Feminisme Deskriptif dan Feminisme Normatif

Feminisme

Feminisme merupakan konsep yang menunjukkan kesetaraan gender dimana hal tersebut masih diterapkan pada masa ini. Walaupun feminisme mendukung kesetaraan jenis kelamin, hal tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Feminisme dilakukan untuk memberikan peluang yang sama baik pada laki-laki maupun perempuan dalam konteks pekerjaan, politik, dan hal lain seperti kehidupan sosial. Feminisme dibagi menjadi dua bentuk, antara lain feminisme deskriptif dan feminisme normatif.

Feminisme Deskriptif dan Feminisme Normatif

Feminisme deskriptif merupakan pandangan dan perlakuan terhadap perempuan berdasarkan kehidupannya. Feminisme normatif merupakan pandangan ideal tentang perempuan yang perlu diterapkan berdasarkan latar belakang keadilan atau moral.

Pada pendukung feminisme melihat kedua bentuk feminisme tersebut untuk mendukung pernyataan kesetaraan gender di masa sekarang. Pada zaman dahulu, feminisme merupakan revolusi pemikiran. Namun, di zaman sekarang, feminisme tidak hanya diterapkan melalui revolusi pemikiran, namun juga diterapkan sebagai tindakan untuk mempengaruhi masyarakat secara positif.

Pandangan Tentang Feminisme

Sebagian pelaku feminisme berpikir bahwa mereka akan bertindak yang lebih baik dibandingkan dengan laki-laki. Namun, hal tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang baik pada masyarakat, karena kaum laki-laki bisa merasa terintimidasi atas persoalan tersebut.

Selain itu, feminisme diberlakukan supaya kaum perempuan mendapatkan perlakuan yang setara dengan laki-laki seperti memberikan pendapatnya sendiri.

Poin-poin Tentang Feminisme

Selain memperoleh keadilan, berikut adalah beberapa poin yang diterapkan pelaku feminisme:

  1. Setengah potensi dunia berada pada diri perempuan

Jumlah perempuan di seluruh dunia adalah separuh dari populasi dunia. Dengan jumlah tersebut, perempuan bisa memiliki peluang untuk mendominasi di suatu bidang seperti pekerjaan untuk membangun masa depan diri mereka dan orang lain.

Pada zaman dahulu, perempuan tidak dapat hak yang setara dengan laki-laki seperti pekerjaan. Namun, karena R. A. Kartini memperjuangkan kehidupan perempuan, hal tersebut telah berubah sehingga wanita mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki.

  1. Feminisme dapat mengurangi pernikahan dini

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 15 juta perempuan menikah di bawah 18 tahun. Hal tersebut merupakan hal yang memprihatinkan, karena banyak perempuan yang menikah di bawah umur.

Dengan menerapkan feminisme, para perempuan dapat mengikuti pendidikan yang lebih tinggi sebagai rencana di masa depan.

  1. Feminisme dapat meningkatkan pendidikan

Karena banyak perempuan menikah di bawah umur, mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, karena mereka harus fokus pada urusan rumah tangga seperti mengurus anak.

Jika seorang perempuan tidak memiliki pendidikan yang tinggi, maka mereka kemungkinan tidak akan memiliki karir yang bagus seperti laki-laki.

  1. Feminisme dapat membantu perempuan menentukan masa depan

Karena feminisme telah diterapkan di berbagai negara, gerakan tersebut dapat membantu perempuan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga mereka dapat memperoleh pekerjaan yang sama seperti laki-laki.

Masa depan mereka juga dapat ditentukan oleh rencana yang dibuat secara mandiri. Mereka tidak perlu menikah terlebih dahulu jika mereka ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Memperoleh karir yang bagus merupakan cita-cita sebagian orang, dan hal tersebut bukan menjadi halangan bagi perempuan untuk memperoleh hal seperti ini di masa depan.

Dukungan Feminisme

Untuk mendukung feminisme, orang-orang tidak perlu berunjuk rasa. Namun, mereka dapat melakukan hal-hal yang kecil berupa:

  • Bersekolah sampai tingkat SMA atau sederajat.
  • Tidak memikirkan bahwa laki-laki lebih baik dari perempuan.
  • Memahami pendapat perempuan.

Kesimpulan

Feminisme merupakan tindakan yang dapat mendukung kaum perempuan, karena dapat memberikan keadilan bagi perempuan. Untuk mendukung gerakan tersebut, setiap manusia dapat melakukan hal-hal kecil yang (mungkin tanpa disadari) terjadi sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *