Berikut Ini Manfaat dan Efek Samping Librozym Plus

Librozym Plus adalah obat untuk meredakan gangguan pencernaan berupa nyeri perut dan kembung akibat kekurangan enzim pencernaan serta produksi gas berlebih. Gangguan pencernaan dapat muncul akibat kurangnya enzim pencernaan, terutama pancreatin dan diastase. Kedua enzim ini membantu mencerna karbohidrat, lemak dan protein. Librozym Plus mengandung bahan aktif diastase, pancreatin dan simethicone. Ketiga bahan aktif ini membantu mempercepat proses pencernaan bahan makanan di saluran cerna, terutama pada penderita kekurangan enzim pencernaan akibat kondisi tertentu. Selain itu obat ini juga membantu mengurangi tumpukan gas di saluran pencernaan atas maupun bawah, sehingga memudahkan gas keluar dalam bentuk kentut atau sendawa.

Fungsi Librozym Plus dalam tubuh yaitu sebagai tambahan enzim pencernaan serta sebagai antiflatulen yang dapat mengurangi tumpukan gas di saluran cerna. Manfaat ini didapat dari kandungan bahan aktifnya yang berupa diastase, pancreatin, dan simethicone. Ketiga bahan ini memiliki manfaat seperti dijelaskan berikut ini: Diastase, atau disebut juga sebagai alpha amylase merupakan salah satu dari grup enzim yang berperan dalam penguraian pati atau strach menjadi maltosa. Dengan kata lain enzim ini berperan merubah karbohidrat menjadi senyawa gula yang lebih mudah dicerna. Pancreatin, adalah enzim pankreas yang berfungsi mencerna lemak menjadi gliserol dan asam lemak, merubah protein menjadi peptida, protease dan senyawa turunan lainnya agar lebih lebih mudah diserap tubuh. Selain itu enzim ini juga berperan merubah karbohidrat menjadi dextrin dan gula.

Simethicone, adalah senyawa anti foaming yang dapat menurunkan tegangan permukaan gas di saluran pencernaan. Akibatnya tumpukan gas akan lebih mudah bersatu membentuk gas yang lebih mudah dikeluarkan dalam bentuk buang angin atau sendawa. Indikasi dan Kegunaan Librozym Plus Librozym Plus digunakan untuk membantu melancarkan proses pencernaan dan mengurangi tumpukan gas yang terjadi pada penderita insufisiensi enzim pankreas akibat pankreatitis, kanker pankreas, pasca operasi pankreas atau kondisi gangguan pencernaan lainnya. Kontraindikasi Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan: Orang dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap kandungan obat ini. Penderita pankreatitis akut atau eksaserbasi akut penyakit pankreas.  Pastikan dosis yang Anda gunakan sesuai dengan instruksi dokter dengan mempertimbangkan keparahan penyakit, usia, berat badan, dsb. Dosis yang tertera di sini adalah dosis umum.

Mengenal Irbesartan 150 mG, Obat Anti Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Pasalnya, kondisi ini tidak memiliki gejala yang spesifik dan dapat menjadi tanda penyakit yang lebih serius seperti serangan jantung maupun stroke. Kondisi ini juga tidak dapat disembuhkan dan hanya bisa dikontrol dengan obat-obatan tertentu.

Terdapat berbagai obat yang dapat mengatasi tekanan darah tinggi, salah satunya adalah Irbesartan 150 mG. Obat satu ini memang sudah dikenal sebagai obat anti hipertensi golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB). Cara kerjanya adalah dengan menghambat hormon angiotensin II yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi. 

Setelah mengonsumsi obat ini pembuluh darah akan kembali rileks dan melebar. Aliran darah pun akan lebih lancar dan tekanan darah dapat menurun. Bagi pasien penderita hipertensi dapat menggunakan obat Irbesartan 150 mG sebagai terapi tunggal atau dapat dikonsumsi dengan obat penurun tekanan darah lainnya yang sudah dianjurkan oleh dokter.

Selain digunakan untuk pasien hipertensi, irbesartan dapat digunakan untuk nefropati diabetik. Bagi pasien penderita hipertensi, disarankan mengonsumsi sebanyak 1 kali 150 mG sehari. Kemudian dapat ditingkatkan hingga 300 mG per hari sesuai dengan kondisi pasien. Sementara itu untuk pasien penderita penurunan intavaskular dan lansia, dosis awal yang diberikan 75 mG per harinya.

Bagi pasien dengan komplikasi ginjal dan penderita diabetes melitus tipe dua atau nefropati diabetik, dosis yang dianjurkan adalah 150 mG satu kali sehari dan dapat ditingkatkan hingga 300 mG per hari yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Irbesartan 150 mG pun dapat diminum tanpa atau dengan makanan. Selain itu, jangan menghancurkan, membelah, atau mengunyah obat karena dapat mengurangi keefektifan obat tersebut. Gunakan sesuai dengan anjuran yang ada pada kemasan.

Jika Anda lupa minum obat ini, segeralah minum ketinga mengingatnya. Jika ada dosis yang terlewat dan mendekati waktu minum dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat tersebut dan lanjtukan jadwal dosis berikutnya. Anda tidak boleh menggandakan dosis irbesartan kecuali dengan petunjuk dokter.

Penyebab dan gejala tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah gaya hidup yang tidak sehat. Namun, penyebab tekanan darah tinggi dapat tergantung pada jenis hipertensi itu sendiri. Terdapat dua macam jenis hipertensi, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

  1. Hipertensi primer. 

Beberapa ahli percaya hipertensi disebabkan oleh mutasi gen atau kelainan genetik. Artinya, hipertensi bisa disebabkan oleh penyakit bawaan keluarga, perubahan fisik, serta fungsi tubuh karena bertambahnya usia. Faktor lingkungan dan gaya hidup sehat juga dapat mempengaruhi hipertensi.

  1. Hipertensi Sekunder

Penyebab hipertensi sekunder pun beragam seperti kecanduan alkohol, gagal ginjal, sleep apnea, tumor endokrin, hingga efek samping obat. Jenis hipertensi ini bisa terjadi sangat cepat dan sangat parah dibanding hipertensi primer.

Selain itu, gejala yang muncul pun juga beragam, meliputi sakit kepala, sesak napas, mimisan, kulit memerah terutama pada bagian wajah dan leher, pusing, nyeri dada, gangguan pengelihatan, dan darah dalam urin.

Namun, gejala yang paling terlihat jelas dari hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang dapat dilihat dari pemeriksaan rutin tekanan darah. Orang dewasa sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah setidaknya lima tahun sekali.

Ingat bahwa hipertensi tidak dapat disembuhkan dan harus mengonsumsi obat secara rutin. Irbesartan 150 mG merupakan obat anti hipertensi yang harus rutin dikonsumsi untuk mencegah terjadinya komplikasi hipertensi yang lebih serius. Untuk ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu degan dokter karena obat ini dapat berisiko terhadap janin.

Bodrexin Tablet, Aspirin untuk Anak

Aspirin atau asam asetilsalisilat merupakan salah satu obat yang digunakan untuk menurunkan demam dan nyeri. Salah satu merek dagang yang mengandung aspirin adalah Bodrexin. Merek ini memiliki berbagai jenis yaitu bodrexin sirup dan bodrexin tablet yang aman dikonsumsi oleh anak-anak maupun ibu hamil.

Bodrexin tablet merupakan obat yang mengandung aspirin dan berguna untuk meredakan demam dan nyeri ringan pada anak yang meliputi sakit pada persendian, sakit pada punggung, nyeri otot, dan sakit kepala. Bodrexin tablet juga dapat digunakan untuk meredakan sakit gigi. Obat ini telah bersertifikat halal dan dapat dibeli tanpa resep dokter. 

Selain mengandung asam asetilsalisilat atau aspirin, bodrexin table juga memiliki zat antipiretik dan analgetik. Artinya, obat ini sangat efektif dalam menurunkan panas pada anak sekaligus dapat meredakan nyeri. Namun, orang tua tidak perlu khawatir, kandungan aspirin pada bodrexin tablet telah disesuaikan dengan kebutuhan anak sehingga aman untuk dikonsumsi.

Selain sifatnya yang analgetik dan antipiretik, aspirin juga dapat menjadi obat antiplatelet yang dapat mengencerkan darah dan mencegah terbentuknya gumpalan darah. Sifat antiplatelet pada aspirin ini membuatnya cocok digunakan untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Aspirin juga dapat mencegah pembentukan prostaglandin karena merupakan obat golongan antiinflamasi nonstereoid. Sayangnya, masih banyak orang tua yang ragu untuk memberikan aspirin pada anak karena dapat menyebabkan sindrom reye.

Sindrom reye memang telah menjadi momok tersendiri bagi orang tua ketika harus memberikan aspirin kepada anak. Karena itu, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengkonsumsi aspirin sebagai obat pertolongan pertama pada anak yang sedang demam. 

Sindrom reye sendiri merupakan kondisi di mana terjadinya pembengkakan pada hati dan otak. Hal ini terjadi ketika anak diberikan obat aspirin atau pengencer darah ketika sedang mengalami infeksi berat seperti flu dan cacar air. Beberapa ahli medis menganjurkan untuk memberikan iburpofen atau asetaminofen untuk mengatasi nyeri dan demam pada anak karena kedua obat tersebut dirasa lebih aman dibanding aspirin.

