Penyebab Sesak Napas Saat Tidur

Pada umumnya orang mengira jika sesak napas merupakan gejala munculnya penyakit asma, padahal anggapan ini belum tentu benar. Sesak napas saat tidur khususnya bisa jadi muncul karena masalah lain, seseorang yang tidak memiliki sakit asma sangat mungkin mengalami sesak napas. Sangat penting untuk mengetahui penyebab seseorang mengalami asma.

Sesak napas bisa muncul secara tiba-tiba, terjadi sementara dan bisa mereda dengan cepat, apabila membuat penderitanya merasa seolah terikat di bagian dada seperti tercekik maka disebut dengan sesak napas akut. Sebagian besar penyebab sesak napas adalah karena masalah jantung dan paru-paru, gangguan ini terjadi karena karbondioksida tidak terproses dengan baik.

Penyebab Sesak Napas

Dalam kebanyakan kasus, sesak napas akut dapat hilang ketika faktor pemicunya juga hilang atau disembuhkan dengan melakukan pengobatan yang sesuai dari penyebab sesak napas tersebut. Sesak napas saat tidur khususnya dapat terjadi karena beberapa penyebab berikut ini, kondisi ini penting untuk diamati.

  1. Tersedak

Ketika seseorang tersedak karena menelan atau kemasukan benda tidak seharusnya ke dalam saluran pernapasan, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kesulitan bicara dan sesak napas. Dalam hal ini usahakan sebisa mungkin untuk batuk dan mengeluarkan benda yang tersangkut di tenggorokan.

  1. Pilek

Kondisi hidung yang tersumbat dengan lendir atau terus-terusan berair juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sesak napas, biasanya ini terjadi saat seseorang pilek. Lendir karena pilek akan menghalangi jalan keluar masuknya udara.

  1. Keracunan Karbon Monoksida

Keracunan bisa terjadi jika seseorang terlalu banyak menghirup karbon monoksida, gas ini berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat atau kayu. Karbon monoksida tidak berbau, tidak menimbulkan warna, tidak mengiritasi kulit dan juga mata. Tetapi sangat berbahaya jika kadarnya terlalu banyak dalam tubuh.

Gas ini bisa mengikat erat hemoglobin dan ikut mengalir bersama darah ke seluruh tubuh, karena memiliki sifat beracun maka dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan sel, sehingga tubuh menjadi kekurangan oksigen. Dalam keadaan ini seseorang bisa mengalami sesak napas karena asupan oksigen berkurang.

  1. Alergi

Kebanyakan orang tidak menyadari jika alergi bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sesak napas, hampir semua jenis alergi, mulai makanan, bulu binatang, debu hingga reaksi alergi yang dipicu perubahan suhu. Beberapa kondisi ini bisa menyebabkan reaksi alergi berupa sesak napas, meskipun reaksi alergi sebenarnya tidak berbahaya.

  1. Tamponade Jantung

Merupakan kondisi darurat medis ketika darah atau cairan memenuhi ruang antara selaput tipis yang membungkus jantung atau perikardium dan otot jantung. Keadaan ini memberi tekanan yang sangat kuat pada jantung sehingga mengganggu kinerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Kurangnya pasokan darah ke jantung dan tubuh bisa menyebabkan sesak napas.

  1. Pneumonia

Penyebab sesak napas saat tidur selanjutnya adalah pneumonia atau infeksi pada paru-paru karena bakteri, virus dan jamur. Infeksi ini menyebabkan sel-sel organ tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen, kondisi inilah yang membuat seseorang mengalami sesak napas.

  1. Emboli Paru

Merupakan kondisi penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru-paru, kasus yang sering terjadi emboli disebabkan karena adanya gumpalan darah beku di arteri yang mengalir ke paru-paru. Gumpalan juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain, seperti panggul, lengan hingga jantung atau trombosis vena dalam.

Keadaan ini membuat aliran darah ke salah satu atau kedua paru menjadi sangat terbatas, sehingga tak jarang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas dalam waktu yang tidak terduga karena kemunculannya yang tiba-tiba.

Efek Samping Vape vs Rokok dan Cara Berhenti Merokok

Ketika pertama kali vape diluncurkan, perdebatan mengenai vape vs rokok juga mulai terjadi. Vape diciptakan sebagai alternatif merokok yang aman. Namun bukti penelitian mengatakan hal yang sebaliknya.

Baik vape atau rokok konvensional memiliki dampak merugikan bagi tubuh. Meski penelitian belum mengetahui dengan jelas efek samping dari merokok, vape jelas bukan pengganti rokok yang aman. 

Efek jangka panjang merokok 

Merokok telah terbukti memiliki efek buruk bagi kesehatan. Di setiap kemasan rokok, iklan, atau papan reklame selalu dicantumkan bahaya merokok dan asap rokok. 

Untuk mengingatkan kembali, berikut ini efek merokok jangka panjang pada kesehatan menurut CDC:

  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan peradangan umum
  • Meningkatkan risiko kanker di seluruh tubuh, terutama paru-paru, tenggorokan, ginjal, dan perut
  • Memicu serangan asma
  • Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung
  • Meningkatkan risiko katarak di usia lanjut
  • Mengurangi jumlah dan kualitas sperma
  • Merokok saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran dan cacat bawaan
  • Menyebabkan masalah kesehatan secara keseluruhan, sehingga meningkatkan biaya perawatan kesehatan

Efek jangka panjang vape

Bahaya vape seringkali dikaitkan dengan kandungan nikotin pada cairan vape. Faktanya penelitian terbaru menemukan bahwa mengisap vape dengan cairan tanpa nikotin dan perasa pun dapat membawa pengaruh buruk pada tubuh, seperti mengganggu sirkulasi darah, pembuluh darah yang lebih kaku, dan kadar oksigen darah yang menurun.

Penelitian lain yang didasarkan pada survei nasional juga menemukan bahwa vaping berkaitan dengan peningkatan risiko stroke, serangan jantung, angina, dan penyakit jantung.

Selain itu, sebagian besar penelitian membuktikan vaping dapat menyebabkan:

  • Melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Merusak paru-paru dan menyebabkan berbagai masalah seperti bronchiolitis obliterans (BO), pneumonia lipoid, dan pneumotoraks spontan primer
  • Melepaskan radikal bebas ke dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko kanker
  • Menghambat perkembangan otak pada anak dan remaja, seperti gangguan perhatian dan proses belajar
  • Meningkatkan risiko kecanduan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan metamfetamin
  • Menyebabkan gangguan mood dan masalah permanen dengan kontrol impuls 
  • Vaping pada ibu hamil dapat memperlambat perkembangan otak pada janin

Kemungkinan luka bakar saat mengisi ulang cairan vape (e-liquid) juga dapat terjadi akibat dari baterai yang rusak dan menyebabkan ledakan.

Selain dampak kesehatan di atas, peneliti hingga kini masih mencari tahu lebih luas lagi efek vape terhadap kesehatan. 

Vape vs rokok, mana yang lebih banyak menyebabkan kematian?

Membicarakan bahaya vape vs rokok, keduanya bekerja dengan cepat dan menghasilkan efek langsung pada tubuh. Efeknya memuncak dalam kurun waktu 10 hingga 15 menit.  

Menurut WHO, setiap tahun terdapat sekitar 225.700 orang di Indonesia yang meninggal akibat merokok, atau penyakit lain yang berkaitan dengan tembakau. Sementara untuk vape belum ditemukan kasus serupa di Indonesia.

Namun di Amerika Serikat terdapat peningkatan kasus cedera paru dan kematian akibat penggunaan vape. 

Cara berhenti merokok dan vaping

Memperdebatkan keamanan vape vs rokok seperti tak ada gunanya karena kedua jenis rokok tersebut jelas berbahaya. Maka dari itu beralih ke vape jelas tidak akan membantu Anda terhindar dari bahaya rokok. FDA juga tidak menyarankan hal tersebut. 

Ada cara aman untuk berhenti dari vaping dan merokok. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan:

  1. Tanamkan motivasi untuk berhenti

Kemauan diri sangat diperlukan untuk melakukan hal yang baru, termasuk berhenti merokok. 

  1. Ketahui penyebab kenapa Anda merokok

Pemicu seseorang vaping atau merokok berbeda-beda, seperti stres atau pengaruh dari lingkungan. Sebelum mulai berhenti, tuntaskan terlebih dahulu masalah tersebut. Misalnya, ketika stres kelola emosi dan lakukan kegiatan lain untuk melepas stres.

  1. Buat strategi untuk mengatasi gejala penarikan

Beberapa hari ketika Anda berhenti vaping dan merokok, Anda mungkin merasa tidak nyaman. Kegiatan seperti latihan meditasi, bermain game, atau berolahraga dapat mengatasi perasaan tersebut.

  1. Minta dukungan orang sekitar

Beritahu keluarga, teman, dan rekan kerja bahwa Anda sedang dalam program berhenti merokok dan mintalah dukungan mereka. Mungkin ada yang tidak suportif, namun itu hal wajar. Jangan berhenti dan tetap lanjutkan program Anda.

  1. Minta bantuan profesional

Menghentikan kecanduan rokok dan vape mungkin terasa sangat sulit. Jika Anda merasa berat, jangan sungkan minta bantuan profesional seperti dokter, terapis, atau konselor.

Catatan

Jika Anda masih ragu untuk berhenti, Anda bisa mengetahui bahaya vape vs rokok melalui literatur terpercaya lainnya. Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter atau konselor di aplikasi layanan kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Fibrosis Kistik pada Anak, Apa Saja Gejalanya?

Fibrosis kistik atau Cystic fibrosis (CF) adalah penyakit genetik yang menurun. Atau dengan kata lain merupakan kelainan bawaan lahir yang menyebabkan lendir kental terbentuk pada paru-paru dan sistem pencernaan. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi dan masalah dalam mencerna makanan, masalah pernapasan, serta kerusakan paru-paru.

Cystis fibrosis ini dihasilkan dari gen cacat yang diturunkan yang mencegah atau mengubah pergerakan natrium klorida atau garam yang masuk dan keluar sel-sel tubuh. Kurangnya gerakan ini dapat menyebabkan terbentuknya lender yang kental dan lengket yang akan menyumbat paru-paru seperti di jelaskan di awal. Jika si kecil didiagnosa menderita CF ini maka akan lebih baik untuk melakukan perawatan secara efektif, karena CF dapat mempengaruhi pertumbuhan.

Gejala fibrosis sistik

Umumnya, gejala pada CF ini akan sangat bervariasi. Tingkat keparahan penyakit dapat mempengaruhi gejala pada anak. Beberapa anak mungkin tidak mengalami sampai mereka lebih besar atau remaja. Nah, gejala CF yang sangat khas dapat dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu pernapasan, pencernaan, dan gagal tumbuh.

