Fakta-fakta dari Sanksi Tolak Vaksin Covid 19

Sudah tahu bahwa ada sanksi tolak vaksin covid 19? Jadi, jika Anda termasuk orang yang masih ragu-ragu untuk menerima suntikan vaksin corona virus, sebaiknya Anda berpikir ulang. Pasalnya, mau divaksin bukan hanya meningkatkan kekebalan tubuh Anda terhadap serangan virus Covid 19. Lebih daripada itu, mau menerima suntikan vaksin akan menghindarkan Anda dari berbagai sanksi tolak vaksin Covid 19 yang sudah diputuskan oleh pemerintah. 

Langkah pemberian sanksi tolak vaksin Covid 19 ini dibuat bukan tanpa sebab. Bagaimanapun, angka infeksi yang belum juga mereda membuat pemerintah harus bertindak tegas untuk menciptakan herd immunity di Indonesia. Asal tahu saja, sampai 26 Februari 2021 pukul 12.00 WIB, jumlah kasus covid 19 telah menyentuh angka 1.322.866 kasus. 

sanksi tolak vaksin covid-19

Di balik sanksi tolak vaksin Covid 19, ternyata banyak hal menarik yang bisa Anda simak. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai penolakan terkait vaksin Covid 19 sehingga akhirnya pemerintah memutuskan menetapkan sanksi. 

  1. Herd Immunity 

Penetapan sanksi tolak Covid 19 akhirnya diputuskan pemerintah bukannya tanpa sebab. Hal ini merupakan bagian strategi pemerintah untuk membuat herd immunity dari virus corona baru di Indonesia. 

Pemerintah menargetkan setidaknya 180 juta orang mau divaksin untuk bisa membuat Indonesia memiliki herd immunity. Angka tersebut setara dengan 70 persen penduduk. Target vaksin ke ratusan juta orang tersebut diharapkan bisa terlaksana tidak sampai 15 bulan ke depan. 

  1. Penolak Vaksin Tinggi 

Pemerintah sendiri membuat penetapan sanksi tolak covid 19 karena melihat cukup tingginya angka penolakan vaksin covid 19 di nusantara. Menurut beberapa survei, persentase penolak vaksin covid 19 mencapai kisaran 16-40 persen. 

Persentase penolak vaksin di Indonesia berkali-kali lipat dibandingkan persentase penolak vaksin di dunia. Berdasarkan data World Health Organization, penolak vaksin di dunia diperkirakan berada di level 7,6 persen. Artinya, jumlah penolak vaksin di Indonesia paling buruk bisa mencapai 5 kali lipat daripada persentase penolak vaksin di seluruh dunia. 

  1. Rangkul Peragu 

Membujuk kelompok penolak vaksin covid 19 memang sulit. Bahkan adanya sanksi tolak vaksin covid 19 diperkirakan tidak akan mampu merayu para penolak ini untuk berbalik arah menjadi mau menerima vaksin covid 19. 

Aturan sanksi tolak covid 19 sebenarnya lebih ditujukan untuk merangkul masyarakat yang masih ragu mau atau tidak divaksinasi. Jumlah masyarakat yang masih ragu divaksin sendiri cukup besar, yakni mencapai 27,6 persen. Jika kelompok ini pada akhirnya menjadi penolak, rencana membuat herd immunity di Indonesia bisa gagal. 

  1. Dipayungi Perpres 

Sanksi tolak vaksin covid 19 tidak dibuat menjadi aturan langsung dari pusat. Pemerintah pusat hanya menyediakan payung hukum berupa Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi. 

Dalam Pasal  13a ayat 4 perpres tersebut termaktub, setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi dapat dikenakan sanksi administratif, mulai dari penghentian pemberian jaminan sosial penundaan sampai penghentian layanan administrasi pemerintahan. Ada pula aturan dalam perpres yang menyebutkan sanksi tolak vaksin covid 19 dapat berupa denda. Namun, bentuk konkretnya bergantung pemerintah daerah yang memutuskan. 

  1. Jakarta Memulai 

DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang mulai mempertimbangkan sanksi tolak covid 19. Diputuskan bahwa penerima bantuan sosial DKI Jakarta yang terdampak covid 19 terancam tidak lagi menerima bantuan apabila menolak vaksinasi covid 19. 

Bukan hanya itu, DKI Jakarta bahkan menerapkan sanksi ganda bagi penolak vaksin Covid. Selain pemberhentian bantuan sosial, masyarakat yang tidak mau divaksin juga terancam denda. Besarannya mencapai Rp5 juta per orang. 

Sudah tahu bukan sanksi tolak vaksin covid 19? Saat ini mungkin baru Jakarta yang memutuskan dengan detail, namun daerah lain pasti segera menyesal. Jangan sampai Anda terkena dendanya karena hanya terhasut untuk tidak percaya keamanan dan keefektifan vaksin covid 19 yang sudah ada, ya.

Faktor Risiko Alami Uveitis, Peradangan di Lapisan Uvea

Merupakan peradangan yang terjadi pada uvea atau lapisan di tengah mata disebut dengan uveitis, munculnya kondisi ini ditandai dengan salah satu atau kedua mata terlihat sangat merah. Biasanya juga disertai rasa nyeri pada mata hingga membuat penglihatan menjadi kabur, kasus peradangan uvea paling umum terjadi pada iris dan badan siliar mata.

image Uveitis

Uvea merupakan lapisan tengah di bagian mata yang terdiri atas selaput pelangi mata (iris), lapisan pembuluh darah mata atau koroid dan jaringan ikat antara iris dan koroid (badan siliar). Tepatnya, uvea terletak di antara bagian putih mata (sklera) dan bagian belakang mata yang fungsinya untuk menangkap cahaya atau juga disebut dengan retina.

Faktor Risiko Uveitis

Kondisi ini sering kali tidak diketahui apa penyebabnya dan terkadang bahkan dialami oleh orang sehat, namun sebagian besar kasusnya dikaitkan dengan gangguan autoimun. Berikut ini beberapa kondisi atau penyakit autoimun yang diduga dapat memicu uveitis yang perlu diketahui oleh banyak masyarakat.

  1. Rheumatoid arthritis atau peradangan sendi.
  2. Psoriasis, yakni peradangan kulit.
  3. Ankylosing spondylitis atau peradangan sendi pada tulang belakang.
  4. Sarkoidosis, merupakan peradangan yang muncul di berbagai bagian tubuh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, mata dan kulit.
  5. Penyakit kawasaki, merupakan peradangan dinding pembuluh darah.
  6. Kolitis ulseratif, yakni peradangan usus besar.
  7. Crohn’s Disease, merupakan peradangan yang terjadi di dalam saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus.

Penyakit lainnya seperti herpes, tuberkulosis, toksoplasmosis, sifilis, HIV/AIDS dan histoplasmosis. Selain itu ada pula kondisi yang menjadi faktor risiko seseorang mengalami penyakit ini, seperti usia seseorang di rentang 20-50 tahun, menggunakan lensa kontak, pernah melakukan operasi mata dan paparan racun atau zat kimia pada mata.

Penyakit yang muncul bisa terjadi secara bertahap dalam beberapa hari atau secara tiba-tiba, pengidap dengan gejala bertahap biasanya akan merasa daya penglihatannya menurun. Bisa disertai dengan pandangan menjadi buram, selain itu jika dilihat dari luar maka penderita tetap terlihat normal dan gejala yang tiba-tiba penderita cenderung merasa nyeri.

Kondisi yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan berbagai keluhan lain, maka dari itu sangat dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami beberapa gejala di atas. Selain itu, penanganan yang dilakukan bisa mencegah adanya berbagai komplikasi yang disebabkan penyakit ini, berikut di antaranya.

  1. Sinekia posterior, keadaan di mana iris yang melekat pada lensa mata karena peradangan.
  2. Katarak, keadaan yang mengganggu penglihatan dan bahkan menyebabkan kebutaan karena munculnya tekstur keruh pada lensa mata.
  3. Glaukoma, timbulnya tekanan pada mata sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada saraf otak.
  4. Ablasio retina, merupakan kondisi lepasnya dari pembuluh darah yang menyuplai darah ke mata.

Pengobatan Uveitis

  1. Konsumsi Obat-obatan
  • Kortikosteroid, merupakan jenis obat yang diresepkan dokter bagi penderita kondisi ini yang tujuannya untuk mengurangi peradangan.
  • Antibiotik atau antivirus, jika kondisi diakibatkan infeksi maka dokter akan memberi obat antibiotik atau antivirus yang tujuannya untuk mengendalikan infeksi.
  • Obat imunosupresif, umumnya diberikan ketika kondisi terjadi pada kedua mata atau pengobatan dengan kortikosteroid gagal atau kondisi semakin parah hingga pasien mengalami kebutaan.
  1. Operasi

Operasi dilakukan jika gejala yang muncul sudah cukup parah atau penanganan dengan obat tak lagi membuahkan hasil efektif. Beberapa prosedur operasi yang bisa dilakukan adalah dengan vitrektomi yakni dengan bedah mata guna mengambil cairan vitreus pada mata. Dan yang kedua operasi penanaman alat pelepas obat.

Kenali Macam-Macam Penyakit Infeksi Berdasarkan Penyebabnya

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh serangan dari mikroorganisme, atau disebut juga dengan patogen. Mikroorganisme ini masuk ke dalam tubuh Anda dan menyebabkan kerusakan.

Ada berbagai macam mikroorganisme yang bisa menimbulkan kerusakan berupa infeksi. Beberapa di antaranya adalah virus, bakteri, parasit, jamur, dan prion.

Apa saja jenis penyakit infeksi?

Jenis penyakit infeksi ditentukan oleh mikroorganisme yang menyebabkannya. Mikroorganisme yang berbeda akan memiliki cara penyebaran yang berbeda pula. 

Berikut ini jenis-jenis infeksi berdasarkan mikroorganisme yang menyebabkannya:

  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri bisa terjadi karena adanya kelebihan strain bakteri berbahaya dalam tubuh. Bakteri ini bisa datang dalam berbagai macam bentuk dan ukuran. Biasanya, paparan bakteri terjadi karena faktor lingkungan.

Bakteri bisa menginfeksi bagian tubuh manapun. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa tidak semua bakteri itu berbahaya. Ada juga bakteri yang baik untuk kesehatan, seperti bakteri pada usus yang membantu sistem pencernaan.

Umumnya, infeksi bakteri bisa diobati dengan antibiotik. Antibiotik bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri, sekaligus membunuh bakteri yang sudah ada. 

Jenis antibiotik yang perlu Anda minum saat terinfeksi berbeda-beda, tergantung pada sumber infeksinya.

  • Infeksi virus

Selain bakteri, virus juga menjadi mikroorganisme yang cukup umum menyebabkan infeksi. Virus adalah mikroorganisme yang ukurannya sangat kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri. 

Virus bersifat parasit dan memerlukan sel inang untuk melangsungkan siklus hidupnya. Setelah virus memiliki sel inang di dalam tubuh Anda, mereka bisa bereproduksi. 

Ada banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa penyakit infeksi virus yang paling umum adalah flu dan pilek. 

Ada juga virus yang akan terus ada di dalam tubuh Anda seumur hidup. Virus jenis ini bukanlah virus yang aktif. Atau bisa saja, virus ini pada awalnya tidak aktif, namun seiring berjalannya waktu menjadi aktif. Contohnya seperti virus herpes simpleks. 

  • Infeksi parasit

Parasit adalah mikroorganisme yang hanya bisa hidup dengan menempel dan mengambil ‘makanan’ dari organisme lain. Beberapa parasit mungkin tidak akan mengganggu kesehatan manusia, namun ada juga parasit yang akan tumbuh, berkembang biak, dan menyerang sistem organ Anda. 

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit adalah malaria, kudis, serta infeksi cacing pita. Kondisi ini umumnya diobati dengan obat khusus yang diresepkan oleh dokter. 

Obat yang diresepkan akan berbeda-beda bagi setiap pasien. Karena, pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala serta jenis parasit yang menyebabkan infeksi.

  • Infeksi jamur

Jamur merupakan mikroorganisme yang sangat beragam. Biasanya, jamur bisa ditemukan di mana saja pada lingkungan Anda, termasuk di dalam tanah, di udara, di ruangan yang lembab seperti kamar mandi, dan juga di tubuh Anda sendiri.

Ukuran jamur juga beragam. Ada jamur yang bisa dilihat dengan kasat mata. Tapi, ada juga jamur yang berukuran sangat kecil, sampai Anda tidak bisa melihatnya.

Sebenarnya, tidak semua jamur bisa menyebabkan penyakit infeksi. Tapi, jamur yang menyebabkan infeksi biasanya akan membuat Anda mengalami inflamasi, salah satunya pada paru-paru.

Pengobatan untuk infeksi jamur biasanya menggunakan obat antijamur. Obat ini perlu diberikan dengan dosis yang tepat. Karena, apabila dibiarkan, infeksi jamur bisa menimbulkan efek berbahaya untuk kesehatan.

Itulah macam-macam jenis penyakit infeksi berdasarkan mikroorganisme yang menyebabkannya. Untuk mengetahui jenis infeksi yang Anda alami, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter.

Sindrom Zollinger-Ellison dan Gangguan Kesehatan Lain yang Terkait

Sistem pencernaan manusia memegang peranan penting dalam mekanisme tubuh. Sayangnya, fakta yang ada menyatakan bahwa mereka mudah terserang gangguan kesehatan. Di dalam kelompok masalah kesehatan sistem pencernaan, ada satu kondisi yang disebut sindrom zollinger-ellison. 

Sindrom zollinger-ellison merupakan suatu penyakit langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor yang disebut gastrinoma. Gastrinoma biasa muncul di pankreas atau di duodenum (bagian atas usus halus). Sindrom zollinger-ellison dapat menyerang siapa saja, baik manusia lanjut usia, maupun mereka yang lebih muda. Akan tetapi, umumnya mereka yang terserang sindrom zollinger-ellison rata-rata berusia 30 sampai 60 tahun. 

Penderita sindrom zollinger-ellison biasanya tak menyadari kapan atau mengapa mereka dapat terserang penyakit ini. Pasalnya, gejalanya kerap kali muncul secara spontan dan tidak terduga, atau dalam kata lain; sporadis.

Kendati demikian, dalam jumlah yang lebih sedikit (sekitar 25 persen penderita), penyakit ini timbul karena terjadi kelainan genetik. Kondisi kelainan genetik yang berujung pada terciptanya sindrom zollinger-ellison adalah multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1).

Adapun penyakit MEN 1 ini umum sekali terjadi karena diturunkan secara autosomal dominan, di mana hanya diperlukan satu salinan gen yang cacat untuk menyebabkan sindrom zollinger-ellison ini. 

Gen yang tidak berfungsi dapat diwariskan dari salah satu orang tua atau dapat merupakan hasil dari gen yang bermutasi (berubah) pada individu yang terkena. Risiko meneruskan gen yang tidak berfungsi dari orang tua yang terkena ke keturunan adalah 50% untuk setiap kehamilan. Risikonya sama untuk pria dan wanita.

Nah, mereka yang menderita sindrom zollinger-ellison akibat mutasi genetik MEN 1 ini memiliki gejala dan karakteristik yang berbeda-beda. Tingkat keparahan MEN 1 punya andil besar dalam seberapa parah sindrom zollinger-ellison yang seorang derita.

MEN 1 dan sindrom zollinger-ellison ini seperti tak terpisahkan. Oleh karenanya, tak ada salahnya membahas lebih jauh mengenai MEN 1 ini untuk dapat memahami sindrom zollinger-ellison secara lebih lengkap.

Multiple endocrine neoplasia type 1 adalah kelainan genetik yang mana tumor dapat muncul dari sel berbagai kelenjar endokrin, seperti kelenjar paratiroid, pankreas, dan kelenjar pituitari.

Selain sindrom zollinger-ellison, orang dengan MEN-1 juga kerap mengembangkan hiperparatiroidisme atau sekresi hormon paratiroid yang berlebihan. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan kadar kalsium darah. Gejala yang timbul dari kondisi tersebut termasuk gangguan ginjal, kelainan tulang dan/atau gangguan kesehatan lainnya.

MEN 1 ini juga mengembangkan tumor lain di dalam pankreas, tepatnya di organ yang mengeluarkan hormon insulin (insulinomas), atau hormon yang membantu mengatur kadar glukosa gula dalam darah. Pada individu dengan insulinoma, sekresi insulin yang berlebihan menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang tidak normal (hipoglikemia).

Beberapa orang dengan MEN-1 juga dapat mengembangkan tumor hipofisis, berpotensi menyebabkan produksi berlebihan dari hormon hipofisis tertentu. Gejala dan temuan terkait dapat bervariasi, tergantung pada apakah tumor mengeluarkan hormon tersebut dan hormon mana yang terlibat.

Untuk mendeteksi sindrom zollinger-ellison, seseorang harus melakukan pemeriksaan medis yang cermat dan lengkap, termasuk di dalamnya mengaitkan dengan riwayat penyakit sebelumnya, serta melakukan pemeriksaan penunjang khusus. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui level gastrin (hormon yang dikeluarkan oleh gastrinoma) di dalam tubuh.

Agar terhindar dari sindrom zollinger-ellison, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah tidak menderita MEN 1. Masalahnya, hingga kini dunia kedokteran belum menemukan cara yang akurat agar seseorang tidak mengalami MEN 1. Kembali lagi, seseorang mungkin hanya bisa mengupayakan agar senantiasa melakukan pola hidup yang bersih dan sehat.

Apa itu DiGeorge Syndrome?

DiGeorge syndrome merupakan penyakit genetik langka dimana kondisi tersebut disebabkan oleh hilangnya bagian kecil dari kromosom 22. DiGeorge syndrome dapat menimbulkan sejumlah komplikasi seperti cacat jantung dan disfungsi kelenjar timus.

Penyebab

Setiap bayi lahir dengan dua salinan kromosom 22 dari kedua orang tuanya. Jika bayi mengalami DiGeorge syndrome, mereka akan kehilangan salah satu dari salinan kromosom tersebut. Hal tersebut setara dengan sekitar 30 hingga 40 gen. Jumlah gen yang hilang bisa terjadi baik di dalam sperma ayah, sel telur ibu, maupun pada saat awal perkembangan janin.

DiGeorge syndrome bisa diturunkan oleh orang tua penderita yang pernah mengalami penyakit tersebut, namun tidak pernah merasakan suatu gejala.

Gejala

Gejala yang dialami penderita DiGeorge syndrome bervariasi. Sebagian penderita mengalami gejala sejak lahir, namun sebagian mengalami gejala ketika memasuki usia dewasa. Tingkat keparahan yang dialami penderita juga berbeda.

Berikut adalah gejala yang timbul akibat DiGeorge syndrome:

  • Murmur jantung (kondisi dimana jantung tidak dapat membuka atau menutup dengan baik).
  • Kulit membiru karena penderita kekurangan sirkulasi darah pembawa oksigen.
  • Perubahan pada wajah seperti mata yang melebar dan telinga yang rendah.
  • Celah pada langit mulut.
  • Keterlambatan pada kemampuan motorik.
  • Keterlambatan dalam pertumbuhan.
  • Kesulitan makan.
  • Berat badan sulit naik.
  • Sering mengalami infeksi.
  • Masalah pendengaran.
  • Masalah pernafasan.
  • Masalah pada tulang dan otot.
  • Masalah kesehatan mental.
  • Keterlambatan atau ketidakmampuan dalam belajar.

Komplikasi

Penderita DiGeorge syndrome juga berpotensi mengalami komplikasi berikut:

  • Cacat jantung

DiGeorge syndrome sering menyebabkan cacat jantung karena pasokan darah rendah. Cacat jantung terjadi karena adanya lubang di bagian bawah jantung dan hanya ada satu pembuluh besar yang mengarah ke bagian luar jantung.

  • Hipoparatiroidisme

Hipoparatiroidisme terjadi karena kelenjar paratiroid mengecil dan menghasilkan lebih sedikit hormon paratiroid. Hal tersebut menyebabkan kadar kalsium berkurang, sedangkan kadar fosfor bertambah di dalam darah.

  • Disfungsi kelenjar timus

Kelenjar timus berada pada bagian tulang dada yang merupakan tempat berkembangnya sel T. Jika sel T sudah matang, sel tersebut dapat melawan infeksi. Penderita DiGeorge syndrome memiliki kelenjar timus yang kecil atau tidak memilikinya sama sekali. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penderita lebih mudah mengalami infeksi.

  • Langit bibir sumbing

Langit bibir sumbing menyebabkan penderita sulit menelan.

  • Masalah autoimun

Karena penderita DiGeorge syndrome memiliki sistem imun yang lebih lemah dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki kondisi normal, mereka bisa lebih berisiko terhadap masalah autoimun seperti artritis reumatoid.

Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter

Jika Anda atau anak Anda mengalami DiGeorge syndrome, Anda dapat menghubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan DiGeorge syndrome.
  • Daftar gejala yang timbul akibat DiGeorge syndrome.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi tersebut seperti:

  • Apakah anak Anda sering mengalami kesulitan dalam belajar?
  • Apakah anak Anda bisa makan dengan baik?
  • Apakah anak Anda mengalami perilaku tertentu sehingga membuat Anda khawatir?

Pengobatan

Dokter dapat memberikan pengobatan berdasarkan komplikasi yang dialami penderita. Berikut adalah contoh pengobatan yang dapat dilakukan dokter:

  • Cacat jantung

Penderita DiGeorge syndrome yang mengalami cacat jantung perlu menjalani operasi untuk memperbaiki kondisi jantung.

  • Hipoparatiroidisme

Pengobatan hipoparatiroidisme adalah suplemen kalsium dan vitamin D.

  • Langit bibir sumbing

Penderita yang mengalami langit bibir sumbing perlu menjalani operasi untuk memperbaiki bagian wajah tersebut.

Kesimpulan Walaupun langka, DiGeorge syndrome merupakan kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Ada berbagai gejala dan komplikasi yang timbul akibat sindrom tersebut. Meskipun demikian, ada sejumlah pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk memperbaiki kondisi penderita.

Alami Ciri-ciri Kanker Mulut Ini? Segera ke Dokter

Kebanyakan penderita kanker sulit sembuh dan berujung pada kematian karena penanganan yang terlambat, tidak terkecuali pada penderita kanker mulut. Kondisi ini terjadi karena penderitanya tidak menyadari ciri-ciri kanker mulut sedari awal untuk bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. 

Kanker mulut sendiri merupakan pertumbuhan sel jahat yang mengacu pada salah satu bagian yang membentuk mulut. Sel kanker tersebut bisa tumbuh di lidah, gusi, bibir, hingga langit-langit mulut. Kanker mulut tak lain merupakan bagian dari jenis kanker yang dikelompokkan dalam kategori kanker kepala dan leher. Jadi ketika seseorang terdiagnosa mengalami kanker mulut, penanganannya pun akan meliputi bagian kepala dan leher. 

Penanganan yang lebih cepat terkait kanker tentunya membuahkan hasil yang lebih baik. Untuk itu, memahami ciri-ciri kanker mulut sedari awal menjadi sangat penting. Perhatikan apa Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini sebab tanda-tanda tersebut merupakan gejala umum dari kanker mulut. 

  1. Disfagia 

Disfagia merupakan kondisi kesulitan menelan. Banyak orang menanggapi disfagia sebagai tanda munculnya radang tenggorokan. Namun jika kondisi ini muncul terlalu sering, Anda mesti berhati-hati sebab bisa jadi disfagia tersebut merupakan sinyal awal dari pertumbuhan sel kanker dalam rongga mulut. 

  1. Sariawan 

Jangan terburu-buru panik mendengar ciri-ciri kanker mulut yang satu ini. Tidak semua jenis sariawan merupakan gejala dari kanker. Umumnya, sariawan yang menjadi tanda pertumbuhan sel kanker dalam rongga mulut adalah yang tidak kunjung sembuh dalam hitungan beberapa minggu. Coba periksakan diri ke dokter alami mengalami gejala ini. 

  1. Suara Serak 

Lagi-lagi, gejala yang satu ini lebih sering diarahkan ke kondisi peradangan di bagian tenggorokan. Padahal, suara serak yang tidak kunjung membaik bisa menjadi pertanda adanya sel kanker pada rongga mulut Anda. Suara serak karena terjadinya radang umumnya diikuti dengan demam. Namun jika tidak, Anda mesti mewaspadai kemungkinan penyakit lain dari gejala ini. 

  1. Bercak Putih 

Perhatikan bagian selaput mulut yang membatasi rongga mulut dengan dinding pipi. Apakah Anda melihat bercak putih di bagian tersebut? Jika iya, cobalah menggosoknya dengan kasa steril dan air hangat. Bercak putih yang tidak berbahaya umumnya akan hilang ketika digosok air hangat. Namun jika bercak putih tersebut merupakan ciri-ciri kanker mulut, sifatnya akan permanen dan tidak akan pudar, meskipun sudah digosok dengan kasa steril. 

  1. Sakit Telinga 

Tahukah Anda kondisi mulut dan telinga sangat berhubungan? Apabila terjadi sesuatu di mulut Anda, gejala yang menimbulkan ketidaknyamanan juga akan dirasakan di bagian telinga. Termasuk ketika sel kanker mulut mulai tumbuh, umumnya penderita akan mengalami sakit telinga tanpa alasan yang jelas. 

  1. Penebalan Gusi 

Banyak orang mengeluhkan sakit gigi, namun sebenarnya tidak bermasalah. Gusilnyalah yang memiliki problem sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Terkait gusi, ciri-ciri kanker mulut juga dapat timbul di bagian rongga mulut yang satu ini. Gusi umumnya akan mengalami penebalan sehingga membuat mual terasa sakit apabila terjadi pembentukan sel kanker di dalamnya. 

  1. Sulit Menggerakkan 

Bagian rongga mulut Anda biasanya akan mengalami masalah gerak ketika sel kanker mulai tumbuh. Bagian rongga mulut yang paling sulit mengalami kesulitan gerak sebagai ciri-ciri sel kanker, biasanya adalah rahang dan lidah. Kesulitan gerak ini juga bisa berefek ke kondisi artikulasi suara yang Anda keluarkan mendadak cadel. 

  1. Pendarahan Mulut 

Pertumbuhan sel asing di mulut juga sangat mungkin membuat area mulut mengalami luka. Karena itulah, jangan kaget jika tiba-tiba penderita kanker mengalami pendarahan mulut secara tiba-tiba. Apabila Anda sempat atau tengah mengalami gejala ini pula, bergegaslah berkonsultasi ke dokter. 

*** 

Memahami ciri-ciri kanker mulut sedari dini bisa membuat kemungkinan sembuh Anda semakin besar. Jadi, jangan takut ke dokter jika menemui gejala yang mengarah ke kondisi kanker, ya.

Penyebab Serta Cara Mengatasi Miss V Berdenyut

Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, kondisi Miss V yang bermasalah dapat mempengaruhi performa seksual seseorang. Salah satu masalah yang sering dikeluhkan para wanita adalah Miss V berdenyut. Biasanya hal tersebut tidak terlalu mengganggu dan hanya terjadi sekali saja. Akan tetapi, kondisi Miss V berdenyut seringkali membuat wanita merasa panik dan tidak tenang sehingga menurunkan mood  dalam berhubungan seksual. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memahami penyebab dan cara untuk mengatasi kondisi tersebut. Berikut ini merupakan penyebab serta cara mengatasi Miss V berdenyut. 

Penyebab miss V berdenyut bisa terjadi akibat spasme otot

Penyebab Miss V berdenyut 

Kondisi Miss V berdenyut yang dialami oleh masing-masing wanita bisa dipicu oleh penyebab yang berbeda. Berikut ini merupakan beberapa penyebab Miss V berdenyut. 

  • Spasme otot

Salah satu penyebab Miss V berdenyut adalah spasme otot. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai otot di tubuh termasuk otot vagina yang secara tiba-tiba memunculkan sensasi nyeri, rasa tidak nyaman, kram, dan berdenyut. Spasme otot dipicu oleh kecemasan, kelelahan, kurang nutrisi, terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan kafein, penggunaan obat tertentu, dan stres.

  • Disfungsi dasar panggul 

Miss V berdenyut bisa jadi disebabkan oleh disfungsi dasar panggul akibat otot area tersebut menjadi sangat lemah atau sangat kencang. Disfungsi dasar panggul umumnya terjadi karena persalinan, menopause, mengejan terlalu keras, penuaan, serta obesitas. Beberapa gejala lain yang menyertai misalnya nyeri di area kemaluan dan punggung bawah, sakit saat berhubungan seksual, sering buang air kecil, dan nyeri ketika buang air kecil.

  • Vaginismus

Vaginismus terkait dengan kecemasan, trauma psikis, dan rasa takut. Saat vaginismus terjadi, wanita biasanya akan mengalami Miss V berdenyut, nyeri saat berhubungan seksual, atau bahkan tidak mampu mengalami penetrasi.

  • Parestesia

Parestesia juga dapat memicu Miss V berdenyut. Kondisi ini terjadi akibat tekanan saraf atau kurangnya aliran darah pada Miss V. Parestesia akan memunculkan sensasi menggelitik, mati rasa di tubuh tertentu, serta sensasi seperti tertusuk jarum. 

Cara mengatasi Miss V berdenyut

Beberapa cara dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk mengatasi Miss V berdenyut yang Anda alami. Akan tetapi, cara ini hanya efektif digunakan jika kondisi tergolong ringan dan tidak disertai nyeri hebat di area Miss V. Beragar cara tersebut yaitu: 

  • Istirahat secara teratur dan cukup.
  • Lakukan manajemen stres yang baik.
  • Alihkan perhatian dan fokus terhadap hal lain. 
  • Lakukan senam kegel untuk memperkuat otot dasar panggul
  • Penuhi asupan cairan harian, minimal konsumsi air sebanyak 8 gelas/hari. 
  • Buat tubuh menjadi rileks dengan cara seperti meditasi atau yoga.
  • Atur pola makan agar lebih sehat dan berkualitas. 

Tanda Miss V berdenyut berbahaya

Umumnya, Miss V berdenyut akan mereda dengan sendirinya setelah Anda melakukan berbagai cara di atas untuk mengatasi hal tersebut. Akan tetapi, terdapat beberapa tanda khusus yang menjadi indikasi bahwa Miss V berdenyut yang dialami merupakan gejala dari kondisi yang lebih serius. Apabila Anda menemukan berbagai hal ini bersamaan dengan Miss V berdenyut maka segera hubungi dokter untuk mendapat bantuan medis. 

  • Rasa sakit saat berhubungan seksual atau buang air kecil.
  • Keluar darah bersamaan dengan urine.
  • Intensitas Miss V berdenyut yang tinggi. 
  • Terasa perih dan nyeri saat Miss V berdenyut. 
  • Keputihan berlebih dan tidak kunjung reda.
  • Nyeri di area panggul.
  • Pendarahan pada vagina.

Menjaga kebersihan dan kesehatan Miss V amatlah penting. Dengan memiliki Miss V yang sehat maka aktivitas Anda juga tidak akan terganggu. Selain itu, lakukan pengecekan secara rutin dengan dokter terkait kondisi Miss V seperti menggunakan tes pap smear dan pemeriksaan kanker ovarium. Pastikan pula untuk selalu menggunakan alat kontrasepsi ketika berhubungan dan tidak berganti-ganti pasangan seksual agar terhindar dari ancaman penyakit dan infeksi pada Miss V. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai Miss V berdenyut dan kondisi vagina lainnya, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer terjadi ketika penumpukan di dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menjadi menyempit. Kondisi ini biasanya memengaruhi orang-orang yang memiliki diabetes tipe 2, yang mana rentan menderita kolesterol tinggi dan penyakit jantung. 

Menurut Asosiasi Diabetes Amerika, satu dari tiga orang yang menderita diabetes dan berusia di atas 50 tahun memiliki penyakit arteri perifer. Dokter sering mendiagnosa penyakit arteri perifer ketika kondisi ini menyebabkan gangguan atau masalah pada kaki. Karena penumpukan dan penyempitan arteri terjadi di semua pembuluh darah pada tubuh, orang-orang dengan penyakit arteri perifer memiliki risiko tinggi terhadap serangan jantung dan stroke. 

Apabila Anda memiliki kekhawatiran menderita penyakit ini, konsultasi dengan dokter segera. Mereka akan membantu Anda merawat gejala yang timbul dan melindungi jantung dan pembuluh darah. 

Gejala dan penyebab penyakit arteri perifer

Di Amerika, menurut Institut Jantung, Paru, dan Darah Nasional, penyakit arteri perifer menyerang jutaan orang. Meskipun demikian, kebanyakan dari mereka sering tidak menyadari mereka menderita kondisi ini. Tidak hanya itu, dokter dan pasien tidak memperhatikan tanda atau gejala dari kondisi ini. Beberapa gejala penyakit arteri perifer di antaranya adalah:

  • Rasa nyeri pada betis saat Anda berjalan atau berolahraga yang akan hilang setelah Anda beristirahat. Kondisi ini dikenal dengan sebutan “claudication”. 
  • Mati rasa, kesemutan, atau adanya sensasi seperti ditusuk jarum di bagian bawah kaki.
  • Luka pada kaki yang tidak sembuh atau sembuh dengan sangat perlahan. 

Terkadang, gejala penyakit arteri perifer sangat ringan sehingga Anda mungkin tidak akan mencurigai diri Anda menderita kondisi ini. 

Dalam beberapa kasus, Anda tidak akan menghiraukan rasa nyeri pada kaki dan tidak akan menduga penyakit arteri perifer karena Anda akan menganggapnya sebagai salah satu bentuk atau tanda-tanda penuaan. Itulah sebabnya Anda perlu benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan tubuh dan menganggap gejala penyakit arteri koroner dengan serius, karena perawatan dini sangat penting untuk melindungi sistem pembuluh darah Anda. 

Apabila Anda menderita penyakit arteri perifer, plak menumpuk di dinding pembuluh darah dan menghambat aliran darah dan oksigen ke kaki. Tergantung tingkat keparahan, kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri pada kaki bagian bawah saat Anda berjalan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, dan kaki yang terasa dingin saat Anda beristirahat. 

Diabetes dapat meningkatkan risiko seseorang dalam menderita penyakit arteri perifer. Selain itu, Anda dapat memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit ini apabila Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung, memiliki tekanan darah tinggi, memiliki kolesterol yang tinggi, pernah menderita serangan jantung atau stroke sebelumnya, kelebihan berat badan atau obesitas, tidak aktif secara fisik, seorang perokok, dan berusia lebih dari 50 tahun. 

Beritahu dokter seputar faktor risiko ini. Apabila Anda memiliki risiko tinggi menderita penyakit arteri perifer, dokter dapat memeriksa tanda-tanda atau gejala penyakit tersebut. Dokter juga akan merekomendasikan perubahan gaya hidup atau pendekatan lain guna menurunkan risiko Anda menderita penyakit arteri perifer. 

Apabila Anda menderita penyakit arteri perifer, kemungkinan Anda dalam memiliki serangan jantung atau stroke akan meningkat. Menurut penelitian yang dilaporkan oleh Jurnal Asosiasi Medis Amerika, penyakit arteri koroner merupakan predictor serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyebab pembuluh darah yang kuat. Karena itulah sangat penting bagi dokter untuk dapat mendiagnosa dan merawat penyakit arteri perifer sejak dini.

Resistensi Insulin dan Cara Memulihkannya

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel di otot, lemak, dan hati Anda tidak merespons insulin dengan baik dan tidak dapat menggunakan glukosa dari darah untuk energi. Untuk mengatasinya, pankreas membuat lebih banyak insulin. Seiring berjalannya waktu, kadar gula darah Anda naik.

Sindrom resistensi insulin mencakup sekelompok masalah seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2. Anda mungkin juga mendengarnya disebut sindrom metabolik.

Anda tidak dapat mengetahui bahwa Anda memiliki resistensi insulin berdasarkan perasaan Anda. Anda harus menjalani tes darah yang memeriksa kadar gula darah Anda. Selain itu, Anda tidak akan tahu apakah Anda memiliki sebagian besar kondisi lain yang merupakan bagian dari sindrom resistensi insulin (tekanan darah tinggi, kadar kolesterol “baik” rendah, dan trigliserida tinggi) tanpa mengunjungi dokter. Berikut beberapa tanda resistensi insulin:

  • Garis pinggang lebih dari 40 inci pada pria dan 35 inci pada wanita
  • Pembacaan tekanan darah 130/80 atau lebih tinggi
  • Tingkat glukosa puasa lebih dari 100 mg / dL
  • Tingkat trigliserida puasa lebih dari 150 mg / dL
  • Tingkat kolesterol HDL di bawah 40 mg / dL pada pria dan 50 mg / dL pada wanita
  • Tag kulit
  • Bercak kulit gelap seperti beludru yang disebut acanthosis nigricans

Resistensi insulin merupakan faktor pendorong yang menyebabkan diabetes tipe 2, diabetes gestasional dan prediabetes. Resistensi insulin sangat erat kaitannya dengan obesitas; bagaimanapun, insulin dapat menjadi resisten tanpa kelebihan berat badan atau obesitas.

Bagaimana resistensi insulin berkembang menjadi diabetes tipe 2? Ketika Anda mengalami resistensi insulin, pankreas membuat insulin ekstra untuk menggantikannya. Untuk sementara, ini akan berhasil dan kadar gula darah Anda akan tetap normal.

Namun, seiring waktu, pankreas Anda tidak akan mampu mengimbangi. Jika Anda tidak membuat perubahan dalam cara makan dan olahraga, kadar gula darah Anda akan naik sampai Anda menderita prediabetes. Namun Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk membalikkan resistensi insulin dan mencegah diabetes tipe 2, seperti:

  • Olahraga. Lakukan setidaknya 30 menit sehari dengan aktivitas sedang (seperti jalan cepat) 5 hari atau lebih dalam seminggu. Jika Anda tidak aktif sekarang, segera lakukan aktivitas fisik.
  • Dapatkan berat badan yang sehat. Jika Anda tidak yakin berapa yang harus Anda timbang atau bagaimana cara mencapai tujuan penurunan berat badan, tanyakan kepada dokter Anda. Anda mungkin juga ingin berbicara dengan ahli gizi dan pelatih pribadi bersertifikat.
  • Makan makanan yang sehat. Konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, polong-polongan, dan protein tanpa lemak lainnya.
  • Minum obat. Dokter Anda mungkin meresepkan obat yang disebut metformin (Fortamet, Glucophage, Glumetza, Riomet) untuk membantu menjaga gula darah Anda tetap terkendali.

Selain hal-hal di atas, penelitian modern telah menunjukkan bahwa resistensi insulin dapat diatasi dengan metode pengobatan yang mengurangi berapa banyak insulin yang diproduksi atau dikonsumsi tubuh melalui suntikan insulin atau pompa insulin. Selain itu, mengurangi resistensi insulin dapat dicapai dengan mengikuti diet rendah karbohidrat dan ketogenik.

Jika Anda merasa Anda atau kerabat Anda mungkin memiliki resistensi insulin, segera berkonsultasi dengan dokter.

7 Tips Mencegah Refluks Asam Lambung

Sering dipandang sepele, masalah refluks asam lambung nyatanya menjangkiti jutaan orang di dunia. Kodisi naiknya asam lambung dari lambung kembali ke kerongkongan tidak hanya membuat penderitanya merasa mual atau merasa nyeri dada. Jika Anda terlalu sering mengalami refluks asam lambung, terdapat potensi kerongkongan menjadi rusak sehingga penderitanya menjadi sulit menelan, tidak hanya makanan, tetapi juga minuman.

Ketika mengalami refluks asam lambung, Anda akan cenderung merasakan panas di area perut bagian atas. Tidak jarang penderitanya akan mengalami batuk berkelanjutan dan nyeri dada yang parah sehingga mengganggu berbagai aktivitas harian.

Banyak penyebab terkait penyakit yang berhubungan dengan pencernaan ini. Sebagian besar penyebab refluks asam lambung tak lain bersumber dari kebiasaan hidup yang salah. Karena itu, dengan melakukan beberapa perbaikan pola hidup seperti di bawah ini, kemungkinan terjadinya refluks asam lambung dapar diminimalkan.

  • Turunkan Berat Badan

Orang-orang dengan berat badan berlebih bahkan obesitas akan lebih mudah mengalami refluks asam lambung. Kondisi ini terjadi karena lemak perut yang berlebihan dapat memberi tekanan ekstra pada perut Anda. Lemak-lemak tersebut tanpa disadari mendorong cairan lambung untuk naik ke kerongkongan. Pada saat itulah, refluks asam lambung terjadi. Satu-satunya upaya untuk meredakan kondisi tersebut adalah dengan meminimalkan keberadaan lemak dengan menurunkan berat badan.

  • Makan Porsi Kecil

Kebanyakan refluks asam lambung terjadi setelah seseorang makan. Namun, aktivitas makan sendiri bukanlah penyebab masalah pencernaan ini. Anda baru akan mengalami refluks asam lambung jika makan dalam porsi besar. Banyaknya makanan tersebut cenderung memberi tekanan pada lambung. Untuk menyiasatinya, mulai sekarang makanlah dengan porsi kecil. Biasakan makan sebelum Anda merasa sangat lapar untuk menghindari terlalu banyaknya makanan yang Anda konsumsi.

  • Hindari Berbaring setelah Makan

Saat Anda beraring selepas makan, makanan yang seharusnya turun ke lambung bisa dengan mudah menjalar naik ke kerongkongan. Karena itu, sangat tidak dianjurkan Anda langsung berbaring setelah makan. Berilah jeda minimal 3 jam dari waktu makan dengan waktu Anda berbaring untuk memastikan makanan yang masuk sudah terolah dalam lambung dan sulit kembali naik ke kerongkongan.

  • Kurangi Makanan Penyebab

Beberapa makanan terbukti aktif meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kafein, cokelat, makanan pedas, serta makanan berlemak menjadi penyebab refluks asam lambung yang cenderung terus dikonsumsi. Jika Anda sudah mulai mengkhawatirkan kondisi refluks asam lambung yang semakin sering, mulai sekarang berusahalah mengurangi asupan makanan yang memicu kondisi tersebut.

  • Ubah Posis Tidur

Posisi rebah akan membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Jika Anda termasuk sering mengalami kenaikan asam lambung, mulai sekarang cobalah mengubah posisi tidur Anda. Anda bisa meninggikan bantal untuk mencegah refluks asam lambung. Posisi tidur menyamping pun lebih menyehatkan Anda karena bisa meminimalkan terjadinya kenaikan asam lambung yang tiba-tiba.

  • Kenaikan Pakaian Longgar

Pakaian ternyata berpengaruh pada kondisi lambung Anda. Jika terlalu ketat, khususnya di bagian pinggang, lambung akan lebih mudah tertekan dan mendorong naiknya cairan asam ke kerongkongan. Jadi jika ingin terhindar dari refluks asam lambung, cobalah mencari pakaian yang agar longgar dan tidak memberi tekanan pada pinggang Anda.

  • Berhenti Merokok

Nikotin yang terkandung pada rokok nyatanya sangat ampuh menciptakan refluks asam lambung. Pasalnya, nikotin membuat otot-otot lambung mengendur sehingga asam yang ada di dalamnya mudah naik ke kerongkongan. Nikotin pada rokok juga membuat kemampuan air liur untuk membersihkan asam di kerongkongan menjadi berkurang jauh. Jadi, masih mau merokok, walaupun Anda sudah terlalu sering mengalami refluks asam lambung?

***

Mengubah pola hidup yang simpel ternyata mampu berefek positif jauh bagi kesehatan Anda. Dengan refluks asam lambung yang bisa dikontrol, Anda pun akan lebih aktif menjalani berbagai kegiatan tanpa keluhan.