8 Cara Mencegah Kerusakan Gigi Susu pada Anak

Tentu Anda akan bahagia apabila melihat bayi Anda sudah mempunyai gigi susu di dalam mulutnya setelah berminggu diawali dengan rewel dan perasaan tidak nyaman karena akan tumbuh gigi.

Keberadaan gigi sulung itu tentunya akan sangat membantu bayi atau anak Anda dalam mengunyah makanan atau berbicara pada Anda dan orang-orang di sekitar.

Namun tentunya setelah itu Anda harus merawat gigi anak Anda tersebut supaya tidak mengalami kerusakan mengingat gigi bayi dan anak rentan rusak di masa tumbuh-kembang akibat struktur yang belum kuat.

Penyebab munculnya kerusakan pada gigi bayi adalah adanya asam yang menghasilkan bakteri di mulut yang menyebar ke gigi.

Bakteri muncul dari air liur Anda atau pengasuh. Selain itu, bakteri muncul dari asam susu formula yang dicampur dengan gula.

Sedangkan tanda-tanda kerusakan pada gigi bayi adalah adanya bintik-bintik putih yang terdapat pada garis gusi gigi depan atas.

Untuk dapat mengetahuinya, Anda perlu membawa anak pada dokter yang akan memeriksa dengan alat yang dapat melihat bintik-bintik tersebut.

Jaga Kesehatan Gigi Susu Anak dari Kerusakan

Berikut ini adalah cara untuk mencegah kerusakan pada gigi buah hati Anda yang perlu Anda ketahui untuk selanjutnya Anda lakukan.

1. Dimulai dari Anda sendiri

Anda tentu tidak perlu heran jika cara mencegah kerusakan gigi bayi yang pertama adalah dari diri Anda sendiri.

Ini karena sebagai orang tua, Anda akan selalu berinteraksi dengan bayi termasuk dalam memberikan makanan dengan tangan jika terpaksa.

Karena itu, menjaga kesehatan mulut pada diri Anda sangat penting. Konsultasikanlah dengan dokter gigi dan mulut saat hamil dan menjelang kelahiran si buah hati.

2. Bersihkan gigi bayi secara teratur

Anda bisa membersihkan gigi bayi sebagai salah satu bentuk pencegahan gigi rusak. Caranya bisa dengan jari tangan yang bersih atau menggunakan waslap dingin. Lakukanlah saat bayi berusia 0 hingga 12 bulan.

Ketika sudah muncul gigi pertama, Anda sudah bisa menyikat gigi bayi dengan sikat gigi yang diberikan pasta gigi ber-fluorida khusus bayi.

Saat bayi berusia 12 hingga 36 bulan mulailah untuk menyikat gigi bayi secara rutin 2 kali seminggu hingga usia 3 tahun. Sikatlah setelah makan pagi dan sebelum tidur.

3. Jangan berikan makanan dan minuman dalam keadaan berbaring

Apabila Anda ingin gigi susu buah hati Anda benar-benar terhindar dari kerusakan, jangan sesekali memberikan dia makanan dan minuman dalam keadaan berbaring.

Alih-alih untuk kenyamanan, hal tersebut malah membuat gigi menjadi rusak akibat terkena gula yang bisa mengikis dan berubah menjadi infeksi di gigi dan mulut. Tak hanya itu, bayi Anda pun tersedak.

4. Cukup isikan air saja pada botol susu atau cangkir sippy

Gigi rusak pada anak juga disebabkan oleh terlalu lamanya anak mengedot susu formula berjam-jam alias bisa di luar waktu makan. Untuk mencegahnya cukup isikan air saja, dan berikan di luar waktu makan.

5. Minum air yang mengandung fluorida

Gigi rusak pada bayi juga bisa dicegah dengan konsumsi air tanah yang mengandung fluorida. Apabila Anda tidak punya air ber-fluorida bisa dengan konsumsi suplemen fluorida atau melakukan pernis fluorida.

6. Ajari anak minum dengan benar

Ketika anak berusia 12-15 bulan, Anda sudah harus mulai mengajarinya minum dengan benar dari tempat minum biasa seperti gelas.

Hal ini tidak akan menyebabkan cairan mengumpul pada gigi serta anak Anda tidak akan membawa gelas ke tempat tidur.

7. Batasi jumlah asupan makanan manis 

Jangan berlebihan memberikan makanan manis pada anak yang berujung pada rusaknya gigi anak.

Selain itu, anak lebih suka mengemil daripada makan sehingga tidak baik bagi tumbuh-kembangnya. Ajarilah anak untuk di jam-jam makan, dan ajari juga cara membersihkan gigi dari makanan dengan lidah.

Berikan juga jus secara wajar saat anak berusia 6-12 bulan, dengan takaran 4 ons dan 4-6 ons per hari saat berusia 1-6 tahun.

8. Periksa ke dokter gigi

Periksa dan konsultasikan gigi susu anak adalah perlu dilakukan supaya kerusakan pada gigi dapat dicegah.