Gejala pernapasan

  • Infeksi paru-paru yang sering atau kronis
  • Batuk atau mengi, seringkali tanpa banyak aktivitas fisik
  • Sesak napas
  • Ketidakmampuan untuk berolahraga atau bermain dan merasa cepat lelah
  • Batuk terus-menerus dengan lender kentak (dahak)

Gejala pencernaan

  • Tinja berminyak
  • Sembelit kronis dan parah
  • Sering mengejan saat buang air besar

Gejala gagal tumbuh

  • Penambahan berat badan yang lambat
  • Pertumbuhan yang lambat

Skrining CF biasanya sering dilakukan untuk bayi yang baru lahir. Kemudian penyakit ini akan menyerang dalam satu bulan pertama setelah si kecil lahiratau sebelum Anda merasakan gejala apapun.

Masalah kesehatan lainnya

Berikut beberapa gejala dan masalah kesehatan lain yang mungkin terjadi pada beberapa anak dengan CF.

  • Polip hidung atau pertumbuhan abnormal dari selaput lender hidung
  • Jari tangan dan kaki. Ini adalah kondisi yang ditandai dengan pelebaran dan pembulatan pada ujung jari tangan dan kaki akibat kurangnya oksigen dalam aliran darah
  • Paru-paru yang kolaps (pneumotoraks) yang disebabkan oleh udara atau gas yang bocor ke area sekitar paru-paru
  • Batuk darah
  • Gagal jantung sisi kanan yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi jangka panjang di arteri paru-paru
  • Sakit perut
  • Gas di usus
  • Bagian rektum menonjol keluar melalui anus (rektal prolapse)
  • Penyakit hati
  • Diabetes
  • Peradangan pankreas (pankreatitis). Organ ini menghasilkan banyak hormon dan enzim yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja dengan baik
  • Batu empedu
  • Tidak adanya vas deferens bilateral bawaan pada pria. Hal ini adalah tabung yang membawa sperma dari testis ke uretra.

Gejala pada anak akan berbeda-beda. Bayi yang lahir dengan CF sering menunjukkan gejala pada tahun pertama. Tetapi pada beberapa anak mungkin tidak menunjukkan gejala sampai di kemudian hari. Nah, gejala di bawah ini mungkin bisa mengidikasi CF dan bayi dengan gejala ini mungkin akan dilakukan tes CF. Adapun gejala pada bayi seperti:

  • Diare yang tidak kunjung sembuh
  • Kotorannya yang bau
  • Kotoran berminyak dan besar
  • Mengi yang sering atau terus menerus
  • Pneumonia yang sering
  • Batuk tak kunjung henti
  • Kulit terasa sangat asin
  • Pertambahan dan pertumbuhan berat badan yang buruk
  • Infeksi sinus kronis

Lalu bagaimana dengan kehidupan anak selanjutnya?

Fibrosis sistik dapat mengancam jiwa si kecil. Namun, angka harapan hidup pada bayi atau anak yang telah didiagnosis mengidap penyakit tersebut telah meningkat. Beberapa tahun yang lalu, rata-rata anak yang didiagnosis CF dapat berharap untuk dapat hidup hingga remaja. Namun, saat ini, banyak orang dengan CF hidup dengan baik hingga usia 30-an, 40-an, bahkan 50-an.

Gejala Agranulositosis yang Perlu Dipahami

Merupakan sebuah istilah yang dipakai ketika terjadi kondisi di mana sumsum tulang gagal membentuk granulosit dinamanakan dengan agranulositosis. Kondisi ini sebagian besar terdiri dari neutrofil, merupakan jenis sel darah putih yang bertugas untuk melawan infeksi, Tubuh seseorang yang kekurangan granulosit atau neutrofil dengan mudah akan terserang infeksi.

Jika dalam keadaan normal, sumsum tulang mampu membentuk 1.500 neutrofil per mikroliter darah. Sementara pada kondisi yang tidak normal, jumlah neutrofil absolut yang terhitung tidak sampai 100 neutrofil per mikroliter darah. Apabila neutrofil yang rendah, infeksi ringan bisa berkembang menjadi infeksi serius.

Gejala dan Penyebab Agranulositosis

Kondisi ini termasuk dalam kategori yang cukup serius dan jika tidak segera mendapat penanganan, maka bisa mengakibatkan sepsis dan kematian. Orang yang mengalami gangguan ini akan mudah terserang infeksi karena minimnya jumlah sel darah putih, di mana sel ini bertugas untuk melawan serangan dari bakteri, beberapa gejala yang muncul layaknya infeksi misalnya seperti berikut.

  • Demam yang membuat seseorang merasa lemas dan disertai sakit kepala, berkeringat hingga menggigil.
  • Kemerahan di sekitar wajah, radang tenggorokan, sariawan yang tidak membaik, gusi berdarah, bisul pada kulit.
  • Infeksi yang semakin parah bisa mengakibatkan takikardia, napas menjadi cepat da tekanan darah rendah atau hipotensi.

Penyebab kondisi ini bisa terjadi karena adanya cacat dari lahir (kongenitak) atau karena akibat dari penyakit, obat  dan prosedur medis. Untuk cacat lahir pada umumnya disebabkan karena kelainan genetik langka, yakni sindrim kostmann. Berupa kelainan yang diturunkan kepada anak-anak dari para orang tua.

Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa sebanyak 70 persen kasus yang terkait dengan pemakaian obat antiseptik seperti misalnya clozapine, antimalaria, antiinflamasi dan antitoroid dapat disebabkan karena beberapa hal berikut ini.

  • Kondisi autoimun, bisa seperti lupus dan rheumatoid arthtritis, hepatitis, HIV dan tindakan kemoterapi serta tranplantasi sumsum tulang.
  • Penyakit yang menyerang sumsum tulang, misalnya anemia aplastik, leukimia dan sindrom mielodisplasia.
  • Paparan senyawa kimiawi, misalnya zat arsenik atau merkuri, lalu obat-obatan seperti antipsikotik, obat malaria, OAINS dan obat hipertiroid.

Diagnosa dan Pengobatan

Dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik terhadap pasien, apabila diagnosa mengarah ke gangguan ini maka dokter akan langsung melakukan pemeriksaan hitung sel darah lengkap dan pemeriksaan hitung neutrofil absolut. Tindakan ini diperlukan untuk memeriksa jumlah sel darah secara keseluruhan, terutaa sel darah putih.

Hasil tes darah nantinya dipakai oleh dokter untuk memastikan tindakan diagnosis berikutnya, sementara itu pemeriksaan lain dipakai untuk mengetahui penyebab kondisi ini, seperti pemeriksaan aspirasi sumsum tulang dan biopsi umum tulang. Merupakan proses pengambilan sampel darah dan jaringan dari tulang daerah panggul.

Pengobatan yang dilakukan jika terjadi infeksi pada agranulositosis adalah dengan menggunakan antibiotik. Dokter akan memberi resep berdasarkan tingkat keparahan dari infeksi yang muncul, dalam beberap kasus antibiotik sudah diberikan kepada pasien sebelum munculnya infeksi, dengan tujuan mencegah infeksi terjadi.

Penting untuk mengetahui penyebab dari kondisi ini muncul sehingga tindakan medis yang dambil juga bisa dilakukan dengan segera. Misalnya, diduga karena obat malaria, maka akan diberikan pengganti dari obat tersebut. Bahkan, jika diperlukan pengobatan akan dihentikkan terlebih dahulu untuk sementara.

Pengobatan faktor penstimulasi koloni bisa digunakan untuk beberapa orang dengan kondisi tertentu, seperti menderita penyakit ini karena kemoterapi. Tujuan pengobatan ini dilakukan adalah mendorong sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak neutrofil. Pengobatan ini juga dilakukan bersamaan dengan siklus kemoterapi.

Penyebab dan Gejala Dermatitis Perioral, Ruam Merah di Sekitar Mulut

Dermatitis perioral adalah salah satu jenis peradangan kulit yang terjadi di area sekitar mulut. Akan tetapi gejalanya bisa menyebar sampai ke hidung, dagu, mata hingga dahi.

Dermatitis memang masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat. Peradangan kulit ini sebenarnya bisa muncul di mana saja. Namun, salah satu yang cukup umum adalah dermatitis perioral ini.

Mengenal Gejala Dermatitis Perioral

Gejala yang umum terjadi dari dermatitis perioral ini seperti ruam benjolan merah. Kadang benjolan tersebut mengandung cairan atau nanah. Bisa juga bentuknya serupa jerawat di sekitar area mulut.

Peradangan yang sudah semakin memburuk bisa memicu munculnya sensasi terbakar hingga terasa gatal. Dermatitis di area mulut ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa mengenal umur, ras, maupun etnis. Tapi, biasanya lebih umum dialami oleh wanita rentang usia 16-45 tahun.

Dermatiti juga mungkin muncul di kelamin. Gejalanya hampir sama dengan yang ada di mulut. Tetapi, bagian kulit yang terdampak adalah kulit dekat anus, skrotum, serta labia pada perempuan.

Penyebab Dermatitis Perioral dan Faktor Risiko

Penyebab pasti dermatitis perioral belum diketahui secara pasti. Akan tetapi diperkirakan peradangan ini muncul setelah penggunaan kortikosteroid oles yang dosisnya tinggi untuk pengobatan masalah kulit lain.

Peradangan kulit di area mulut ini juga bisa dipicu oleh semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid serta kosmetik dengan kandungan tertentu.

Dermatitis di area mulut juga bisa diperparah karena adanya kandungan base petrolatum dan parafin pada produk krim kulit yang digunakan.

Ada beberapa faktor risiko yang sering dikaitkan dengan dermatitis perioral, seperti:

  • Keluarnya air liur terus menerus
  • Infeksi jamur dan bakteri
  • Reaksi alergi
  • Penggunaan pasta gigi dengan kandungan fluoroide
  • Adanya perubahan hormon
  • Reaksi alergi
  • Adanya masalah kulit lain seperti rosacea
  • Penggunaan tabir surya
  • Penggunaan pil kontrasepsi

Pengobatan Dermatitis Perioral dengan Tindakan Medis

Jika Anda mengalami perdangan kulit di area sekitar mulut, segeralah menemui dokter kulit. Terlebih jika gejala yang muncul sudah lama dan tidak kunjung hilang.

Apabila dermatitis perioral dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengobatan, maka gejala akan bertambah parah dan membuat kulit Anda jadi lebih sensitif dan rentan mengalami infeksi maupun iritasi. Sehingga kulit akan semakin sulit untuk sembuh dan kembali normal. Adanya pengobatan medis diperlukan untuk mengatasi dermatitis perioral ini segera.

Berikut stratgei untuk mengatasi dermatitis perioral dengan pengobatan dari dokter, yaitu:

  1. Penghentian Menggunakan Kandungan Kortikosteroid

Hal pertama yang pasti dilakukan untuk mengatasi peradangan di area mulut ini adalah dengan menghentikan penggunaan pemicu munculnya dermatitis, yaitu kostikosteroid oles maupun semprotan untuk hidung. Sebab, adanya kandungan kortikosteroid ini memperburuk kondisi kulit akibat dermatitis perioral ini.

Mungkin dokter juga akan menyarankan Anda untuk menghentikan juga penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride dan krim wajah.

Berdiskusilah dengan dokter mengenai pengobatannya agar lebih maksimal.

  • Menggunakan Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk mengobati dan mengatasi masalah dermatitis perioral ini. Berikut obat-obat yang mungkin diresepkan.

  • Antibiotik topikal seperti eritromisin dan metronidazole
  • Obat jerawat topikal seperti adapalene atau dengan asam azelat
  • Krim imunosupresif, misalnya krim pimekrolimus atau tacrolimus
  • Antibiotik oral seperti tetrasiklin, doksisiklin, minosiklin atau isotretinoin untuk pasien dengan kasus yang lebih parah.

Ruam pada area kulit merupakan gejala umum yang bisa terlihat akrena dermatitis perioral ini. Penanganan dari dokter bisa dilakukan dengan menghentikan pemicu terjadinya peradangan ini, serta memberikan pengobatan dengan obat tertentu yang diberikan dokter.

Penyebab Mimisan Saat Hamil dan Upaya Pencegahannya

Pernahkah Anda mengalami mimisan saat hamil? Atau orang terdekat Anda mengalaminya? Ada saja hal-hal tak terduga yang bisa terjadi selama hamil, salah satunya adalah mimisan. Penyebab mimisan saat hamil bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Banyak bumil yang merasa khawatir akan hal ini. Apakah kondisi ini adalah hal yang wajar terjadi atau mengindikasikan adanya masalah tertentu? Berikut ulasannya.

Gejala mimisan selama kehamilan.

Sering kali, mimisan terjadi pada trimester pertama kehamilan. Namun, bisa saja mimisan terjadi trimester kedua dan ketiga kehamilan. Darah yang keluar bisa saja dari salah satu atau kedua lubang hidung dan berlangsung dari beberapa detik hingga hampir 10 menit.

Kadang-kadang, darah yang keluar bisa berupa darah segar atau darah kering dan berkerak di hidung. Darah yang sudah mengering ini sering tidak disadari oleh para bumil hingga mereka bercermin atau terasa ada yang mengganggu di hidungnya.

Mimisan yang sering tidak disadari lagi adalah ketika bumil tidur atau berbaring. Sebelum keluar dari hidung, Anda akan merasakan cairan darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan.

Apabila Anda memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi, maka segeralah temui dokter jika Anda mengalami mimisan.

Penyebab mimisan saat hamil.

Mimisan yang terjadi saat hamil mungkin akan menjadi pikiran bagi para perempuan. Apalagi jika sebelum hamil tidak pernah mengalaminya. Dikutip dari Healthline, 1 dari 5 perempuan hamil bisa mengalami mimisan.

Penyebab mimisan saat hamil adalah meningkatnya volume darah saat hamil, bahkan mencapai 50 persen. Semua aliran darah yang bertambah ini diperlukan untuk mendukung kekuatan fisik Anda dan memberi makan janin yang sedang tumbuh selama kehamilan.

Adanya peningkatan volume darah ini membuat pembuluh darah ikut melebar untuk membantu kelancaran sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Tidak terkecuali pembuluh darah yang ada di sekitar hidung Anda. Akibatnya, banyak pula darah yang ikut mengalir ke bagian hidung. Bersamaan dengan peningkatan hormon selama kehamilan, kadang-kadang bisa menyebabkan mimisan.

Cara mengatasi mimisan saat hamil.

Saat Anda mengalami mimisan, maka segeralah lakukan ini untuk menghentikan perdarahannya.

  • Ambil posisi duduk dan cubit dengan kuat bagian lembut hidung, tepat di atas lubang hidung Anda. Lakukan selama 10 – 15 menit tanpa melepaskannya.
  • Arahkan tubuh ke depan dan bernapas lewat mulut. Hal ini akan membantu darah mengalir ke hidung Anda, bukan ke belakang tenggorokan.
  • Jangan dulu berbaring, karena dapat mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung Anda, sehingga menghambat aliran darah.
  • Kompres dengan es di bagian batang hidung Anda.
  • Jika pendarahan tidak berhenti juga, maka segera hubungi bidan atau dokter kandungan.
  • Hindari membuang ingus, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat, setidaknya selama 12 jam setelah mimisan.

Upaya mencegah mimisan selama hamil.

Bisa saja, Anda mengalaminya tanpa penyebab yang pasti. Setelah mengetahui penyebab mimisan saat hamil, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisir risiko terjadinya mimisan. Menjaga tekanan darah dan tidak mengiritasi pembuluh darah sensitif di hidung adalah kunci menghindari mimisan. Langkah-langkahnya seperti ini:

  • Oleskan bagian dalam hidung dengan petroleum jelly atau lidah buaya agar kelembapannya terjaga.
  • Hindari mencubit atau menggosok hidung.
  • Tiup hidung dengan lembut jika merasa sesak atau pilek.
  • Bersin dengan mulut terbuka atau cukup tisu untuk menutupi mulut Anda.
  • Hindari kebiasaan sering mengupil.
  • Batasi penggunaan AC dan kipas angin.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di rumah.
  • Tidak melakukan latihan yang berat, terutama yang banyak melompat atau membungkuk.

Setelah mengetahui penyebab mimisan saat hamil dan upaya pencegahannya, maka tidak perlu lagi khawatir berlebihan jika hal ini menimpa Anda atau orang terdekat Anda. Mimisan cukup sering terjadi pada kehamilan karena perubahan hormonal. Sekilas, penyakit ini memang terlihat menakutkan, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama tidak kehilangan banyak darah dan dirawat dengan baik selama di rumah.

Ini Bedanya, TB Paru Aktif dan Laten!

Penyakit Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Seseorang yang mengalami TB paru dapat menularkan kepada orang lain melalui air liur yang keluar saat batuk, bersin, tertawa, atau teriak. Saat di udara, bakteri ini pun masih bisa hidup selama berjam-jam hingga dapat menginfeksi orang. Ada dua jenis TB paru yang bisa dialami seseorang, yaitu TB paru aktif dan TB paru laten. Meskipun sama-sama mengalami TB paru, tapi ada perbedaan terhadap gejala dan derajat risiko.

Seberapa bahayakan TB paru aktif ini?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memprediksi ada sekitar 8 juta orang setiap tahunnya yang mengalami TB paru aktif secara global. Lebih lanjut, hampir 2 juta orang meninggal karena penyakit tersebut. Setiap 1 dari 10 orang yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat mengalami TB paru aktif dalam hidupnya.

Meskipun pada tahun 2017 kasus ini mulai menurun sebesar 1,5 persen, penyakit ini masih menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan di seluruh dunia. Negara-negara berkembang yang mengalami angka kejadian paling tinggi adalah India, Pakistan, Filiphina, Cina, Afrika Selatan, Indonesia, dan Nigeria. Bahkan, negara-negara ini menyumbang 64% dari semua kematian terkait tuberkulosis pada tahun 2016.

Bedanya TB paru aktif dan laten.

Infeksi bakteri tuberkulosis ini tidak serta-merta membuat Anda langsung jatuh sakit. Dikutip dari Healthline, dari 2,5 miliar orang yang membawa bakteri tersebut, sebagian besar mengalami TB paru laten.

Orang dengan TB paru laten tidak dapat menularkan dan tidak menunjukkan gejala, karena sistem kekebalan tubuhnya kuat. Hanya saja, mereka mungkin dapat berkembang menjadi TB paru aktif. Bahkan, risikonya jauh lebih tinggi jika Anda juga memiliki kondisi medis lainnya yang membahayakan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.

TB paru aktif adalah kondisi di mana sistem imun tubuh melemah, sehingga dapat diserang oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TB paru aktif bisa saja pengaktifan kembali TB paru laten atau disebut juga TB paru reaktivasi. Hampir 90% kasus TB paru reaktivasi ini terjadi pada TB paru aktif. Selain paru-paru, tuberkulosis juga dapat menyerang sistem organ lainnya, seperti sistem pencernaan, otot, kulit, hati, dan reproduksi.

Apa saja faktor yang membuat TB paru laten bisa reaktivasi?

Seseorang yang mengalami TB paru laten ketika sistem imunnya melemah, maka bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat aktif kembali, berkembang biak, dan merusak jaringan paru-paru. Akhirnya, TB paru laten bisa menjadi TB paru aktif yang dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Ini tentu akan sangat berbahaya bagi orang-orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami TB paru laten. Oleh sebab itu, jika Anda berisiko terkena infeksi M. tuberculosis, segeralah konsultasikan dengan dokter. Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan berupa tes infeksi TB laten dan dirawat jika hasil tes menunjukkan positif.

Kenali gejala TB paru aktif sejak dini.

Untuk mengetahui seseorang mengalami TB paru aktif, ada beberapa gejala khas yang diperlihatkan, seperti:

  • Batuk parah hingga 3 minggu.
  • Batuk darah atau dahak dari paru-paru.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.

Gejala lainnya yang dapat menyertai adalah:

  • Berat badan turun.
  • Nafsu makan hilang.
  • Mual dan muntah.
  • Tubuh mudah kelelahan.
  • Demam dan menggigil.
  • Keringat malam.

Adapun orang dengan TB paru laten tidak memiliki gejala apa pun atau merasa sakit. Oleh sebab itu, penderita yang seperti ini harus lebih waspada, terutama jika tinggal atau bepergian dari lingkungan yang banyak kasus TB.

Catatan

Meskipun TB paru aktif menyebabkan kematian, tapi penyakit ini dapat disembuhkan jika ditangani dengan cepat dan tepat. Jangan lupa, selalu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, terutama jika Anda bekerja di rumah sakit yang banyak pasien TB. Tindakan pencegahan selalu lebih baik dibandingkan mengobati. Selalu jaga kesehatan, ya!

Cakram Terherniasi Dapat Didiagnosa Lewat Diskografi

Cakram yang terherniasi merupakan kondisi umum yang dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman. Orang-orang sering menyebut kondisi ini dengan sebutan prolaps cakram. Dalam beberapa kasus, cakram terherniasi dapat menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kelemahan pada tangan dan kaki. Namun, beberapa orang tidak merasakan rasa sakit, terutama apabila cakram tersebut tidak menekan saraf apapun. Gejala umumnya akan berkurang atau hilang setelah beberapa minggu, namun dalam kasus tertentu seseorang dapat membutuhkan operasi apabila gejala yang dirasakan bertambah semakin buruk. Untuk mendiagnosa kondisi ini, dokter umumnya akan melakukan diskografi dan pemindaian MRI/CT. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui tentang cakram terherniasi.

Gejala cakram terherniasi

Dalam beberapa kasus, seseorang tidak menunjukkan gejala apapun ketika mereka menderita cakram terherniasi. Apabila ada gejala tertentu, hal tersebut dikarenakan adaya tekanan pada saraf. Beberapa gejala yang umum dirasakan di antaranya adalah:

  • Mati rasa atau kesemutan. Hal ini terjadi pada bagian tubuh yang diberi pasokan oleh saraf.
  • Kelemahan. Hal ini terjadi pada daerah otot-otot yang terhubung dengan saraf, yang dapat menyebabkan seseorang terjatuh ketika berjalan.
  • Rasa sakit. Hal ini akan dirasakan pada tulang belakang dan dapat menyebar ke tangan dan kaki.

Apabila cakram terherniasai berada pada punggung bawah, rasa sakit tersebut akan memengaruhi pantat, paha, dan kaki. Kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan sciatica, karena rasa sakit tersebut menjalar lewat saraf sciatic. Apabila masalah berada pada bagian leher, pundak dan tangan akan merasakan rasa sakit. Gerakan yang cepat dan tiba-tiba atau bersin dapat menyebabkan rasa sakit yang parah.

Diagnosa

Ada beberapa cara diagnosa yang dokter dapat lakukan guna membantu menentukan cakram terherniasi, mulai dari pemeriksaan fisik hingga diskografi. Dalam kasus pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa refleks, kemungkinan adanya daerah yang lunak di punggung, kekuatan otot, jarak gerakan, kemampuan berjalan, dan sensitivitas terhadap sentuhan. Pemindaian sinar-X juga dapat membantu dalam diagnosa kondisi ini. Jenis pemindaian lain yang dapat memberikan detail lokasi cakram yang terherniasi di antaranya adalah:

  • MRI atau CT. Tindakan medis ini dapat menunjukkan lokasi cakram dan saraf yang terdampak.
  • Diskografi. Prosedur medis ini melibatkan penyuntikan pewarna ke satu atau lebih pusat cakram lunak untuk membantu menunjukkan lokasi cakram yang retak.
  • Myelogram. Proses ini melibatkan penyuntikan pewarna ke cairan tulang belakang untuk kemudian dilanjutkan dengan pemindaian sinar-X. Diskografi dapat menunjukkan apakah cairan yang terherniasi memberikan tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf.

Perawatan

Cakram yang terherniasi dapat menyebabkan rasa sakit, namun perawatan yang tepat dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan. Seseorang umumnya dapat mengatasi gejala dengan cara menghindari gerakan-gerakan yang dapat memicu rasa sakit serta mengikuti latihan dan konsumsi obat-obatan rasa sakit yang telah direkomendasikan oleh dokter. Perawatan yang tersedia untuk kondisi ini adalah obat, terapi, dan operasi.

Setelah mendapatkan diagnosa, baik lewat diskografi, myelogram, ataupun pemindaian MRI dan CT, dokter akan mentukan perawatan untuk Anda. Dalam kasus obat resep, obat-obatan OTC seperti ibuprofen dapat membantu mengatasi rasa sakit ringan dan sedang. Sementara itu, obat seperti pregabalin, gabapentin, dan duloxetine dapat mengatasi rasa sakit pada saraf. Terapi fisik dapat membantu menemukan posisi dan latihan dapat meminimalisir rasa sakit pada cakram yang terherniasi. Apabila gejala tidak membaik setelah mendapatkan perawatan lain, dokter dapat merekomendasikan operasi.

Macam-macam Reaksi Sengatan Lebah

Sengatan lebah biasanya menyebabkan reaksi lokal ringan

Sengatan lebah adalah luka yang disebabkan oleh lebah yang biasanya  disuntikkan ke dalam daging atau kulit seseorang. Sebagian besar sengatan spesies ini bisa sangat menyakitkan, dan karenanya sangat dihindari oleh banyak orang.

Sengatan lebah dapat menghasilkan reaksi yang berbeda bagi setiap orang, mulai dari rasa sakit sementara dan ketidaknyamanan hingga reaksi alergi yang parah. Memiliki satu jenis reaksi tidak berarti Anda akan selalu memiliki reaksi yang sama setiap kali Anda tersengat atau bahwa reaksi berikutnya akan lebih parah. Berikut beberapa reaksi sengatan lebah yang dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Reaksi ringan

Sebagian besar waktu, gejala sengatan lebah kecil termasuk:

  1. Nyeri terbakar yang tajam dan instan di lokasi sengatan
  2. Munculnya bilur merah di area sengatan
  3. Sedikit bengkak di sekitar area sengatan

Pada kebanyakan orang, pembengkakan dan rasa sakit akan hilang dalam beberapa jam.

  • Reaksi sedang

Beberapa orang yang disengat oleh lebah atau serangga lain memiliki reaksi yang sedikit lebih kuat, dengan tanda dan gejala seperti:

  1. Kemerahan ekstrem
  2. Pembengkakan di lokasi sengatan yang secara bertahap membesar selama satu atau dua hari berikutnya

Reaksi sedang cenderung hilang dalam lima hingga 10 hari. Memiliki reaksi sedang bukan berarti Anda akan memiliki reaksi alergi yang parah saat berikutnya Anda tersengat.  Tetapi beberapa orang mengembangkan reaksi moderat serupa setiap kali disengat.  Jika hal ini terjadi pada Anda, bicarakan dengan dokter Anda tentang perawatan dan pencegahan, terutama jika reaksinya menjadi lebih parah setiap kali.

  • Reaksi alergi berat

Reaksi alergi yang parah (anafilaksis) terhadap sengatan lebah berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan darurat. Sebagian kecil orang yang tersengat lebah atau serangga lainnya dengan cepat mengalami anafilaksis. Tanda dan gejala anafilaksis meliputi:

  1. Reaksi kulit, termasuk gatal-gatal dan gatal-gatal dan kulit memerah atau pucat
  2. Sulit bernafas
  3. Pembengkakan tenggorokan dan lidah
  4. Denyut nadi yang cepat dan lemah
  5. Mual, muntah atau diare
  6. Pusing atau pingsan
  7. Hilang kesadaran

Orang-orang yang memiliki reaksi alergi parah terhadap sengatan lebah memiliki peluang 25% hingga 65% anafilaksis pada saat mereka tersengat. Bicaralah dengan dokter Anda atau spesialis alergi tentang langkah-langkah pencegahan seperti imunoterapi atau suntikan alergi untuk menghindari reaksi serupa jika Anda tersengat lagi.

Cara terbaik untuk menghindari komplikasi akibat sengatan lebah adalah dengan menghindari sengatan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat jika Anda tahu Anda atau anak Anda akan berada di luar dan di sekitar lebah atau tawon.

  • Hindari memakai warna-warna cerah, parfum beraroma, atau semprotan rambut.
  • Perlu diingat bahwa lebah dan tawon adalah makhluk sosial. Mereka hanya menyengat manusia untuk melindungi sarang mereka. Sehingga jika Anda tidak mengganggunya, mereka tidak akan mengganggu Anda.
  • Lebah dan tawon adalah binatang yang sangat lambat, kebanyakan orang bisa menghindarinya hanya dengan berjalan cepat.

Sengatan lebah adalah gangguan luar biasa.  Dalam kebanyakan kasus, sengatan lebah hanya mengganggu, dan perawatan di rumah adalah hal yang diperlukan untuk meringankan rasa sakit.  Tetapi jika Anda alergi sengatan lebah atau tersengat berkali-kali, Anda mungkin memiliki reaksi yang lebih serius yang memerlukan perawatan darurat.

5 Tanda Kanker Pankreas yang Perlu Diwaspadai

Kanker pankreas, penyakit yang tidak mudah dideteksi. Tapi, kadang terdapat tanda-tanda yang dapat menjadi peringatan sejak dini. Bila diketahui lebih awal, penyakit ini dapat ditangani. Karena tanda-tanda tersebut sering kali samar, maka kita perlu benar-benar waspada dan memerhatikan kondisi tubuh dengan cermat.

Pankreas memegang dua peran penting, yaitu memproduksi enzim yang membantu proses pencernaan serta produksi hormon. Insulin dan glukagon merupakan dua hormon yang diproduksi oleh pankreas.

Enzim pencernaan tersebut diproduksi oleh sel eksokrin pankreas, di sinilah 95% kasus kanker pankreas bermula. Sebagai jenis kanker dengan angka kejadian 3% dari seluruh kejadian kanker, risiko terjadinya kanker pankreas meningkat seiring bertambahnya usia.

Kasusnya yang sering kali ditemukan pada stadium lanjut membuat kanker pankreas menjadi 7% dari penyebab kematian akibat kanker. Walau tidak mudah, mengenali tanda-tanda awal penyakit ini memberi peluang lebih besar agar kanker pankreas dapat diketahui lebih dini.

Mengenal tanda-tanda kanker pankreas

Di bawah ini, beberapa kondisi yang layak diwaspadai. Tidak semua kondisi tersebut berakhir dengan kanker pankreas, namun Anda atau keluarga perlu waspada jika mengalaminya.

  1. Penyakit kuning

Kanker pankreas biasanya terjadi di pangkal pankreas, dekat dengan saluran empedu. Pada banyak kasus, tumor atau kanker tersebut menyumbat pelepasan empedu ke usus. Akibatnya bahan-bahan empedu menumpuk di dalam darah.

Salah satu yang paling jelas terlihat, kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kekuningan. Warna kuning sendiri berasal dari bilirubin, zat kuning kecoklatan yang diproduksi oleh hati.

  • Kotoran berwarna pucat

Telah disebutkan sebelumnya, kanker dapat menyumbat penyaluran cairan empedu yang sudah bercampur dengan bilirubin ke usus. Nantinya, campuran empedu dan bilirubin akan bercampur dengan urin dan kotoran, lalu dikeluarkan dari tubuh.

Keberadaan bilirubin yang membuat kotoran berwarna kuning kecoklatan. Sehingga, dalam kondisi ini, mungkin akan ditemukan kotoran yang cenderung berwarna pucat atau abu-abu.

  • Nyeri perut

Nyeri pada perut kerap dirasakan oleh penderita kanker pankreas. Di dalam tubuh, jaringan tumor atau kanker yang berawal di pankreas membesar dan menekan organ lain, saat itulah penderita merasakan nyeri di perutnya.

  • Kehilangan berat badan

Seseorang dengan kanker pankreas dapat kehilangan nafsu makan. Selanjutnya, penderita mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja.

  • Mual dan muntah

Jaringan kanker yang terus berkembang dan membesar dapat menekan ujung perut dan menyumbatnya. Kondisi ini membuat makanan sulit lewat. Akibatnya, muncul rasa mual dan ingin muntah, serta nyeri setiap kali selesai makan.

Apabila ada di antara Anda yang mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter dan menimbang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Upaya pencegahan

Beberapa faktor pemicu kanker pankreas memang di luar kendali kita, seperti usia dan genetik. Namun, tetap ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko terjadinya penyakit ini.

Berhenti merokok misalnya, merupakan langkah yang sangat penting untuk menurunkan risiko kanker pankreas. 20%-30% kasus kanker pankreas diduga terjadi akibat rokok.

Menjaga berat badan juga dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker pankreas. Sekitar 20% orang yang kelebihan berat badan lebih berpotensi untuk mengalami gangguan medis yang satu ini.

Di samping itu, waspadalah pada paparan zat-zat kimia. Terus-menerus terpapar zat kimia tertentu meningkatkan risiko terkena kanker pankreas. Misal, zat kimia yang digunakan di dry cleaning atau pembuatan logam.