apakah masalah mata yang disebabkan oleh obat ini bisa berujung pada kebutaan. 

*** 

Efek samping dari ipratropium tidak bisa dipandang ringan. Karena itu, jangan sekali-kali mencoba obat ini tanpa resep dokter. Mencegah lebih baik daripada menyesali efek sampingnya, bukan?

Untuk Apa Tablet Oral Theophylline?

Theophylline adalah sebuah obat resep yang tersedia dalam bentuk larutan oral, tablet lepas lambat, dan kapsul lepas lambat. Theophylline juga tersedia dalam bentuk IV, yang disuntikkan secara intravena ke dalam tubuh pasien dan hanya akan diberikan di rumah sakit oleh perawat atau dokter. Tablet theophylline hanya tersedia sebagai obat generic, dalam arti tidak memiliki merek khusus dan biasanya lebih murah dibandingkan dengan obat merek. Theophylline digunakan untuk merawat gejala asma dan penyakit paru-paru lainnya yang menghambat saluran udara, seperti emphysema dan bronkitis kronis. Obat ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, yang berarti Anda harus meminum theophylline bersama dengan obat-obatan lainnya untuk merawat penyakit yang diderita. 

Manfaat dan efek samping

Theophylline masuk ke dalam kelas obat methylxanthines, yang bekerja dengan cara membuka saluran udara di paru-paru. Theophylline akan membuat otot relaks dan mengurangi respon terhadap zat yang menyebabkan saluran udara menyempit. Hal ini akan membuat pengguna theophylline dapat bernapas dengan lebih mudah. Namun, sama seperti obat lain, theophylline dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Meskipun obat ini tidak menyebabkan kantuk, beberapa gejala efek samping yang dapat Anda derita adalah sakit kepala dan gangguan tidur. Apabila efek tersebut bersifat ringan, gijala akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila efek samping berubah menjadi lebih parah atau tidak kunjung sembuh, hubungi dokter. Theophylline juga dapat menyebabkan efek samping serius yang perlu diwaspadai, seperti detak jantung yang tidak teratur (dengan gejala seperti sesak napas, sakit kepala, dan rasa nyeri di dada) dan kejang (dengan gejala seperti bingung, kesulitan berbicara, dan tubuh bergetar).

Interaksi dengan obat-obatan lain

Tablet oral theophylline dapat berinteraksi dengan obat, vitamin, dan produk herbal yang Anda konsumsi. Untuk menghindari terjadinya interaksi obat, dokter harus meresepkan obat dengan seksama. Pastikan Anda memberitahu dokter obat, vitamin, atau produk herbal apa saja yang sedang dikonsumsi. Adapun contoh interaksi yang dapat terjadi akibat konsumsi theophylline dengan obat lain di antaranya adalah:

  • Obat penyalahgunaan alkohol

Obat jenis ini dapat meningkatkan level theophylline di dalam tubuh, sehingga ada kemungkinan Anda akan menderita lebih banyak efek samping. Contoh obat penyalahgunaan alkohol adalah disulfiram. 

  • Obat kecemasan

Ketika Anda minum diazepam, flurazepam, midazolam, atau lorazepam bersama dengan  theophylline, Anda membutuhkan dosis obat kecemasan yang lebih banyak agar dapat bekerja dengan efektif. 

  • Obat penggumpal darah

Obat jenis ini dapat meningkatkan kadar theophylline di dalam tubuh Anda, sehingga berpotensi menyebabkan efek samping lebih parah. Adapun contoh obat penggumpal darah adalah pentoxifylline dan ticlopidine. 

  • Obat depresi dan encok

Obat depresi seperti fluvoxamine dan obat encok seperti allopurinol dapat menyebabkan peningkatan level theophylline di dalam tubuh. Karena level theophylline meningkat, Ada risiko Anda akan menderita lebih banyak efek samping. 

  • Ketamine dan lithium

Apabila theophylline dikonsumsi bersamaan dengan ketamine, ketamine akan meningkatkan risiko efek samping theophylline. Sementara itu, Anda membutuhkan lithium dalam dosis yang lebih besar apabila dikonsumsi bersamaan dengan theophylline. 

Theophylline merupakan obat kategori C untuk wanita hamil. Kategori C berarti penelitian pada hewan menunjukkan efek samping yang buruk terhadap janin ketika theophylline dikonsumsi oleh hewan yang sedang mengandung. Namun, belum ada studi yang cukup pada manusia untuk memastikan bahwa obat ini dapat memengaruhi janin.

Seputar Antasida yang Perlu Anda Ketahui

Antasida adalah jenis obat yang bisa Anda beli di apotek untuk mengatasi sakit ulu hati dan gangguan pencernaan. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Sakit ulu hati adalah sensasi nyeri atau terbakar yang muncul di tengah dada dan tenggorokan. Sakit nyeri ini merupakan gejala gangguan pencernaan yang juga dapat menyebabkan sakit perut dan kembung. Anda dapat membeli antasida dalam bentuk tablet, cairan, atau bahkan permen kunyah. Bahan aktif yang terkandung di dalam antasida bervariasi, dengan yang paling umum dijumpai adalah kalsium karbonat, sodium bikarbonat, dan magnesium trisilicate. 

Di Amerika Serikat, Lembaga Obat dan Makanan (FDA) baru-baru ini menarik semua produk ranitidine dari pasar karena kandungan N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat menyebabkan kanker. Antasida berbeda dengan obat-obatan jenis lain yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gejala asam berlebih, seperti penghambat pompa proton (PPI) dan penghambat histamine 2 (H2). Dalam konsumsinya, ada beberapa informasi penting yang perlu Anda perhatikan, terutama apabila antasida digunakan untuk ibu hamil dan anak. 

  • Antasida pada masa kehamilan

Nyeri ulu hati lazim dijumpai pada masa kehamilan, terutama ketika uterus mendorong lambung. Tekanan ini dapat memaksa asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan gejala nyeri ulu hati. Ibu hamil harus berhati-hati menggunakan antasida pada masa kehamilan serta harus menghindari antasida yang mengandung sodium bicarbonate, yang dapat memengaruhi janin. Akan tetapi, produk antasida yang mengandung kalsium karbonat aman untuk dikonsumsi saat hamil. Ibu hamil juga tidak boleh mengonsumsi antasida yang mengandung aspirin. Apabila Anda tidak yakin jenis antasida apa yang perlu dikonsumsi, tanyakan dan berkonsultasilah dengan dokter. 

  • Antasida untuk anak

Refluks asam pada anak dapat disebabkan oleh banyak sebab seperti penundaan perkembangan dan obesitas. Sangat penting bagi anak-anak yang memiliki gejala refluks asam untuk mengunjungi dokter agar mendapatkan diagnosa yang tepat. Pilihlah antasida OTC yang cocok untuk anak. Apoteker atau dokter dapat memberikan saran pilihan antasida yang cocok. 

Bagaimana antasida bekerja?

Antasida menggunakan kombinasi antara kalsium, magnesium, dan garam aluminium sebagai bahan aktif obat tersebut. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam di lambung. Antasida juga menghambat pepsin, sebuah enzim yang memainkan peran dalam pencernaan protein. Pepsin bekerja dengan asam hidroklorida di lambung untuk menyediakan lingkungan asam yang dibutuhkan untuk mencerna makanan. Beberapa antasida menggunakan “foaming agent” seperti alginate yang akan mengambang di atas isi lambung dan mencegah asam melakukan kontak langsung dengan kerongkongan. 

Orang-orang menggunakan antasida untuk membantu mengatasi nyeri ulu hati atau gangguan pencernaan. Apabila Anda mengalami nyeri ulu hati setiap hari setiap hari, kunjungi dokter, karena ada kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan parah seperti penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Pastikan Anda selalu membaca petunjuk konsumsi sebelum minum antasida, karena jenis antasida yang berbeda mengandung bahan aktif yang berbeda pula. Sebuah tinjauan tahun 2020 menyatakan bahwa Anda dapat meminum antasida yang mengandung kalsium karbonat kapanpun dibutuhkan untuk mengurangi gejala nyeri ulu hati. Namun, Anda harus mengonsumsi antasida yang mengandung aluminum hydroxide setelah makan atau sebelum tidur. 

Selain minum antasida, Anda bisa mengurangi gejala nyeri ulu hati dengan menghindari konsumsi beberapa jenis makanan seperti makanan berlemak dan gorengan, makanan asam seperti tomat dan lemon, coklat, alkohol, dan peppermint. Memiliki masalah berat badan berlebih dan makan tengah malam dapat membuat gejala refluks asam bertambah menjadi lebih parah.

Jenis Penyakit Hati Diatasi Dengan Obat Gangguan Hati

Hati Anda merupakan organ tubuh yang bertugas melakukan berbagai fungsi tubuh. Hati membantu mencerna makanan, mengubahnya menjadi energi, dan menyimpan energi tersebut untuk digunakan di kemudian hari. Hati juga memainkan peran penting dalam menyaring zat-zat beracun dari darah. Saat hati tidak berfungsi dengan baik karena adanya penyakit ataupun gangguan hati apapun, hal ini dapat berpotensi memengaruhi kesehatan dengan serius. Untungnya, apabila dideteksi sejak jenis, kebanyakan penyakit hati dapat diobati dengan obat gangguan hati yang tepat. Artikel ini akan membahas berbagai macam gangguan hati yang perlu diketahui.

Gejala penyakit hati bervariasi tergantung dengan penyebab utamanya. Dokter perlu melakukan pemeriksaan dan diagnosa guna dapat membuat rencana perawatan dan mengetahui obat gangguan hati yang tepat. Mengingat penyebabnya beragam, ada beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai apabila Anda menderita penyakit hati, seperti kulit dan mata yang menguning, air seni yang berwarna gelap, kotoran berwarna pucat atau berdarah, pergelangan dan kaki yang membengkak, perut yang membengkak, mual dan muntah, hilangnya nafsu makan, kulit yang terasa gatal, dan mudah lebam. Apabila gejala tersebut dirasakan, potensi jenis penyakit gangguan hati di antaranya adalah:

  • Hepatitis

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus.  Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan hati, membuat hati kesulitan berfungsi sebagai mana mestinya. Semua jenis penyakit hepatitis menular, namun Anda bisa mengurangi risiko penularan tersebut dengan mendapatkan vaksinasi tipe A dan tipe B serta melakukan tindakan pencegahan, salah satunya adalah menggunakan pengaman saat berhubungan seksual.

  • Penyakit hati berlemak

Lemak yang menumpuk di hati dapat menyebabkan penyakit hati berlemak. Ada dua jenis penyakit hati berlemak, penyakit hati berlemak alkoholik (yang disebabkan karena konsumsi alkohol berlebih) dan non-alkoholik (yang disebabkan karena faktor lain yang peneliti masih coba untuk pahami hingga saat ini). Apabila tidak mendapatkan obat gangguan hati, kedua jenis penyakit hati berlemak tersebut dapat menyebabkan kerusakan hati, menyebabkan sirosis dan kegagalan hati. Diet dan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat dapat meringankan gejala serta mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari.

  • Kanker

Kanker hati pertama kali berkembang di hati. Apabila kanker bermula di bagian tubuh lain kemudian menjalar ke hati, penyakit ini disebut kanker hati sekunder. Salah satu jenis kanker hati yang paling umum dijumpai adalah hepatocellular carcinoma. Komplikasi penyakit hati, terutama yang tidak mendapatkan perawatan obat gangguan hati, dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Perawatan

Kebanyakan penyakit hati bersifat kronis, dalam berarti seseorang akan menderita penyakit ini selama bertahun-tahun dan bahkan tidak akan pernah disembuhkan. Namun, penyakit hati kronis masih dapat dikontrol dan dirawat. Bagi beberapa orang, perubahan gaya hidup sudah cukup untuk menjaga gejala yang dialami tetap terkontrol, misalnya dengan membatasi asupan alkohol, menjaga berat badan yang ideal, minum lebih banyak air putih, dan mengadopsi diet ramah hati seperti makan banyak serat dan mengurangi konsumsi lemak, gula, dan garam.

Tergantung jenis kondisi gangguan hati yang dimiliki, Anda akan membutuhkan perawatan obat gangguan hati, seperti obat antivirus untuk mengatasi hepatitis, steroid untuk mengurangi peradangan hati, obat tekanan darah, antibiotik, obat-obatan untuk merawat gejala khusus seperti kulit yang gatal, dan vitamin serta mineral untuk meningkatkan kesehatan hati. Dalam beberapa kasus tertentu, Anda membutuhkan operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian hati. Biasanya, transplantasi hati hanya akan dilakukan apabila pilihan perawatan lain gagal menunjukkan hasil yang memuaskan.

Hati-hati Menggunakan Antiseptik Sebagai Cairan Pembersih Luka

Povidone iodine merupakan salah satu cairan pembersih luka yang umum

Antiseptik merupakan cairan atau zat yang menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Antiseptik umumnya digunakan di rumah sakit untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi sebelum dan sesudah operasi. Apabila Anda pernah menyaksikan proses operasi, dokter akan mencuci tangan menggunakan zat berwarna jingga. Zat tersebut yang disebut dengan antiseptik. Antiseptik juga dapat digunakan sebagai cairan pembersih luka untuk jenis luka yang ringan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. 

Antiseptik dan desinfektan apa bedanya?

Baik antiseptik dan desinfektan keduanya sama-sama membunuh mikroorganisme. Namun tidak sedikit orang yang sulit membedakan antara keduanya. Padahal perbedaan antara keduanya sangatlah besar. Antiseptik dioleskan ke tubuh. Sementara itu, disinfektan hanya dioleskan ke permukaan-permukaan benda tak hidup seperti meja dan alat-alat medis. Dalam dunia medis bedah misalnya, dokter akan menggunakan antiseptik pada bagian tubuh yang akan mendapatkan operasi dan menggunakan desinfektan untuk sterilisasi meja operasi. 

Antiseptik memiliki berbagai macam penggunaan, baik di dalam maupun di luar dunia medis. Antiseptik akan dioleskan ke kulit ataupun membrane mukosa. Penggunaan antiseptik yang spesifik di antaranya adalah:

  • Merawat infeksi kulit. Anda bisa membeli antiseptik OTC sebagai cairan pembersih luka untuk mengurangi risiko infeksi pada luka, sayatan, atau luka bakar yang ringan atau minor. Contoh dari produk antiseptik OTC tersebut adalah hidrogen peroksida dan alkohol. 
  • Membersihkan tangan. Tenaga medis profesional menggunakan antiseptik untuk membersihkan tangan sebelum melakukan tindakan medis di rumah sakit. 
  • Disinfektan membrane mukosa. Antiseptik dapat dioleskan di urethra, vagina, dan usus untuk membersihkan daerah tersebut sebelum memasukkan kateter. Antiseptik juga dapat digunakan untuk merawat infeksi pada daerah tersebut. 
  • Membersihkan kulit sebelum operasi. Antiseptik dioleskan pada kulit sebelum melakukan tindakan bedah medis apapun untuk melindungi dari mikroorganisme berbahaya yang ada di permukaan kulit. 
  • Merawat infeksi tenggorokan dan mulut. Beberapa permen pereda tenggorokan mengandung antiseptik untuk membantu mengatasi radang tenggorokan akibat infeksi bakteri. 

Apakah antiseptik aman?

Beberapa jenis antiseptik yang kuat dapat menyebabkan luka bakar kimia atau iritasi parah jika dioleskan langsung ke kulit tanpa diencerkan dengan air. Bahkan antiseptik yang encer pun masih dapat menyebabkan iritasi apabila dibiarkan di kulit dalam waktu yang lama. Iritasi jenis ini disebut dengan dermatitis kontak iritan. Apabila Anda menggunakan antiseptik di rumah, hindari penggunaan selama lebih dari 1 minggu. Anda juga tidak boleh menggunakan antiseptik OTC sebagai cairan pembersih luka untuk luka yang lebih parah atau serius seperti cidera mata, gigitan hewan atau manusia, luka yang besar dan dalam, luka bakar parah, dan luka dengan benda asing di dalamnya. Kondisi-kondisi tersebut akan lebih baik apabila ditangani oleh tenaga medis profesional di rumah sakit. Anda juga perlu mengunjungi dokter apabila Anda menggunakan antiseptik namun luka tersebut tidak kunjung sembuh. 

Lembaga Obat dan Makanan (FDA) Amerika baru-baru ini melarang 24 bahan yang ada di antiseptik OTC karena kurangnya bukti keefektifan dan keamanan bahan tersebut. Salah satu bahan yang tidak boleh adalah triclosan. Sementara itu, bahan-bahan lain yang dilarang jarang dijumpai pada antiseptik sehingga Anda tidak akan kesulitan menemukan antiseptik yang tepat. Produsen pun telah mulai menyesuaikan produk-produk mereka dengan tidak memakai triclosan dan bahan-bahan yang dilarang. Antiseptik adalah zat yang membantu menghentikan pertumbuhan mikroorganisme di kulit. Penggunaannya pun beragam, mulai dari cairan pembersih luka, membersihkan tangan, hingga desinfektan membrane mukosa. Meskipun aman digunakan, hindari penggunaan antiseptik dalam jangka waktu yang lama.

Manfaat Mengonsumsi Trifed

Saat mengalami pilek tentu dapat mengganggu aktivitas Anda, terutama ketika daya tahan tubuh sedang tidak prima. Konsekuensinya Anda akan mengalami pilek yang tidak kunjung sembuh. Salah satu obat yang bisa mengatasinya adalah trifed. Trifed adalah obat yang tersedia dalam berbentuk sirup dan tablet. Pada setiap tabletnya, terdapat Pseudoefedrin HCI 60 mg dan Triprolidin HCI 2,5 mg. Sementara untuk sirupnya, terdapat kandungan Pseudoefedrin HCI 30 mg dan Triprolidin HCI 1,25 mg.

Apa itu pseudoefedrin?

Dekongestan merupakan istilah lain yang biasa dipakai untuk menyebut pseudoefedrin atau pelega hidung tersumbat. Kandungan ini termasuk dalam golongan amin simpatomimetik. Jenis obat ini akan bekerja dengan reseptor adrenergic di dalam mukosa saluran napas. Tujuannya untuk vasokonstriksi pembuluh darah termasuk pada rongga hidung. Ketika vasokontriksi terjadi, maka pembuluh darah bisa mengecil sehingga saluran napas tidak tersumbat lagi. Dengan demikian, pembengkakan membrane mukosa saluran napas bisa teratasi.

Apa itu triprolidine?

Sedangkan triprolidine merupakan obat golongan anti-histamin. Normalnya, triprolidine pada trifed bekerja sebagai penangkal energi. Anda sudah tahu kan, pilek identik dengan reaksi alergi? Triprolidine pada trifed ini lah yang bekerja dengan antagonis agar reaksi radang dan alergi bisa berkurang. Reaksi ini seperti gatal-gatal dan bersin-bersin.

Manfaat mengonsumsi trifed

Jika dilihat dari dua kandungan utama pada Trifed di atas, maka jelas bahwa obat ini bisa mengatasi gejala pilek yang disebabkan karena reaksi alergi. Biasanya, reaksi ini dirasakan pada saluran napas bagian atas. Jika Anda memerlukan dekongestan nasal dan antihistamin pada saat yang bersamaan, maka Trifed bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda. Berikut beberapa contoh penyakit yang bisa diatasi adalah:

  • Rhinitis alergi
  • Rhinitis vasomotor
  • Otitis media
  • Barotrauma

Meski demikian, Anda perlu tetap ingat bahwa konsultasi dengan dokter adalah hal yang tidak kalah penting. Dengan melakukan pemeriksaan secara detil, maka dokter akan membantu memberi tahu diagnosis yang tepat untuk Anda, dan apakah Trifed bisa menjadi obat yang efektif.

