Pahami Manfaat Serta Efek Samping Propepsa Suspensi

Propepsa suspensi merupakan obat yang digunakan untuk mencegah tukak lambung. Dalam propepsa suspensi terdapat kandungan zat aktif sucralfate. Obat ini nantinya akan melekat pada protein di lokasi luka sehingga dapat membentuk lapisan pelindung terhadap asam lambung, garam empedu, dan enzim pencernaan pepsin. Zat sucralfate akan melindungi serta mencegah luka di lambung memburuk. Berdasarkan proses kerja dalam tubuh, propepsa suspensi memiliki status ekskresi terutama melalui urine, absorpsi yang diserap minimal dari saluran pencernaan, dan distribusi yang bertindak secara lokal di tempat luka. 

Manfaat propepsa suspensi

Secara umum propepsa suspensi digunakan untuk mencegah tukak lambung. Namun, terdapat indikasi dan manfaat obat propepsa suspensi yang lebih mendetail yaitu: 

  • Mengobati maag. 
  • Mengatasi peradangan pada lambung yang terjadi dalam waktu lama (gastritis kronis). 
  • Mengatasi sensasi seperti terbakar pada dada yang disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju kerongkongan (GERD) selama masa kehamilan. 
  • Mengobati luka pada dinding lambung dan usus dua belas jari dalam penggunaan jangka pendek (maksimal 8 minggu).  

Petunjuk penggunaan dan dosis propepsa suspensi

Propepsa suspensi digunakan dalam keadaan perut kosong atau minimal 1 jam sebelum makan. Obat ini tergolong obat keras dan harus menggunakan resep dokter. Dalam setiap 5 mL propepsa suspensi mengandung 500 mg sucralfate. Untuk dosis propepsa suspensi, dapat berbeda tergantung kebutuhan kondisi medis seseorang. Dosis umum penggunaan propepsa suspensi seperti berikut ini. 

  • Dosis dewasa untuk tukak yaitu dua sendok takar sebanyak 4  kali sehari diminum sebelum makan dan sebelum tidur. 
  • Dosis dewasa untuk tukak profilaksis yaitu dua sendok takar sebanyak 2 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk maag yaitu dua sendok sebanyak 4 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk GERD yaitu dua sendok sebanyak 4 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk hyperphosphatemia pada gagal ginjal yaitu 2 sendok takar sebanyak 2 kali sehari diminum saat perut kosong. Dosis tersebut dapat dititrasi berdasarkan tingkat fosfat serum. 

Jam minum propepsa suspensi dianjurkan sama setiap harinya agar manfaat dari obat tersebut semakin maksimal. Selain itu, propepsa suspensi tidak disarankan untuk diberikan pada anak berusia di bawah 15 tahun. Penggunaan propepsa suspensi pada anak-anak dapat dilakukan jika memang diberikan resep tersebut oleh dokter. 

Efek samping propepsa suspensi

Obat propepsa suspensi  biasanya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Akan tetapi, penggunaan propepsa suspensi tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping baik yang umum maupun jarang terjadi. Beberapa efek samping propepsa suspensi tersebut seperti berikut ini. 

  • Pasien disfungsi ginjal memiliki risiko mengalami efek samping yang lebih serius jika menggunakan propepsa suspensi seperti keracunan aluminium dan hypophosphatemia. 
  • Efek samping yang umum terjadi dari penggunaan propepsa suspensi yaitu sembelit. 
  • Efek samping propepsa suspensi lainnya yaitu diare, gangguan lambung, gangguan pencernaan, dan mual. 
  • Efek samping propepsa suspensi yang cukup jarang terjadi yaitu pusing, sakit kepala, mengantuk, vertigo, nyeri punggung, pembentukan benzoar, mulut kering, ruam, dan reaksi hipersensitivitas. 

Hentikan segera penggunaan propepsa suspensi jika muncul reaksi berupa alergi. Beberapa gejala alergi terhadap inpepsa suspensi yaitu pucat, sakit tenggorokan, ruam, gatal, nyeri sendi, dan demam. Berbagai gejala alergi lain mungkin juga muncul sehingga Anda perlu waspada dan melakukan pengamatan mendalam ketika mengonsumsi propepsa suspensi. Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai propepsa suspensi, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play. 

Seputar Antasida yang Perlu Anda Ketahui

Antasida adalah jenis obat yang bisa Anda beli di apotek untuk mengatasi sakit ulu hati dan gangguan pencernaan. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Sakit ulu hati adalah sensasi nyeri atau terbakar yang muncul di tengah dada dan tenggorokan. Sakit nyeri ini merupakan gejala gangguan pencernaan yang juga dapat menyebabkan sakit perut dan kembung. Anda dapat membeli antasida dalam bentuk tablet, cairan, atau bahkan permen kunyah. Bahan aktif yang terkandung di dalam antasida bervariasi, dengan yang paling umum dijumpai adalah kalsium karbonat, sodium bikarbonat, dan magnesium trisilicate. 

Di Amerika Serikat, Lembaga Obat dan Makanan (FDA) baru-baru ini menarik semua produk ranitidine dari pasar karena kandungan N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat menyebabkan kanker. Antasida berbeda dengan obat-obatan jenis lain yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gejala asam berlebih, seperti penghambat pompa proton (PPI) dan penghambat histamine 2 (H2). Dalam konsumsinya, ada beberapa informasi penting yang perlu Anda perhatikan, terutama apabila antasida digunakan untuk ibu hamil dan anak. 

  • Antasida pada masa kehamilan

Nyeri ulu hati lazim dijumpai pada masa kehamilan, terutama ketika uterus mendorong lambung. Tekanan ini dapat memaksa asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan gejala nyeri ulu hati. Ibu hamil harus berhati-hati menggunakan antasida pada masa kehamilan serta harus menghindari antasida yang mengandung sodium bicarbonate, yang dapat memengaruhi janin. Akan tetapi, produk antasida yang mengandung kalsium karbonat aman untuk dikonsumsi saat hamil. Ibu hamil juga tidak boleh mengonsumsi antasida yang mengandung aspirin. Apabila Anda tidak yakin jenis antasida apa yang perlu dikonsumsi, tanyakan dan berkonsultasilah dengan dokter. 

  • Antasida untuk anak

Refluks asam pada anak dapat disebabkan oleh banyak sebab seperti penundaan perkembangan dan obesitas. Sangat penting bagi anak-anak yang memiliki gejala refluks asam untuk mengunjungi dokter agar mendapatkan diagnosa yang tepat. Pilihlah antasida OTC yang cocok untuk anak. Apoteker atau dokter dapat memberikan saran pilihan antasida yang cocok. 

Bagaimana antasida bekerja?

Antasida menggunakan kombinasi antara kalsium, magnesium, dan garam aluminium sebagai bahan aktif obat tersebut. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam di lambung. Antasida juga menghambat pepsin, sebuah enzim yang memainkan peran dalam pencernaan protein. Pepsin bekerja dengan asam hidroklorida di lambung untuk menyediakan lingkungan asam yang dibutuhkan untuk mencerna makanan. Beberapa antasida menggunakan “foaming agent” seperti alginate yang akan mengambang di atas isi lambung dan mencegah asam melakukan kontak langsung dengan kerongkongan. 

Orang-orang menggunakan antasida untuk membantu mengatasi nyeri ulu hati atau gangguan pencernaan. Apabila Anda mengalami nyeri ulu hati setiap hari setiap hari, kunjungi dokter, karena ada kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan parah seperti penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Pastikan Anda selalu membaca petunjuk konsumsi sebelum minum antasida, karena jenis antasida yang berbeda mengandung bahan aktif yang berbeda pula. Sebuah tinjauan tahun 2020 menyatakan bahwa Anda dapat meminum antasida yang mengandung kalsium karbonat kapanpun dibutuhkan untuk mengurangi gejala nyeri ulu hati. Namun, Anda harus mengonsumsi antasida yang mengandung aluminum hydroxide setelah makan atau sebelum tidur. 

Selain minum antasida, Anda bisa mengurangi gejala nyeri ulu hati dengan menghindari konsumsi beberapa jenis makanan seperti makanan berlemak dan gorengan, makanan asam seperti tomat dan lemon, coklat, alkohol, dan peppermint. Memiliki masalah berat badan berlebih dan makan tengah malam dapat membuat gejala refluks asam bertambah menjadi lebih parah.