Pakai Merries dan Cara Lain Mencegah Ruam Popok

Menghadapi ruam popok bayi pasti sesuatu yang sangat membingungkan. Bayi akan mudah rewel dan merasa tidak nyaman. Bahaya pun bisa mengintai karena ruam yang sudah membuat kulit kemerahan ataupun sampai membuat kulit pecah-pecah bisa menjadi pertanda adanya infeksi jamur. 

Banyak orang tua zaman dulu yang mengatakan bahwa ruam bayi disebabkan oleh pemakaian popok. Hal tersebut bisa saja terjadi, namun jika Anda menggunakan popok yang tepat—seperti Merries—risiko bayi Anda mengalami ruam dapat diminimalkan. 

Daripada pusing memikirkan bagaimana cara mengatasi bayi yang sudah terlanjur mengalami ruam di area selangkangan dan pantatnya, lebih baik Anda mencegah sedari dini. Beberapa tips di bawah ini dapat Anda lakukan dengan mudah untuk mencegah munculnya ruam popok pada bayi. 

  1. Ganti Popok Sesering Mungkin 

Seberapa sering Anda mengganti popok bayi Anda? Semakin jarang Anda mengganti popok, semakin rentan sang buah hati mengalami ruam. Wajarnya penggantian popok bayi berkisar 8—10 kali dalam sehari untuk mencegah munculnya ruam. Bahkan jika memungkinkan, sebaiknya Anda segera mengganti popok bayi yang basah atau kotor untuk menghindari adanya infeksi jamur. 

  1. Bilas Air Hangat 

Beberapa orang masih menggunakan tisu basah untuk membersihkan area selangkangan dan pantat bayi dengan alasan simpel dan higienis. Tanpa disadari, hal tersebutlah yang memicu ruam popok yang menyebalkan. Anda bisa mengganti kebiasaan tersebut dengan menggunakan air hangat untuk membilas selangkangan maupun pantat bayi yang kotor. Cukup bilas dengan air hangat tanpa tambahan sabun karena jika salah pilih sabun, justru ruam bayi bisa lebih mudah muncul dan parah. 

  1. Jangan Menggosok 

Bagaimana cara Anda membersihkan area selangkangan dan pantat bayi ketika mengganti popoknya? Upayakan Anda hanya membersihkan dengan cara menepuk-nepuk area yang hendak dibersihkan dengan lembut. Membersihkan dengan cara menggosok terlihat lebih cepat dan menyeluruh, namun bisa berdampak pada iritasi kulit bayi yang masih sensitif. 

  1. Pilih Popok Berkualitas 

Jangan sembarangan memilih popok bayi dengan pertimbangan harga murah. Pastikan Anda membeli popok bayi yang bersirkulasi udara baik serta memiliki daya serap tinggi. Salah satunya Merries. Dengan daya serap yang tinggi, kemungkinan kulit bayi lembap bisa dikurangi. Sirkulasi udara pada popok yang baik juga mampu meminimalkan risiko ruam terjadi akibat kelembapan parah karena tidak ada sirkulasi udara di area yang terselimuti popok. 

  1. Jangan Kencangkan Popok 

Anda mungkin menganggap popok yang kencang akan mencegah kebocoran ketika bayi buang air. Padahal, ketika Anda terlalu kencang memasangkan popok kepada sang buah hati, aliran udara ke daerah popok bisa terhalang sehingga menciptakan lingkungan lembab yang memicu ruam popok. Popok yang ketat juga dapat menyebabkan lecet di pinggang dan paha bayi. Tidak mau seperti itu, bukan? 

  1. Waktu Tanpa Popok 

Jangan membiarkan bayi Anda terus memakai popok sepanjang hari. Bayi-bayi yang memakai popok tanpa henti lebih rentan mengalami ruam. Berilah waktu tanpa popok bagi buah hati Anda. Salah satu cara memberi waktu tanpa popok pada bayi adalah membaringkan bayi Anda di atas handuk besar dan biarkan dia bermain sambil telanjang. Bahkan Jika memungkinkan, biarkan bayi Anda pergi tanpa popok. Memaparkan kulit ke udara adalah cara alami dan lembut untuk membiarkannya kering. 

  1. Gunakan Salep Teratur 

Penggunaan salep tertentu, seperti petroleum jelly, ternyata cukup ampuh untuk mencegah ruam popok timbul pada bayi Anda. Pertimbangkanlah penggunaannya secara teratur untuk mencegah iritasi kulit. Biasakan menggunakan salep tersebut tiap kali Anda mengganti popok buah hati. 

*** 

Popok berkualitas seperti Merries hanya membantu mencegah ruam popok bayi. Namun jika Anda masih malas mengganti popok bayi ataupun abai terhadap penggunaan salep, jangan heran apabila ruam bayi masih saja terus datang menghampiri buah hati Anda.