Mengenal Faktor Risiko dan Penyebab Alzheimer pada Lansia

Seiring bertambahnya usia, Anda semakin rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Salah satu penyakit yang bisa menyerang lansia adalah Alzheimer. Faktor usia menjadi salah satu kemungkinan penyebab Alzheimer yang umumnya terjadi. 

Alzheimer berkaitan erat dengan demensia. Hingga saat ini, belum bisa dipastikan dengan jelas apa yang membuat seseorang mengalami Alzheimer. Namun, kondisi Alzheimer biasanya akan berkembang dan menjadi penyebab utama gejala demensia. 

Apa penyebab Alzheimer pada lansia?

Otak manusia terbuat dari miliaran sel-sel saraf. Seluruh sel itu saling berkomunikasi untuk melakukan berbagai fungsi otak, seperti berpikir, mengingat, berbicara, dan lain sebagainya. 

Pada dasarnya, Alzheimer berkembang karena adanya perubahan spesifik pada otak. Perubahan ini bisa terjadi akibat penumpukan protein pada otak secara tidak normal, membuat terbentuknya plak pada otak yang akan menghambat fungsi sel-sel otak.

Plak pada otak akan merusak kemampuan sel-sel saraf otak untuk saling berkomunikasi. Secara perlahan, kerusakan pun akan membuat sel-sel tersebut menjadi mati dan tak berfungsi lagi. 

Tidak diketahui dengan pasti apa yang memicu penyebab Alzheimer ini. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih mungkin menderita Alzheimer: 

  • Faktor usia

Alzheimer biasanya berkembang di usia tua. Semakin tua usia Anda, maka Anda semakin rentan untuk menderita kondisi ini. Menurut penelitian, kondisi ini semakin mudah berkembang pada lansia yang sudah melewati usia 85 tahun. 

  • Faktor genetik

Dalam beberapa kasus, Alzheimer juga bisa diturunkan secara genetik. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kondisi tersebut, sebaiknya lakukan upaya antisipasi dan pencegahan sejak dini bagi diri Anda sendiri.

  • Obesitas

Menurut penelitian, orang-orang yang obesitas juga lebih mudah terserang berbagai penyakit, termasuk Alzheimer. Jadi, pastikan Anda menjaga berat badan tetap sehat agar terhindar dari Alzheimer.

  • Pengaruh gaya hidup

Gaya hidup yang kurang melibatkan aktivitas sosial bisa meningkatkan risiko penyebab Alzheimer. Agar terhindar dari penyakit ini, sebaiknya perbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin, terlibat dalam aktivitas sosial, dan tidur yang cukup. 

Bagaimana menghadapi anggota keluarga yang Alzheimer?

Mungkin saja, saat ini Anda masih dalam kondisi sehat, namun diharuskan untuk berhadapan dengan anggota keluarga atau teman yang menderita Alzheimer. Lantas, bagaimana cara tepat menghadapi hal tersebut? 

Sebagai orang yang sehat, Anda harus bisa bijak dalam memutuskan sikap menghadapi penderita Alzheimer. Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan: 

  • Ekspektasikan perubahan

Cari tahu apa kira-kira faktor penyebab Alzheimer dan seperti apa gejalanya. Sejak awal, Anda perlu memiliki ekspektasi bahwa keluarga yang menderita Alzheimer akan mengalami perubahan, bahkan menjadi seperti orang yang mungkin tidak lagi Anda kenal.

Jangan frustasi saat hal ini terjadi. Ketika berbicara, bicaralah sejelas mungkin untuk meminimalisir kesalahpahaman. 

  • Jaga lingkungan tetap aman

Penderita Alzheimer tidak bisa membedakan antara hal yang membahayakan dan tidak. Sebagai anggota keluarga, sebaiknya pastikan agar lingkungan di sekitar Anda tetap aman. 

Simpan barang-barang berharga di tempat yang sama dan letakkan obat-obatan di lokasi yang tidak mudah dijangkau penderita. Bila perlu, pasang sensor alarm pada pintu dan jendela agar Anda mendapatkan tanda peringatan jika ada sesuatu yang terjadi pada keluarga yang mengidap Alzheimer.

Jika Anda tidak tahu cara merawat penderita Alzheimer dengan tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Ingat juga untuk mewaspadai faktor risiko dan penyebab Alzheimer sejak dini terhadap diri Anda sendiri.