Ini Bedanya, TB Paru Aktif dan Laten!

Penyakit Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Seseorang yang mengalami TB paru dapat menularkan kepada orang lain melalui air liur yang keluar saat batuk, bersin, tertawa, atau teriak. Saat di udara, bakteri ini pun masih bisa hidup selama berjam-jam hingga dapat menginfeksi orang. Ada dua jenis TB paru yang bisa dialami seseorang, yaitu TB paru aktif dan TB paru laten. Meskipun sama-sama mengalami TB paru, tapi ada perbedaan terhadap gejala dan derajat risiko.

Seberapa bahayakan TB paru aktif ini?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memprediksi ada sekitar 8 juta orang setiap tahunnya yang mengalami TB paru aktif secara global. Lebih lanjut, hampir 2 juta orang meninggal karena penyakit tersebut. Setiap 1 dari 10 orang yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat mengalami TB paru aktif dalam hidupnya.

Meskipun pada tahun 2017 kasus ini mulai menurun sebesar 1,5 persen, penyakit ini masih menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan di seluruh dunia. Negara-negara berkembang yang mengalami angka kejadian paling tinggi adalah India, Pakistan, Filiphina, Cina, Afrika Selatan, Indonesia, dan Nigeria. Bahkan, negara-negara ini menyumbang 64% dari semua kematian terkait tuberkulosis pada tahun 2016.

Bedanya TB paru aktif dan laten.

Infeksi bakteri tuberkulosis ini tidak serta-merta membuat Anda langsung jatuh sakit. Dikutip dari Healthline, dari 2,5 miliar orang yang membawa bakteri tersebut, sebagian besar mengalami TB paru laten.

Orang dengan TB paru laten tidak dapat menularkan dan tidak menunjukkan gejala, karena sistem kekebalan tubuhnya kuat. Hanya saja, mereka mungkin dapat berkembang menjadi TB paru aktif. Bahkan, risikonya jauh lebih tinggi jika Anda juga memiliki kondisi medis lainnya yang membahayakan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.

TB paru aktif adalah kondisi di mana sistem imun tubuh melemah, sehingga dapat diserang oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TB paru aktif bisa saja pengaktifan kembali TB paru laten atau disebut juga TB paru reaktivasi. Hampir 90% kasus TB paru reaktivasi ini terjadi pada TB paru aktif. Selain paru-paru, tuberkulosis juga dapat menyerang sistem organ lainnya, seperti sistem pencernaan, otot, kulit, hati, dan reproduksi.

Apa saja faktor yang membuat TB paru laten bisa reaktivasi?

Seseorang yang mengalami TB paru laten ketika sistem imunnya melemah, maka bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat aktif kembali, berkembang biak, dan merusak jaringan paru-paru. Akhirnya, TB paru laten bisa menjadi TB paru aktif yang dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Ini tentu akan sangat berbahaya bagi orang-orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami TB paru laten. Oleh sebab itu, jika Anda berisiko terkena infeksi M. tuberculosis, segeralah konsultasikan dengan dokter. Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan berupa tes infeksi TB laten dan dirawat jika hasil tes menunjukkan positif.

Kenali gejala TB paru aktif sejak dini.

Untuk mengetahui seseorang mengalami TB paru aktif, ada beberapa gejala khas yang diperlihatkan, seperti:

  • Batuk parah hingga 3 minggu.
  • Batuk darah atau dahak dari paru-paru.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.

Gejala lainnya yang dapat menyertai adalah:

  • Berat badan turun.
  • Nafsu makan hilang.
  • Mual dan muntah.
  • Tubuh mudah kelelahan.
  • Demam dan menggigil.
  • Keringat malam.

Adapun orang dengan TB paru laten tidak memiliki gejala apa pun atau merasa sakit. Oleh sebab itu, penderita yang seperti ini harus lebih waspada, terutama jika tinggal atau bepergian dari lingkungan yang banyak kasus TB.

Catatan

Meskipun TB paru aktif menyebabkan kematian, tapi penyakit ini dapat disembuhkan jika ditangani dengan cepat dan tepat. Jangan lupa, selalu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, terutama jika Anda bekerja di rumah sakit yang banyak pasien TB. Tindakan pencegahan selalu lebih baik dibandingkan mengobati. Selalu jaga kesehatan, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *