Waspada Kencing Nanah yang Tidak Muncul dengan Gejala

Selain kencing batu, ternyata ada juga penyakit kencing nanah. Istilah ini merupakan penyebutan awam dari penyakit gonorrhea. Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan infeksi menular seksual pada manusia. infeksi bakteri ini ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, anal maupun oral.

Ketika menyerang pria, sebagian besar dari mereka tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Hal tersebut juga berlaku jika infeksi bakteri ini menyerang wanita.

Oleh karena kencing nanah tidak bergejala, maka cara terbaik untuk mendeteksi apakah seseorang mengidap penyakit kencing nanah, yaitu dengan secara rutin melakukan tes infeksi menular seksual yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Bagi seseorang yang melakukan hubungan seksual lebih dari satu pasangan maupun pernah menderita infeksi menular seksual lain, maka pemeriksaan diri secara rutin merupakan kewajiban. Tes ini dilakukan dengan menggunakan sampel urin.

Bagi pria yang mengidap kencing nanah, biasanya gejala akan muncul sejak hari ketiga atau kelima setelah terinfeksi. Namun, gejala ini juga dapat muncul sebulan kemudian. Sementara itu, bagi wanita yang mengidap infeksi bakteri gonorrhea ini, gejala dapat muncul dalam kurun 10 hari setelah tertular.

Gejala yang dapat muncul pada pria, antara lain keluarnya cairan berwarna putih kekuningan, seperti warna nanah dari penis yang disertai dengan rasa nyeri atau sensasi terbakar ketika buang air kecil. Selain itu, penderita juga akan mengalami dorongan yang lebih kuat untuk selalu membuang air kecil. Akan muncul pula pembengkakan pada testis yang disertai rasa sakit.

Bagi wanita, gejalanya akan serupa dengan pria, yaitu keluarnya cairan berwarna putih kekuningan dari vagina l yang terkadang disertai darah, rasa sakit dan nyeri ketika buang air kecil. Khusus untuk wanita, penyakit ini dapat menyebar hingga ke tuba falopi yang mengakibatkan munculnya rasa sakit pada perut bawah dan punggung bawah.

Secara garis besar setidaknya 90% infeksi kencing nanah tidak menimbulkan gejala signifikan, namun biasanya penderita akan merasa gatal-gatal di anus dan rasa sakit ketika buang air besar.

Kenali Gejala Hipotiroidisme pada Bayi

Beberapa negara maju telah melakukan skrining hipotiroid pada bayi sesaat setelah bayi dilahirkan. Namun, di Indonesia, proses skrining ini dilakukan hanya jika ditemukan gejala dari hipotiroidisme. Apa itu sebenarnya hipotiroidisme dan apa saja gejala yang dapat muncul pada bayi?

Hipotiroidisme adalah kondisi ketika hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid diproduksi dalam jumlah yang rendah. Hormon ini berperan dalam mengoptimalkan metabolisme dan perkembangan otak bayi hingga ia berusia 2-3 tahun.

Proses skrining hipotiroidisme pada bayi penting untuk dilakukan. Pasalnya, gejala hipotiroid pada bayi terkadang tidak memunculkan tanda-tanda yang spesifik. Gejala hipotiroid baru akan muncul sebulan setelah bayi dilahirkan. Ada pun gejala-gejala hipotiroid yang mungkin dapat dialami oleh bayi, antara lain:

  • Berkurangnya berat badan.
  • Mengalami kondisi stunting atau gangguan pertumbuhan.
  • Mengalami pertumbuhan tulang yang tidak normal.
  • Otot-otot terasa lemah.
  • Kondisi pusar yang menonjol atau dalam bahasa medis disebut dengan hernia umbilikus.
  • Bayi terlihat lelah dan lunglai.
  • Bayi sering tertidur.
  • Mengalami kesulitan ketika akan menyusu.
  • Bayi menangis, namun lemah atau jarang sekali menangis.
  • Adanya suara atau rintihan serak dan parau.
  • Kulit berwarna pucat dan berubah menjadi kekuningan (jaundice), terasa dingin, dan kering.
  • Terdapat pembengkakan pada daerah leher akibat dari pembesaran kelenjar tiroid.
  • Ukuran lidah terlihat lebih besar dibanding dengan ukuran normal pada umumnya.
  • Mengalami konstipasi.
  • Mengalami myxedema atau kondisi perubahan kulit pada penderita hipotiroid yang disertai dengan pembengkakan dan penebalan kulit.

Gejala yang umumnya terjadi dan sering kali mengkhawatirkan sang ibu adalah ketika bayi lebih sering tertidur dan enggan untuk menyusu. Jika Anda menemui gejala-gejala tersebut pada bayi Anda, maka segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter spesialis anak agar dapat diperiksa dan ditangani secara cepat dan tepat.

Ada pun risiko seorang bayi menderita hipotiroid, antara lain akibat turunan dari ibu yang memiliki penyakit serupa, namun sudah tidak terkontrol. Alasan lain mengapa bayi dapat mengalami hipotiroid, yaitu akibat dari pembentukan kelenjar tiroid yang tidak sempurna atau posisi yang tidak sesuai.

Apa Itu Obat Clozapine dan Bagaimana Efeknya?

Seseorang yang mengalami gejala gangguan jiwa (skizofrenia) dengan ciri-ciri sering berhalusinasi dan delusi, seharusnya diatasi dengan penanganan yang serius dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Hal sederhana yang dapat dilakukan untuk merawat seseorang yang terkena penyakit skizofrenia, yaitu dengan memberikan obat khusus, seperti clozapine.

Apa itu obat clozapine?

Clozapine adalah suatu obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi gejala gangguan jiwa (skizofrenia) maupun gejala psikotik lain. Dengan mengonsumsi obat ini, risiko bunuh diri yang dimiliki penderita penyakit kejiwaan dapat dikurangi.

Tidak hanya untuk mengatasi penyakit kejiwaan, clozapine juga dapat digunakan untuk psikosis sebagai obat penyakit Parkinson. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat reseptor Dopamin dan Serotonin (zat alami tertentu yang terdapat pada otak).

Efek samping obat clozapine

Walaupun obat clozapine tidak dapat menyembuhkan penyakit skizofrenia secara menyeluruh, namun ia dapat membantu penderitanya untuk mengontrol gejala yang mungkin dapat terjadi. Clozapine bekerja dengan memulihkan keseimbangan zat kimia yang terdapat di dalam otak. Dengan begitu, obat ini dapat mengurangi halusinasi, menjernihkan pikiran, dan mengurangi kecemasan, sehingga penderita skizofrenia dapat melakukan aktivitasnya tanpa dengan baik.

Namun, selayaknya obat-obatan yang lain, clozapine memiliki efek samping yang mesti diwaspadai. Efek samping tersebut tidak seketika muncul setelah seseorang mengonsumsi obat, namun ketika pasien mengonsumsi obat ini secara berlebihan. Ada pun efek samping yang telah diketahui sejauh ini, misalnya produksi air liur yang meningkat, mengantuk, rasa pusing dan sakit kepala, gemetar, kenaikan berat badan, hiperkolesterolemia, hingga diabetes. Selain itu, jika hal-hal di bawah ini terjadi, maka segera cari pertolongan medis:

  • Kejang.
  • Pingsan.
  • Perubahan status mental.
  • Sindrom neuroleptic maligna.
  • Gerakan tak terkendali.
  • Gangguan pernapasan ketika tidur.
  • Gangguan irama jantung.

Seseorang yang memiliki kondisi kesehatan khusus, seperti penyakit jantung berat, gangguan ginjal berat, supresi sumsum tulang, penyakit mieloproliferatif, ileus paralitik, dan adanya riwayat penggunaan obat yang menginduksi neutropenia atau agranulositosis, tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi obat ini.

Jika memang Anda memutuskan untuk mengonsumsi clozapine, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan yang dapat berakibat fatal terhadap kesehatan.

5 Ciri-Ciri Mata Katarak yang Harus Anda Waspadai

Salah satu penyakit mata yang kerap dialami adalah katarak. Jenis penyakit mata yang satu ini tergolong cukup berbahaya karena dapat berakhir pada kebutaan. Walaupun begitu, kebutaan yang disebabkan oleh katarak bersifat reversibel atau dapat kembali ke kondisi normal setelah katarak ditangani. Seperti apa katarak itu sebenarnya dan apa saja ciri-ciri mata katarak yang perlu Anda waspadai?

Katarak adalah penyakit mata yang disebabkan oleh proses pengeruhan pada lensa mata. Kondisi ini terjadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang maupun karena faktor penyakit bawaan lain, seperti diabetes atau adanya trauma pada bola mata.

Pengeruhan lensa pada mata dapat mengganggu cahaya masuk mencapai bagian belakang dari bola mata, sehingga proses melihat dapat terhambat. Beberapa ciri-ciri mata katarak yang telah diketahui, antara lain:

  • Terganggunya penglihatan menjadi lebih berkabut atau berawan

Ketika proses pengeruhan pada lensa mata terjadi, Anda akan mengalami gangguan penglihatan, seperti penglihatan yang akan semakin kabur. Anda akan merasa bahwa proses penglihatan ditutupi kabut atau berawan, serupa dengan melihat suatu objek dari balik kaca yang tebal dan buram.

  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya

Jika Anda merasa bahwa mata Anda lebih sensitif terhadap cahaya, maka hal tersebut dapat menjadi salah satu ciri mata katarak. Anda akan lebih mudah merasa silau ketika memalingkan pandangan searah dengan sumber cahaya. Sumber cahaya di sini bukan selalu berarti sinar matahari, namun juga lampu sorot pada kendaraan.

  • Penglihatan menjadi ganda atau berlipat

Seseorang yang mengalami katarak, akan mengalami penglihatan ganda atau dobel. Kondisi ini disebabkan oleh keruhnya lensa mata pada penderita katarak yang menyebabkan cahaya tersebar ke berbagai arah ketika akan masuk ke mata, sehingga cahaya tidak fokus pada satu titik.

  • Melihat halo atau lingkaran cahaya

Proses berpencarnya cahaya yang masuk ke mata tadi, dapat menyebabkan penderita katarak melihat halo atau lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya. Lingkaran cahaya tersebut serupa dengan bentuk cincin dengan memiliki berbagai warna dan berada di sekitar sumber cahaya.

  • Berubahnya pandangan menjadi kekuningan

Jika kondisi katarak menjadi lebih parah, maka penglihatan Anda berisiko akan berubah warna menjadi kekuningan. Kondisi ini disebabkan oleh gumpalan protein yang mengeruh pada lensa mata, sehingga ia berubah warna menjadi kuning atau kecokelatan. Dengan kondisi seperti ini, penderita katarak akan sulit membedakan warna.

Jaga Daya Tahan dengan Suplemen Becom Zet

Beberapa orang mengonsumsi suplemen tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat. Hal ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral dalam tubuh.

Banyaknya aktivitas sehari-hari ditambah, polusi, pergantian cuaca, virus di lingkungan sekitar, dan ditambah dengan kebiasaan buruk mengonsumsi makanan yang tidak pilih-pilih, dapat berdampak buruk pada kondisi kesehatan tubuh.

Terdapat beragam suplemen yang tersedia di pasaran. Salah satu suplemen yang dipercaya oleh banyak orang, yaitu suplemen Becom Zet.

Apa saja zat baik yang dikandung oleh Becom Zet?

Sebuah produk suplemen tentu mengandung beragam vitamin dan mineral, termasuk Becom Zet. Secara lebih jelasnya, Anda dapat melihat penjabarannya di bawah ini:

  • Asam Pantotenat
  • Vitamin B1
  • Vitamin B2
  • Vitamin B6
  • Vitamin B12
  • Vitamin C
  • Vitamin E
  • Niasin
  • Vitamin
  • Zinc

Beragam sekali bukan kandungan vitamin dan mineral dari suplemen Becom Zet ini? Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen ini, Anda tidak membutuhkan resep dokter khusus, karena Becom Zet dijual secara bebas di pasaran. Walaupun begitu, Anda tetap harus memerhatikan dosis sesuai dengan aturan jika ingin mengonsumsinya.

Bebas beraktivitas tanpa khawatir sakit dengan menjaga daya tahan tubuh

Ketika seseorang jatuh sakit, maka hal tersebut dapat menghambat segala aktivitas yang perlu dilakukan. Namun, kondisi sakit ini wajar dialami. Hanya saja, kondisi tersebut dapat diatasi dengan menjaga kesehatan tubuh. Menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi suplemen tambahan, seperti Becom Zet dapat meningkatkan vitalitas tubuh.

Suplemen akan sangat membantu orang-orang yang tidak dicukupi dengan makanan bergizi dan bernutrisi. Kandungan di dalam suplemen tersebut dapat mengganti gizi yang tidak didapatkan dari makanan-makanan sehat. Walaupun begitu, memang tidak ada sumber vitamin dan mineral yang lebih baik dari sumber makanan sehat.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, seperti mengalami anemia Pernisiosa Addison dan penyakit defisiensi vitamin B12, Anda tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi suplemen Becom Zet karena dapat memicu gangguan fungsi majemuk dari sumsum tulang belakang.

Berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen merupakan langkah bijak yang dapat dilakukan. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi efek samping yang mungkin terjadi.

Mengenal Barotrauma yang Membuat Telinga Nyeri di Perjalanan Udara

Barotrauma adalah cedera pada telinga yang disebabkan karena meningkatnya tekanan udara atau tekanan air. Cedera ini bisa dialami oleh penumpang pesawat terbang dan para penyelam saat terjadi ketidakseimbangan antara tekanan udara di telinga bagian tengah dan tekanan udara di luar sehingga menghalangi gendang telinga dari getaran.

Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga dan area di belakangnya, pada bagian tengah telinga ini dihubungkan ke luar oleh sebuah saluran kecil yang disebut tuba eustachius. Saluran ini menghubungkan telinga ke bagian belakang mulut.

Contohnya saat kita menelan ludah, kita akan mendengar suara menelan tersebut di telinga yang sebenarnya merupakan gelembung udara bergerak melewati tuba eustachius. Gelembung-gelembung udara selalu bergerak ke telinga tengah untuk menyeimbangkan tekanan di dalam telinga kita. Barotrauma akan terjadi saat tuba eustachius tersumbat.

Kondisi yang terjadi pada penumpang pesawat, Barotrauma biasanya terjadi saat pesawat menurunkan ketinggian untuk bersiap mendarat. Tekanan udara yang mendadak berubah menyebabkan vakum atau ruang hampa udara di telinga bagian tengah sehingga gendang telinga tersebut ke arah dalam.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri seperti tertusuk di telinga dan juga berkurangnya pendengaran. Biasanya, penumpang pesawat udara merasa telinganya seperti tersumbat ketika Barotrauma terjadi. Barotrauma di pesawat terbang paling sering diderita oleh penumpang yang sedang mengalami pilek, memiliki alergi tertentu, atau sedang mengalami infeksi di telinga, hidung atau tenggorokan.

Selain itu, bayi dan anak-anak juga seringkali menjadi korban barotrauma di pesawat terbang karena ukuran tuba eustachius mereka yang lebih kecil dari orang dewasa dan lebih mudah tersumbat. Cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya Barotrauma adalah dengan menjaga tuba eustachius tetap terbuka. Jika Anda sedang pilek, atau mengalami infeksi THT sebaiknya tunda dahulu jadwal bepergian dengan pesawat terbang sampai kondisi Anda membaik.

Namun jika tetap perlu terbang, konsumsilah obat dekongestan kira-kira satu jam sebelum pesawat lepas landas. Pada penerbangan durasi yang panjang, tetaplah mengonsumsi dekongestan selama penerbangan sesuai dengan dosis dan petunjuk penggunaan di kemasan obat. Anda perlu menggunakan sumbatan telinga selama penerbangan untuk memperlambat terjadinya perubahan tekanan udara di telinga.

Kenali Manfaat dan Efek Samping Arcalion

Obat arcalion sering kali digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti, depresi berat, gejala Alzheimer, kelelahan kronis dan penyakit lainnya. Jika Anda memiliki penyakit seperti disebutkan sebelumnya, maka sebaiknya Anda mengonsumsi obat ini dengan dosis 2-3 tablet per hari untuk orang dewasa. Waktu meminum arcalion pun perlu Anda perhatikan, waktu yang dianjurkan adalah pada pagi dan siang hari sesudah makan.

Usahakan untuk meminum obat ini ketika perut sudah terisi. Komposisi yang terdapat dalam obat arcalion adalah sulbutiamine. Sulbutiamine ini merupakan turunan dari thiamine yang merupakan vitamin B1. Berikut manfaat yang bisa Anda dapatkan setelah minum obat arcalion:

  • Meningkatkan kesehatan fisik terhadap kelelahan
  • Meningkatkan efisiensi neuromuskuler
  • Proses pembelajaran
  • Memori dan fungsi metabolisme korteks serebral

Setelah mengetahui manfaat mengonsumsi arcalion, terdapat beberapa efek samping jika Anda mengonsumsinya tidak sesuai dengan resep atau pun anjuran dari dokter. Meskipun jarang ditemukan, efek samping obat ini bisa sangat berbahaya. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi obat arcalion ini sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Efek samping obat arcalion

  • Tremor
  • Sakit kepala
  • Merasa mual
  • Reaksi alergi pada kulit
  • Gangguan pencernaan

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mengonsumsi obat arcalion:

  • Simpanlah obat pada suhu ruangan dibawah 30 derajat Celsius dan jauhkan dari sinar matahari langsung
  • Konsumsi obat harus sesuai dengan resep dokter
  • Ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi arcalion karena dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan janin
  • Tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan kafein
  • Tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan alkohol
  • Tidak disarankan untuk dikonsumsi bagian Anda yang memiliki hipersensitif terhadap komposisi arcalion.
  • Karena kandungan laktosa, obat arcalion ini memiliki kontraindikasi dengan kasus galaktosemia kongenital
  • Segera hentikan penggunaan jika terjadi alergi pada kulit
  • Jika alergi berlanjut, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan

Golongan obat arcalion ini termasuk ke dalam obat keras. Oleh karena itu, diperlukan obat dokter jika ingin mengonsumsinya. Kemasan arcalion berbentuk box di dalamnya terdapat isi 10 strip dan pada setiap stripnya berisi 6 tablet.

Salah Prasangka Orang Introvert Tidak Selalu Ansos

Banyak orang yang mengaitkan jenis kepribadian introvert dengan kecenderungan ansos (antisosial). Pada kenyataannya, ungkapan tersebut tidaklah benar. Ansos dan kepribadian introvert bukanlah merupakan dua hal yang sama.

Antisosial (sosiopati) atau yang sering dikenal dengan ansos adalah gangguan kepribadian yang mana seseorang tidak memiliki kepedulian terhadap segala tindakan yang ia lakukan, benar atau salah, baik atau buruk, hingga ia sering kali mengabaikan hak orang lain.

Orang dengan gangguan kepribadian ini cenderung akan memperlakukan seseorang secara kasar, tidak sensitif terhadap perasaan orang lain, dan senantiasa memusuhi orang lain. Dengan segala tindakan tersebut, ia tidak akan menunjukkan rasa bersalah atau bahkan menyesali perbuatannya.

Bagaimana mengetahui seseorang memiliki gangguan kepribadian ansos?

Di bawah ini terdapat beberapa ciri yang mungkin dapat menjadi tanda bahwa seseorang mengidap ansos:

  • Mengabaikan hal baik atau buruk, benar atau salah.
  • Cenderung memiliki perilaku berbohong agar dapat memanfaatkan kebaikan orang lain.
  • Minim atau bahkan tidak memiliki rasa empati, tidak berperasaan, sinis, dan sulit menghargai orang lain.
  • Cenderung memanipulasi orang lain untuk mencapai kepentingan dan kesenangan pribadi.
  • Memiliki sikap arogan, merasa superior, dan sangat keras kepala.
  • Sering berurusan dengan penegak hukum, karena perilaku kriminal.
  • Mengintimidasi, mengabaikan hak orang lain, dan tidak jujur.
  • Memiliki perilaku impulsif atau seringnya gagal dalam merencanakan sesuatu.
  • Mudah marah, rawan melakukan kekerasan, dan tidak segan untuk memusuhi orang lain.
  • Tidak akan merasa menyesal dengan perbuatan yang merugikan orang lain.
  • Senang mengambil keputusan berisiko dan melakukan hal berbahaya.
  • Umumnya memiliki hubungan yang buruk dengan orang lain.
  • Acuh terhadap konsekuensi negatif dari perbuatan yang dilakukan dan enggan untuk belajar dari kesalahan.
  • Tidak memiliki rasa tanggung jawab dan sering kali gagal dalam menyelesaikan pekerjaan atau kewajiban.

Apa yang membedakan kepribadian introvert dengan ansos?

Seseorang yang memiliki kepribadian introvert cenderung fokus terhadap perasaan internal dibanding eksternal. Sikap pendiam seseorang dengan kepribadian ini sering disalahartikan sebagai sikap menghindari situasi sosial atau menarik diri dari pergaulan. Pada kenyataannya, seorang introvert mudah merasa lelah jika berada dalam situasi ramai dalam waktu yang lama. Ia membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga dari kegiatan bersosialisasi. Ketika tenaga tersebut kembali penuh, ia akan kembali berinteraksi dan bersosialisasi dengan sekitarnya. Tentu, hal tersebut berbeda dengan ciri-ciri kepribadian ansos yang telah disebutkan di atas.