Pahami Potensi Efek Samping Aminefron di Sini!

Aminefron adalah salah satu jenis obat yang digunakan dalam perawatan pasien dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani diet tinggi kalori rendah protein.

Jika digunakan dalam dosis dan aturan yang tepat, obat ini bisa bantu memperlambat laju disfungsi ginjal. Sama seperti obat pada umumnya, obat ini juga bisa sebabkan efek samping.

Aminefron kaplet digunakan untuk mengobati kelainan fungsi ginjal.

Maka dari itu, sebelum mulai mengonsumsinya ada baiknya kamu memahami aturan pakai dan efek samping yang mungkin terjadi. Simak pada ulasan berikut ini!

Siapa yang boleh dan tidak boleh mengonsumsi Aminefron?

Obat ini tergolong ke dalam kelompok obat keras. Itu artinya obat ini hanya bisa digunakan dengan resep dokter.

Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak tidak direkomendasikan mengonsumsi obat ini karena minimnya studi terkait penggunaan dan dampaknya pada kelompok ini.

Jika memang diperlukan, dokter mungkin akan menyesuaikan dosisnya. Selain itu, obat ini juga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh orang yang memiliki kadar kalsium tinggi dalam darah.

Kandungan dan dosis Aminefron 

Obat ini mengandung setidaknya 9 jenis asam amino yang penting untuk tubuh dan juga kalsium. Berikut beberapa kandungan dalam Aminefron:

  • Isoleucine
  • Leucine
  • Phenylalanine
  • Methionine 
  • Valine
  • Tryptophan
  • Threonine 
  • Histidine 
  • Tyrosine 
  • Lysine acetat
  • Kalsium

Dosis obat ini sendiri adalah 4-8 tablet per hari. Namun bisa saja berbeda pada setiap orang tergantung resep yang diberikan oleh dokter.

Jadi selalu ikuti resep dan petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter untuk memastikan kamu menggunakannya sesuai dosis.

Efek samping

Efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan obat ini mulai dari mulai muntah, hingga hiperkalsemia. Hiperkalsemia adalah kondisi kadar kalsium yang terlalu tinggi di dalam darah.

Overdosis kalsium dapat menyebabkan hiperkalsemia progresif, yang mungkin memerlukan tindakan darurat. Oleh karena itu, pada awal fase pengobatan selama periode penyesuaian dosis, pantau kadar kalsium dua kali seminggu.

Bahaya hiperkalsemia

Hiperkalsemia yang parah bisa menyebabkan berbagai masalah lain. Mulai dari menyebabkan kebingungan, mual, muntah, konstipasi, anoreksia.

Pada kasus kronis dapat menyebabkan kalsifikasi vaskuler dan kalsifikasi jaringan lunak lainnya. Jika hiperkalsemia berkembang, kurangi dosis atau hentikan pengobatan, tergantung pada tingkat keparahan hiperkalsemia.

Aturan pakai untuk hindari efek samping

Risiko hiperkalemia sebenarnya dapat diminimalisir dengan mengontrol beberapa aspek kesehatan. Berikut beberapa yang harus diperhatikan:

  • Asupan kalori

Untuk menghindari efek samping pastikan kamu mengonsumsi cukup kalori. Dalam sehari pastikan kamu mengonsumsi setidaknya 150-170 kJ kalori. Dengan patokan 35-40 kKal/kg berat badan/hari.

  • Perhatikan dosisnya

Satu tablet obat ini mengandung setidaknya 50 mg kalsium. Obat ini dapat menyebabkan hiperkalsemia apabila diminum lebih dari 25 tablet per hari. Atau jika dikombinasikan dengan obat lain yang mengandung kalsium juga. Oleh karena itu selama penggunaan obat ini sangat disarankan untuk terus memantau kadar kalsium dalam darah

  • Interaksi obat

Obat ini dapat menimbulkan reaksi apabila digunakan bersamaan dengan obat lain. Maka dari itu obat ini tidak disarankan digunakan bersamaan dengan obat yang dapat menyebabkan pembentukan senyawa kurang larut kalsium seperti tetrasiklin.

Penggunaan bersamaan dengan tetrasiklin juga dapat mengganggu proses penyerapan obat ini, jadi harus dihindari.

Pada dasarnya semua obat aman digunakan karena sudah melalui berbagai uji klinis dan penelitian. Efek negatif bisa muncul apabila penggunaannya salah aturan.

Maka dari itu, hanya gunakan obat ini dengan resep dan pemantauan dokter profesional. Itu dia beberapa ulasan terkait Aminefron untuk penyakit gagal ginjal kronis. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *