Punya Gigi Sensitif? Tanya Dokter Gigi Solusinya

Pernahkah Anda merasa nyeri atau tidak nyaman setelah menggigit es krim atau makan sup yang panas? Jika iya, maka Anda tidak sendiri. Meskipun rasa sakit atau nyeri yang disebabkan karena makanan dingin atau panas dapat menjadi tanda adanya gigi berlubang, hal ini juga banyak ditemui pada mereka yang memiliki gigi yang sensitif. Sehingga, untuk memastikan apakah kondisi Anda disebabkan karena gigi berlubang atau gigi sensitif, Anda perlu tanya dokter gigi. Dikenal dengan sebutan “dentin hypersensitivity”, gigi sensitif adalah sebuah kondisi di mana rasa nyeri dan tidak nyaman di gigi terjadi sebagai respon akibat stimulus tertentu, misalnya suhu dingin atau panas. Kondisi ini dapat bersifat sementara atau merupakan masalah yang kronis, dan dapat memengaruhi satu gigi, beberapa gigi, atau bahkan semua gigi yang dimiliki oleh seseorang. Penyebab gigi sensitif pun bermacam-macam, namun kebanyakan kasus gigi sensitif dapat mudah diatasi dengan mengubah rutinitas kebersihan mulut Anda. 

Image result for dokter gigi
source: rstrimitra.com

Gejala dan penyebab

Orang-orang dengan gigi sensitif dapat mengalami rasa nyeri atau tidak nyaman sebagai respon pemicu tertentu. Anda dapat merasakan sensasi nyeri tersebut di akar gigi yang terdampak. Tanya dokter gigi untuk informasi lebih lanjut serta diagnosa yang tepat tentang kondisi Anda. Pada umumnya, pemicu yang sering dijumpai adalah makanan dan minuman panas atau dingin, udara dingin, makanan dan minuman yang terlalu manis atau asam, menggosok gigi atau “flossing”, dan cairan pencuci mulut yang mengandung alkohol. Gejala yang Anda rasakan dapat datang dan pergi setelah beberapa waktu tanpa ada sebab yang jelas. Gejala tersebut dapat bersifat ringan hingga intens. 

Beberapa orang secara alami memiliki gigi yang sensitif dibandingkan orang lain karena mereka memiliki enamel yang lebih tipis. Enamel adalah lapisan luar gigi yang melindunginya. Dalam banyak kasus, enamel gigi dapat menipis akibat menyikat gigi terlalu keras, menggunakan sikat gigi yang kasar, dan sering makan makanan dan minum minuman yang asam. Terkadang, kondisi lain dapat menyebabkan gigi sensitif. Refluks gastroesofagus (GERD), misalnya, dapat menyebabkan asam naik dari lambung dan kerongkongan, dan dapat mengikis gigi setelah beberapa waktu. Kondisi yang menyebabkan sering muntah, termasuk gastroparesis dan bulimia, juga dapat menyebabkan asam untuk membuat enamel menjadi tipis. 

Gusi turun (gum recession) dapat menyebabkan sebagian gigi terlihat dan tidak terlindungi, menyebabkan sensitivitas. Gigi berlubang, gigi rusak, dan isian yang sudah usang dapat menyebabkan dentin gigi terlihat, mengakibatkan sensitivitas gigi. Apabila hal ini terjadi, Anda hanya akan merasakan sensitivitas pada bagian gigi tertentu dan bukan keseluruhan gigi. Gigi Anda juga dapat sensitif sementara setelah mendapatkan perawatan gigi, misalnya mendapatkan filling, crown, atau bahkan bleaching gigi. Dalam kasus ini, Anda akan merasa sensitif pada satu atau dua gigi yang terdampak. Kondisi ini seharusnya akan mereda setelah beberapa hari. Untuk informasi lebih lanjut seputar kondisi Anda, tanya dokter gigi. 

Jika Anda menderita gigi sensitif untuk pertama kalinya, kunjungi dan tanya dokter gigi. Mereka akan memeriksa kesehatan gigi dan melihat apakah ada potensi gangguan kesehatan gigi, misalnya gigi berlubang, filling yang lepas atau longgar, dan gusi turun yang mungkin dapat menyebabkan gigi sensitif. Dokter gigi Anda dapat melakukan hal ini pada proses pembersihan gigi rutin. Mereka akan membersihkan gigi Anda dan melakukan pemeriksaan visual. Mereka dapat menggunakan alat khusus untuk memeriksa sensitivitas, dan juga menggunakan sinar-X untuk memastikan kondisi Anda tidak disebabkan karena masalah lain, misalnya gigi berlubang. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *