Kelompok Dewasa Muda Dihantui Kesepian

Seseorang perlu mewaspadai masa dewasa awal. Fase transisi dalam siklus kehidupan manusia ini diliputi banyak tantangan. Tak hanya soal apa-apa yang ada di luar diri mereka, justru yang lebih perlu diperhatikan adalah yang datang dari diri mereka sendiri.

Salah satu masalah yang bersumber dari sisi internal itu adalah kesepian. Disebutkan bahwa orang-orang yang berada dalam fase atau masa dewasa awal dibayang-bayangi oleh kesepian. Ini bukan sekadar anggapan belaka. Fakta ini menggusur kenyataan sebelumnya yang mengatakan bahwa kelompok baby boomers atau mereka yang saat ini berusia 55 sampai dengan 75 tahun sebagai orang-orang paling kesepian.

Generasi milenial, yang kini berusia 16 sampai dengan 24 tahun, khususnya mereka yang ada di dalam fase dewasa muda terancam kesepian. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa satu dari tiga orang dewasa muda mengalami kesepian.

Ada sebuah survey lagi—sebuah survey yang dilakukan di Negeri Ratu Elisabeth, Inggris, menemukan bahwa mereka yang berusia 16 sampai dengan 24 tahun lebih rentan merasa kesepian dibandingkan dengan mereka di kelompok usia lainnya. Dari seluruh partisipan, didapati kenyataan bahwa sekira 40 persen responden dengan usia tersebut mengaku sangat sering merasa kesepian.

Dan ternyata, masalah kesepian yang mengancam kaum dewasa muda ini tidak hanya menjadi “tren” atau momok di benua biru, Eropa, saja, tetapi hampir di seluruh dunia. Di banyak negara fenomena ini tengah berkembang dan ada bukti tentang itu yang bisa kita percayai.

Kesepian adalah masalah kesehatan jiwa, meski bukan tergolong penyakit jiwa. Ada banyak faktor atau pemicu kesepian, tetapi hampir sebagian besar datang dari diri sendiri. Pemaknaan seorang manusia terhadap suatu kondisi, kejadian, atau sesuatu jadi alasan terbesar di balik terjadinya perasaan kesepian.

Semisal dalam sebuah situasi pindah lokasi tempat tinggal atau pekerjaan. Jika seseorang menyikapi situasi itu dengan perasaan yang berat, seakan-akan tempat lamanya merupakan segalanya, bisa jadi di tempat yang baru ia akan kesepian. Begitu juga sebaliknya.

Seseorang, baik mereka yang ada di dalam kelompok dewasa muda, ataupun lainnya secara umum akan mengalami kurang percaya diri, merasa tidak diperhatikan, merasa disisihkan, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa untuk sekadar berkeluh kesah, saat tengah mengalami kesepian. Kondisi ini mau tidak mau, suka tidak suka harus segera dicari jalan keluarnya. Sebab, kesepian punya risiko efek atau dampak yang merugikan bagi diri sendiri.

Tak jarang orang menjadi stres atau depresi karena dipicu oleh perasaan sepi yang dialaminya. Sudah ada contoh pula situasi ini akan berujung pada percobaan atau bunuh diri itu sendiri. Selain itu, dari sisi medis, kesepian dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, menumbuhkan perilaku antisosial, penurunan memori dan daya pikir, hingga ke penyalahgunaan narkoba.

Nah, kaum dewasa muda diwanti-wanti untuk dapat meningkatkan kualitas interaksi sosial mereka. Pasalnya banyak kalangan setuju bahwa untuk memerangi kesepian bukan kuantitas yang penting, tetapi kualitas. Oleh karenanya, memiliki 100 teman belum tentu lebih baik dari 5 orang teman, kalau dalam pertemanan itu tidak membuat seseorang sehat secara emosional.

Perlu digarisbawahi, bahwa kesepian bisa diatasi. Yang perlu dilakukan oleh para dewasa muda adalah membuat perubahan dalam memandang kehidupan. Perubahan jangka panjang yang memicu seseorang lebih bahagia, lebih sehat, dan membuat orang-orang di sekitarnya mendapat pengaruh dari energi positif yang dibagikan.

5 Cara Menghilangkan Paranoid yang Patut Dicoba

Paranoid mirip dengan kecemasan, tetapi tidak sama persis. Jika Anda mengalami paranoid, Anda mungkin akan merasa seperti tercekik, khawatir, dan jengkel. Anda dikatakan mengalami paranoid apabila Anda mengalami perasaan tersebut dalam berbagai bentuk dan kemana pun Anda pergi. Anda mungkin juga bertanya-tanya, apakah ada cara menghilangkan paranoid ini? Dan jawabannya ada di dalam artikel berikut ini.

5 Cara menghilangkan paranoid yang patut dicoba

Paranoid adalah suatu “perasaan” yang muncul ketika Anda selalu memiliki perasaan bahwa ada orang lain yang mengikuti, menguntit, atau mencoba menyakiti Anda. Dalam berbagai situasi, paranoid akan sangat mengganggu kehidupan penderitanya. Untuk itu, berikut ada 5 cara menghilangkan paranoid yang patut Anda coba.

  1. Visualisasi positif

Untuk menghilangkan paranoid, Anda dapat mempraktikkan langkah ini kapan saja sesuai keinginan Anda. Alangkah lebih baik lagi, jika Anda menjadikannya sebagai rutinitas setiap hari. 

Adapun cara melakukannya adalah:

  • Pejamkan mata Anda.
  • Ambil posisi ternyaman Anda.
  • Mulai pikirkan gambaran positif di kepala Anda, seperti pemandangan yang indah.
  • Cobalah untuk memulainya dari hal yang kecil dan pertahankan fokus Anda hanya pada visualisasi positif tersebut. 
  • Kapanpun Anda mulai merasa paranoid lagi, istirahatlah sejenak, dan lakukan kembali cara ini.
  1. Bersikap praktis dan kenali konsep “jika dan tetapi”

Saatnya Anda berlatih dan mengatasi ketakutan Anda sendiri. Jika Anda merasa seseorang menguntit dengan niat menyakiti Anda, cobalah Anda cari beberapa bukti yang mendukung bahwa Anda memang sedang diikuti. Jika Anda berhasil menemukannya, segera laporkan kepada seseorang terdekat Anda.

Namun, jika Anda tidak menemukan bukti apa pun, coba cari tahu alasan mengapa Anda paranoid dan menemukan solusinya. Tarik napas dalam-dalam dan tanyakan pada diri Anda sendiri, “apakah mungkin”, “mengapa seseorang melakukan ini pada saya”, dan pertanyaan pendukung lainnya yang mungkin berkaitan dengan paranoid Anda.

  1. Hilangkan pikiran sadar Anda

Cara menghilangkan paranoid ini harus dilakukan terutama jika Anda mengalami gejala paranoid yang semakin parah hingga menyebabkan kecemasan sosial, cobalah untuk tetap tenang dan hilangkan pikiran sadar diri Anda. Misalnya, apa yang dipikirkan orang lain tentang Anda atau apa yang orang lain bicarakan tentang Anda di belakang Anda.

Meskipun hal ini sulit untuk dilakukan, tetapi yakinlah, bahwa manusia tidak hidup untuk menyenangkan hati semua orang. Jadi, jangan sampai Anda menghabiskan energi hanya untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Perasaan seperti ini hanya akan memperburuk kondisi mental Anda. Oleh karena itu, cobalah untuk selalu bahagia dengan menjadi diri sendiri daripada berusaha menjadi apa yang orang lain inginkan. 

  1. Atasi kecemasan Anda

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa paranoid mirip dengan kecemasan dan saling berkaitan, meskipun tidak sama persis. Oleh karena itu, cara menghilangkan paranoid juga dengan mengatasi kecemasan Anda. Jadi, keduanya saling beriringan. Untuk mengatasi kecemasan Anda, coba tanyakan beberapa pertanyaan pada diri Anda sendiri dan coba cari solusinya. Jika Anda tidak dapat melakukannya sendiri, Anda bisa mencari bantuan terapis.

  1. Analisis akar penyebabnya

Penting bagi Anda yang mengalami paranoid untuk menganalisis akar penyebabnya. Ini juga merupakan cara menghilangkan paranoid yang paling efektif. Cobalah analisis akar penyebab paranoid Anda dengan pertanyaan dasar 3W, yaitu What, When, dan Why. Catat di selembar kertas dan coba temukan jawaban untuk ketiga pertanyaan ini. Jika Anda mampu menjawab ketiganya, Anda mungkin sudah dalam proses pemulihan dari paranoid.

Setelah Anda mencoba kelima cara menghilangkan paranoid ini dan tidak berhasil juga, mungkin sudah saatnya Anda meminta bantuan dokter untuk membantu mengatasinya. Hal ini karena paranoid yang semakin meningkat bisa menjadi gejala serius dari penyakit mental. Semoga berhasil!