5 Jenis Antibiotik untuk Ibu Hamil yang Aman

Ketika sakit, Anda mungkin sering diresepkan antibiotik oleh dokter. Obat ini memang sering digunakan untuk mengatasi penyakit tertentu, khususnya penyakit yang disebabkan oleh  infeksi bakteri. Namun, obat ini tidak boleh diminum tanpa anjuran dokter, terutama pada ibu hamil. Sebab, mengonsumsi obat ini secara sembarangan bisa memberikan dampak buruk pada tumbuh kembang janin dalam kandungan. Lalu, adakah obat antibiotik untuk ibu hamil yang aman?

Daftar Antibiotik untuk Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi

Sebenarnya, antibiotik boleh saja dikonsumsi oleh ibu hamil karena tidak semua jenis antibiotik untuk ibu hamil bersifat berbahaya. Hanya saja dalam penggunaanya harus sesuai dengan rekomendasi dokter. 

Jika memang diperlukan, dokter akan memberikan jenis antibiotik yang aman untuk dikonsumsi ibu hamil serta tidak mengganggu tumbuh kembang janin dalam kandungan. 

Sebelum meresepkan obat antibiotik untuk ibu hamil, dokter pastinya akan mempertimbangkan beberapa kondisi. Misalnya, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Selain mempertimbangkan penyebab penyakit, dokter juga akan mempertimbangkan jenis obat antibiotiknya, usia kehamilan, dosis dan jangka waktu konsumsi obat serta efek samping yang mungkin ditimbulkan pada ibu dan janin jika antibiotik tidak diberikan atau tidak diberikan. 

Berikut beberapa obat antibiotik untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi.

  1. Penisilin

Pensilin termasuk salah satu antibiotik untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi. Bahkan, obat ini juga bisa digunakan oleh ibu menyusui. Asalnya mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Namun, jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap penisilin, jangan ragu untuk memberitahu dokter. 

Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya reaksi alergi dan dokter bisa menggantinya dengan obat antibiotik jenis lainnya. 

Begitu pula jika Anda memiliki alergi, seperti asma, eksim atau demam. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi alergi berlebih atau anafilaksis terhadap penisilin. 

Dokter juga mungkin akan memberikan penisilin dengan dosis yang lebih rendah jika Anda menderita penyakit ginjal dan hati. 

  1. Cephalosporins

Selain penisilin, antibiotik untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi lainnya adalah cephalosporins. Penderita penyakit ginjal mungkin tidak cocok mengonsumsi antibiotik ini. Namun, jika benar-benar dibutuhkan, dokter akan memberikan cephalosporins dalam dosis rendah. 

Perlu diketahui juga bahwa seseorang yang alergi terhadap penisilin, besar kemungkinan juga akan mengalami alergi dengan obat antibiotik cephalosporins ini. Oleh karena itu, jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Akan lebih baik, jika Anda selalu bertanya pada dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat. 

  1. Eritromisin

Eritromisin merupakan antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati infeksi saluran penasaran, seperti pneumonia dan masalah kulit, seperti jerawat dan rosacea. Selain itu, obat ini juga termasuk dalam kategori antibiotik untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi. 

Dilansir dari Drugs, hingga saat ini belum ditemukan kasus yang menunjukkan bahaya penggunaan obat ini pada ibu hamil. Namun, sama seperti penggunaan antibiotik lainnya, obat ini juga harus mendapatkan rekomendasi serta mengonsumsi dalam dosis yang ditentukan dokter. 

  1. Clindamycin

Jika Anda mengalami radang tenggorokan, infeksi paru-paru dan telinga, serta amandel, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik ini. Antibiotik ini bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan bakteri dan penyebarannya ke organ lain. 

Meskipun antibiotik ini tergolong aman dikonsumsi oleh ibu hamil, tapi dalam penggunaanya harus sesuai resep dokter. Sebab, setiap ibu hamil memiliki kondisi dan reaksi yang berbeda-beda terhadap antibiotik. 

  1. Ampicillin

Obat antibiotik untuk ibu hamil yang aman digunakan lainnya adalah ampicillin. Seperti antibiotik pada umumnya, obat ini digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi telinga tengah, sinus, penyakit lambung dan usus serta ginjal.

Meskipun termasuk golongan obat antibiotik untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi, obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Hanya digunakan ketika benar-benar dibutuhkan.

Itulah beberapa obat antibiotik untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi. Ingat, jangan mengonsumsi obat maupun suplemen jenis apapun tanpa rekomendasi dari dokter karena dapat menyebabkan dampak yang buruk bagi janin dalam kandungan.

Cara Melakukan Pelvic Rocking

Bukan tanpa alasan mengapa otot panggul akan menjadi kekuatan utama bagi para ibu hamil ketika akan menjalani persalinan. Mulai dari tahapan pembukaan hingga momen mengejan, otot panggul harus benar-benar dalam kondisi yang kuat. Melakukan pelvic rocking dengan cara memutar pinggang dan pinggul menjadi salah satu memudahkan turunnya kepala bayi ke jalan lahir.

Sangat disarankan untuk aktif bergerak dan berolahraga selama masa kehamilan, ini akan menjadi bekal berharga saat proses persalinan. Rajin berlatih melakukan kondisi ini juga dapat mengurangi rasa nyeri yang muncul pada tulang belakang. Tentunya para ibu hamil juga menginginkan bahwa kondisi persalinan berjalan lancar dan sempurna.

Pelvic Rocking

Merupakan latihan untuk menggerakan panggul ke depan dan ke belakang, gerakan yang dilakukan bisa bervariasi mulai dari bertumpu pada punggung, duduk di gym ball dan bertumpu pada tangan atau lutut. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk berlatih gerakan dari metode ini, seperti berikut ini.

  1. Bertumpu pada Tangan dan Lutut

Sama dengan gerakan cat-cow yang dilakukan saat yoga, gerakan ini dilakukan dengan bertumpu pada tangan dan lutut. Namun, pastikan tangan lurus dengan pundak, sementara lutut sejajar lurus dengan pinggul. Setelah itu, tarik napas dan tundukkan kepala, arahkan pandangan ke perut dan tulang punggung ke atas.

Setelah ditahan selama beberapa detik, buang napas dan kembali luruskan tulang punggung, kemudian tahan selama beberapa detik. Lakukan gerakan yang sudah dilakukan tadi selama beberapa kali.

  • Berdiri

Gerakan ini juga dapat dilakukan dengan berdiri dan duduk bersandar di kursi, apabila berdiri berandar pada tembok dan menekuk lutut. Setelah itu tarik napas panjang dan gerakkan panggul ke arah tembok, tulang belakang bagian belakang nantinya akan menyenuh tembok, buang napas dan majukan pinggang ke depan secara perlahan dan ulangi.

  • Menggunakan Birth Ball

Terdapat banyak sekali manfaat dari pemakaian birth ball selama kehamilan, termasuk pengganti kursi ketika memasuki trimester ketiga kehamilan. Untuk melatih gerakan menggunakan birth ball bisa dengan duduk di atasnya dengan menggunakan kedua kaki rata di lantai.

Setelah itu goyangkan panggul ke depan dan belakang, pastikan tubuh bagian atas tetap vertikal. Gerakan ini bisa diulangi selama 10 sampai 15 kali, selain bergerak ke depan dan belakang, bisa juga melakukan gerakan seperti angka delapan dan melingkar.

Manfaat Pelvic Rocking

  1. Fokus Hadapi Kontraksi

Ketika muncul kontraksi, rasa nyeri dapat terasa begitu dominan terutama ketika interval dan durasinya semakin lama. Gerakan panggul ke depan dan ke belakang saat kontraksi dapat membantu ibu agar tetap fokus, ini merupakan distraksi yang efektif ketika harus dihadapkan dengan rasa nyeri saat kontraksi.

  • Kurangi Rasa Sakit

Munculnya distraksi dari rasa sakit saat kontraksi, gerakanini juga mampu membantu menghemat energi sang ibu. Bahkan, dalam sebuah penelitian di tahun 2016 terbukti jika gerakan ini bisa mengurangi rasa nyeri hingga membuat calon ibu merasa nyaman.

Sangat penting karena selama proses persalinan, sebisa mungkin ibu merasa nyaman karena semakin rileks seseorang maka hormon oksitosin akan mendominasi. Sehingga juga membantu agar bayi lebih cepat turun ke jalan lahir.

  • Mempercepat Tahap Pembukaan

Tahapan pembukaan laten dan aktif bisa berlangsung secara cepat atau juga lambat, tergantung pada kondisi setiap ibu hamil. Gerakan ini membantu mempercepay proses pembukaan sehingga persalinan tidak terasa melelahkan dan menguras energi.