Mengenal Hiperurisemia, Kondisi Ketika Kadar Asam Urat Terlalu Tinggi

Hiperurisemia tidak mewakili penyakit atau indikasi untuk terapi. Hiperurisemia merupakan kondisi sebagai salah satu penanda bahwa kadar asam urat dalam darah mengalami peningkatan. Kadar asam urat yang meningkat bisa disebabkan oleh berbagai macam hal seperti penurunan ekskresi, peningkatan produksi, atau kombinasi keduanya. Batas atas normal asam urat adalah 6,8 mg/dL. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hiperurisemia, Anda dapat menyimak penjelasan berikut ini. 

Gejala hiperurisemia

Tidak semua orang yang mengalami hiperurisemia akan menunjukkan gejala. Sebagian besar tidak akan menyadari bahwa mereka mengalami hiperurisemia. Sekitar 30% orang dengan hiperurisemia akan mengalami beberapa gejala seperti berikut ini. 

  1. Gout arthritis

Gejala pertama pada orang dengan hiperurisemia adalah gout arthritis. Umumnya gout muncul tiba-tiba dan sangat terasa di malam hari. Gout merupakan rasa sakit di tubuh seperti jempol kaki, siku, pergelangan kaki, dan lutut. Anda mengalami gout jika persendian terasa nyeri atau kaku, sendi tampak berubah, area tertentu tampak bengkak dan merah, dan kesulitan ketika menggerakkan sendi. Meski tidak ditangani, gout biasanya akan mereda setelah 2 minggu. 

  1. Tophaceous gout

Gejala orang dengan hiperurisemia lainnya yaitu tophaceous gout. Berbeda dengan gejala senelumnya, kondisi ini dapat ditandai sebab terlihat gumpalan yang menyebabkan nyeri sendi hebat dan menekan saraf sekitarnya. 

  1. Batu ginjal

Hiperurisemia dapat menyebabkan sakit pinggang. Hal ini umunya terjadi ketika kristal asam urat telah menumpuk dan menjadi batu ginjal. Selain rasa nyeri di punggung, Anda mungkin akan merasa mual dan keinginan buang air kecil meningkat. Terkadang, urine Anda akan beraroma tidak sedap dan ada rasa nyeri serta muncul darah saat buang air kecil. 

Penanganan hiperurisemia

Hiperurisemia bukanlah sebuah penyakit. Kondisi ini merupakan tanda bahwa kadar asam urat di tubuh Anda terlalu tinggi. Untuk mengurangi hiperurisemia yang terjadi, Anda dapat melakukan beberapa cara seperti berikut ini. 

  1. Mengurangi makanan dengan kandungan purin

Hiperurisemia dapat ditangani dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah. Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi makanan dengan kandungan purin. Berbagai jenis makanan yang bersumber dari protein hewani sebaiknya dikurangi seperti ayam, kambing, daging sapi, kuning telur, kepiting, serta udang. Anda dapat memenuhi asupan protein dengan protein murni seperti putih telur atau sumber asam lemak esensial seperti tuna dan salmon. 

  1. Perbanyak minum air putiih

Anda perlu mengencerkan urin agar proses penumpukan asam urat berlebih bisa dihambat. Caranya? Minumlah air putih minimal 8 gelas perhari sehingga urine menjadi lebih encer. Hal itu akan membuat pembuangan asam uram berlebih dari tubuh menjadi lancar. 

  1. Hindari alkohol

Menghindari alkohol juga dapat membantu mengurangi gejala hiperurisemia.  Pasalnya, minuman beralkohol menjadi salah satu penyebab timbulnya asam urat. Kalori yang tersimpan dalam alkohol juga dapat membuat berat badan meningkat sehingga risiko terjadinya hiperurisemia semakin tinggi. 

  1. Menjaga berat badan 

Untuk mengurangi kadar asam urat, Anda perlu menjalankan diet sehat guna menjaga berat badan agar tidak berlebih. Dengan begitu, kandungan asam urat berlebih dalam tubuh dapat larut dan dibuang. Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepada, atau yoga. 
Orang berusia di atas 50 tahun lebih rentan mengalami hiperurisemia. Pada kasus kronik, hiperurisemia dapat menyebabkan kerusakan multi organ. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan pengecekan kondisi kesehatan secara teratur guna mengantisipasi terjadinya penyakit tertentu. Anda juga bisa mengonsultasikan berbagai keluhan berupa kesehatan melalui aplikasi SehatQ. Konsultasi tentu akan ditangani secara online oleh dokter terpercaya dan ahli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *