Mengenal Daun Torbangun, Sayuran Pelancar ASI Khas Indonesia

Produksi ASI tidak cukup merupakan penyebab kegagalan saat menyusui yang paling sering. Selain teknik relaksasi dan suplemen pelancar ASI, konsumsi bahan pangan menjadi alternatif yang mudah diaplikasikan.  

Daun torbangun atau daun jintan memiliki nama ilmiah Coleus amboinicus Lour. Masyarakat Batak menggunakan daun ini sebagai sayuran pelancar ASI. Daunnya terasa pedas mirip daun mint dan wangi seperti kemangi. Di negara lain, torbangun juga dikembangkan namun hanya sebatas sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, saat ini berbagai penelitian di Indonesia telah dilakukan untuk membuktikan khasiat torbangun sebagai sayuran pelancar ASI. 

Apakah terbukti secara ilmiah?

Torbangun bersifat laktogogum sehingga berkhasiat untuk meningkatkan jumlah ASI serta telah digunakan oleh masyarakat Batak sejak ratusan tahun lalu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dosen Institut Pertanian Bogor, ibu menyusui diberikan daun torbangun selama 30 hari. Hasilnya membuktikan bahwa terjadi peningkatan secara signifikan di minggu-minggu akhir dari 361 menjadi 479 mL ASI. 

Hal tersebut terjadi karena torbangun dapat meningkatkan pembelahan sel yang memproduksi air susu. Torbangun biasanya diberikan kepada ibu selama satu bulan setelah melahirkan. Selain untuk menstimulasi produksi ASI, juga membantu mengembalikan kondisi pasca melahirkan. 

Selain itu, torbangun mengandung zat gizi mikro dan senyawa fungsional lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya magnesium, besi, zink, kalsium, vitamin E, dan vitamin A. Beberapa komponen bioaktif seperti alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid juga terkandung dalam daun torbangun. Tak hanya itu, torbangun juga terkenal akan kandungan seratnya. 

Bagaimana cara mengonsumsinya?

Saat ini telah beredar suplemen kapsul torbangun pelancar ASI yang mudah Anda dapatkan. Beberapa makanan dan minuman yang berasal dari torbangun juga telah dikembangkan saat ini, diantaranya cookies, susu, risoles, siomay, serta sayur torbangun siap makan. Cara ini dilakukan agar rasa pahit dan cita rasa khas torbangun dapat tersamarkan sehingga lebih mudah diterima oleh ibu menyusui. 

Akan tetapi, ibu menyusui tetap bisa mengonsumsi daun torbangun secara langsung dengan cara memasaknya menjadi menu makanan dengan jumlah sebanyak 150 gram setidaknya selama 30 hari berturut-turut. Cara ini mungkin akan lebih mempertahankan kandungan gizi di dalam daun torbangun dibandingkan cara pengolahan lain, namun rasanya yang khas masih cukup kuat.   

Manfaat torbangun lainnya

Tak hanya sebagai sayuran pelancar ASI, torbangan juga memiliki khasiat lain antara lain:

  1. Mengurangi gejala PMS

Kandungan kalsium, magnesium, dan flavonoid di dalam torbangun diduga membantu meringankan keluhan PMS. Hal ini disebabkan karena pada umumnya perempuan yang mengalami keluhan PMS juga berisiko kekurangan mineral, seperti magnesium dan kalsium sehingga muncullah irritabilitas neuro-muskular. Konidsi ini menyebabkan terjadinya gejala PMS. 

  1. Mengurangi kadar gula darah

Berdasarkan Jurnal Gizi Pangan, ekstrak daun torbangun berperan dalam menurunkan kadar gula darah. Kandungan flavonoid di dalamnya mampu memberikan perlindungan stres oksidatif yang secara tidak langsung membantu menormalkan tingginya kadar gula darah. Akan tetapi, studi masih dilakukan pada hewan sehingga membutuhkan uji lebih lanjut pada manusia. 

  1. Mencegah radikal bebas 

Antioksidan berupa flavonoid pada ekstrak torbangun bermanfaat untuk menangkal radikal bebas. Pada dasarnya, radikal bebas merupakan zat yang memicu berbagai macam penyakit, seperti kanker dan penuaan.

Daun torbangun telah terbukti secara ilmiah sebagai sayuran pelancar ASI. Tumbuhan ini bisa ditanam sendiri dan tergolong cukup mudah sehingga Anda bisa mengembangbiakkan di pekarangan masing-masing. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *