Kenali Pengobatan dan Pencegahan Moebius Syndrome

Memiliki bayi yang sehat tanpa kurang apapun menjadi harapan setiap orang tua. Akan tetapi, ada pula bayi yang harus terlahir dengan penyakit atau kelainan tertentu, misalnya Moebius syndrome, yakni sebuah kelainan neurologis langka yang menyerang saraf kranial ke-6 dan 7 sehingga menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot yang mengatur ekspresi wajah dan gerakan mata seseorang. Umumnya, penderita sindrom ini tidak memiliki ekspresi, seperti tersenyum, cemberut, menaikan alis, dan ekspresi lainnya. Oleh karena itu, penderita Moebius syndrome ini sering dijuluki wajah topeng atau patung. 

Hingga saat ini sindrom yang juga dikenal dengan nama congenital facial diplegia ini belum diketahui penyebab pastinya. Para ahli menduga kelainan ini disebabkan karena adanya gangguan aliran darah pada batang otak bagian bawah yang mengandung inti saraf kranial saat bayi masih dalam kandungan. Apakah Moebius syndrome ini bisa diobati? Berikut ulasan selengkapnya.

Pengobatan Moebius Syndrome

Seperti yang dikutip dari Cleveland Clinic, belum ada obat untuk sindrom langka ini, tapi serangkaian perawatan dapat mengurangi beberapa tanda dan gejala dari Moebius syndrome ini. 

Dalam pengobatan sindrom ini akan melibatkan sejumlah tim medis yang terdiri dari: 

  • Audiolog untuk menangani gangguan pendengaran
  • Dokter gigi
  • Terapis okupasi, yang akan membantu penderita berlatih melakukan kegiatan sehari-hari, seperti memegang sendok, mengunyah makanan, dan lain-lain
  • Dokter spesialis mata
  • Dokter THT 
  • Terapis fisik yang akan membantu penderita untuk bergerak lebih aktif
  • Terapis wicara yang akan membantu penderita dalam mengatasi kesulitan berbicara
  • Dokter mata, yang berspesialisasi dalam mata.
  • Ahli bedah, termasuk ahli bedah umum, ahli bedah plastik dan ahli bedah ortopedi untuk memperbaiki mata juling, wajah, anggota tubuh, dan rahang.

Adapun pengobatan yang akan dilakukan pada penderita Moebius syndrome, antara lain :

  • Pencangkokan saraf dari bagian tubuh lain untuk menggantikan saraf kranial yang lumpuh untuk pasien dengan gejala berat.
  • Operasi pada mata atau kelopak mata untuk memperbaiki penglihatan dan mata juling.
  • Operasi mulut untuk mengatasi masalah gigi.
  • Terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi pasien.
  • Terapi fisik untuk mengatasi gangguan pergerakan akibat kelainan pada tulang dan sendi.  

Selain itu, pasien juga dapat menjalani prosedur operasi senyum atau smile operation. Operasi ini merupakan salah satu inovasi bedah yang masih baru, namun dapat memulihkan kemampuan pasien untuk membuat ekspresi wajah tertentu, termasuk tersenyum. Prosedur ini melibatkan pengambilan saraf dari paha dan mencangkokkannya ke wajah, terutama pada bagian otot yang membantu pasien untuk mengunyah. Hasilnya, pasien tidak hanya bisa tersenyum, tapi juga meningkatkan kemampuan berbicara pasien Moebius syndrome

Berapa Lama Waktu Pemulihan Pasien Moebius Syndrome Pasca Operasi?

Waktu pemulihan tergantung pada bagian yang di operasi. Beberapa operasi, seperti operasi wajah hanya membutuhkan waktu rawat inap yang sebentar, sementara operasi malformasi tangan bisa dilakukan dengan rawat jalan. 

Pembatasan aktivitas fisik juga perlu disesuaikan dengan operasi yang dilakukan agar tidak menimbulkan masalah baru. Biasanya pembatasan aktivitas fisik ini berlangsung selama 2 minggu sampai 4 minggu. Setelah itu, barulah pasien bisa beraktivitas seperti biasa dan melanjutkan pengobatan lain, seperti terapi wajah yang baru bisa dimulai setelah 3 minggu pasca operasi untuk reanimasi wajah menggunakan otot temporalis.

Pencegahan Moebius Syndrome

Berhubung hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti sindrom langka ini sehingga belum ada juga cara pasti untuk mencegah terjadinya Moebius syndrome ini. Namun, Anda bisa melakukan hal-hal, seperti rutin melakukan pemeriksaan kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan janin dan hindari penggunaan obat sembarangan selama masa kehamilan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya Moebius syndrome ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *