Telinga Tiba-tiba Sakit? Ini Mungkin Penyebabnya

Anda pernah tidak mengalami telinga tiba-tiba sakit seperti dipukul benda tajam, di silet pisau tajam, ataupun perih terbakar? Rasa sakit telinga memang bisa beraneka rupa. Namun yang jelas, ketika rasa sakit itu datang, pasti membuat Anda tidak nyaman. 

Sakit telinga bisa terjadi karena memang adanya suatu penyakit atau masalah telinga yang berkembang dari waktu ke waktu. Tapi, ada juga kondisi sakit telinga yang datang secara mendadak. Telinga tiba-tiba sakit umumnya karena adanya infeksi mendadak baik di bagian telinga itu sendiri, organ lain, ataupun kondisi lingkungan yang kurang memadai bagi kenyamanan telinga. 

Berikut ini adalah berbagai rangkuman penyebab telinga tiba-tiba sakit. Jika Anda kerap mengalami salah satu dari hal di bawah ini, jangan heran jika mendapati rasa sakit yang mendadak di area telinga Anda. 

Telinga sakit bisa disebabkan oleh penyakit telinga maupun efek dari kondisi lainnya

Pemakaian Cotton Bud 

Anda mungkin merasa telinga sudah mulai kotor dan sudah waktunya untuk membersihkan. Anda lalu mengambil cotton bud dengan tujuan mengeluarkan kotoran dari bagian lubang dalam telinga. Apa hasil yang Anda bisa peroleh. Bisa saja memang ada kotoran telinga yang terangkut, namun risikonya justru Anda mengalami telinga tiba-tiba sakit hingga berdengung. Membersihkan lubang telinga memakai cotton bud tidak disarankan karena justru bisa mendorong kotoran untuk menumpuk dekat area genda telinga hingga menimbulkan sakit hingga rusaknya gendang telinga jika terus-menerus dilakukan. 

Berenang Tanpa Pengaman 

Jika Anda punya hobi berenang, mulai sekarang cobalah untuk memakai pelindung telinga ketika melakukan hobi yang satu ini. Soalnya, berenang tanpa pengaman di telinga bisa menimbulkan infeksi telinga di bagian luar, tengah, maupun dalam. Soalnya, air membuat kulit di saluran telinga menjadi terlalu licin dan menciptakan tempat berkembang biak bagi bakteri yang sempurna sampai menimbulkan infeksi. Kondisi inilah yang membuat orang yang suka berenang tiba-tiba mengeluhkan rasa sakit di telinga tanpa alasan yang jelas. 

Masalah Saluran Pernapasan 

Telinga tiba-tiba sakit akan lebih sering dialami oleh orang-orang yang sedang mengidap flu, pilek, ataupun infeksi sinus. Anda mungkin juga pernah mengalami di mana kuping terus-menerus terasa tertusuk dan berdengung ketika pernapasan Anda sedang bermasalah. Ini karena saluran pernapasan sangat berhubungan dengan saluran pendengaran. Jika saluran pernapasan terganggu akibat adanya lendir, saluran ke telinga bagian tengah juga bisa tersumbat hingga menimbulkan infeksi. 

Alami Sakit Gigi 

Area lain yang sangat berhubungan dengan telinga adalah saluran mulut dan gigi. Percayalah, Anda akan mudah merasakan telinga tiba-tiba sakit ketika sedang sakit gigi. Ini karena saraf di antara kedua saluran ini sangat erat dan berhubungan. 

Perubahan Cepat Tekanan Udara 

Pernah tidak Anda merasa telinga sakit tiba-tiba ketika pesawat yang Anda tumpangi mulai lepas landas? Hal ini tidak mengherankan sebab pada saat itu, terjadi perubahan tekanan udara yang signifikan dan tiba-tiba ketika posisi Anda semakin tinggi. Hal yang sama pulalah yang biasa dialami oleh orang-orang yang menyenangi kegiatan menyelam. Anda bisa mengurangi telinga tiba-tiba sakit akibat tekanan udara yang mendadak berubah ini dengan menguap ataupun menggerakkan mulut seperti mengunyah. 

Kemasukan Benda Asing 

Anda mungkin tidak sadar bahwa ada semut kecil yang masuk ke telinga ataupun ada debu yang cukup besar melipir ke kuping. Benda-benda asing tersebut bisa berpengaruh besar pada kondisi telinga karena dapat menimbulkan rasa sakit yang mendadak. 

Paparan Suara Keras 

Jangan kaget ketika mendengar suara yang keras dan berisik, Anda akan mudah merasa telinga sakit tiba-tiba seperti dipukul benda tumpul. Paparan suara yang keras membuat gendang telinga tertekan. Kondisi inilah yang membuat rasa sakit tiba-tiba muncul di area telinga Anda. Kebiasaan memakai headset atau earphone sembar mendengar musik dengan suara menggelegar juga dapat memunculkan kondisi nyeri telinga yang parah karena paparan suara keras lebih dekat ke lubang telinga dan berlangsung dalam waktu cukup lama. 

Jangan terburu-buru panik ketika mengalami telinga sakit tiba-tiba. Anda bisa mencoba menjauhi penyebabnya untuk meredakan nyeri. Penggunaan obat tetes telinga yang sesuai juga dapat Anda jajal.

Gejala dan Penyebab Kanker Serviks

Gejala dan penyebab kanker serviks. Kanker serviks merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang berkembang dan tumbuh pada sel-sel leher rahim.

Kanker serviks yang juga disebut kanker mulut rahim ini cukup umum terjadi pada wanita. Namun, Anda bisa mengurangi faktor risikonya. 

Untuk melakukan pencegahan, Anda perlu mengetahui gejala dan penyebab kanker serviks.

perbedaan radang vagina dan kanker serviks dari penyebab dan gejala

Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks umumnya memiliki perkembangan secara perlahan, sehingga baru menunjukan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Jadi, wanita dengan stadium awal tidak akan merasakan gejala yang jelas hingga tumor terbentuk. Maka dari itu, penting untuk mengetahui atau mendeteksi gejala serviks sejak dini. 

