Pentingnya Psikologi Warna untuk Manusia

Setiap warna memiliki arti sendiri yang berbeda-beda dan berhubungan erat dengan psikologi manusia

Kata orang, hidup itu penuh warna. Namun, tahukah kalian apa itu warna? Ya, sederhananya warna itu adalah kuning, merah, hijau, dan lain sebagainya. Akan tetapi banyak definisi yang dapat menjelaskan warna, tergantung dari pendekatan apa kita melakukannya. Sebagai contoh psikologi warna yang termasuk ke dalam salah satu cabang ilmu psikologi.

Dalam ilmu psikologi, setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. 

Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

Psikologi warna ini ada sebagai jalan mempelajari manusia melalui pengaruh warna. Selain itu, ini dapat menjadi bentuk komunikasi non-verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna. Keilmuan ini memungkinkan seseorang mengetahui emosi dan bahkan karakter kepribadian yang dimiliki seseorang.

Hal ini menjadi masuk akal lantaran otak manusia dapat menginterpretasikan warna yang diterima oleh mata sehingga memunculkan persepsi tertentu. Setelah itu, persepsi tersebut diolah di dalam otak untuk diekspresikan melalui emosi.

Oleh karenanya warna bisa mempengaruhi jiwa, emosi, dan suasana hati (mood) manusia. Kendati demikian, tingkat sensitivitas tiap orang terhadap warna berbeda-beda, ada yang peka dan ada yang tidak. 

Menurut ilmu psikologi warna, kejadian di masa lalu dapat menjadi salah satu alasan di balik warna favorit atau yang kurang disukai.

Misalnya, warna tertentu bisa membawa seseorang nostalgia ke momen yang menyenangkan, makanya seseorang menyukai warna tersebut. Begitupun sebaliknya, ketika ada warna yang membawa  nostalgia ke peristiwa yang kurang baik untuk diingat, mereka akan cenderung tidak menyukainya.

Sebenarnya pengalaman masa lalu yang berkaitan dengan warna akan lebih cepat merangsang emosi ketimbang pengalaman yang berhubungan dengan bentuk. Hal ini menarik perhatian para ahli. Mereka kemudian membagi sifat warna menjadi dua kategori yang saling bertolak belakang, yaitu warna panas dan warna dingin.  

Lebih jauh, psikologi warna ini bahkan bisa mempengaruhi benda mati, seperti makanan. Dikatakan bahwa warna wadah makanan dapat mempengaruhi rasa makanan yang ada di atasnya. Ini bisa terjadi lantaran setiap warna memancarkan panjang gelombang energi yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda pula. 

  • Psikologi Warna dan Berbagai Kebutuhan Akan Itu

Seseorang yang dijuluki bapak psikoanalisis, Carl Gustav Jung, telah menjadikan warna sebagai alat penting dalam psikoterapinya. Beliau meyakini setiap warna punya makna, potensi, dan kekuatan untuk memengaruhi. 

Tak hanya itu, Jung, bagaimana dia biasa disapa, percaya bahwa warna juga dapat menghasilkan efek tertentu pada produktivitas, emosi, hingga perubahan mood (suasana hati) seseorang. Beliau juga membuktikan pengaruh warna bagi psikologi manusia.

Keberadaan warna tidak semata-mata hasil alamiah, melainkan bermakna dan “dimaknai” oleh manusia. Dewasa ini, kita menemukan banyak interpretasi makna warna dalam banyak sektor. Mulai dari perfilman, fotografi, desain grafis dan interior, bahkan hingga kesehatan.

Menurut Darwis Triadi, seorang fotografer terkenal dalam negeri mengungkapkan bahwa psikologi warna dapat menciptakan keselarasan hidup. Dia mengklaim, “Dengan warna kita bisa menciptakan suasana teduh dan damai. Dengan warna pula kita dapat menciptakan keberingasan dan kekacauan.”

Kira-kira berikut beberapa pengaruh warna terhadap psikologi manusia:

  • Dapat  menciptakan daya tarik manusia untuk semakin bergairah terhadap suatu hal.
  • Permainan warna dapat mempengaruhi emosi seseorang.
  • Penggunaan warna yang tepat dapat memberikan ketenangan, konsentrasi, kesan gembira.
  • Penggunaan warna dapat membangkitkan energi yang membuat seorang menjadi aktif dalam melakukan kegiatannya.
  • Warna sebagai salah satu alat bantu komunikasi non-verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan yang mudah diserap maknanya.

Menarik sekali bukan psikologi warna ini? Bagaimana seseorang bisa memainkan sesuatu di dalam diri manusia hanya dengan warna. Jika dipelajari lebih dalam, bukan tidak mungkin seseorang yang menguasai psikologi warna ini bisa menjadi orang yang luwes dan tidak takut untuk menghadapi siapa saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *