Mengintip Kandungan Vape vs Rokok dan Dampaknya pada Tubuh

Mengintip Kandungan Vape vs Rokok dan Dampaknya pada Tubuh

Perdebatan mengenai profil keamanan dan bahaya vape vs rokok seperti tak ada habisnya. Para pengguna vape percaya rokok elektronik tersebut lebih aman dari rokok kovensional. Namun sebagian lainnya menganggap kedua hal itu tak ada bedanya. 

Lantas bagaimana dampak vape vs rokok terhadap kesehatan paru-paru?

Vape lebih terkenal di kalangan remaja

Vape pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 dan popularitasnya semakin meningkat hingga kini. Pada tahun 2008, US Surgeon General menyebut vaping sebagai wabah di Amerika Serikat karena penggunaan vape di kalangan remaja meningkat hingga lebih dari 75%.

Vape lebih disukai anak-anak karena tidak meninggalkan bau yang membekas seperti rokok. Selain itu cairan vape (e-liquid) tersedia dalam berbagai rasa yang menarik. Bentuk vape yang berbeda-beda juga menjadikan vape lebih disukai karena keberadaannya cenderung lebih mudah disamarkan.

Mengintip kandungan vape vs rokok

Terdapat kurang lebih 600 komposisi yang terkandung di dalam rokok, dengan komponen utamanya adalah tembakau. Ketika dibakar, rokok menghasilkan lebih dari 7.000 senyawa kimia beracun.

Meski telah diberi catatan peringatan bahaya rokok, konsumen rokok tetap tidak menghiraukannya. Berikut ini beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam dan yang dihasilkan oleh rokok konvensional:

  • Aseton: ditemukan juga pada penghapus cat kuku
  • Asam asetat: ditemukan dalam bahan pewarna rambut
  • Amonia: terkandung pada pembersih rumah tangga
  • Arsenik: bahan berbahaya yang ditemukan pada racun tikus
  • Benzene: ditemukan dalam bensin
  • Butana: ditemukan juga pada cairan korek api 
  • Kadmium: komponen aktif dalam asam baterai
  • Karbon monoksida: ditemukan juga pada asap knalpot 
  • Formaldehida: merupakan cairan pembalseman
  • Hexamine: ditemukan dalam cairan korek api
  • Timbal: merupakan kandungan di dalam baterai
  • Tar: bahan utama dalam untuk mengaspal jalan 
  • Methanol: komponen utama dalam bahan bakar roket
  • Nikotin: ditemukan juga pada insektisida
  • Naftalena: bahan utama dalam kapur barus
  • Toluen: digunakan untuk membuat cat

Berbeda dengan rokok konvensional yang hanya dibalut kertas dan filter, vape atau rokok elektronik terdiri dari komponen yang cukup modern meliputi:

  • Kartrid, disebut juga reservoir atau pod, untuk menampung larutan cair 
  • Atomizer atau alat penyemprot
  • Baterai untuk memanaskan cairan
  • Drip tip atau corong untuk menghisap uap vape

Pada rokok elektrik, cairan dipanaskan oleh pemanas sehingga menghasilkan uap yang disebut aerosol. Uap inilah yang dihisap oleh vapers sebagai pengganti merokok.

Sementara itu bahan kimia berbahaya yang ditemukan pada vape antara lain nikotin, karsinogen, acrolein, diacetyl, dietilen glikol, logam berat, kadmium, dan benzene.

Penelitian mengenai vape vs rokok terhadap paru-paru

Jika Anda ditanya, mana yang lebih baik antara vape vs rokok, kira-kira apa jawaban yang tepat?

Baik rokok maupun vape melibatkan proses menghirup zat yang dipanaskan. Pada awalnya vape diciptakan sebagai alternatif pengganti rokok yang aman. Namun banyak penelitian yang mengungkapkan dampak buruk vape. 

Rokok telah terbukti dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seperti serangan jantung, stroke, dan kanker paru-paru. Efek yang sama ternyata juga diperlihatkan oleh pengguna rokok elektronik.

Bahkan dalam sebuah penelitian, menghirup uap vape tanpa nikotin dan perasa dapat memperburuk sirkulasi dan pembuluh darah.

Vaping secara rutin dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan popcorn lung atau bronchiolitis obliterans (BO). Kondisi ini merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh kerusakan saluran udara kecil di paru-paru.

Vaping juga dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan lain seperti pneumonia lipoid dan pneumotoraks spontan primer.

Meski tampaknya dampak dari kedua rokok tersebut telah jelas, namun penelitian untuk membandingkan bahaya vape vs rokok tetap terus dilakukan. 

Catatan

Jika membicarakan profil keamanan vape vs rokok hasilnya sudah jelas bahwa kedua jenis rokok tersebut berbahaya bagi tubuh. Keduanya juga memiliki efek samping yang tak beda jauh. 

Sudah saatnya menghentikan perdebatan  vape vs rokok dan mulailah menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan sebisa mungkin menghentikan kebiasaan merokok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *