Efek Samping Vape vs Rokok dan Cara Berhenti Merokok

Ketika pertama kali vape diluncurkan, perdebatan mengenai vape vs rokok juga mulai terjadi. Vape diciptakan sebagai alternatif merokok yang aman. Namun bukti penelitian mengatakan hal yang sebaliknya.

Baik vape atau rokok konvensional memiliki dampak merugikan bagi tubuh. Meski penelitian belum mengetahui dengan jelas efek samping dari merokok, vape jelas bukan pengganti rokok yang aman. 

Efek jangka panjang merokok 

Merokok telah terbukti memiliki efek buruk bagi kesehatan. Di setiap kemasan rokok, iklan, atau papan reklame selalu dicantumkan bahaya merokok dan asap rokok. 

Untuk mengingatkan kembali, berikut ini efek merokok jangka panjang pada kesehatan menurut CDC:

  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan peradangan umum
  • Meningkatkan risiko kanker di seluruh tubuh, terutama paru-paru, tenggorokan, ginjal, dan perut
  • Memicu serangan asma
  • Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung
  • Meningkatkan risiko katarak di usia lanjut
  • Mengurangi jumlah dan kualitas sperma
  • Merokok saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran dan cacat bawaan
  • Menyebabkan masalah kesehatan secara keseluruhan, sehingga meningkatkan biaya perawatan kesehatan

Efek jangka panjang vape

Bahaya vape seringkali dikaitkan dengan kandungan nikotin pada cairan vape. Faktanya penelitian terbaru menemukan bahwa mengisap vape dengan cairan tanpa nikotin dan perasa pun dapat membawa pengaruh buruk pada tubuh, seperti mengganggu sirkulasi darah, pembuluh darah yang lebih kaku, dan kadar oksigen darah yang menurun.

Penelitian lain yang didasarkan pada survei nasional juga menemukan bahwa vaping berkaitan dengan peningkatan risiko stroke, serangan jantung, angina, dan penyakit jantung.

Selain itu, sebagian besar penelitian membuktikan vaping dapat menyebabkan:

  • Melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Merusak paru-paru dan menyebabkan berbagai masalah seperti bronchiolitis obliterans (BO), pneumonia lipoid, dan pneumotoraks spontan primer
  • Melepaskan radikal bebas ke dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko kanker
  • Menghambat perkembangan otak pada anak dan remaja, seperti gangguan perhatian dan proses belajar
  • Meningkatkan risiko kecanduan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan metamfetamin
  • Menyebabkan gangguan mood dan masalah permanen dengan kontrol impuls 
  • Vaping pada ibu hamil dapat memperlambat perkembangan otak pada janin

Kemungkinan luka bakar saat mengisi ulang cairan vape (e-liquid) juga dapat terjadi akibat dari baterai yang rusak dan menyebabkan ledakan.

Selain dampak kesehatan di atas, peneliti hingga kini masih mencari tahu lebih luas lagi efek vape terhadap kesehatan. 

Vape vs rokok, mana yang lebih banyak menyebabkan kematian?

Membicarakan bahaya vape vs rokok, keduanya bekerja dengan cepat dan menghasilkan efek langsung pada tubuh. Efeknya memuncak dalam kurun waktu 10 hingga 15 menit.  

Menurut WHO, setiap tahun terdapat sekitar 225.700 orang di Indonesia yang meninggal akibat merokok, atau penyakit lain yang berkaitan dengan tembakau. Sementara untuk vape belum ditemukan kasus serupa di Indonesia.

Namun di Amerika Serikat terdapat peningkatan kasus cedera paru dan kematian akibat penggunaan vape. 

Cara berhenti merokok dan vaping

Memperdebatkan keamanan vape vs rokok seperti tak ada gunanya karena kedua jenis rokok tersebut jelas berbahaya. Maka dari itu beralih ke vape jelas tidak akan membantu Anda terhindar dari bahaya rokok. FDA juga tidak menyarankan hal tersebut. 

Ada cara aman untuk berhenti dari vaping dan merokok. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan:

  1. Tanamkan motivasi untuk berhenti

Kemauan diri sangat diperlukan untuk melakukan hal yang baru, termasuk berhenti merokok. 

  1. Ketahui penyebab kenapa Anda merokok

Pemicu seseorang vaping atau merokok berbeda-beda, seperti stres atau pengaruh dari lingkungan. Sebelum mulai berhenti, tuntaskan terlebih dahulu masalah tersebut. Misalnya, ketika stres kelola emosi dan lakukan kegiatan lain untuk melepas stres.

  1. Buat strategi untuk mengatasi gejala penarikan

Beberapa hari ketika Anda berhenti vaping dan merokok, Anda mungkin merasa tidak nyaman. Kegiatan seperti latihan meditasi, bermain game, atau berolahraga dapat mengatasi perasaan tersebut.

  1. Minta dukungan orang sekitar

Beritahu keluarga, teman, dan rekan kerja bahwa Anda sedang dalam program berhenti merokok dan mintalah dukungan mereka. Mungkin ada yang tidak suportif, namun itu hal wajar. Jangan berhenti dan tetap lanjutkan program Anda.

  1. Minta bantuan profesional

Menghentikan kecanduan rokok dan vape mungkin terasa sangat sulit. Jika Anda merasa berat, jangan sungkan minta bantuan profesional seperti dokter, terapis, atau konselor.

Catatan

Jika Anda masih ragu untuk berhenti, Anda bisa mengetahui bahaya vape vs rokok melalui literatur terpercaya lainnya. Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter atau konselor di aplikasi layanan kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.