Untuk Apa Tablet Oral Theophylline?

Theophylline adalah sebuah obat resep yang tersedia dalam bentuk larutan oral, tablet lepas lambat, dan kapsul lepas lambat. Theophylline juga tersedia dalam bentuk IV, yang disuntikkan secara intravena ke dalam tubuh pasien dan hanya akan diberikan di rumah sakit oleh perawat atau dokter. Tablet theophylline hanya tersedia sebagai obat generic, dalam arti tidak memiliki merek khusus dan biasanya lebih murah dibandingkan dengan obat merek. Theophylline digunakan untuk merawat gejala asma dan penyakit paru-paru lainnya yang menghambat saluran udara, seperti emphysema dan bronkitis kronis. Obat ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, yang berarti Anda harus meminum theophylline bersama dengan obat-obatan lainnya untuk merawat penyakit yang diderita. 

Manfaat dan efek samping

Theophylline masuk ke dalam kelas obat methylxanthines, yang bekerja dengan cara membuka saluran udara di paru-paru. Theophylline akan membuat otot relaks dan mengurangi respon terhadap zat yang menyebabkan saluran udara menyempit. Hal ini akan membuat pengguna theophylline dapat bernapas dengan lebih mudah. Namun, sama seperti obat lain, theophylline dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Meskipun obat ini tidak menyebabkan kantuk, beberapa gejala efek samping yang dapat Anda derita adalah sakit kepala dan gangguan tidur. Apabila efek tersebut bersifat ringan, gijala akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila efek samping berubah menjadi lebih parah atau tidak kunjung sembuh, hubungi dokter. Theophylline juga dapat menyebabkan efek samping serius yang perlu diwaspadai, seperti detak jantung yang tidak teratur (dengan gejala seperti sesak napas, sakit kepala, dan rasa nyeri di dada) dan kejang (dengan gejala seperti bingung, kesulitan berbicara, dan tubuh bergetar).

Interaksi dengan obat-obatan lain

Tablet oral theophylline dapat berinteraksi dengan obat, vitamin, dan produk herbal yang Anda konsumsi. Untuk menghindari terjadinya interaksi obat, dokter harus meresepkan obat dengan seksama. Pastikan Anda memberitahu dokter obat, vitamin, atau produk herbal apa saja yang sedang dikonsumsi. Adapun contoh interaksi yang dapat terjadi akibat konsumsi theophylline dengan obat lain di antaranya adalah:

  • Obat penyalahgunaan alkohol

Obat jenis ini dapat meningkatkan level theophylline di dalam tubuh, sehingga ada kemungkinan Anda akan menderita lebih banyak efek samping. Contoh obat penyalahgunaan alkohol adalah disulfiram. 

  • Obat kecemasan

Ketika Anda minum diazepam, flurazepam, midazolam, atau lorazepam bersama dengan  theophylline, Anda membutuhkan dosis obat kecemasan yang lebih banyak agar dapat bekerja dengan efektif. 

  • Obat penggumpal darah

Obat jenis ini dapat meningkatkan kadar theophylline di dalam tubuh Anda, sehingga berpotensi menyebabkan efek samping lebih parah. Adapun contoh obat penggumpal darah adalah pentoxifylline dan ticlopidine. 

  • Obat depresi dan encok

Obat depresi seperti fluvoxamine dan obat encok seperti allopurinol dapat menyebabkan peningkatan level theophylline di dalam tubuh. Karena level theophylline meningkat, Ada risiko Anda akan menderita lebih banyak efek samping. 

  • Ketamine dan lithium

Apabila theophylline dikonsumsi bersamaan dengan ketamine, ketamine akan meningkatkan risiko efek samping theophylline. Sementara itu, Anda membutuhkan lithium dalam dosis yang lebih besar apabila dikonsumsi bersamaan dengan theophylline. 

Theophylline merupakan obat kategori C untuk wanita hamil. Kategori C berarti penelitian pada hewan menunjukkan efek samping yang buruk terhadap janin ketika theophylline dikonsumsi oleh hewan yang sedang mengandung. Namun, belum ada studi yang cukup pada manusia untuk memastikan bahwa obat ini dapat memengaruhi janin.