Intip Manfaat Bromelain untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit

Bromelain adalah enzim yang banyak terkandung di inti atau batang buah nanas. Ekstrak buah nanas telah lama digunakan sebagai obat tradisional di beberapa negara, termasuk Jepang dan Taiwan. 

Kini bromelain kerap ditemukan dalam bentuk suplemen untuk mendukung kesehatan tubuh dan mengobati berbagai penyakit, seperti sinusitis, peradangan, dan masalah pencernaan. Karena enzim tersebut, buah nanas juga sangat bagus digunakan untuk menjaga kesehatan rambut, tulang, dan kulit.

Manfaat bromelain untuk kesehatan kulit dan rambut

Bromelain adalah campuran enzim yang memiliki efek aktif di dalam tubuh. Beberapa bahan aktif dalam bromelain adalah proteinase dan protease, yakni enzim yang bertugas memecah protein di dalam tubuh. 

Penggunaan bromelain yang paling umum adalah untuk mengatasi peradangan dan cedera jaringan lunak. Bahkan enzim ini diklaim memiliki efek yang sama kuatnya dengan obat anti-inflamasi NSAID. 

Dengan kombinasi bromelain, vitamin, dan mineral lainnya, konsumsi ekstrak nanas bisa dimasukkan ke dalam rutinitas kecantikan harian Anda. Berikut beberapa manfaat mengonsumsi ekstrak nanas bagi kesehatan kulit dan rambut:

  1. Mengatasi jerawat

Ekstrak nanas mengandung bromelain yang bersifat anti-inflamasi, vitamin C, dan antioksidan dapat digunakan untuk mencegah timbulnya jerawat, mengobati jerawat, serta menghilangkan noda bekas jerawat dan flek hitam. Manfaat ini bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi jus buah nanas secara teratur atau menjadikannya masker wajah. 

  1. Anti-penuaan

Sifat antioksidan pada bromelain memberikan efek perlindungan terhadap radikal bebas dan paparan sinar matahari. Nanas juga mengandung asam alfa-hidroksi yang merupakan zat utama dalam menunda kematian sel. Efek ini membuat wajah tampak lebih awet muda dan kencang. 

  1. Kulit bercahaya

Bromelain memiliki sifat eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati. Dengan mengonsumsi suplemen bromelain atau menjadikannya masker, kulit kusam Anda akan berganti dengan kulit yang lebih segar dan bercahaya. 

  1. Rambut tebal dan berkilau

Sifat anti-inflamasi dan antioksidan pada enzim bromelain tak hanya berfungsi mencegah jerawat atau masalah kulit lainnya. Mengaplikasikan ekstrak nanas ke rambut juga dapat membuat rambut lebih lembut dan berkilau. 

Sifat penebalan rambut pada bromelain akan menutrisi folikel rambut dan kulit kepala sehingga rambut menjadi lebih tebal, elastis, dan tidak mudah rontok. 

  1. Mempercepat penyembuhan luka

Sebuah penelitian menemukan bahwa mengoleskan krim bromelain konsentrasi 35% dapat mempercepat penyembuhan luka dan menghilangkan sisa luka bakar. 

Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi bromelain

Manfaat bromelain bisa didapat dari mengonsumsi nanas secara langsung. Kini juga tersedia suplemen bromelain dalam berbagai bentuk, seperti kapsul, krim, dan bubuk.

Umumnya suplemen bromelain aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Dosis 12 gram bromelain per hari bisa diterima tubuh tanpa menimbulkan efek samping. Tapi ada beberapa orang yang harus membatasi atau tidak boleh mengonsumsi bromelain.

Bromelain dapat meningkatkan detak jantung pada penderita hipertensi, maka itu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya. Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan), misalnya aspirin, ibuprofen, warfarin tidak boleh mengonsumsi bromelain karena dapat membuat obat tidak efektif. 

Orang yang alergi terhadap nanas juga harus menghindari suplemen bromelain karena dapat menyebabkan reaksi alergi. Dalam kasus yang sangat parah, mereka dapat mengalami anafilaksis. 

Catatan

Meski ada banyak manfaat bromelain, dibutuhkan penelitian lanjut berskala besar untuk mendukung klaim kesehatan dan efektivitasnya pada manusia. Sebelum Anda mengonsumsi suatu suplemen, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Tanyakan penggunaan bromelain dan dosis aman kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play Store.

Hati-hati, Ini Efek Samping Ipratropium

Apabila Anda tengah mengalami batuk berkepanjangan yang disertai kondisi sesak napas yang muncul dan hilang secara cepat, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan ipratropium. Ini merupakan salah satu jenis obat yang mampu mengendurkan otot di sekitar saluran udara sehingga pernapasan Anda terasa lebih lega. 

Obat dengan jenis ipratropium umumnya berbentuk spray, inhaler, atau bahkan larutan nebulisasi. Kemampuan jenis obat ini melegakan pernapasan dan mengurangi gejala batuk membuat ipratropium kerap menjadi pilihan terapi bagi penderita asma atau masalah paru-paru lainnya. 

Meskipun memiliki hasil yang efektif, Anda tidak disarankan menggunakan obat ini tanpa resep dokter. Bagaimanapun, ipratropium tergolong jenis obat keras yang memiliki efek samping beragam. Jika Anda menggunakannya tanpa anjuran yang tepat, bersiaplah menghadapi berbagai efek samping tak menyenangkan, seperti di bawah ini. 

Efek Samping Umum 

Efek samping ipratropium di bawah ini kerap ditemukan pada orang-orang yang baru menggunakan jenis obat tersebut. Efek samping ini juga dengan mudah menjangkiti orang-orang yang memang terindikasi memiliki masalah alergi tertentu. 

  • Sulit Buang Air Kecil 

Beberapa pasien yang menggunakan ipratropium mengatakan, mereka menjadi kesulitan membuang air kecil karena rasa nyeri yang menyertai. Dalam beberapa kasus, pasien yang baru melakukan terapi dengan ipratropium bisa membuang air kecil dengan disertai darah. 

  • Batuk Berlendir 

Jangan kaget ketika Anda tiba-tiba mengalami batuk berlendir usai melakukan terapi dengan ipratropium. Namun biasanya, batuk berlendir tersebut hanya berlangsung sebentar, kemudian mengi ataupun sesak napas Anda akan perlahan menghilang. 

  • Nyeri Punggung 

Sampai saat ini belum jelas alasan mengapa penggunaan ipratropium bisa membuat nyeri punggung. Namun tidak bisa dimungkiri, efek samping yang satu ini sering ditemukan pada pengguna ipratropium baik dalam jenis spray, inhaler, maupun larutan nebulasi. 

  • Panas Dingin 

Apabila Anda tidak terbiasa memakai ipratropium, kemungkinan Anda akan mengalami meriang atau kondisi tubuh yang panas dingin ketika menggunakannya. Kondisi ini akan hilang dalam 1—2 hari. Namun jika terus berlanjut, sebaiknya Anda segera menemui dokter. 

  • Kehilangan Suara 

Anda bisa tiba-tiba merasakan kerongkongan maupun tenggorokan menjadi terganjal pasca melakukan terapi dengan ipratropium. Kondisi tersebut berlanjut pada seraknya suara yang Anda hasilnya. Dalam beberapa kasus, Anda bahkan bisa kehilangan suara. 

Efek Samping Langka 

Selain efek samping yang sering terjadi dan tidak membahayakan, ada pula efek samping langka yang ditemukan dalam beberapa kasus. Jika mengalami efek samping langka seperti di bawah ini, sebaiknya Anda segera menjumpai dokter dan meminta penanganan yang tepat. 

  • Sembelit 

Awal mulanya Anda mungkin hanya merasa kembung setelah melakukan terapi dengan ipratropium. Namun ternyata, kondisi tersebut berlanjut ke masalah sembelit. Anda mungkin akan kesulitan membuang air besar hingga berhari-hari. 

  • Jantung Berdebar 

Pada beberapa pasien yang tidak cocok dengan ipratropium, masalah debaran jantung akan menyertai. Setelah proses terapi, Anda bisa mengalami rasa jantung berdebar dengan kencang ataupun secara tidak beraturan. Jangan berpikir panjang, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. 

  • Wajah Bengkak 

Kasus ini cukup langka, namun Anda harus memperhatikannya dengan saksama. Pasca terapi dengan ipratropium, adakah pembengkakan di wajah Anda? Pembengkakan akan mudah terlihat di bagian bibir ataupun kelopak mata. 

  • Sakit Mata 

Ipratropium juga bisa menimbulkan masalah pada mata Anda, walaupun kasusnya memang jarang. Mata Anda bisa tiba-tiba mengalami nyeri dan penglihatan menjadi kabur. Bahkan pada penderita glaukoma, penggunaan ipratropium bisa memperparah kondisinya. Sampai saat ini masih terus diteliti apakah masalah mata yang disebabkan oleh obat ini bisa berujung pada kebutaan. 

*** 

Efek samping dari ipratropium tidak bisa dipandang ringan. Karena itu, jangan sekali-kali mencoba obat ini tanpa resep dokter. Mencegah lebih baik daripada menyesali efek sampingnya, bukan?

Untuk Apa Tablet Oral Theophylline?

Theophylline adalah sebuah obat resep yang tersedia dalam bentuk larutan oral, tablet lepas lambat, dan kapsul lepas lambat. Theophylline juga tersedia dalam bentuk IV, yang disuntikkan secara intravena ke dalam tubuh pasien dan hanya akan diberikan di rumah sakit oleh perawat atau dokter. Tablet theophylline hanya tersedia sebagai obat generic, dalam arti tidak memiliki merek khusus dan biasanya lebih murah dibandingkan dengan obat merek. Theophylline digunakan untuk merawat gejala asma dan penyakit paru-paru lainnya yang menghambat saluran udara, seperti emphysema dan bronkitis kronis. Obat ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, yang berarti Anda harus meminum theophylline bersama dengan obat-obatan lainnya untuk merawat penyakit yang diderita. 

Manfaat dan efek samping

Theophylline masuk ke dalam kelas obat methylxanthines, yang bekerja dengan cara membuka saluran udara di paru-paru. Theophylline akan membuat otot relaks dan mengurangi respon terhadap zat yang menyebabkan saluran udara menyempit. Hal ini akan membuat pengguna theophylline dapat bernapas dengan lebih mudah. Namun, sama seperti obat lain, theophylline dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Meskipun obat ini tidak menyebabkan kantuk, beberapa gejala efek samping yang dapat Anda derita adalah sakit kepala dan gangguan tidur. Apabila efek tersebut bersifat ringan, gijala akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila efek samping berubah menjadi lebih parah atau tidak kunjung sembuh, hubungi dokter. Theophylline juga dapat menyebabkan efek samping serius yang perlu diwaspadai, seperti detak jantung yang tidak teratur (dengan gejala seperti sesak napas, sakit kepala, dan rasa nyeri di dada) dan kejang (dengan gejala seperti bingung, kesulitan berbicara, dan tubuh bergetar).

Interaksi dengan obat-obatan lain

Tablet oral theophylline dapat berinteraksi dengan obat, vitamin, dan produk herbal yang Anda konsumsi. Untuk menghindari terjadinya interaksi obat, dokter harus meresepkan obat dengan seksama. Pastikan Anda memberitahu dokter obat, vitamin, atau produk herbal apa saja yang sedang dikonsumsi. Adapun contoh interaksi yang dapat terjadi akibat konsumsi theophylline dengan obat lain di antaranya adalah:

  • Obat penyalahgunaan alkohol

Obat jenis ini dapat meningkatkan level theophylline di dalam tubuh, sehingga ada kemungkinan Anda akan menderita lebih banyak efek samping. Contoh obat penyalahgunaan alkohol adalah disulfiram. 

  • Obat kecemasan

Ketika Anda minum diazepam, flurazepam, midazolam, atau lorazepam bersama dengan  theophylline, Anda membutuhkan dosis obat kecemasan yang lebih banyak agar dapat bekerja dengan efektif. 

  • Obat penggumpal darah

Obat jenis ini dapat meningkatkan kadar theophylline di dalam tubuh Anda, sehingga berpotensi menyebabkan efek samping lebih parah. Adapun contoh obat penggumpal darah adalah pentoxifylline dan ticlopidine. 

  • Obat depresi dan encok

Obat depresi seperti fluvoxamine dan obat encok seperti allopurinol dapat menyebabkan peningkatan level theophylline di dalam tubuh. Karena level theophylline meningkat, Ada risiko Anda akan menderita lebih banyak efek samping. 

  • Ketamine dan lithium

Apabila theophylline dikonsumsi bersamaan dengan ketamine, ketamine akan meningkatkan risiko efek samping theophylline. Sementara itu, Anda membutuhkan lithium dalam dosis yang lebih besar apabila dikonsumsi bersamaan dengan theophylline. 

Theophylline merupakan obat kategori C untuk wanita hamil. Kategori C berarti penelitian pada hewan menunjukkan efek samping yang buruk terhadap janin ketika theophylline dikonsumsi oleh hewan yang sedang mengandung. Namun, belum ada studi yang cukup pada manusia untuk memastikan bahwa obat ini dapat memengaruhi janin.

Penyebab Sesak Napas Saat Tidur

Pada umumnya orang mengira jika sesak napas merupakan gejala munculnya penyakit asma, padahal anggapan ini belum tentu benar. Sesak napas saat tidur khususnya bisa jadi muncul karena masalah lain, seseorang yang tidak memiliki sakit asma sangat mungkin mengalami sesak napas. Sangat penting untuk mengetahui penyebab seseorang mengalami asma.

Sesak napas bisa muncul secara tiba-tiba, terjadi sementara dan bisa mereda dengan cepat, apabila membuat penderitanya merasa seolah terikat di bagian dada seperti tercekik maka disebut dengan sesak napas akut. Sebagian besar penyebab sesak napas adalah karena masalah jantung dan paru-paru, gangguan ini terjadi karena karbondioksida tidak terproses dengan baik.

Penyebab Sesak Napas

Dalam kebanyakan kasus, sesak napas akut dapat hilang ketika faktor pemicunya juga hilang atau disembuhkan dengan melakukan pengobatan yang sesuai dari penyebab sesak napas tersebut. Sesak napas saat tidur khususnya dapat terjadi karena beberapa penyebab berikut ini, kondisi ini penting untuk diamati.

  1. Tersedak

Ketika seseorang tersedak karena menelan atau kemasukan benda tidak seharusnya ke dalam saluran pernapasan, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kesulitan bicara dan sesak napas. Dalam hal ini usahakan sebisa mungkin untuk batuk dan mengeluarkan benda yang tersangkut di tenggorokan.

  1. Pilek

Kondisi hidung yang tersumbat dengan lendir atau terus-terusan berair juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sesak napas, biasanya ini terjadi saat seseorang pilek. Lendir karena pilek akan menghalangi jalan keluar masuknya udara.

  1. Keracunan Karbon Monoksida

Keracunan bisa terjadi jika seseorang terlalu banyak menghirup karbon monoksida, gas ini berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat atau kayu. Karbon monoksida tidak berbau, tidak menimbulkan warna, tidak mengiritasi kulit dan juga mata. Tetapi sangat berbahaya jika kadarnya terlalu banyak dalam tubuh.

Gas ini bisa mengikat erat hemoglobin dan ikut mengalir bersama darah ke seluruh tubuh, karena memiliki sifat beracun maka dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan sel, sehingga tubuh menjadi kekurangan oksigen. Dalam keadaan ini seseorang bisa mengalami sesak napas karena asupan oksigen berkurang.

  1. Alergi

Kebanyakan orang tidak menyadari jika alergi bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sesak napas, hampir semua jenis alergi, mulai makanan, bulu binatang, debu hingga reaksi alergi yang dipicu perubahan suhu. Beberapa kondisi ini bisa menyebabkan reaksi alergi berupa sesak napas, meskipun reaksi alergi sebenarnya tidak berbahaya.

  1. Tamponade Jantung

Merupakan kondisi darurat medis ketika darah atau cairan memenuhi ruang antara selaput tipis yang membungkus jantung atau perikardium dan otot jantung. Keadaan ini memberi tekanan yang sangat kuat pada jantung sehingga mengganggu kinerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Kurangnya pasokan darah ke jantung dan tubuh bisa menyebabkan sesak napas.

  1. Pneumonia

Penyebab sesak napas saat tidur selanjutnya adalah pneumonia atau infeksi pada paru-paru karena bakteri, virus dan jamur. Infeksi ini menyebabkan sel-sel organ tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen, kondisi inilah yang membuat seseorang mengalami sesak napas.

  1. Emboli Paru

Merupakan kondisi penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru-paru, kasus yang sering terjadi emboli disebabkan karena adanya gumpalan darah beku di arteri yang mengalir ke paru-paru. Gumpalan juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain, seperti panggul, lengan hingga jantung atau trombosis vena dalam.

Keadaan ini membuat aliran darah ke salah satu atau kedua paru menjadi sangat terbatas, sehingga tak jarang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas dalam waktu yang tidak terduga karena kemunculannya yang tiba-tiba.