Mengenal Siklus Haid yang Normal dan Tidak Normal

Siklus menstruasi adalah siklus hormonal bulanan yang dilalui wanita untuk mempersiapkan kehamilan. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama haid sampai hari pertama haid berikutnya. Siklus haid yang normal biasanya berlangsung setiap 21 hingga 35 hari. Sepanjang siklus menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron akan berubah sehingga menyebabkan gejala menstruasi.

Siklus Haid yang Normal

Selama siklus menstruasi bulanan, lapisan rahim menumpuk untuk mempersiapkan kehamilan. Jika Anda tidak hamil, kadar hormon estrogen dan progesteron mengalami penurunan. Kadar hormon estrogen dan progesteron yang rendah akan memberi tahu pada tubuh untuk memulai menstruasi.

Siklus haid 18 hari masih terbilang normal

Siklus menstruasi pada setiap wanita tidak sama, beberapa wanita ada yang mengalami siklus selama 21 hari, 28 atau bahkan 35 hari yang berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Namun ada juga yang mengalami menstruasi lebih dari seminggu yaitu sekitar 10 hari. Namun, seiring bertambahnya usia, siklus menstruasi akan memendek dan lebih teratur.

Wanita umumnya mulai menstruasi pada usia sekitar 8 hingga 16 tahun. Dan berhenti menstruasi saat menopause. Ketika sudah memasuki masa menopause, seorang wanita sudah berhenti memproduksi sel telur yang artinya wanita sudah tidak bisa lagi hamil. Menopause terjadi saat Anda memasuki umur 51 tahun dan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Saat menstruasi Anda juga akan mengalami gejala seperti:

  • Munculnya jerawat
  • Kram perut
  • Rasa sakit atau nyeri di punggung
  • Sakit kepala
  • Perubahan suasana hati menjadi lebih sensitif

Untuk mengatasi gejala menstruasi tersebut, Anda bisa mengonsumsi teh chamomile atau teh jahe. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan. Berolahraga rutin sebelum memasuki masa menstruasi juga dapat menurunkan gejala kram perut dan nyeri pinggang selama menstruasi.

Siklus Haid yang Tidak Normal

Jika siklus haid yang normal memiliki siklus sekitar 21 hingga maksimal 35 hari, menstruasi tidak teratur memiliki siklus kurang dari 21 hari dan lebih dari 35 hari. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi siklus menstruasi Anda. Selain itu, mengalami haid lebih dari 10 hari juga dikatakan tidak normal. 

Faktor-faktor yang menyebabkan siklus haid tidak normal seperti:

  • Penggunaan alat kontrasepsi (pil KB, suntik atau IUD)
  • Obesitas
  • Berat badan rendah seperti menderita anoreksia atau bulimia
  • Olahraga berlebihan
  • Penyakit radang panggul (PID) atau infeksi pada organ reproduksi
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Stres
  • Perubahan pola makan

Cara Melacak Siklus Menstruasi

Agar mengetahui apakah siklus menstruasi Anda normal atau tidak, Anda bisa menggunakan aplikasi pelacak menstruasi yang banyak tersedia di play store baik berbayar ataupun tidak. Atau Anda juga bisa menghitung siklus menstruasi Anda dengan mencatat hari pertama menstruasi Anda di kalender.

Lalu pada bulan-bulan berikutnya, Anda bisa melihat apakah menstruasi Anda teratur atau berbeda setiap bulannya dengan menghitung jarak hari pertama menstruasi bulan pertama dengan hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Anda harus segera menemui dokter jika memiliki gejala berikut ini:

  • Pendarahan hebat selama periode menstruasi yang tidak biasa yang membuat Anda harus mengganti pembalut setiap dua jam sekali atau kurang.
  • Keputihan yang tidak normal atau berbau busuk
  • Demam tinggi
  • Haid yang berlangsung lama dari biasanya atau melebihi 10 hari
  • Jika tiba-tiba mengalami siklus haid tidak teratur di saat sebelumnya memiliki siklus yang teratur
  • Mual dan muntah selama menstruasi
  • Mengalami gejala sindrom syok toksik seperti demam tinggi, ruam, diare, mual, muntah dan nyeri otot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *