Hati-hati, Ini Efek Samping Ipratropium

Apabila Anda tengah mengalami batuk berkepanjangan yang disertai kondisi sesak napas yang muncul dan hilang secara cepat, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan ipratropium. Ini merupakan salah satu jenis obat yang mampu mengendurkan otot di sekitar saluran udara sehingga pernapasan Anda terasa lebih lega. 

Obat dengan jenis ipratropium umumnya berbentuk spray, inhaler, atau bahkan larutan nebulisasi. Kemampuan jenis obat ini melegakan pernapasan dan mengurangi gejala batuk membuat ipratropium kerap menjadi pilihan terapi bagi penderita asma atau masalah paru-paru lainnya. 

Meskipun memiliki hasil yang efektif, Anda tidak disarankan menggunakan obat ini tanpa resep dokter. Bagaimanapun, ipratropium tergolong jenis obat keras yang memiliki efek samping beragam. Jika Anda menggunakannya tanpa anjuran yang tepat, bersiaplah menghadapi berbagai efek samping tak menyenangkan, seperti di bawah ini. 

Efek Samping Umum 

Efek samping ipratropium di bawah ini kerap ditemukan pada orang-orang yang baru menggunakan jenis obat tersebut. Efek samping ini juga dengan mudah menjangkiti orang-orang yang memang terindikasi memiliki masalah alergi tertentu. 

  • Sulit Buang Air Kecil 

Beberapa pasien yang menggunakan ipratropium mengatakan, mereka menjadi kesulitan membuang air kecil karena rasa nyeri yang menyertai. Dalam beberapa kasus, pasien yang baru melakukan terapi dengan ipratropium bisa membuang air kecil dengan disertai darah. 

  • Batuk Berlendir 

Jangan kaget ketika Anda tiba-tiba mengalami batuk berlendir usai melakukan terapi dengan ipratropium. Namun biasanya, batuk berlendir tersebut hanya berlangsung sebentar, kemudian mengi ataupun sesak napas Anda akan perlahan menghilang. 

  • Nyeri Punggung 

Sampai saat ini belum jelas alasan mengapa penggunaan ipratropium bisa membuat nyeri punggung. Namun tidak bisa dimungkiri, efek samping yang satu ini sering ditemukan pada pengguna ipratropium baik dalam jenis spray, inhaler, maupun larutan nebulasi. 

  • Panas Dingin 

Apabila Anda tidak terbiasa memakai ipratropium, kemungkinan Anda akan mengalami meriang atau kondisi tubuh yang panas dingin ketika menggunakannya. Kondisi ini akan hilang dalam 1—2 hari. Namun jika terus berlanjut, sebaiknya Anda segera menemui dokter. 

  • Kehilangan Suara 

Anda bisa tiba-tiba merasakan kerongkongan maupun tenggorokan menjadi terganjal pasca melakukan terapi dengan ipratropium. Kondisi tersebut berlanjut pada seraknya suara yang Anda hasilnya. Dalam beberapa kasus, Anda bahkan bisa kehilangan suara. 

Efek Samping Langka 

Selain efek samping yang sering terjadi dan tidak membahayakan, ada pula efek samping langka yang ditemukan dalam beberapa kasus. Jika mengalami efek samping langka seperti di bawah ini, sebaiknya Anda segera menjumpai dokter dan meminta penanganan yang tepat. 

  • Sembelit 

Awal mulanya Anda mungkin hanya merasa kembung setelah melakukan terapi dengan ipratropium. Namun ternyata, kondisi tersebut berlanjut ke masalah sembelit. Anda mungkin akan kesulitan membuang air besar hingga berhari-hari. 

  • Jantung Berdebar 

Pada beberapa pasien yang tidak cocok dengan ipratropium, masalah debaran jantung akan menyertai. Setelah proses terapi, Anda bisa mengalami rasa jantung berdebar dengan kencang ataupun secara tidak beraturan. Jangan berpikir panjang, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. 

  • Wajah Bengkak 

Kasus ini cukup langka, namun Anda harus memperhatikannya dengan saksama. Pasca terapi dengan ipratropium, adakah pembengkakan di wajah Anda? Pembengkakan akan mudah terlihat di bagian bibir ataupun kelopak mata. 

  • Sakit Mata 

Ipratropium juga bisa menimbulkan masalah pada mata Anda, walaupun kasusnya memang jarang. Mata Anda bisa tiba-tiba mengalami nyeri dan penglihatan menjadi kabur. Bahkan pada penderita glaukoma, penggunaan ipratropium bisa memperparah kondisinya. Sampai saat ini masih terus diteliti apakah masalah mata yang disebabkan oleh obat ini bisa berujung pada kebutaan. 

*** 

Efek samping dari ipratropium tidak bisa dipandang ringan. Karena itu, jangan sekali-kali mencoba obat ini tanpa resep dokter. Mencegah lebih baik daripada menyesali efek sampingnya, bukan?