Berikut gejala kanker serviks yang bisa dideteksi sejak dini.

  • Pendarahan tidak wajar pada vagina, seperti pendarahan ketika sedang tidak haid, ketika setelah atau saat berhubungan seks, ketika setelah menopause, ketika habis buang air besar, atau ketika mengalami menstruasi yang lebih panjang
  • Nyeri pada panggul
  • Nyeri di pinggang
  • Nyeri di kaki
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Siklus menstruasi yang tidak beraturan
  • Badan mudah lelah dan lemas
  • Turunnya berat badan meskipun sedang tidak diet
  • Kehilangan nafsu makan
  • Keputihan yang tidak normal, seperti disertai darah atau berbau menyengat
  • Munculnya kutil pada kelamin, yang kadang diakibatkan oleh beberapa jenis infeksi HPV penyebab kanker serviks

Apabila Anda mengalami gejala tanda-tanda tadi, segera periksakan di Anda ke dokter. 

Jangan sampai menunda-nunda sebelum kondisi memburuk dan menjadi lebih parah. Karena menunda hanya akan membuat Anda kehilangan kesempatan untuk mendapatkan perawatan yang efektif.

Anda bisa melakukan perawatan kesehatan dengan menggunakan alat seperti tes pap smear secara rutin ke dokter kandungan.

Gejala pada masing-masing tubuh tiap orang berbeda-beda, bahkan bisa saja ada gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Oleh karena itu, untuk pencegahan, tidak perlu menunggu sampai muncul tanda-tanda.

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab paling umum dari kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus atau disingkat HPV. Dari seratus jenis HPV, ada kira-kira 13 jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks.

Virus ini biasanya ditularkan lewat hubungan seks. Virus ini menghasilkan dua jenis protein, yaitu E6 dan E7, yang menonaktifkan gen-gen yang berperan dalam menghentikan perkembangan tumor pada tubuh wanita.

Inilah yang memicu pertumbuhan sel-sel dinding rahim secara agresif, sehingga mengakibatkan perubahan gen atau mutasi gen yang membuat kanker serviks berkembang.

HPV memang dianggap sebagai penyebab kanker serviks. Meski begitu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker ini, meskipun tidak terkena infeksi HPV. 

Berikut beberapa faktor risiko yang bisa menjadi penyebab kanker serviks.

  • Usia yang semakin berumur, khususnya wanita berusia di atas 40 tahun
  • Faktor keturunan, membuat Anda semakin rentan terkena apabila keluarga Anda pernah mengalami hal ini
  • Berhubungan seksual dengan banyak pasangan, dapat meningkatkan risiko terkena HPV 16 dan 18
  • Perilaku seksual berisiko, seperti tanpa kondom atau berbagi sex toys yang sama dengan orang lain
  • Berhubungan seksual di usia yang terlalu dini
  • Tidak pernah mendapatkan vaksin atau imunisasi HPV
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Kebiasaan makan yang kurang sehat, seperti konsumsi junk food, alkohol serta jarang makan sayur dan buah
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Penggunaan pil KB dalam waktu yang lama, yaitu lebih dari lima tahun
  • Beberapa kali hamil dan melahirkan, biasanya lebih dari tiga kali
  • Melahirkan di usia muda
  • Pengobatan yang menurunkan sistem imun, seperti HIV dan AIDS
  • Terkena penyakit menular seksual, seperti klamidia, HIV, dan AIDS
  • Penggunaan obat diethylstilbestrol (DES), obat hormonal untuk wanita mencegah keguguran. Anak perempuan yang dilahirkan dari pengguna obat ini juga berisiko mengalami kanker

Demikian gejala dan penyebab kanker serviks. Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda merasa mengalami gejala dan faktor risiko kanker serviks. 

HPV dapat ditemukan melalui tes pap smear. Oleh karena itu, tes tersebut sangat penting untuk mencegah kanker serviks karena dapat mendeteksi perbedaan pada sel sebelum berubah menjadi kanker.

Tenggorokan Berdahak Buat Tidak Nyaman, Begini Cara Mengatasinya

Saat Anda mengalami tenggorokan berdahak, Anda tentu merasakan ketidaknyamanan. Seringkali, dahak ini disertai dengan gejala batuk dan gangguan pernapasan. Apabila dibiarkan, kondisi ini akan menghambat Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara yang paling tepat dalam mengatasi gejala batuk berdahak di tenggorokan. Biasanya, cara pengobatan ini akan berbeda-beda pada setiap penderita, tergantung faktor penyebab penumpukan dahak yang mendasarinya.

mengeluarkan dahak di tenggorokan tapi tidak batuk

Cara mengatasi tenggorokan berdahak

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan guan mengatasi penumpukan dahak di tenggorokan. Cara-cara ini melibatkan pengobatan dengan obat-obatan serta perawatan mandiri di rumah.

  • Menjaga kelembaban ruangan

Salah satu penyebab terjadinya penumpukan dahak di tenggorokan adalah ruangan yang terlalu kering. Kekeringan ini bisa terjadi akibat suhu udara yang terlalu panas atau pemakaian pendingin ruangan dalam jangka panjang.

Untuk menghindari dahak akibat kekeringan ruangan, cobalah untuk menggunakan humidifier. Alat ini berfungsi untuk memberikan kelembaban di ruangan Anda, sehingga terhindar dari gejala kekeringan.

  • Meningkatkan hidrasi tubuh

Tenggorokan berdahak juga bisa terjadi akibat dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika tubuh Anda kekurangan cairan akibat kurang minum air atau terlalu banyak meminum minuman yang memicu dehidrasi, seperti kopi, teh, atau alkohol.

Oleh sebab itu, ketika Anda merasakan adanya gejala batuk berdahak, maka langkah paling utama  yang perlu dilakukan adalah memperbanyak minum air. Hal ini penting guna menghindari dahak yang semakin parah akibat dehidrasi. 

Pastikan Anda meningkatkan hidrasi tubuh dengan meminum air mineral. Jangan mencoba mengganti air mineral dengan minuman jenis lainnya. 

  • Menggunakan antibiotik

Antibiotik adalah obat yang sangat efektif dipakai untuk mengobati penyakit infeksi. Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri maupun virus.

Bagi beberapa penderita, dahak di tenggorokan bisa saja disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Contohnya seperti flu, pneumonia, atau bronkitis akut.

Dalam kasus ini, maka pengobatan paling tepat guna mengurangi produksi dahak berlebih adalah mengonsumsi antibiotik. Biasanya, untuk bisa mendapatkan antibiotik, Anda akan memerlukan resep obat dari dokter.

  • Menggunakan obat pengencer lendir

Selain obat antibiotik, ada juga obat pengencer lendir untuk mengatasi tenggorokan berdahak. Obat seperti ini hadir dalam bentuk alat berisi cairan salin hipertonik. Nantinya, melalui alat tersebut, Anda akan menghirup salin melalui nebulizer.

Biasanya, pemberian obat seperti ini diberikan apabila dahak yang Anda alami disertai juga dengan gejala flu atau pilek lainnya.

  • Mengonsumsi obat alergi

Dalam beberapa kasus, penumpukan dahak di tenggorokan bisa juga disebabkan oleh alergi. Biasanya, faktor pemicu alergi ini berasal dari alergen yang ada di udara, seperti debu tungau atau serbuk sari.

Anda perlu mengetahui apakah tenggorokan berdahak yang Anda alami disebabkan oleh alergi atau bukan. Jika iya, maka cara paling efektif untuk mengatasinya adalah menggunakan obat alergi. 

Perlu diketahui, dalam beberapa kasus, dahak yang muncul di tenggorokan juga disebabkan oleh kebiasaan merokok. Sebagian besar perokok memang lebih mudah mengalami produksi dahak yang berlebihan.

Jika Anda ingin menghindari hal ini, maka akan lebih baik untuk mulai berhenti merokok. Memiliki pola hidup yang baik akan berkontribusi untuk kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. 

Apabila kondisi tenggorokan berdahak yang Anda alami sangat parah dan tak kunjung membaik, maka cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Penyebab Jari Kaki Kesemutan yang Perlu Anda Ketahui

Jari kaki kesemutan merupakan gangguan pada tubuh yang kerap terjadi. Jari kaki kesemutan dapat terjadi karena beberapa hal seperti cedera, duduk dalam satu posisi untuk waktu yang lama, ukuran sepatu yang tidak pas, dan gangguan sirkulasi yang mengganggu aliran darah ke kaki. Jari kaki kesemutan juga bisa disebabkan karena kerusakan saraf akibat panas atau dingin yang ekstrem atau dari zat beracun.

Tak hanya itu, jari kaki kesemutan juga dapat ditimbulkan karena kondisi neuropati perifer, yaitu gangguan di mana saraf perifer yang menyampaikan sinyal antara tubuh dan otak dan sumsum tulang belakang tidak berfungsi dengan baik. Neuropati perifer dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit dan gangguan tertentu, termasuk diabetes dan alkoholisme . Dalam beberapa kasus, neuropati perifer tidak diketahui penyebabnya.

Tergantung pada penyebab kesemutan, kesemutan dapat terjadi di kaki atau di area tubuh lainnya. Perasaan kesemutan mungkin satu-satunya gejala yang dapat dialami atau mungkin disertai dengan rasa sakit dan mati rasa. Durasi jari kaki kesemutan sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Gejala yang disebabkan oleh cedera sering kali muncul secara tiba-tiba, sedangkan jari kaki kesemutan akibat neuropati dapat berkembang perlahan dan menetap atau memburuk seiring waktu.

Jari kaki kesemutan bisa disebabkan oleh kerusakan saraf atau kulit di jari kaki dan jaringan di sekitarnya. Gangguan yang memengaruhi saraf, seperti neuropati perifer dan stroke juga dapat menyebabkan kesemutan.

Penyebab Umum Jari Kaki Kesemutan

Jari kaki kesemutan memiliki beberapa penyebab umum termasuk:

  • Terkena paparan racun atau racun
  • Terkena paparan dingin
  • Radang dingin
  • Cedera
  • Iskemia (aliran darah yang tidak mencukupi ke jaringan), seperti penyakit arteri perifer
  • Neuropati perifer (gangguan yang menyebabkan disfungsi saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang)
  • Tekanan pada saraf

Penyakit atau Kelainan yang Menyebabkan Jari Kaki Kesemutan

Jari kaki kesemutan juga bisa disebabkan karena penyakit atau kelainan spesifik yang mendasari yang dapat menyebabkan kerusakan saraf, termasuk:

  • Neuropati alkoholik: kerusakan saraf karena kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Diabetes: penyakit kronis yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan gula sebagai energy.
  • Sindrom Guillain-Barre: gangguan saraf autoimun.
  • Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan pengobatannya.
  • Multiple sclerosis: penyakit yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang dan dapat menimbulkan menyebabkan kelemahan , koordinasi, kesulitan keseimbangan, dan masalah lainnya.
  • Rheumatoid arthritis: penyakit autoimun kronis yang ditandai dengan peradangan sendi.
  • Herpes zoster: reaktivasi virus varicella-zoster, yang tetap berada di dalam tubuh meski dalam keadaan tidak aktif setelah cacar air.
  • Lupus Eritematosus Sistemik: suatu gangguan di mana tubuh menyerang sel-sel dan jaringan sehatnya sendiri.
  • Kekurangan vitamin, terutama vitamin B12.

Penyebab Kesemutan Serius

Dalam beberapa kasus, jari kaki kesemutan juga merupakan gejala dari kondisi serius yang dapat mengancam jiwa sehingga harus segera dievaluasi dalam keadaan darurat. Kondisi serius tersebut meliputi:

  • Stroke
  • Transient ischaemic attack: gejala stroke sementara yang merupakan tanda peringatan akan terjadinya stroke)

Jika kondisi jari kaki kesemutan tidak segera hilang, semakin buruk, disertai rasa sakit, membuat Anda tidak dapat berjalan dengan baik, berisiko jatuh jika tidak dapat merasakan kaki dengan benar, maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi kepada dokter agar diberikan penanganan dan pengobatan yang cepat dan tepat. Jika Anda mengalami kesemutan di kaki disertai dengan sakit kepala parah, kesemutan di wajah, atau kelemahan mendadak, segera hubungi petugas medis segera mungkin agar lebih cepat mendapatkan pertolongan. Hal ini karena gejala tersebut merupakan suatu tanda-tanda stroke yang dapat mengancam nyawa.

Mendeteksi Tubuh Mengalami Kurang Darah dengan Pemeriksaan Anemia

Masyarakat umum mengenal anemia sebagai kondisi kurang darah atau kurangnya hemoglobin di dalam tubuh. Hemoglobin (Hb) pada sel darah merah berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga tubuh memiliki oksigen yang cukup pada tiap jaringannya. Untuk memastikan seseorang mengalami kondisi ini, dibutuhkan pemeriksaan anemia. 

Penyebab penyakit anemia

Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, maka dari itu jenis anemia juga dibagi berdasarkan penyebabnya. Jenis-jenis anemia adalah sebagai berikut:

1. Anemia defisiensi besi

Pada jenis ini, anemia disebabkan oleh kadar zat besi di dalam darah dalam jumlah yang rendah. Saat tubuh kehilangan banyak darah seperti menstruasi atau pendarahan saluran cerna, ia rentan untuk terkena anemia defisiensi besi.

2. Anemia defisiensi vitamin

Tubuh mengalami anemia defisiensi vitamin jika kekurangan beberapa kandungan nutrisi seperti vitamin B12, vitamin C, dan asam folat.

3. Anemia aplastik

Jika sumsum tulang belakang tidak dapat memproduksi sel darah, tubuh akan mengalami anemia aplastik

4. Anemia hemolitik

Penyebab dari anemia hemolitik adalah tubuh menghancurkan sel darah merah sebelum waktunya.

5. Anemia sel sabit

Anemia sel sabit merupakan penyakit keturunan dan dengan kondisi sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit.

6. Talasemia

Anemia jenis talasemia juga merupakan penyakit keturunan. Ditandai dengan kelainan bentuk hemoglobin yang juga membuat sel darah merah hancur sebelum waktunya.

Jika seseorang terindikasi menderita anemia, diperlukan pemeriksaan anemia untuk menentukan jenis apa yang mendasarinya.

Jenis pemeriksaan anemia

Anemia secara umum ditandai dengan gejala lesu, letih, lemah, lelah, dan lalai. Namun,  tetap harus dilakukan pemeriksaan agar pasien dapat diberikan penanganan yang tepat. Beberapa hal yang meliputi pemeriksaan anemia adalah:

  • Tes darah lengkap
  • Tes kadar retikulosit
  • Apus darah tepi

Beberapa pemeriksaan lainnya yang mendukung pemeriksaan ini adalah tes zat besi,  tes vitamin B12, dan asam folat, serta pemeriksaan elektroforesis hemoglobin.

Prosedur pemeriksaan anemia

Pemeriksaan anemia dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien. Tenaga medis mulai mengambil proses pengambilan darah dengan membersihkan area pengambilan darah untuk mencegah infeksi. Kemudian proses pengambilan darah dilakukan pada pembuluh darah vena menggunakan jarum suntik.

Jika sampel darah dirasa sudah cukup, darah akan dimasukkan ke dalam tabung dan kemudian dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan. 

Hasil pemeriksaan anemia

Hasil pemeriksaan anemia akan bergantung dari jenis pemeriksaan yang dilakukan. Berikut hasil pemeriksaan anemia berdasarkan jenisnya:

1. Tes darah lengkap

Tes darah lengkap dilakukan untuk menghitung jumlah dan proporsi sel darah di dalam pembuluh darah. Hasil dari pemeriksaan ini akan menunjukkan:

  • Kadar sel darah merah, hemoglobin, dan  hematokrit (cukup, rendah, atau tinggi)
  • Indeks sel darah

Penderita anemia akan memiliki hasil kada sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit yang rendah. Indeks sel darah merah juga akan menunjukkan hasil yang tidak normal. 

2. Apus darah tepi dan hitung jenis

Tes apus darah dan hitung jenis sel darah putih dilakukan jika hasil tes darah lengkap menunjukkan pasien menderita anemia. 

Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan bentuk sel darah merah dan ada tidaknya sel abnormal di dalam darah.

3. Hitung kadar retikulosit

Pemeriksaan hitung kadar retikulosit akan membantu dokter untuk menentukan penyebab dan jenis anemia. Retikulosit itu sendiri merupakan sel darah merah yang masih muda.

4. Hitung kadar asam folat dan vitamin B12

Fungsi asam folat dan vitamin B12 adalah untuk pembentukan sel darah merah. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kedua kandungan nutrisi ini dibawah angka normal, maka dokter dapat mendiagnosis pasien menderita anemia jenis defisiensi B12 dan folat.

5. Elektroforesis hemoglobin

Hasil dari pemeriksaan elektroforesis hemoglobin adalah evaluasi dari bentuk hemoglobin yang tidak normal. Kondisi ini ditemukan pada pasien penderita anemia sel sabit dan talasemia.

6. Tes zat besi

Hasil dari pemeriksaan ini berguna untuk mendiagnosa jenis anemia defisiensi besi. Terdapat tiga jenis tes zat besi yang dapat dijalani yaitu tes besi  serum, tes feritin serum, dan tes transferrin.

Bila setelah pemeriksaan anemia ditemukan kelainan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat kepada pasien agar pulih kembali.

Waspadai Telinga Bengkak dengan Mengenali Ciri-Cirinya

Pembengkakan pada telinga bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu pada telinga Anda. Sayangnya, tidak semua orang memperhatikan kondisi telinga dengan seksama, sehingga cenderung tidak cepat menyadari ketika mengalami telinga bengkak.

Penyebab telinga berdengung bermacam-macam, mulai dari faktor usia hingga efek obat

Selain itu, beberapa orang juga cenderung mengabaikan pembengkakan ini, apalagi kalau pembengkakan tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Padahal, sebelum kondisi semakin parah, Anda perlu mewaspadainya dan segera mendapatkan perawatan dari dokter. 

Tanda-tanda gejala telinga bengkak

Gejala dari telinga yang membengkak sebenarnya berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini ditentukan oleh faktor penyebab pembengkakan serta tingkat keparahannya. 

Tapi, ada beberapa gejala umum yang bisa Anda kenali. Anda perlu mewaspadai gejala-gejala ini. Berikut ini gejala yang mungkin Anda rasakan berdasarkan faktor penyebabnya: 

  • Gejala telinga lokal

Dalam beberapa kasus, telinga bengkak bisa terjadi karena adanya faktor lokal atau faktor dari masalah telinga itu sendiri. Hal ini akan menimbulkan gejala yang secara langsung dapat Anda rasakan pada bagian telinga Anda. 

Biasanya, gejala ini akan terjadi bersamaan dengan pembengkakan yang terjadi di telinga. Kemungkinan gejala lokal yang akan Anda rasakan adalah kulit yang mengeras, keluarnya cairan dari telinga, telinga gatal, rasa nyeri dan tertekan di telinga, serta ruam kemerahan. 

  • Gejala lain

Bukan hanya pada telinga, gejala juga bisa Anda rasakan pada bagian tubuh lainnya. Gejala ini juga bisa meliputi gejala yang dialami dari dalam tubuh secara keseluruhan. 

Dalam hal ini, gejala lain yang terjadi ketika terjadi pembengkakan pada telinga meliputi demam, batuk, sakit kepala, menggigil, kaku dan nyeri sendi, pilek, sakit tenggorokan, dan berkeringat tak terkendali. 

  • Gejala serius

Terkadang, tergantung penyebabnya, pembengkakan pada telinga juga bisa terjadi karena adanya kondisi medis yang lebih serius. Ketika pembengkakan telinga disertai dengan gejala ini, maka kemungkinan Anda perlu segera mendapatkan pertolongan medis darurat. 

Gejala serius ini meliputi gangguan pernapasan, demam yang sangat tinggi, pembengkakan mendadak pada wajah dan bibir, nyeri yang berdenyut di belakang telinga, dan sakit kepala yang sangat parah. 

Cobalah untuk mengenali tanda-tanda di atas. Hal ini penting untuk memperkirakan tingkat keparahan telinga bengkak Anda. Selain itu, mengenali gejala juga akan membantu Anda untuk menyikapi pembengkakan di telinga dengan lebih tepat. 

Apakah telinga bengkak bisa menyebabkan komplikasi?

Umumnya, pembengkakan pada telinga bisa ditangani dan diatasi, selama Anda tidak menunda pengobatan dan melakukan pemeriksaan ke dokter. Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena pembengkakan telinga adalah kondisi yang umum dan tidak berbahaya. 

Akan tetapi, penting untuk mengetahui apa yang mendasari pembengkakan tersebut. Telinga yang membengkak mungkin tidak berbahaya, tapi kondisi yang mendasarinya bisa saja lebih serius. Dalam beberapa kasus, penyebabnya bahkan bisa mengancam jiwa.

Karena itu, jangan abaikan pembengkakan yang terjadi di telinga Anda. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui cara mengatasinya. Terkadang, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 

  • Mastoiditis, yaitu radang tulang di belakang telinga
  • Infeksi telinga berulang-ulang
  • Gangguan bicara atau berbahasa
  • Meningitis, yaitu infeksi atau radang kantung di sekitar otak dan sumsum tulang belakang

Komplikasi di atas bisa terjadi apabila penyebab telinga bengkak Anda cukup serius dan tidak segera diatasi. Selama kondisi ditangani dengan cara yang tepat, maka pembengkakan Anda bisa disembuhkan dengan bantuan dari dokter.

Berapakah Rata-Rata Panjang Penis Normal?

panjang penis normal

Ukuran penis bagi seorang pria mungkin menjadi hal yang sangat penting. Selain bentuk, banyak pria yang mengkhawatirkan tentang panjang penis yang mereka miliki. Misalnya, panjang penis normal rata-rata pria berapa dan normalkah ukuran penis yang dimiliki. 

Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering kali menghantui para pria, kira-kira berapa sih panjang penis yang normal seorang pria. Nah, artikel kali ini akan membahas tentang ukuran penis rata-rata seorang pria. 

Ukuran penis rata-rata

Penis bisa berukuran panjang, kecil atau ukuran yang tepat, penis membawa banyak beban dalam hal kepercayaan diri seorang pria terhadap kemampuan seksualnya. Oleh karena itu, seorang pria menerka-nerka apakan panjang penis normal atau tidak. 

Kekhawatiran tentang memiliki ukuran penis yang normal adalah hal yang biasa terjadi. Dalam sebuah penelitian, 68,3 % dari 200 pria mengatakan bahwa mereka khawatir tentang ukuran penis mereka. 

Ukuran penis umumnya tidak mempengaruhi fungsi seksual, tetapi mereka yang kurang puas dengan ukuran penisnya melaporkan lebih banyak masalah kesehatan seksual. Oleh karena itu, ketidaknyamanan atas ukuran penis dapat menyebabkan masalah hubungan, kepercayaan diri yang rendah, dan disfungsi ereksi. 

Mereka yang tidak puas dengan citra diri genital mereka juga cenderung merasa tidak nyaman jika orang lain, termasuk penyedia layanan kesehatan melihat penis mereka, mengetahui ukuran penis rata-rata sebenarnya dapat membantu mencegah ekspektasi yang tidak realistis dari menciptakan masalah ini. 

Berapa panjang penis normal?

Panjang rata-rata penis yang ereksi adalah 6 inci, sedangkan lingkar rata-rata (disebut juga juga lingkar) adalah 5 inci. Sedangkan, saat penis sedang tidak ereksi, biasanya berukuran rata-rata 3,61 inci dengan lingkar 3,61 inci. 

Ukuran penis tidak statis, dan dapat berubah sementara terkait dengan suhu. Jika penis terkena suhu dingin, penis akan berubah menjadi lembek dan ukurannya bisa menyusut. Itulah tubuh Anda yang berusaha melindungi penis. Faktor lain, seperti usia juga akan menyebabkan perubahan ukuran penis. 

Faktor yang mempengaruhi ukuran penis

Ukuran penis dipengaruhi oleh hormon selama masa pubertas, biasanya antara usia 10 dan 14 tahun. Penis dapat terus tumbuh hingga seseorang berusia 21 tahun. Tinggi badan, ukuran kaki, berat, dan usia seseorang tidak ada hubungannya dengan ukuran penis mereka. 

Lebih lanjut, diet, pil, dan olahraga juga tidak mempengaruhi ukuran atau bentuk penis. Pembedahan adalah pengecualian yang jarang: panjang penis dan fungsi ereksi diketahui berkurang setelah operasi panggul seperti prostatektomi radikal dan dapat ditingkatkan dengan rehabilitasi penis. 

Pompa penis dan vacuum, yang menarik darah ke penis unutk menciptakan ereksi, menbuat ereksi lebih kuat, tetapi tidak meningkatkan ukuran penis. Penis terdiri dari jaringan ereksi, bukan otot, dan oleh karena itu tidak dapat diperkuat. 

Panjang penis normal dan yang tidak

Anda mungkin berpikir bahwa selama penis pria bekerja dengan baik, mereka tidak akan bermasalah dengan yang lainnya. Padahal Anda salah. Ukuran penis adalah elemen kunci dari citra diri seorang pria. Namun ketika mereka tidak membual kepada pria lain, rata-rata pria secara signifikan meremehkan ukuran relatif penis mereka. 

Contohnya, selama periode dua tahun, 67 pria meminta rumah sakit Italia untuk operasi koreksi penis kecil. Semua ternyata memiliki ukuran penis yang normal. Pria tersebut tidak sendiri, ada sekitar 45% dari saudara laki-lakinya menginginkan penis yang lebih besar. Tidak peduli bahwa 85% wanita heteroseksual mengatakan bahwa mereka puas dengan parameter penis pasangan Anda. 

Bagaimana mengukur ukuran penis? 

Untuk mengukur penis, Anda cukup menggunakan penggaris atau pita pengukur. Saat penis dalam keadaan tidak ereksi atau lembek, ukuran dari ukung penis ke area di mana penis terhubung ke tulang kemaluan. 

Untuk mengukur lingkar, lilitkan pita pengukur di sekitar bagian tengah batang (badan penis). bandingkan ukuran penis saat sedang lembek dan saat ereksi untuk mengetahui perbedaan antara panjang saat sedang tidak ereksi dan saat ereksi. 

Jadi, panjang penis normal saat ereksi adalah 6 inci, sedangkan rata-rata ukuran penis saat tidak ereksi sekitar 3,61 inci. Penting untuk Anda ingat bahwa tidak ada yang “normal” dalam hal ukuran penis. Ini seunik ukuran hidung atau bagian lain dari tubuh Anda. Penis yang lebih besar tidak menjamin kepuasan seksual. Ukuran yang lebih besar ternyata dapat membawa risiko yang lebih tinggi. 

Pengertian QT Syndrome

Gangguan pada ritme jantung yang kemungkinan bisa menyebabkan denyut yang cepat dan tidak beraturan disebut dengan Long QT Syndrome. Kondisi ini terjadi ketika sistem elektrik jantung tidak berfungsi secara normal, penyakit ini mengganggu arus listrik di dalam jantung dan bisa terlihat pada electrocardiogram (ECG).

Kondisi ini biasanya tidak sengaja terdeteksi saat penderita menjalani pemeriksaan rekam jantung, istilah yang digunakan muncul berdasarkan gambar rekam listrik jantung (EKG) yang menunjukkan pemanjangan QT interval . Interval QT ini menggambarkan berapa lama waktu yang dibutuhkan otot jantung untuk berkontraksi memompa darah dan istirahat.

Long QT Syndrome

Kondisi ini muncul karena gangguan transportasi ion di jantung, menyebabkan memanjangnya waktu sistem listrik jantung untuk kembali ke kondisi semula setelah jantung berdetak. Interval QT memanjang hingga meningkatkan risiko terjadinya torsade de pointes, merupakan kondisi dimana bilik jantung memompa terlalu cepat.

Keadaan ini bisa berakibat fatal, namun baiknya sudah tersedia obat guna mengontrol irama jantung yang tidak beraturan. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan pemasangan alat pacu jantung atau disebut juga pacemaker untuk mengendalikan irama jantung. Penderita dalam kebanyakan kasus tidak merasakan gejala apapun, namun bisa berupa berikut ini.

  • Pingsan ketika sedang merasa senang berlebihan, marah, ketakutan atau sedang melakukan olahraga.
  • Kejang-kejang dan henti jantung, gejala ini juga dapat muncul saat penderita sedang tidur maupun terjaga.

Penyebab adanya kondisi ini belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko seseorang berada dalam keadaan ini. Jika memiliki beberapa faktor berikut, diharapkan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah kondisi fatal yang tidak diduga.

  • Faktor Keturunan

Bawaan lahir disebabkan oleh ketidaknormalan dalam gen penderita, kemungkinan seseorang untuk mengidap kondisi ini akan meningkat jika terdapat salah satu anggota keluarga kandung penderita yang juga mengidap penyakit serupa.

  • Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu sangat berpotensi memperpanjang interval QT sehingga munculah penyakit ini yang menyerang si penderita.

  • Cacat Lahir

Salah satu cacat bawaan atau sejak dari lahir yang membuat anak-anak rentan terkena penyakit ini adalah tuli.

Cara Pengobatan

Pengobatan untuk penyakit ini bertujuan untuk mencegah detak jantung yang terlalu cepat dan tidak beraturan. Sehingga, pencegahan ini diharapkan mampu membuat penderita terhindar dari kematian mendadak. Langkah penanganan yang dianjurkan oleh dokter tergantung pada penyebab hingga kondisi penderita, seperti berikut ini.

  • Untuk penyakit yang diakibatkan kondisi medis lain, dokter akan menangani penyebab dasarnya dan kemungkinan memberikan obat untuk mengontrol irama jantung.
  • Jika penderita mengonsumsi obat-obatan pemicu munculnya penyakit ini, dokter akan mengajarkan penderita untuk menghentikan konsumsinya dan mengganti dengan obat lain.
  • Untuk kondisi karena bawaan lahir, dokter akan meresepkan obat-obatan dan menyarankan pembedahan atau penanganan alat pacu jantung.

Apabila seseorang mengalami Long QT Syndrome bawaan harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang boleh serta tidak boleh dikonsumsi. Segera mencari pertolongan medis jika mengalami kondisi yang menyebabkan kadar kalium dalam darah rendah.

Misalnya muntah-muntah atau diare, pasalnya beberapa kondisi tersebut dapat memunculkan penyakit ini dengan gejala kejang dan pingsan. Meski demikian kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja, bermula pada usia antara 8-20 tahun, namun muncul pada 1 dari 5.000 orang sehingga termasuk cukup langka.

Demikian pengertian QT syndrome yang perlu dipahami. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Fakta-fakta dari Sanksi Tolak Vaksin Covid 19

Sudah tahu bahwa ada sanksi tolak vaksin covid 19? Jadi, jika Anda termasuk orang yang masih ragu-ragu untuk menerima suntikan vaksin corona virus, sebaiknya Anda berpikir ulang. Pasalnya, mau divaksin bukan hanya meningkatkan kekebalan tubuh Anda terhadap serangan virus Covid 19. Lebih daripada itu, mau menerima suntikan vaksin akan menghindarkan Anda dari berbagai sanksi tolak vaksin Covid 19 yang sudah diputuskan oleh pemerintah. 

Langkah pemberian sanksi tolak vaksin Covid 19 ini dibuat bukan tanpa sebab. Bagaimanapun, angka infeksi yang belum juga mereda membuat pemerintah harus bertindak tegas untuk menciptakan herd immunity di Indonesia. Asal tahu saja, sampai 26 Februari 2021 pukul 12.00 WIB, jumlah kasus covid 19 telah menyentuh angka 1.322.866 kasus. 

sanksi tolak vaksin covid-19

Di balik sanksi tolak vaksin Covid 19, ternyata banyak hal menarik yang bisa Anda simak. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai penolakan terkait vaksin Covid 19 sehingga akhirnya pemerintah memutuskan menetapkan sanksi. 

  1. Herd Immunity 

Penetapan sanksi tolak Covid 19 akhirnya diputuskan pemerintah bukannya tanpa sebab. Hal ini merupakan bagian strategi pemerintah untuk membuat herd immunity dari virus corona baru di Indonesia. 

Pemerintah menargetkan setidaknya 180 juta orang mau divaksin untuk bisa membuat Indonesia memiliki herd immunity. Angka tersebut setara dengan 70 persen penduduk. Target vaksin ke ratusan juta orang tersebut diharapkan bisa terlaksana tidak sampai 15 bulan ke depan. 

  1. Penolak Vaksin Tinggi 

Pemerintah sendiri membuat penetapan sanksi tolak covid 19 karena melihat cukup tingginya angka penolakan vaksin covid 19 di nusantara. Menurut beberapa survei, persentase penolak vaksin covid 19 mencapai kisaran 16-40 persen. 

Persentase penolak vaksin di Indonesia berkali-kali lipat dibandingkan persentase penolak vaksin di dunia. Berdasarkan data World Health Organization, penolak vaksin di dunia diperkirakan berada di level 7,6 persen. Artinya, jumlah penolak vaksin di Indonesia paling buruk bisa mencapai 5 kali lipat daripada persentase penolak vaksin di seluruh dunia. 

  1. Rangkul Peragu 

Membujuk kelompok penolak vaksin covid 19 memang sulit. Bahkan adanya sanksi tolak vaksin covid 19 diperkirakan tidak akan mampu merayu para penolak ini untuk berbalik arah menjadi mau menerima vaksin covid 19. 

Aturan sanksi tolak covid 19 sebenarnya lebih ditujukan untuk merangkul masyarakat yang masih ragu mau atau tidak divaksinasi. Jumlah masyarakat yang masih ragu divaksin sendiri cukup besar, yakni mencapai 27,6 persen. Jika kelompok ini pada akhirnya menjadi penolak, rencana membuat herd immunity di Indonesia bisa gagal. 

  1. Dipayungi Perpres 

Sanksi tolak vaksin covid 19 tidak dibuat menjadi aturan langsung dari pusat. Pemerintah pusat hanya menyediakan payung hukum berupa Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi. 

Dalam Pasal  13a ayat 4 perpres tersebut termaktub, setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi dapat dikenakan sanksi administratif, mulai dari penghentian pemberian jaminan sosial penundaan sampai penghentian layanan administrasi pemerintahan. Ada pula aturan dalam perpres yang menyebutkan sanksi tolak vaksin covid 19 dapat berupa denda. Namun, bentuk konkretnya bergantung pemerintah daerah yang memutuskan. 

  1. Jakarta Memulai 

DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang mulai mempertimbangkan sanksi tolak covid 19. Diputuskan bahwa penerima bantuan sosial DKI Jakarta yang terdampak covid 19 terancam tidak lagi menerima bantuan apabila menolak vaksinasi covid 19. 

Bukan hanya itu, DKI Jakarta bahkan menerapkan sanksi ganda bagi penolak vaksin Covid. Selain pemberhentian bantuan sosial, masyarakat yang tidak mau divaksin juga terancam denda. Besarannya mencapai Rp5 juta per orang. 

Sudah tahu bukan sanksi tolak vaksin covid 19? Saat ini mungkin baru Jakarta yang memutuskan dengan detail, namun daerah lain pasti segera menyesal. Jangan sampai Anda terkena dendanya karena hanya terhasut untuk tidak percaya keamanan dan keefektifan vaksin covid 19 yang sudah ada, ya.

Faktor Risiko Alami Uveitis, Peradangan di Lapisan Uvea

Merupakan peradangan yang terjadi pada uvea atau lapisan di tengah mata disebut dengan uveitis, munculnya kondisi ini ditandai dengan salah satu atau kedua mata terlihat sangat merah. Biasanya juga disertai rasa nyeri pada mata hingga membuat penglihatan menjadi kabur, kasus peradangan uvea paling umum terjadi pada iris dan badan siliar mata.

image Uveitis

Uvea merupakan lapisan tengah di bagian mata yang terdiri atas selaput pelangi mata (iris), lapisan pembuluh darah mata atau koroid dan jaringan ikat antara iris dan koroid (badan siliar). Tepatnya, uvea terletak di antara bagian putih mata (sklera) dan bagian belakang mata yang fungsinya untuk menangkap cahaya atau juga disebut dengan retina.

Faktor Risiko Uveitis

Kondisi ini sering kali tidak diketahui apa penyebabnya dan terkadang bahkan dialami oleh orang sehat, namun sebagian besar kasusnya dikaitkan dengan gangguan autoimun. Berikut ini beberapa kondisi atau penyakit autoimun yang diduga dapat memicu uveitis yang perlu diketahui oleh banyak masyarakat.

  1. Rheumatoid arthritis atau peradangan sendi.
  2. Psoriasis, yakni peradangan kulit.
  3. Ankylosing spondylitis atau peradangan sendi pada tulang belakang.
  4. Sarkoidosis, merupakan peradangan yang muncul di berbagai bagian tubuh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, mata dan kulit.
  5. Penyakit kawasaki, merupakan peradangan dinding pembuluh darah.
  6. Kolitis ulseratif, yakni peradangan usus besar.
  7. Crohn’s Disease, merupakan peradangan yang terjadi di dalam saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus.

Penyakit lainnya seperti herpes, tuberkulosis, toksoplasmosis, sifilis, HIV/AIDS dan histoplasmosis. Selain itu ada pula kondisi yang menjadi faktor risiko seseorang mengalami penyakit ini, seperti usia seseorang di rentang 20-50 tahun, menggunakan lensa kontak, pernah melakukan operasi mata dan paparan racun atau zat kimia pada mata.

Penyakit yang muncul bisa terjadi secara bertahap dalam beberapa hari atau secara tiba-tiba, pengidap dengan gejala bertahap biasanya akan merasa daya penglihatannya menurun. Bisa disertai dengan pandangan menjadi buram, selain itu jika dilihat dari luar maka penderita tetap terlihat normal dan gejala yang tiba-tiba penderita cenderung merasa nyeri.

Kondisi yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan berbagai keluhan lain, maka dari itu sangat dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami beberapa gejala di atas. Selain itu, penanganan yang dilakukan bisa mencegah adanya berbagai komplikasi yang disebabkan penyakit ini, berikut di antaranya.

  1. Sinekia posterior, keadaan di mana iris yang melekat pada lensa mata karena peradangan.
  2. Katarak, keadaan yang mengganggu penglihatan dan bahkan menyebabkan kebutaan karena munculnya tekstur keruh pada lensa mata.
  3. Glaukoma, timbulnya tekanan pada mata sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada saraf otak.
  4. Ablasio retina, merupakan kondisi lepasnya dari pembuluh darah yang menyuplai darah ke mata.

Pengobatan Uveitis

  1. Konsumsi Obat-obatan
  • Kortikosteroid, merupakan jenis obat yang diresepkan dokter bagi penderita kondisi ini yang tujuannya untuk mengurangi peradangan.
  • Antibiotik atau antivirus, jika kondisi diakibatkan infeksi maka dokter akan memberi obat antibiotik atau antivirus yang tujuannya untuk mengendalikan infeksi.
  • Obat imunosupresif, umumnya diberikan ketika kondisi terjadi pada kedua mata atau pengobatan dengan kortikosteroid gagal atau kondisi semakin parah hingga pasien mengalami kebutaan.
  1. Operasi

Operasi dilakukan jika gejala yang muncul sudah cukup parah atau penanganan dengan obat tak lagi membuahkan hasil efektif. Beberapa prosedur operasi yang bisa dilakukan adalah dengan vitrektomi yakni dengan bedah mata guna mengambil cairan vitreus pada mata. Dan yang kedua operasi penanaman alat pelepas obat.