Hati-hati, Berbagai Obat Ini Sebabkan Gejala Ekstrapiramidal

Kalau Anda pernah mengalami kesulitan mengontrol gerakan di tubuh atau tiba-tiba mengalami tremor di tangan, bisa jadi Anda sedang terkena gejala ekstrapiramidal. Secara sederhana, gejala ekstrapiramidal merupakan gangguan kontrol motorik pada jaringan saraf di otak. Di mana jaringan saraf tempat mengatur kontrol motorik tersebut disebut sebagai ekstrapiramidal.

Gejala tidak mampu terkontrolnya motorik ini tidak boleh dipandang sepele. Jika dibiarkan, ketidakmampuan mengatur kontrol motorik bisa menimbulkan berbagai penyakit lain, seperti parkinson sampai distonia yang menyebabkan rasa nyeri tidak tertahan di otot-otot motorik Anda.

Penyebab gejala ekstrapiramidal umumnya disebabkan karena adanya penggunaan obat berjenis antipsikotik pada penderita. Obat tersebut membuat dopamin yang diperlukan oleh bagian ekstrapiramidal untuk mengatur fungsi motorik menjadi tertahan sehingga gejala-gejala tidak terkontrolnya gerakan di tubuh menjadi nyata. Berikut ini adalah beberapa jenis obat antipsikotik yang mesti diwaspadai karena sangat cepat menimbulkan gejala ekstrapiramidal.

  1. Chlorpromazine

Dokter umumnya akan meresepkan jenis obat ini kepada pasien dengan gangguan mental seperti skizofrenia ataupun bipolar. Pengonsumsian Chloripromazine terbukti bisa mengurangi perilaku agresif dan keinginan untuk menyakiti diri sendiri pada penderita gangguan mental. Pasalnya, obat ini mampu membantu penderita untuk berpikir lebih jernih.

  • Haloperidol

Obat antipsikotik yang satu ini terbukti mampu mengembalikan fungsi neutransmitter. Dengan kemampuan tersebut, Haloperidol kerap digunakan sebagai terapi anak-anak yang hiperaktif ketika pengobatan lain tidak berhasil. Walaupun memiliki efek menimbulkan gejala ekstrapiramidal, di sisi lain Haliperidol justru mampu mengobati gerakan yang tidak terkendali, yang kerap berhubungan dengan sindrom tourette.

  • Levomepromazine

Obat ini cukup kuat memberikan pengaruh penghambatan dopamin sehingga membuat penggunanya rentan terkena gejala ekstrapiramidal. Tidak seperti obat antipsikotik lainnya yang lebih ditujukan untuk penderita gangguan mental, Levomepromazine justru juga kerap diresepkan untuk orang-orang yang menderita sakit fisik yang tidak tertahan, yang kerap dialami oleh pasien-pasien penyakit kronis. Obat ini membuat otak lebih rileks sehingga rasa sakit yang tidak tertahan tersebut terasa berkurang.

  • Trifluoperazine

Trifuluoperazine umum digunakan untuk pengobatan masalah kecemasan jangka pendek. Namun dalam beberapa kasus, obat ini juga digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi gejala penyakit gangguan mental, khususnya skizofrenia. Obat antipsikotik ini mampu mengurangi halusinasi yang dialami oleh penderita skizofrenia karena bisa membuat penderitanya berpikir lebih jernih.

  • Perphenazine

Masalah gangguan mental umumnya disebabkan tidak terkendalinya zat alami di otak khususnya di bagian neurotransmitter. Perphenazine merupakan obat antipsikotik yang dapat membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tersebut, khususnya terkait dopamin. Dengan mengonsumsi obat ini, penderita gangguan mental bisa meminimalkan rasa gugup dan khawatirnya sehingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri bisa diredam.

  • Flupenthixol

Flupenthixol dapat dikatakan sebagai obat antidepresi yang bisa menyeimbangkan mood. Obat ini kerap dimasukkan ke tubuh lewat suntikan bagi penderita skizofrenia yang kerap kambuh. Dengan penggunaan obat ini, penderita skizofrenia akan lebih stabil dan tidak terlalu agresif karena halusinasinya berkurang.

  • Paliperidone

Tidak hanya mampu mengendalikan dopamin sehingga membuat penderita gangguan mental lebih tenang, Paliperidone berfungsi meningkatkan serotonin pada tubuh pasien. Dengan adanya serotonin yang lebih besar, suasana hati penderita gangguan mental akan lebih baik sehingga perilaku agresifnya dapat diminimalkan. Dibandingkan jenis obat antipsikotik lainnya, paliperidone lebih sedikit menimbulkan gejala ekstrapiramidal.

  • Quetiapine

Quetiapine merupakan obat yang dapat membantu mencegah perubahan suasana hati yang parah. Obat ini kerap diresepkan kepada penderita gangguan mental karena bisa menurunkan frekuensi terjadinya perubahan suasana hati. Dengan Quetiapine, konsentrasi bisa ditingkatkan sehingga halusinasi dapat berkurang. Antipsikotik Ini juga dapat meningkatkan suasana hati, tidur, dan nafsu makan.

Obat-obat antipsikotik di atas terbukti menimbulkan gejala ekstrapiramidal yang cukup parah. Karena itu kalaupun harus mengonsumsi obat-obat di atas, Anda baiknya bersiap dengan konsekuensinya.