Kenali Gejala Hipotiroidisme pada Bayi

Beberapa negara maju telah melakukan skrining hipotiroid pada bayi sesaat setelah bayi dilahirkan. Namun, di Indonesia, proses skrining ini dilakukan hanya jika ditemukan gejala dari hipotiroidisme. Apa itu sebenarnya hipotiroidisme dan apa saja gejala yang dapat muncul pada bayi?

Hipotiroidisme adalah kondisi ketika hormon tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid diproduksi dalam jumlah yang rendah. Hormon ini berperan dalam mengoptimalkan metabolisme dan perkembangan otak bayi hingga ia berusia 2-3 tahun.

Proses skrining hipotiroidisme pada bayi penting untuk dilakukan. Pasalnya, gejala hipotiroid pada bayi terkadang tidak memunculkan tanda-tanda yang spesifik. Gejala hipotiroid baru akan muncul sebulan setelah bayi dilahirkan. Ada pun gejala-gejala hipotiroid yang mungkin dapat dialami oleh bayi, antara lain:

  • Berkurangnya berat badan.
  • Mengalami kondisi stunting atau gangguan pertumbuhan.
  • Mengalami pertumbuhan tulang yang tidak normal.
  • Otot-otot terasa lemah.
  • Kondisi pusar yang menonjol atau dalam bahasa medis disebut dengan hernia umbilikus.
  • Bayi terlihat lelah dan lunglai.
  • Bayi sering tertidur.
  • Mengalami kesulitan ketika akan menyusu.
  • Bayi menangis, namun lemah atau jarang sekali menangis.
  • Adanya suara atau rintihan serak dan parau.
  • Kulit berwarna pucat dan berubah menjadi kekuningan (jaundice), terasa dingin, dan kering.
  • Terdapat pembengkakan pada daerah leher akibat dari pembesaran kelenjar tiroid.
  • Ukuran lidah terlihat lebih besar dibanding dengan ukuran normal pada umumnya.
  • Mengalami konstipasi.
  • Mengalami myxedema atau kondisi perubahan kulit pada penderita hipotiroid yang disertai dengan pembengkakan dan penebalan kulit.

Gejala yang umumnya terjadi dan sering kali mengkhawatirkan sang ibu adalah ketika bayi lebih sering tertidur dan enggan untuk menyusu. Jika Anda menemui gejala-gejala tersebut pada bayi Anda, maka segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter spesialis anak agar dapat diperiksa dan ditangani secara cepat dan tepat.

Ada pun risiko seorang bayi menderita hipotiroid, antara lain akibat turunan dari ibu yang memiliki penyakit serupa, namun sudah tidak terkontrol. Alasan lain mengapa bayi dapat mengalami hipotiroid, yaitu akibat dari pembentukan kelenjar tiroid yang tidak sempurna atau posisi yang tidak sesuai.