Kenali Jenis-Jenis Radang Otot

Sakit di bagian otot atau myalgia pasti pernah dialami oleh hampir semua orang. Biasanya penyebab dari sakit otot ini mudah dikenali, seperti akibat aktivitas fisik berat yang tidak terbiasa dilakukan, atau akibat cedera otot. Sakit pada otot juga bisa disebabkan oleh penyakit, misalnya demam berdarah atau penyakit autoimun yang menimbulkan radang otot atau myositis. Selain sakit pada otot, gejala radang otot lainnya adalah otot menjadi lemah, mudah tersandung, mudah jatuh, sulit kembali bangun saat terjatuh, sulit bangun dari posisi duduk ke posisi berdiri, merasa kelelahan luar biasa setelah berjalan atau pun berdiri.

Radang otot disebut juga sebagai penyakit autoimun, kondisi ini muncul karena sistem kekebalan tubuh mengalami masalah dan malah menyerang sel-sel otot yang sehat. Ada beberapa jenis radang otot yang dapat mempengaruhi otot:

  1. Polimiositis

Jenis ini merupakan radang di berbagai otot tubuh. Paling sering terjadi radang otot di bahu, pinggul, paha dan penderitanya lebih banyak wanita. Gejala umumnya dapat muncul pada orang berusia antara 30 sampai 60 tahun.

  • Dermatomyositis

Selain radang otot, myositis jenis ini juga dapat menimbulkan ruam-ruam pada anak. Jenis ini juga lebih banyak diderita oleh wanita serta bisa juga terjadi pada anak-anak.

  • Miositis reaktif pasca infeksi

Radang otot ini muncul setelah infeksi virus. Jenis ini biasanya cenderung ringan saja dan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu.

  • Myositis inklusi tubuh

Jenis yang menyebabkan kelemahan pada otot kedua paha, otot lengan bawah serta oto tungkai sehingga penderitanya sulit untuk mengangkat bagian depan kaki dan jika berjalan tampak seperti menyeret kakinya, radang otot jenis ini biasanya banyak dialami oleh laki-laki berusia 50 tahun ke atas.

Selain otot pada anggota gerak, peradangan juga bisa terjadi pada otot tenggorokan dan otot dada sehingga menyebabkan sulit untuk menelan serta sesak nafas. Kelemahan otot yang terkena radang ini bisa membaik dan bisa kambuh kembali, akan tetapi tanpa pengobatan kondisinya akan cenderung memburuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *