Kandungan Promag Tablet yang Baik untuk Atasi Maag & Asam Lambung

Maag dapat dipicu karena pola hidup yang kurang sehat. Kondisi seperti suka menunda makan sehingga pola makan menjadi tidak teratur merupakan salah satu hal yang dapat memicu terjadinya maag.

Biasanya ketika mengalami maag, seseorang akan merasa nyeri yang luar biasa khususnya di bagian perut. Kondisi nyeri di bagian perut yang disebabkan oleh maag memang bersifat sementara, namun tidak berarti Anda dapat membiarkannya begitu saja. Jika tidak cepat diobati dan diberikan penanganan yang baik, maag dapat menimbulkan masalah atau penyakit yang lebih berat.

Beberapa penyebab lainnya yang dapat memicu timbulnya maag yaitu seperti:

  • Makan terlalu banyak
  • Langsung berbaring setelah makan
  • Stres
  • Banyak makan makanan pedas
  • Banyak mengkonsumsi minuman beralkohol dan bersoda
  • Dan lain-lain

Cara mengatasi maag tidaklah sulit. Cara yang paling ampuh untuk mengatasi maag adalah dengan mengubah pola hidup yang kurang sehat agar gejalanya tidak muncul kembali. Misalnya, dengan berhenti merokok, berusaha menurunkan berat badan, jauhi stres dan ubah pola makan menjadi lebih teratur lagi.

Cara lainnya adalah dengan mengkonsumsi obat untuk mengurangi rasa sakit yang dirasa seperti dengan mengkonsumsi promag tablet.

Promag telah menemani banyak orang untuk mengatasi masalah maag sejak dulu. Salah satu produk promag tablet yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah maag adalah Promag Fruity.

Obat Promag Fruity merupakan obat yang ampuh untuk mengatasi maag karena obat ini mengandung bahan aktif hidrotalsit serta magnesium hidroksida yang akan bekerja secara efektif untuk mengurangi keluhan terkait kondisi asam lambung berlebih.

Promag Fruity ini memiliki manfaat yang sangat baik dalam mengatasi maag. Manfaat yang dimiliki yaitu:

  • Mengurangi kelebihan asam lambung.
  • Meredakan mual dan nyeri ulu hati.

Kandungan promag tablet “Promag Fruity” yang baik untuk atasi maag

Promag Fruity memiliki kandungan yang sangat baik untuk mengatasi sakit maag yang diderita dan mengobati rasa nyeri yang dirasakan akibat maag yaitu dengan magnesium hidroksida 150 mg, hydrotalcite 200 mg, simethicone 50 mg.

  1. Magnesium Hidroksida

Magnesium hidroksida berguna untuk mengobati sembelit, sakit perut, dan sakit maag. Obat pencahar ini bekerja dengan cara menarik air ke dalam usus sehingga dapat membantu gerakan usus. Selain itu, obat ini juga termasuk obat antasida untuk menurunkan jumlah asam di lambung.

  1. Hydrotalcite

Kandungan yang dimiliki hydrotalcite memiliki efek yang sama dengan magnesium hidroksida. Hydrotalcite memiliki efektivitas yang baik dalam meredakan gejala tukak lambung pada sakit maag. Tidak hanya itu, hydrotalcite memiliki fungsi untuk meningkatkan produksi mukus, yaitu lendir pelindung pada lapisan di lambung.

Obat maag yang memiliki kandungan antasida hydrotalcite dapat mengurangi gejala seperti heartburn dan regurgitasi sehingga sangat baik untuk mengatasi sakit maag.

  1. Simethicone 

Obat maag yang mengandung simethicone juga sangat ampuh untuk mengatasi sakit maag, dimana senyawa ini mampu bekerja secara maksimal dalam menghilangkan tekanan yang menyebabkan rasa sakit akibat gas yang dihasilkan oleh lambung.

Ketika sakit maag, lambung akan memproduksi gas berlebih. Hal itu menyebabkan orang yang asam lambungnya tinggi akan mengalami gejala seperti perut kembung, sering bersendawa, dan merasakan tekanan pada daerah di sekitar area perut.

Simethicone ini kemudian memiliki tugas untuk memecah gelembung pada sistem pencernaan dan meredakan gejalanya.

Jika Anda mengalami sakit maag yang disertai dengan gejala seperti rasa perih di perut, rasa nyeri di bagian ulu hati, rasa mual yang tidak tertahankan, dan perut kembung, segera atasi dengan obat antasida, seperti promag tablet.

Sindrom Zollinger-Ellison dan Gangguan Kesehatan Lain yang Terkait

Sistem pencernaan manusia memegang peranan penting dalam mekanisme tubuh. Sayangnya, fakta yang ada menyatakan bahwa mereka mudah terserang gangguan kesehatan. Di dalam kelompok masalah kesehatan sistem pencernaan, ada satu kondisi yang disebut sindrom zollinger-ellison. 

Sindrom zollinger-ellison merupakan suatu penyakit langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor yang disebut gastrinoma. Gastrinoma biasa muncul di pankreas atau di duodenum (bagian atas usus halus). Sindrom zollinger-ellison dapat menyerang siapa saja, baik manusia lanjut usia, maupun mereka yang lebih muda. Akan tetapi, umumnya mereka yang terserang sindrom zollinger-ellison rata-rata berusia 30 sampai 60 tahun. 

Penderita sindrom zollinger-ellison biasanya tak menyadari kapan atau mengapa mereka dapat terserang penyakit ini. Pasalnya, gejalanya kerap kali muncul secara spontan dan tidak terduga, atau dalam kata lain; sporadis.

Kendati demikian, dalam jumlah yang lebih sedikit (sekitar 25 persen penderita), penyakit ini timbul karena terjadi kelainan genetik. Kondisi kelainan genetik yang berujung pada terciptanya sindrom zollinger-ellison adalah multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1).

Adapun penyakit MEN 1 ini umum sekali terjadi karena diturunkan secara autosomal dominan, di mana hanya diperlukan satu salinan gen yang cacat untuk menyebabkan sindrom zollinger-ellison ini. 

Gen yang tidak berfungsi dapat diwariskan dari salah satu orang tua atau dapat merupakan hasil dari gen yang bermutasi (berubah) pada individu yang terkena. Risiko meneruskan gen yang tidak berfungsi dari orang tua yang terkena ke keturunan adalah 50% untuk setiap kehamilan. Risikonya sama untuk pria dan wanita.

Nah, mereka yang menderita sindrom zollinger-ellison akibat mutasi genetik MEN 1 ini memiliki gejala dan karakteristik yang berbeda-beda. Tingkat keparahan MEN 1 punya andil besar dalam seberapa parah sindrom zollinger-ellison yang seorang derita.

MEN 1 dan sindrom zollinger-ellison ini seperti tak terpisahkan. Oleh karenanya, tak ada salahnya membahas lebih jauh mengenai MEN 1 ini untuk dapat memahami sindrom zollinger-ellison secara lebih lengkap.

Multiple endocrine neoplasia type 1 adalah kelainan genetik yang mana tumor dapat muncul dari sel berbagai kelenjar endokrin, seperti kelenjar paratiroid, pankreas, dan kelenjar pituitari.

Selain sindrom zollinger-ellison, orang dengan MEN-1 juga kerap mengembangkan hiperparatiroidisme atau sekresi hormon paratiroid yang berlebihan. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan kadar kalsium darah. Gejala yang timbul dari kondisi tersebut termasuk gangguan ginjal, kelainan tulang dan/atau gangguan kesehatan lainnya.

MEN 1 ini juga mengembangkan tumor lain di dalam pankreas, tepatnya di organ yang mengeluarkan hormon insulin (insulinomas), atau hormon yang membantu mengatur kadar glukosa gula dalam darah. Pada individu dengan insulinoma, sekresi insulin yang berlebihan menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang tidak normal (hipoglikemia).

Beberapa orang dengan MEN-1 juga dapat mengembangkan tumor hipofisis, berpotensi menyebabkan produksi berlebihan dari hormon hipofisis tertentu. Gejala dan temuan terkait dapat bervariasi, tergantung pada apakah tumor mengeluarkan hormon tersebut dan hormon mana yang terlibat.

Untuk mendeteksi sindrom zollinger-ellison, seseorang harus melakukan pemeriksaan medis yang cermat dan lengkap, termasuk di dalamnya mengaitkan dengan riwayat penyakit sebelumnya, serta melakukan pemeriksaan penunjang khusus. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui level gastrin (hormon yang dikeluarkan oleh gastrinoma) di dalam tubuh.

Agar terhindar dari sindrom zollinger-ellison, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah tidak menderita MEN 1. Masalahnya, hingga kini dunia kedokteran belum menemukan cara yang akurat agar seseorang tidak mengalami MEN 1. Kembali lagi, seseorang mungkin hanya bisa mengupayakan agar senantiasa melakukan pola hidup yang bersih dan sehat.