Cara Mengatasi Luka Tembak Sesuai dengan Lokasi

Dari semua jenis luka, maka luka tembaklah yang paling jarang ditemui. Hampir kebanyakan orang tidak pernah merasakan luka tembak semasa hidupnya. Akan tetapi, mengetahui bagaimana cara pertolongan pertama terhadap luka tembak tetaplah perlu diketahui.

Pertolongan pertama luka tembak

Berikut ini akan dijelaskan serba-serbi tentang pertolongan pertama pada luka tembak.

Menghentikan pendarahan

Apabila Anda terkena luka tembak atau bersama seseorang yang telah tertembak, maka hal yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menghentikan pendarahan. Sebab, bagian ini merupakan waktu yang paling krusial. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menghentikan pendarahan.

  • Menekan kuat bagian yang terluka

Jika luka tembak membuat pendarahan yang banyak, maka Anda harus memberikan tekanan pada luka tersebut. Memang hal ini terasa sangat nyeri, akan tetapi dengan menekan luka akan membuat pendarahan menjadi terhenti.

  • Menutup luka

Anda bisa menggunakan apa saja untuk menutup luka sebagai pertolongan pertama, seperti kain baju, handuk, hingga pembalut.

Mencari pertolongan medis

Jika Anda sudah melakukan tindakan pertolongan pertama memberhentikan pendarahan, maka selanjutnya carilah pertolongan medis. Anda bisa memanggil layanan ambulance atau polisi terdekat.

Perlukah Anda mengangkat kaki?

Jika luka tembak terjadi pada daerah perut dan dada, maka Anda tidak perlu mengangkat kaki. Sebab, jika hal tersebut dilakukan maka akan membuat pendarahan lebih cepat dan membuat orang yang terkena luka tembak kesulitan bernapas.

Langkah yang benar adalah dengan memposisikan luka lebih tinggi daripada jantung. Dengan begitu, maka akan memperlambat laju aliran darah dan lebih mudah untuk menghentikan pendarahan.

Itulah dua tahapan utama yang harus dilakukan ketika ada korban luka tembak. Nantinya, setelah dilarikan ke rumah sakit, maka dokter akan memberikan perawatan yang sesuai dengan area luka tembak.

Mengobati berbagai jenis luka tembak

Seseorang yang terkena luka tembak pasti akan dibarengi dengan kondisi medis lainnya, seperti kesulitan untuk bernapas, tekanan darah rendah, dan lainnya. Oleh karena itu, segeralah mencari bantuan medis agar dapat tertolong.

Namun, berikut ini yang bisa Anda lakukan jika luka tembak terjadi pada beberapa bagian tubuh di bawah ini.

  • Luka tembak di dada

Jika peluru mengenai dada, maka area ini bisa sangat mematikan. Sebab, bagian ini memiliki risiko tinggi untuk melukai jantung, paru-paru, serta aorta.

Biasanya, luka tembak di dada akan ditutup dengan beberapa jenis plastik agar udara tidak masuk ke dalam luka. Ini bisa membantu mencegah berkembangnya paru-paru yang sedang kolaps. 

  • Luka tembak di perut

Apabila luka tembak terjadi di perut, maka bisa menyebabkan pendarahan hebat disertai dengan kerusakan organ dan dinding perut. Jika luka menusuk lambung atau usus, maka bisa terjadi infeksi karena bocornya cairan gastrointestinal atau feses ke dalam rongga perut.

Hal itulah yang menyebabkan mengapa luka tembak di perut bisa menimbulkan bengkak meskipun hanya dengan tusukan yang kecil.

Untuk luka tembak di perut, pastikanlah untuk selalu menahan tekanan agar tidak terjadi pendarahan terus-menerus dan membutuhkan operasi darurat.

  • Luka tembak di anggota badan

Luka tembak yang terjadi pada salah satu anggota badan, seperti tangan atau kaki akan menyebabkan cedera pembuluh darah dan bisa menimbulkan kerusakan saraf atau patah tulang.

Secara umum, Anda harus menghindari menggerakkan anggota tubuh yang terkena tembakan tersebut sembari menekan kuat bagian yang terluka agar tidak terjadi pendarahan hebat.

  • Luka tembak di leher

Apabila luka tembak terjadi di bagian belakang leher, maka bisa menyebabkan kelumpuhan. Sedangkan luka tembak di bagian depan leher bisa merusak arteri karotis yang berpotensi mencegah darah sampai ke otak.

Jangan menggerakkan leher atau punggung korban, sebab jika terjadi pergerakan pada daerah tersebut dapat merusak sumsum tulang belakang. Jika sumsum tulang belakang rusak, maka bisa menyebabkan kelumpuhan permanen.

Jadi, jika Anda mengalami luka tembak hal yang harus Anda lakukan adalah mencari tempat aman, meminta bantuan, menghentikan pendarahan, dan juga jaga luka tembak agar tetap bersih.

Luka Infeksi: Ciri-Ciri, Pencegahan, dan Pilihan Obat untuk Luka Infeksi

Infeksi pada luka terjadi ketika kuman dan bakteri masuk melalui luka terbuka dan tumbuh berkembang di area tersebut. Nyeri, gatal, ruam, dan bengkak adalah beberapa tanda infeksi luka yang paling umum. Infeksi yang parah bisa sampai menyebabkan demam atau mual dan muntah. 

Infeksi luka yang ringan bisa ditangani sendiri dengan beberapa pilihan obat untuk luka yang tersedia di apotek. Namun jika Anda mengalami infeksi yang parah atau luka yang tak kunjung sembuh, ada baiknya mengunjungi dokter. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui cara mencegah dan menangani luka yang terinfeksi. 

Ciri-ciri luka terinfeksi

Luka kecil, seperti luka gores biasanya mudah dirawat di rumah dan akan berangsur-angsur membaik sampai sembuh sepenuhnya. Namun, luka kecil juga bisa terinfeksi dan akan membuatnya semakin parah. 

Tanda dan gejala suatu luka terinfeksi antara lain:

  • Kulit di sekitar luka terasa hangat
  • Keluarnya cairan berwarna kuning atau hijau dari luka
  • Luka mengeluarkan bau yang tidak sedap
  • Kulit di sekitar luka memerah
  • Sakit dan nyeri
  • Demam dan menggigil
  • Mual
  • Muntah

Cara mengobati luka yang terinfeksi di rumah

Kulit yang memerah di sekitar luka merupakan tanda awal infeksi pada luka. Pada tahapan ini, Anda masih bisa menanganinya di rumah. 

Sebelum mulai membersihkan luka, pastikan tangan dan semua peralatan yang diperlukan bersih dan kering. Misalnya jika menggunakan pinset maka harus sudah dibersihkan dengan alkohol gosok. 

Alirkan air hangat di atas luka selama beberapa menit, lalu bersihkan kulit di sekitarnya dengan sabun. Pastikan agar air sabun tidak masuk ke luka. 

Anda bisa menggunakan larutan antiseptik yang mengandung hidrogen peroksida pada hari pertama luka terinfeksi, tapi jangan gunakan lebih dari sekali. Setelah luka dibersihkan, keringkan dan tutupi salep antibiotik, lalu perban sampai luka mengering. 

Hal lain yang harus Anda perhatikan yaitu:

  • Rutin mengganti perban minimal satu kali sehari, terutama ketika basah atau kotor. 
  • Cuci lukanya dengan lembut setiap hari. 
  • Hindari penggunaan hidrogen peroksida atau yodium pada luka terlalu sering karena dapat menyebabkan iritasi luka. Hentikan penggunaan salep antiseptik jika menyebabkan iritasi kulit. 
  • Jangan mengorek kulit atau keropeng karena dapat memperlambat penyembuhan dan membuat infeksi semakin parah.

Jika luka yang terinfeksi tidak berangsur-angsur membaik, Anda bisa mengunjungi dokter. Biasanya dokter akan meresepkan obat untuk luka infeksi seperti antibiotik oral atau topikal yang meliputi:

  • Amoksisilin-klavulanat 
  • Cephalexin 
  • Doksisiklin 
  • Dikloxasilin
  • Trimethoprim-sulfamethoxazole 
  • Klindamisin 

Dokter juga akan mengoleskan agen mati rasa topikal sebelum membersihkan lukanya, dan menerapkan pembalut luka yang sesuai.

Tips mencegah luka terinfeksi

Ketika Anda atau anggota keluarga Anda terluka, segera lakukan hal berikut untuk mencegah terjadinya infeksi:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan bersihkan peralatan yang dibutuhkan dengan alkohol gosok
  2. Pada luka yang mengeluarkan darah, tekan lembut luka sampai pendarahan berhenti.
  3. Bersihkan luka dengan air mengalir atau tisu beralkohol (jika tidak ada air)
  4. Setelah kering, oleskan obat untuk luka terbuka seperti obat merah, krim antiseptik atau antibiotik untuk mencegah infeksi
  5. Tutup luka dengan penutup luka yang sesuai, bisa perban atau plester luka

Jika luka parah, pendarahan tidak berhenti, atau Anda curiga terdapat benda asing yang masuk ke dalam luka, segera cari pertolongan medis. 

Catatan

Ada banyak sekali obat untuk luka terbuka yang dijual secara bebas, tapi tidak semua obat bisa digunakan untuk merawat luka yang terinfeksi. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan obat apa yang cocok digunakan.