Apa Itu Obat Clozapine dan Bagaimana Efeknya?

Seseorang yang mengalami gejala gangguan jiwa (skizofrenia) dengan ciri-ciri sering berhalusinasi dan delusi, seharusnya diatasi dengan penanganan yang serius dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Hal sederhana yang dapat dilakukan untuk merawat seseorang yang terkena penyakit skizofrenia, yaitu dengan memberikan obat khusus, seperti clozapine.

Apa itu obat clozapine?

Clozapine adalah suatu obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi gejala gangguan jiwa (skizofrenia) maupun gejala psikotik lain. Dengan mengonsumsi obat ini, risiko bunuh diri yang dimiliki penderita penyakit kejiwaan dapat dikurangi.

Tidak hanya untuk mengatasi penyakit kejiwaan, clozapine juga dapat digunakan untuk psikosis sebagai obat penyakit Parkinson. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat reseptor Dopamin dan Serotonin (zat alami tertentu yang terdapat pada otak).

Efek samping obat clozapine

Walaupun obat clozapine tidak dapat menyembuhkan penyakit skizofrenia secara menyeluruh, namun ia dapat membantu penderitanya untuk mengontrol gejala yang mungkin dapat terjadi. Clozapine bekerja dengan memulihkan keseimbangan zat kimia yang terdapat di dalam otak. Dengan begitu, obat ini dapat mengurangi halusinasi, menjernihkan pikiran, dan mengurangi kecemasan, sehingga penderita skizofrenia dapat melakukan aktivitasnya tanpa dengan baik.

Namun, selayaknya obat-obatan yang lain, clozapine memiliki efek samping yang mesti diwaspadai. Efek samping tersebut tidak seketika muncul setelah seseorang mengonsumsi obat, namun ketika pasien mengonsumsi obat ini secara berlebihan. Ada pun efek samping yang telah diketahui sejauh ini, misalnya produksi air liur yang meningkat, mengantuk, rasa pusing dan sakit kepala, gemetar, kenaikan berat badan, hiperkolesterolemia, hingga diabetes. Selain itu, jika hal-hal di bawah ini terjadi, maka segera cari pertolongan medis:

  • Kejang.
  • Pingsan.
  • Perubahan status mental.
  • Sindrom neuroleptic maligna.
  • Gerakan tak terkendali.
  • Gangguan pernapasan ketika tidur.
  • Gangguan irama jantung.

Seseorang yang memiliki kondisi kesehatan khusus, seperti penyakit jantung berat, gangguan ginjal berat, supresi sumsum tulang, penyakit mieloproliferatif, ileus paralitik, dan adanya riwayat penggunaan obat yang menginduksi neutropenia atau agranulositosis, tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat ini.

Jika memang Anda memutuskan untuk mengonsumsi clozapine, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan yang dapat berakibat fatal terhadap kesehatan.

Jaga Daya Tahan dengan Suplemen Becom Zet

Beberapa orang mengonsumsi suplemen tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat. Hal ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral dalam tubuh.

Banyaknya aktivitas sehari-hari ditambah, polusi, pergantian cuaca, virus di lingkungan sekitar, dan ditambah dengan kebiasaan buruk mengonsumsi makanan yang tidak pilih-pilih, dapat berdampak buruk pada kondisi kesehatan tubuh.

Terdapat beragam suplemen yang tersedia di pasaran. Salah satu suplemen yang dipercaya oleh banyak orang, yaitu suplemen Becom Zet.

Apa saja zat baik yang dikandung oleh Becom Zet?

Sebuah produk suplemen tentu mengandung beragam vitamin dan mineral, termasuk Becom Zet. Secara lebih jelasnya, Anda dapat melihat penjabarannya di bawah ini:

  • Asam Pantotenat
  • Vitamin B1
  • Vitamin B2
  • Vitamin B6
  • Vitamin B12
  • Vitamin C
  • Vitamin E
  • Niasin
  • Vitamin
  • Zinc

Beragam sekali bukan kandungan vitamin dan mineral dari suplemen Becom Zet ini? Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen ini, Anda tidak membutuhkan resep dokter khusus, karena Becom Zet dijual secara bebas di pasaran. Walaupun begitu, Anda tetap harus memerhatikan dosis sesuai dengan aturan jika ingin mengonsumsinya.

Bebas beraktivitas tanpa khawatir sakit dengan menjaga daya tahan tubuh

Ketika seseorang jatuh sakit, maka hal tersebut dapat menghambat segala aktivitas yang perlu dilakukan. Namun, kondisi sakit ini wajar dialami. Hanya saja, kondisi tersebut dapat diatasi dengan menjaga kesehatan tubuh. Menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi suplemen tambahan, seperti Becom Zet dapat meningkatkan vitalitas tubuh.

Suplemen akan sangat membantu orang-orang yang tidak dicukupi dengan makanan bergizi dan bernutrisi. Kandungan di dalam suplemen tersebut dapat mengganti gizi yang tidak didapatkan dari makanan-makanan sehat. Walaupun begitu, memang tidak ada sumber vitamin dan mineral yang lebih baik dari sumber makanan sehat.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, seperti mengalami anemia Pernisiosa Addison dan penyakit defisiensi vitamin B12, Anda tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi suplemen Becom Zet karena dapat memicu gangguan fungsi majemuk dari sumsum tulang belakang.

Berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen merupakan langkah bijak yang dapat dilakukan. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi efek samping yang mungkin terjadi.

Kenali Manfaat dan Efek Samping Arcalion

Obat arcalion sering kali digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti, depresi berat, gejala Alzheimer, kelelahan kronis dan penyakit lainnya. Jika Anda memiliki penyakit seperti disebutkan sebelumnya, maka sebaiknya Anda mengonsumsi obat ini dengan dosis 2-3 tablet per hari untuk orang dewasa. Waktu meminum arcalion pun perlu Anda perhatikan, waktu yang dianjurkan adalah pada pagi dan siang hari sesudah makan.

Usahakan untuk meminum obat ini ketika perut sudah terisi. Komposisi yang terdapat dalam obat arcalion adalah sulbutiamine. Sulbutiamine ini merupakan turunan dari thiamine yang merupakan vitamin B1. Berikut manfaat yang bisa Anda dapatkan setelah minum obat arcalion:

  • Meningkatkan kesehatan fisik terhadap kelelahan
  • Meningkatkan efisiensi neuromuskuler
  • Proses pembelajaran
  • Memori dan fungsi metabolisme korteks serebral

Setelah mengetahui manfaat mengonsumsi arcalion, terdapat beberapa efek samping jika Anda mengonsumsinya tidak sesuai dengan resep atau pun anjuran dari dokter. Meskipun jarang ditemukan, efek samping obat ini bisa sangat berbahaya. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi obat arcalion ini sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Efek samping obat arcalion

  • Tremor
  • Sakit kepala
  • Merasa mual
  • Reaksi alergi pada kulit
  • Gangguan pencernaan

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mengonsumsi obat arcalion:

  • Simpanlah obat pada suhu ruangan dibawah 30 derajat Celsius dan jauhkan dari sinar matahari langsung
  • Konsumsi obat harus sesuai dengan resep dokter
  • Ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi arcalion karena dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan janin
  • Tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan kafein
  • Tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan alkohol
  • Tidak disarankan untuk dikonsumsi bagian Anda yang memiliki hipersensitif terhadap komposisi arcalion.
  • Karena kandungan laktosa, obat arcalion ini memiliki kontraindikasi dengan kasus galaktosemia kongenital
  • Segera hentikan penggunaan jika terjadi alergi pada kulit
  • Jika alergi berlanjut, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan

Golongan obat arcalion ini termasuk ke dalam obat keras. Oleh karena itu, diperlukan obat dokter jika ingin mengonsumsinya. Kemasan arcalion berbentuk box di dalamnya terdapat isi 10 strip dan pada setiap stripnya berisi 6 tablet.