Nikmatnya Minuman dalam Kemasan, Sebandingkah dengan Risikonya?

Nikmatnya Minuman dalam Kemasan, Sebandingkah dengan Risikonya?

Nikmatnya mengonsumsi minuman dalam kemasan yang dingin saat hari sedang terik tentu tidak ingin Anda lewatkan. Sayangnya, minuman dalam kemasan tidak baik jika dikonsumsi rutin dan sering. Mengapa demikian? Kandungan terbesar pada minuman dalam kemasan adalah air dan gula yang berupa pemanis buatan. Hal tersebut membuat minuman dalam kemasan menjadi tinggi kalori namun minim nutrisi. Jika mengonsumsi minuman kemasan terlalu sering dan rutin, risiko berbagai penyakit kronis juga semakin besar. 

Bahaya mengonsumsi minuman dalam kemasan terlalu sering

Kandungan gula dalam minuman kemasan cukup dominan. Selain itu, gula yang digunakan biasanya merupakan pemanis buatan seperti sirup jagung tinggi fruktosa atau sukrosa. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman kemasan 6 gelas setiap minggunya dapat meningkatkan risiko kematian hingga 6%. Berbagai penyakit yang mungkin ditimbulkan akibat terlalu sering mengonsumsi minuman dalam kemasan di antaranya yaitu: 

  • Obesitas
  • Kerusakan gigi
  • Penyakit jantung
  • Penyakit ginjal
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Risiko terkena kanker meningkat

Berbagai kandungan minuman dalam kemasan

Hampir semua minuman dalam kemasan memiliki kandungan bahan yang tidak sehat. Salah satu atau lebih dari bahan tersebut biasanya terkandung dalam minuman kemasan dan prosentasenya cukup tinggi. Berikut ini beberapa kandungan yang cukup sering ditemui dalam minuman kemasan. 

  1. Soda

Minuman kemasan yang mengandung soda atau berkarbonasi banyak dijual di pasaran dan jenisnya pun beraneka ragam. Minuman dengan kandungan soda setara dengan 10 sendok makan gula, lho! Kadar gula yang sangat tinggi tersebut dapat memicu terjadinya penyakit diabetes terutama jika dikonsumsi berlebihan. 

Selain itu, pada minuman berkarbonasi biasanya juga ditambahkan asam fosfat yang mampu meminimalkan rasa manis. Hal itulah yang membuat banyak orang tidak menyadari bahwa kandungan gula dalam minuman kemasan berkarbonasi tinggi sebab rasanya tidak terlalu manis. Asam fosfat berlebihan akan membuat terganggunya penyerapan kalsium dalam tubuh sehingga memicu berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, kerusakan gigi, serta osteoporosis. 

  1. Alkohol 

Kandungan alkohol juga bisa ditemui pada berbagai minuman kemasan khusus. Meski minuman beralkohol memiliki izin edar ketat dan hanya boleh dikonsumsi dengan minimal umur 21 namun bahayanya malah lebih besar dibandingkan soda. Etanol yang merupakan senyawa psikoaktif ada dalam minuman beralkohol. Etanol tersebut mampu menurunkan tingkat kesadaran orang yang mengonsumsi alkohol. 

Tidak hanya itu, minuman beralkohol juga dapat merusak organ tubuh terutama jika dikonsumsi berlebihan dan jangka panjang. Fungsi hati dan liver biasanya akan paling terkena dampak buruk dari alkohol. Hal tersebut dikarenakan adanya penebalan lemak hati yang tidak larut dalam darah. 

  1. Minuman berenergi

Banyak minuman dalam kemasan berenergi yang dijual bebas di pasaran. Secara klaim, minuman tersebut menyehatkan dan mampu meningkatkan stamina tubuh. Harga minuman berenergi yang jauh lebih murah dibandingkan vitamin seringkali menjadi alasan masyarakat mengonsumsinya. Padahal, mengonsumsi minuman energi kemasan berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh. Efek yang timbul yaitu sulitnya berkonsentrasi, nutrisi tubuh tidak seimbang, serta memicu berbagai penyakit. 

Seseorang yang mengonsumsi memang akan merasa bugar dan semangat sepanjang hari. Hal itu dikarenakan komposisi kafein dan gula yang terkandung di dalamnya. Sayangnya, gula dan kafein rentan memicu risiko penyakit jika dikonsumsi berlebihan dan terus menerus. 

Tips membatasi konsumsi minuman dalam kemasan

Minuman dalam kemasan memang berbahaya jika dikonsumsi terlalu sering. Akan tetapi bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsinya sama sekali. Anda hanya perlu membatasi konsumsinya sehingga tidak membahayakan tubuh. Cobalah ikuti tips berikut untuk membantu membatasi konsumsi minuman kemasan. 

  • Pahami tentang batas konsumsi gula harian yang wajar. Batasan gula untuk anak-anak yaitu 12 hingga 2 gram/hari. Untuk orang dewasa yaitu tidak lebih dari 50 gram/hari (setara 509 sendok teh). Sedangkan dalam minuman dalam kemasan kadar gulanya bisa mencapai 17 gram. 
  • Imbangi dengan gaya hidup yang sehat. Agar proses tubuh mencerna minuman dalam kemasan lebih cepat, maka Anda perlu menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, istirahat cukup, serta mengendalikan berat badan. 
  • Jangan jadikan kebiasaan rutin. Anda boleh mengonsumsi minuman dalam kemasan namun selalu ingat bahwa minuman rutin yang sehat adalah air putih. Anda bisa mengonsumsi minuman kemasan dalam acara perayaan tertentu misalnya ulang tahun atau hari raya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *