Mengenal Penyakit Meth Mouth atau Pembusukan Gigi Karena Narkoba

Narkoba atau obat-obatan terlarang memiliki banyak sekali dampak negatif bagi penggunanya, baik secara perilaku maupun kesehatan. Salah satu dampak negatif dari konsumsi narkoba bagi kesehatan adalah terjangkit penyakit meth mouth atau pembusukan gigi karena narkoba

Meth mouth adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya pembusukan gigi. Penyakit ini biasanya menyerang orang-orang dengan riwayat pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang atau narkoba yang mengandung zat metamfetamin (meth) dalam jangka panjang dan berlebihan.

Metamfetamin merupakan zat yang biasa digunakan sebagai obat stimulan sistem saraf oleh dokter atau tenaga medis untuk mengatasi gangguan hiperaktif pada anak (ADHD) atau gangguan narkolepsi. Namun sayangnya, penggunaan zat ini banyak disalahgunakan menjadi obat-obatan terlarang. Lalu mengapa zat metamfetamin dapat menyebabkan pembusukan gigi karena narkoba? 

  • Zat metamfetamin memiliki sifat dasar berupa asam yang dapat menyebabkan korosi pada gigi.
  • Sifat asam zat metamfetamin dapat membuat mulut menjadi lebih kering, sehingga mempengaruhi jumlah produksi air liur yang berperan untuk menjaga kelembaban mulut dan mengurangi risiko serangan bakteri mulut pada gigi, gusi, lidah dan seluruh area mulut.
  • Zat metamfetamin juga dapat membuat pecandunya ingin terus minum minuman manis seperti soda. Hal ini akan sangat merusak kondisi email gigi.
  • Efek samping dari konsumsi zat metamfetamin adalah dapat membuat pecandunya menggertakan gigi dengan tanpa disadari.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di The Journal of American Dental Association pada tahun 2015, meth mouth atau pembusukan gigi karena narkoba jadi jauh lebih beresiko bagi pecandu metamfetamin wanita yang berumur lebih dari 30 tahun dan merupakan perokok aktif. 

Adapun gejala yang tampak untuk mengidentifikasi seseorang mengalami meth mouth atau pembusukan gigi karena konsumsi narkoba adalah sebagai berikut:

1.Mulut mengalami kekeringan atau lebih dikenal dengan istilah xerostomia

2.Gigi mengalami keretakan, goyang atau tanggal dari gusi

3.Penderita mengalami lockjaw atau kesulitan untuk membuka mulut.

4.Penderita mengalami gangguan pada gusi seperti periodontitis dan gingivitis.

5.Penderita mengalami karies gigi atau kondisi gigi bolong.

6.Penderita sering menggeretakkan gigi tanpa disadari (bruxism)

7.Gigi penderita akan membusuk dan ditandai dengan warna gigi yang menghitam dan mengeluarkan bau nafas yang tidak sedap.

Selain penggunaan metamfetamin, kondisi meth mouth atau pembusukan gigi karena narkoba biasanya dapat diperparah dengan pola hidup yang kurang baik. Pola hidup yang tidak baik yang mempengaruhi risiko meth mouth antara lain asupan dan pola makan yang buruk, kesehatan gigi yang buruk dan kurang diperhatikan, perawatan gigi yang tidak dilakukan secara teratur hingga kebersihan mulut yang diabaikan.

Jika anda mengalami gejala pembusukan gigi karena narkoba seperti di atas, ada baiknya segera periksakan kondisi kesehatan mulut anda ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *