Cedera Lutut? Apa Yang Perlu Dilakukan?

Ada berbagai aktivitas yang perlu dilakukan manusia, termasuk bekerja dan berolahraga. Setiap aktivitas perlu dilakukan dengan cara yang benar. Jika tidak melakukan aktivitas dengan benar, maka manusia kemungkinan akan mengalami cedera. Cedera bisa terjadi di berbagai area tubuh manusia, salah satunya termasuk lutut. Cedera lutut dapat terjadi di bagian penyusut lutut yang meliputi ligamen, tendon, dan tulang rawan.

Seseorang yang mengalami cedera lutut dapat memicu ketidaknyamanan hingga rasa nyeri yang parah. Jika Anda mengalami cedera pada bagian lutut, maka lutut Anda perlu segera ditangani untuk meningkatkan kemungkinan untuk sembuh. Meskipun cedera lutut merupakan kondisi yang serius, ada beberapa cara untuk merawat lutut Anda dengan mudah.

Lutut merupakan sendi yang mampu bergerak seperti engsel pintu dimana sendi tersebut dapat menekuk dan meluruskan kaki seseorang. Sendi tersebut juga dapat membantu seseorang duduk, jongkok, berlari, dan melompat.

Pertolongan Pertama

Jika Anda mengalami cedera lutut, Anda sebaiknya lakukan pertolongan pertama untuk mencegah kondisi tersebut memburuk. Pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan adalah metode PRICE (protection, rest, ice therapy, compression, elevation). Anda perlu melakukan metode tersebut dalam 48 hingga 72 jam pertama setelah mengalami cedera pada bagian lutut. Berikut adalah metode PRICE yang dapat Anda lakukan:

  • Protection (perlindungan)

Anda perlu melindungi lutut Anda dengan menghentikan aktivitas yang melibatkan lutut. Anda juga jangan memijat atau menggunakan balsem, karena dapat memperburuk kondisi lutut Anda.

  • Rest (istirahat)

Anda sangat dianjurkan untuk beristirahat untuk mempercepat proses pemulihan pada lutut Anda. Cara beristirahat yang sebaiknya Anda lakukan adalah berbaring dengan posisi lutut disangga lebih tinggi. Hal tersebut dapat mengurangi ketidaknyamanan pada lutut Anda.

  • Ice therapy (terapi es)

Anda dapat mengompres lutut Anda dengan es yang dibalut dengan handuk untuk mengurangi rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan. Tidak hanya itu, es juga dapat mengurangi kemungkinan kematian sel. Meskipun menggunakan es menimbulkan ketidaknyamanan pada awalnya, hal tersebut efektif untuk meredakan cedera lutut.

  • Compression (kompresi)

Anda dapat membalut lutut Anda dengan perban untuk mengurangi pembengkakan. Tidak hanya itu, perban juga dapat mencegah pendarahan dan penumpukan cairan jaringan.

  • Elevation (berdiri)

Berdiri dalam waktu yang lama dapat menimbulkan penumpukan cairan pada lutut dan memperburuk kondisi lutut. Oleh karena itu, Anda sebaiknya beristirahat dengan berbaring dan letakkan lutut sesuai yang disebutkan di atas untuk membantu mengurangi pembengkakan yang disebabkan oleh efek gravitasi.

Perawatan Medis

Cedera lutut dapat ditangani di rumah dan melalui cara-cara yang disebutkan di atas. Namun, jika kondisi yang dialami lebih serius, maka pembedahan bisa menjadi pilihan pengobatan.

Anda perlu menjalani perawatan medis jika lutut Anda semakin parah, berlangsung lebih dari seminggu, mengalami penurunan rentang gerak, atau menjadi sulit untuk menekuk. Perawatan medis yang dilakukan bervariasi, namun tergantung pada penyebabnya. Berikut adalah perawatan medis yang dapat dilakukan dokter:

  • Aspirasi

Jika sendi lutut membengkak, dokter akan melepaskan tekanan pada lutut tersebut. Caranya dengan mengeluarkan sebagian cairan dengan jarum halus.

  • Fisioterapi

Fisioterapi dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan menambah kekuatan pada lutut. Fisioterapi juga perlu dilakukan beberapa kali dalam sebulan.

  • Operasi terbuka

Operasi terbuka dilakukan jika cedera lutut yang dialami parah sehingga perlu perawatan secara menyeluruh.

  • Operasi artroskopi

Operasi artroskopi dilakukan jika pasien mengalami cedera tulang rawan. Perawatan tersebut dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada bagian lutut. Setelah itu, dokter memasukkan instrumen operasi melalui sayatan tersebut untuk memperbaiki kerusakan pada tulang rawan.

Kesimpulan

Cedera lutut merupakan gangguan yang serius pada tubuh manusia sehingga perlu segera ditangani, namun dengan cara yang tepat. Anda hanya perlu menerapkan cara-cara yang disebutkan di atas untuk mempercepat proses pemulihan.

Cakram Terherniasi Dapat Didiagnosa Lewat Diskografi

Cakram yang terherniasi merupakan kondisi umum yang dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman. Orang-orang sering menyebut kondisi ini dengan sebutan prolaps cakram. Dalam beberapa kasus, cakram terherniasi dapat menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kelemahan pada tangan dan kaki. Namun, beberapa orang tidak merasakan rasa sakit, terutama apabila cakram tersebut tidak menekan saraf apapun. Gejala umumnya akan berkurang atau hilang setelah beberapa minggu, namun dalam kasus tertentu seseorang dapat membutuhkan operasi apabila gejala yang dirasakan bertambah semakin buruk. Untuk mendiagnosa kondisi ini, dokter umumnya akan melakukan diskografi dan pemindaian MRI/CT. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui tentang cakram terherniasi.

Gejala cakram terherniasi

Dalam beberapa kasus, seseorang tidak menunjukkan gejala apapun ketika mereka menderita cakram terherniasi. Apabila ada gejala tertentu, hal tersebut dikarenakan adaya tekanan pada saraf. Beberapa gejala yang umum dirasakan di antaranya adalah:

  • Mati rasa atau kesemutan. Hal ini terjadi pada bagian tubuh yang diberi pasokan oleh saraf.
  • Kelemahan. Hal ini terjadi pada daerah otot-otot yang terhubung dengan saraf, yang dapat menyebabkan seseorang terjatuh ketika berjalan.
  • Rasa sakit. Hal ini akan dirasakan pada tulang belakang dan dapat menyebar ke tangan dan kaki.

Apabila cakram terherniasai berada pada punggung bawah, rasa sakit tersebut akan memengaruhi pantat, paha, dan kaki. Kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan sciatica, karena rasa sakit tersebut menjalar lewat saraf sciatic. Apabila masalah berada pada bagian leher, pundak dan tangan akan merasakan rasa sakit. Gerakan yang cepat dan tiba-tiba atau bersin dapat menyebabkan rasa sakit yang parah.

Diagnosa

Ada beberapa cara diagnosa yang dokter dapat lakukan guna membantu menentukan cakram terherniasi, mulai dari pemeriksaan fisik hingga diskografi. Dalam kasus pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa refleks, kemungkinan adanya daerah yang lunak di punggung, kekuatan otot, jarak gerakan, kemampuan berjalan, dan sensitivitas terhadap sentuhan. Pemindaian sinar-X juga dapat membantu dalam diagnosa kondisi ini. Jenis pemindaian lain yang dapat memberikan detail lokasi cakram yang terherniasi di antaranya adalah:

  • MRI atau CT. Tindakan medis ini dapat menunjukkan lokasi cakram dan saraf yang terdampak.
  • Diskografi. Prosedur medis ini melibatkan penyuntikan pewarna ke satu atau lebih pusat cakram lunak untuk membantu menunjukkan lokasi cakram yang retak.
  • Myelogram. Proses ini melibatkan penyuntikan pewarna ke cairan tulang belakang untuk kemudian dilanjutkan dengan pemindaian sinar-X. Diskografi dapat menunjukkan apakah cairan yang terherniasi memberikan tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf.

Perawatan

Cakram yang terherniasi dapat menyebabkan rasa sakit, namun perawatan yang tepat dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan. Seseorang umumnya dapat mengatasi gejala dengan cara menghindari gerakan-gerakan yang dapat memicu rasa sakit serta mengikuti latihan dan konsumsi obat-obatan rasa sakit yang telah direkomendasikan oleh dokter. Perawatan yang tersedia untuk kondisi ini adalah obat, terapi, dan operasi.

Setelah mendapatkan diagnosa, baik lewat diskografi, myelogram, ataupun pemindaian MRI dan CT, dokter akan mentukan perawatan untuk Anda. Dalam kasus obat resep, obat-obatan OTC seperti ibuprofen dapat membantu mengatasi rasa sakit ringan dan sedang. Sementara itu, obat seperti pregabalin, gabapentin, dan duloxetine dapat mengatasi rasa sakit pada saraf. Terapi fisik dapat membantu menemukan posisi dan latihan dapat meminimalisir rasa sakit pada cakram yang terherniasi. Apabila gejala tidak membaik setelah mendapatkan perawatan lain, dokter dapat merekomendasikan operasi.