Rekomendasi Sunblock dan Sunscreen Anak yang Terbaik

Di masa pertumbuhan, anak tidak hanya butuh asupan makanan dan minuman yang bergizi dan bermanfaat untuk tubuh. Faktor eksternal juga memiliki pengaruh salah satunya ialah paparan sinar matahari. Sinar matahari pagi hari mengandung vitamin D yang baik untuk memperkuat tulang. Selain itu, rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat mengurangi risiko alergi pada bayi dan anak-anak, serta menambah kebugarannya.

Meski bermanfaat untuk kesehatan tubuh, terlalu sering terpapar sinar matahari juga tidak disarankan, terutama untuk bayi dan anak yang sangat sensitif. Apalagi sinar matahari di atas jam 10.00 yang berpotensi membawa sinar UV yang buruk bagi kulit.

Untuk itu, penting melindungi kulit anak, terutama saat beraktivitas di luar ruangan di siang hari. Saat ini ada banyak sunblock dan sunscreen khusus anak yang beredar di pasaran.

1. Banana Boat Kids SPF 50 Tear Free

Yang membuat produk Boat Banana Kids ini menjadi istimewa adalah karena sunblock dengan SPF 50 ini tidak perih di mata.

Sunblock dalam tube 90 ml seharga Rp 140.000 ini diformulasikan dengan kandungan AvoTrilex. Kandungan itu membuat sunblock tahan air, tetapi memiliki tekstur yang ringan dan lembut sehingga cocok sekali untuk kulit anak yang sensitif. 

2. Beach Hut Kids Sunblock For Kids SPF 100

Tak hanya dapat melindungi kulit saat berada di luar ruangan, Beach Hut Kids SPF 100 yang ini juga juga bersifat water resistant yang dapat digunakan saat anak sedang beraktivitas di pantai atau pun berenang.

Sunblock ini dikemas dalam bentuk botol spray yang mudah diaplikasikan. Dilengkapi dengan vitamin E dan antioksidan yang dapat menjaga kulit anak dari sengatan sinar matahari yang panas. Produk yang dibandrol dengan harga sekitar Rp 150.000 ini boleh diaplikasikan pada kulit bayi usia di atas 6 bulan.

3. Nivea Sun Kids Caring Sun Lotion

Nivea Sun Kids Caring Sun Lotion merupakan sun lotion dengan formula khusus untuk anak. Lotion ini memiliki keistimewaan cepat meresap, tidak menimbulkan rasa lengket dan aman untuk segala jenis kulit anak.

Produk lotion dari Nivea ini tersedia dalam dua pilihan kandungan SPF, yaitu SPF 25 dan SPF 50. Dikemas dalam botol ukuran 100 ml, lotion yang mudah ditemukan di berbagai marketplace atau drugstore ini efektif merawat kelembapan kulit secara intensif dan membantu mengurangi risiko alergi terutama bagi si Kecil yang memiliki jenis kulit sensitif. 

4. Nivea Sun Kids Swim and Play SPF 50

Akan pergi ke pantai atau berenang? Jangan lupa aplikasikan sunscreen yang satu ini. Diformulasikan khusus untuk kulit anak yang halus dan sensitif, Nivea Sun Kids Swim & Play SPF 50 melindungi kulit anak dari paparan sinar matahari penyebab kerusakan kulit jangka panjang.

Dengan formula ringan yang mengandung dexpanthenol untuk membantu menjaga kelembapan di kulit, produk yang dikemas dalam tube 150 ml ini menjanjikan 50 persen perlindungan SPF awal setelah 120 menit digunakan. Jangan lupa untuk mengaplikasikan kembali setelah 1-2 jam ya, Ma.

5. Purebaby Sunblock

Sunblock produksi Purebaby yang dikhususkan untuk bayi dan anak-anak ini mengandung zinc oxide micronized particle yang bermanfaat sebagai bahan aktif melindungi kulit bayi dari efek buruk sinar matahari. Purebaby Sunblock juga dilengkapi dengan kandungan SPF 25 yang dapat melindungi kulit bayi untuk waktu yang cukup lama hingga empat jam.

Tak hanya itu saja, produk pelindung kulit bayi ini juga diperkaya dengan minyak apricot kernel yang dapat melembapkan kulit secara alami sekaligus berfungsi sebagai antioksidan. 

Purebaby juga mengklaim sebagai satu-satunya produk sunblock untuk bayi yang bekerja secara physical non chemical. Artinya, sunblock yang terbuat dari bahan low hazard (0-2) ini tidak diserap oleh kulit, karena mekanisme kerjanya hanya memantulkan radiasi sinar sehingga pemakaiannya aman bagi kulit bayi.

Produk ini dikemas dalam kemasan 100 ml seharga Rp 142.000 dan dapat dibeli di berbagai marketplace, Orami misalnya.

Demikian jenis-jenis sunblock dan sunscreen untuk anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Dengan begitu kamu sebagai orang tua tidak akan bingung menentukan perlindungan bagi kulit si kecil. Pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan dan budgetmu, ya!

Pakai Merries dan Cara Lain Mencegah Ruam Popok

Menghadapi ruam popok bayi pasti sesuatu yang sangat membingungkan. Bayi akan mudah rewel dan merasa tidak nyaman. Bahaya pun bisa mengintai karena ruam yang sudah membuat kulit kemerahan ataupun sampai membuat kulit pecah-pecah bisa menjadi pertanda adanya infeksi jamur. 

Banyak orang tua zaman dulu yang mengatakan bahwa ruam bayi disebabkan oleh pemakaian popok. Hal tersebut bisa saja terjadi, namun jika Anda menggunakan popok yang tepat—seperti Merries—risiko bayi Anda mengalami ruam dapat diminimalkan. 

Daripada pusing memikirkan bagaimana cara mengatasi bayi yang sudah terlanjur mengalami ruam di area selangkangan dan pantatnya, lebih baik Anda mencegah sedari dini. Beberapa tips di bawah ini dapat Anda lakukan dengan mudah untuk mencegah munculnya ruam popok pada bayi. 

  1. Ganti Popok Sesering Mungkin 

Seberapa sering Anda mengganti popok bayi Anda? Semakin jarang Anda mengganti popok, semakin rentan sang buah hati mengalami ruam. Wajarnya penggantian popok bayi berkisar 8—10 kali dalam sehari untuk mencegah munculnya ruam. Bahkan jika memungkinkan, sebaiknya Anda segera mengganti popok bayi yang basah atau kotor untuk menghindari adanya infeksi jamur. 

  1. Bilas Air Hangat 

Beberapa orang masih menggunakan tisu basah untuk membersihkan area selangkangan dan pantat bayi dengan alasan simpel dan higienis. Tanpa disadari, hal tersebutlah yang memicu ruam popok yang menyebalkan. Anda bisa mengganti kebiasaan tersebut dengan menggunakan air hangat untuk membilas selangkangan maupun pantat bayi yang kotor. Cukup bilas dengan air hangat tanpa tambahan sabun karena jika salah pilih sabun, justru ruam bayi bisa lebih mudah muncul dan parah. 

  1. Jangan Menggosok 

Bagaimana cara Anda membersihkan area selangkangan dan pantat bayi ketika mengganti popoknya? Upayakan Anda hanya membersihkan dengan cara menepuk-nepuk area yang hendak dibersihkan dengan lembut. Membersihkan dengan cara menggosok terlihat lebih cepat dan menyeluruh, namun bisa berdampak pada iritasi kulit bayi yang masih sensitif. 

  1. Pilih Popok Berkualitas 

Jangan sembarangan memilih popok bayi dengan pertimbangan harga murah. Pastikan Anda membeli popok bayi yang bersirkulasi udara baik serta memiliki daya serap tinggi. Salah satunya Merries. Dengan daya serap yang tinggi, kemungkinan kulit bayi lembap bisa dikurangi. Sirkulasi udara pada popok yang baik juga mampu meminimalkan risiko ruam terjadi akibat kelembapan parah karena tidak ada sirkulasi udara di area yang terselimuti popok. 

  1. Jangan Kencangkan Popok 

Anda mungkin menganggap popok yang kencang akan mencegah kebocoran ketika bayi buang air. Padahal, ketika Anda terlalu kencang memasangkan popok kepada sang buah hati, aliran udara ke daerah popok bisa terhalang sehingga menciptakan lingkungan lembab yang memicu ruam popok. Popok yang ketat juga dapat menyebabkan lecet di pinggang dan paha bayi. Tidak mau seperti itu, bukan? 

  1. Waktu Tanpa Popok 

Jangan membiarkan bayi Anda terus memakai popok sepanjang hari. Bayi-bayi yang memakai popok tanpa henti lebih rentan mengalami ruam. Berilah waktu tanpa popok bagi buah hati Anda. Salah satu cara memberi waktu tanpa popok pada bayi adalah membaringkan bayi Anda di atas handuk besar dan biarkan dia bermain sambil telanjang. Bahkan Jika memungkinkan, biarkan bayi Anda pergi tanpa popok. Memaparkan kulit ke udara adalah cara alami dan lembut untuk membiarkannya kering. 

  1. Gunakan Salep Teratur 

Penggunaan salep tertentu, seperti petroleum jelly, ternyata cukup ampuh untuk mencegah ruam popok timbul pada bayi Anda. Pertimbangkanlah penggunaannya secara teratur untuk mencegah iritasi kulit. Biasakan menggunakan salep tersebut tiap kali Anda mengganti popok buah hati. 

*** 

Popok berkualitas seperti Merries hanya membantu mencegah ruam popok bayi. Namun jika Anda masih malas mengganti popok bayi ataupun abai terhadap penggunaan salep, jangan heran apabila ruam bayi masih saja terus datang menghampiri buah hati Anda.

Penyebab dan Cara Mengatasi Batuk Pada Anak

Batuk adalah bagian penting sistem pertahanan tubuh. Batuk dapat membantu tubuh membuang bakteri dan iritan yang berpotensi membahayakan tubuh. Batuk hadir dalam berbagai jenis, termasuk batuk berdahak dan batuk kering. Batuk berdahak memproduksi lendir atau dahak, sementara batuk kering tidak. Batuk pada anak-anak dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari sakit demam biasa hingga karena anak menghirup alergen atau benda asing. Meskipun batuk merupakan hal yang normal, jika terjadi secara terus menerus dapat mengindikasikan adanya kondisi medis yang perlu diwaspadai. Artikel ini akan membahas tentang penyebab dan cara mengatasi batuk pada anak

Infeksi virus

Untuk mengetahui cara mengatasi batuk pada anak, Anda perlu mengetahui apa yang menjadi penyebab batuk. Salah satu penyebab batuk yang paling umum dijumpai adalah infeksi virus. Berbagai infeksi pernapasan virus dapat menyebabkan batuk akibat iritasi dan peradangan di saluran pernapasan. Beberapa infeksi yang biasanya disebabkan karena virus dan dapat menyebabkan batuk kering pada anak di antaranya adalah demam, flu, pneumonia, dan bronchiolitis. Tergantung jenis infeksi, batuk dapat terdengar kasar atau memiliki suara mengi. Batuk juga dapat bertambah parah di malam hari karena lendir di hidung menetes ke tenggorokan, menyebabkan iritasi. Gejala atau tanda lain bahwa anak Anda menderita infeksi virus di antaranya adalah demam, hidung mampet atau meler, bersin-bersin, sakit kepala, dan sakit atau nyeri tubuh. 

Berbeda dengan infeksi bakteri, infeksi virus tidak dapat diobati menggunakan perawatan antibiotik. Perawatan lebih berfokus pada cukup banyak istirahat dan cairan. Apabila anak Anda berusia lebih dari 6 bulan, ia bisa diberi ibuprofen atau acetaminophen. Hindari penggunaan aspirin pada anak karena dapat menyebabkan sindrom Reyes. Terkadang batuk masih dapat terjadi selama beberapa minggu setelah infeksi pernapasan virus sembuh. Kondisi ini dikenal dengan nama “post-viral cough”, yang disebabkan karena sisa peradangan atau sensitivitas di saluran napas akibat infeksi. Tidak ada perawatan khusus untuk “post-viral cough”, namun gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. 

Asma

Asma adalah penyakit kronis yang melibatkan peradangan atau penyempitan saluran udara. Hal ini dapat menyebabkan penderita asma kesulitan bernapas. Gejala asma dapat dipicu oleh berbagai hal, termasuk iritan lingkungan, penyakit pernapasan, dan latihan. Sering batuk, baik bersifat kering atau basah, adalah salah satu gejala asma pada anak. Batuk dapat bertambah parah pada malam hari atau saat anak bermain. Anda juga dapat mendengar suara “bersiul” saat anak menarik atau mengeluarkan napas. Dalam beberapa kasus, batuk kronis juga dapat menjadi gejala asma. Gejala asma lain di antaranya adalah kesulitan bernapas atau napas pendek, napas cepat, level energi yang rendah, dan rasa nyeri atau sesak di dada. 

Apabila anak Anda didiagnosa menderita asma, penyedia layanan kesehatan akan bekerjasama dengan Anda untuk mengembangkan metode perawatan yang disebut rencana penanganan asma. Perawatan ini melibatkan pemberian informasi tentang pemicu asma pada anak sekaligus bagaimana cara mengatasi batuk pada anak dan bagaimana serta kapan anak perlu meminum obat mereka. Obat asma membantu menurunkan peradangan pada saluran udara anak. Anak mungkin akan mendapatkan dua jenis obat, satu untuk kontrol asma jangka panjang dan satu untuk meredakan gejala asma dengan cepat. Asma merupakan sebuah kondisi yang tidak boleh disepelakan. Apabila Anda melihat adanya gejala asma, hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan segera. 

Feminisme

Feminisme merupakan konsep yang menunjukkan kesetaraan gender dimana hal tersebut masih diterapkan pada masa ini. Walaupun feminisme mendukung kesetaraan jenis kelamin, hal tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Feminisme dilakukan untuk memberikan peluang yang sama baik pada laki-laki maupun perempuan dalam konteks pekerjaan, politik, dan hal lain seperti kehidupan sosial. Feminisme dibagi menjadi dua bentuk, antara lain feminisme deskriptif dan feminisme normatif.

Feminisme Deskriptif dan Feminisme Normatif

Feminisme deskriptif merupakan pandangan dan perlakuan terhadap perempuan berdasarkan kehidupannya. Feminisme normatif merupakan pandangan ideal tentang perempuan yang perlu diterapkan berdasarkan latar belakang keadilan atau moral.

Pada pendukung feminisme melihat kedua bentuk feminisme tersebut untuk mendukung pernyataan kesetaraan gender di masa sekarang. Pada zaman dahulu, feminisme merupakan revolusi pemikiran. Namun, di zaman sekarang, feminisme tidak hanya diterapkan melalui revolusi pemikiran, namun juga diterapkan sebagai tindakan untuk mempengaruhi masyarakat secara positif.

Pandangan Tentang Feminisme

Sebagian pelaku feminisme berpikir bahwa mereka akan bertindak yang lebih baik dibandingkan dengan laki-laki. Namun, hal tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang baik pada masyarakat, karena kaum laki-laki bisa merasa terintimidasi atas persoalan tersebut.

Selain itu, feminisme diberlakukan supaya kaum perempuan mendapatkan perlakuan yang setara dengan laki-laki seperti memberikan pendapatnya sendiri.

Poin-poin Tentang Feminisme

Selain memperoleh keadilan, berikut adalah beberapa poin yang diterapkan pelaku feminisme:

  1. Setengah potensi dunia berada pada diri perempuan

Jumlah perempuan di seluruh dunia adalah separuh dari populasi dunia. Dengan jumlah tersebut, perempuan bisa memiliki peluang untuk mendominasi di suatu bidang seperti pekerjaan untuk membangun masa depan diri mereka dan orang lain.

Pada zaman dahulu, perempuan tidak dapat hak yang setara dengan laki-laki seperti pekerjaan. Namun, karena R. A. Kartini memperjuangkan kehidupan perempuan, hal tersebut telah berubah sehingga wanita mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki.

  1. Feminisme dapat mengurangi pernikahan dini

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 15 juta perempuan menikah di bawah 18 tahun. Hal tersebut merupakan hal yang memprihatinkan, karena banyak perempuan yang menikah di bawah umur.

Dengan menerapkan feminisme, para perempuan dapat mengikuti pendidikan yang lebih tinggi sebagai rencana di masa depan.

  1. Feminisme dapat meningkatkan pendidikan

Karena banyak perempuan menikah di bawah umur, mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, karena mereka harus fokus pada urusan rumah tangga seperti mengurus anak.

Jika seorang perempuan tidak memiliki pendidikan yang tinggi, maka mereka kemungkinan tidak akan memiliki karir yang bagus seperti laki-laki.

  1. Feminisme dapat membantu perempuan menentukan masa depan

Karena feminisme telah diterapkan di berbagai negara, gerakan tersebut dapat membantu perempuan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga mereka dapat memperoleh pekerjaan yang sama seperti laki-laki.

Masa depan mereka juga dapat ditentukan oleh rencana yang dibuat secara mandiri. Mereka tidak perlu menikah terlebih dahulu jika mereka ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Memperoleh karir yang bagus merupakan cita-cita sebagian orang, dan hal tersebut bukan menjadi halangan bagi perempuan untuk memperoleh hal seperti ini di masa depan.

Dukungan Feminisme

Untuk mendukung feminisme, orang-orang tidak perlu berunjuk rasa. Namun, mereka dapat melakukan hal-hal yang kecil berupa:

  • Bersekolah sampai tingkat SMA atau sederajat.
  • Tidak memikirkan bahwa laki-laki lebih baik dari perempuan.
  • Memahami pendapat perempuan.

Kesimpulan

Feminisme merupakan tindakan yang dapat mendukung kaum perempuan, karena dapat memberikan keadilan bagi perempuan. Untuk mendukung gerakan tersebut, setiap manusia dapat melakukan hal-hal kecil yang (mungkin tanpa disadari) terjadi sehari-hari.