Bodrexin tablet sendiri memiliki berbagai kegunaan untuk penyakit pada anak, seperti meredakan demam setelah melakukan imunisasi, meredakan nyeri ringan pada anak seperti sakit kepala, nyeri sendiri, dan nyeri otot, hingga menurunkan panas pada anak. Penggunaan bodrexin tablet atau aspirin tidak akan berbahaya untuk anak jika orang tua dapat memberikannya sesuai dosis yang ditentukan.

Dosis bodrexin tablet adalah sebagai berikut: 

  • Anak dengan usia 2 sampai 3 tahun: 1 tablet
  • Anak dengan usia 4 sampai 5 tahun: 2 tablet
  • Anak dengan usia 6 sampai 8 tahun: 3 tablet

Bodrexin tablet harus dikonsumsi setelah makan dan dapat diminum langsung dengan air putih atau dihisap secara perlahan.

Jika orang tua tidak memberikan bodrexin tablet sesuai yang dianjurkan atau anak memang tidak cocok menggunakan aspirin, akan terdapat efek samping yang mengikuti. Efek samping dari penggunaan bodrexin tablet adalah sebagai berikut:

  • Vertigo atau pusing
  • Gangguan mental
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, atau perasaan panas seperti terbakar di dada (heartburn)
  • Reaksi alergi
  • Urine berwarna gelap dan mata berwarna kuning
  • Penggunaan jangka panjang pun dapat menyebabkan kerusakan hati.

Selain itu, bodrexin tablet juga memiliki kontaindikasi terhadap orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti penderita gangguan fungsi hati dan ginjal, penderita tukak lambung, serta pasien yang memiliki hemofilia atau gangguan pada darah yang tidak membeku secara normal.

Selain Antimo Anak, Hal Ini Perlu Anda Siapkan Ketika Ingin Bepergian Bersama Si Kecil

Bepergian jauh saat musim lebaran atau liburan tiba tentunya sudah seperti menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Namun, seringkali terjadi hal – hal yang tidak diinginkan seperti mabuk perjalanan yang dialami anak – anak di tengah perjalanan. Nah, untuk mencegah kondisi ini, Anda bisa memberikan si kecil Antimo Anak.

Antimo Anak adalah obat herbal yang mampu untuk mengatasi mabuk perjalanan pada anak – anak. Biasanya dikonsumsi setelah makan dan sebelum perjalanan dimulai. Memiliki rasa jeruk dan berupa cairan yang dikemas dalam bentuk sachet, sangat mudah bagi si kecil untuk meminumnya. 

Sesudah memberikan si kecil obat agar tidak mabuk perjalanan, bukan berarti nantinya perjalanan Anda sudah terjamin aman. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda tidak mengalami kerepotan dan terhindar dari kerewelan anak – anak di tengah perjalanan.

  1. Transportasi yang digunakan dan waktu perjalanan

Anda bisa memilih menggunakan transportasi yang sesuai dengan tujuan dan anggaran yang sudah ditentukan. Pilihlah kendaraan yang akan membuat Anda sekeluarga nyaman. Setelah menentukan transportasi, perhatikan juga waktu keberangkatan. Pilihlah waktu yang tepat dan nyaman untuk anak – anak. Berangkatlah saat jam tidur si kecil, agar di dalam perjalanan anak – anak tidak terlalu rewel karena bisa tidur di dalam perjalanan.

  1. Makanan untuk anak

Siapkan perbekalan makanan baik itu makanan berat maupun makanan ringan untuk dibawa saat berpergian. Makanan berat bisa dimakan jika sebelum berangkat belum memasuki jam makan anak – anak sedangkan makanan ringan bisa dijadikan cemilan agar perut tidak kosong dan tetap aman.

  1. Obat – obatan 

Walau pun sudah meminum obat anti mabuk perjalanan sebelum berangkat, tidak ada salahnya jika Anda tetap membawa obat – obatan sebagai perlengkapan yang wajib dibawa saat berpergian. Tidak hanya sebagai pencegahan agar tidak mabuk perjalanan, tetapi obat – obatan yang dibawa saat berpergian juga sebagai bentuk antisipasi jika kondisi kurang sehat.

  1. Mainan anak – anak 

Anda bisa membawa mainan favorit si kecil untuk dibawa agar si kecil tidak rewel karena bosan di dalam perjalanan. Mainan juga bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menenangkan kondisi si kecil jika setelah mengalami mabuk perjalanan.

Berikut ini beberapa jenis obat – obatan yang bisa Anda bawa atau berikan kepada anak – anak sebagai pencegahan terjadinya mabuk perjalanan.

  1. Antimo Anak

Obat mabuk perjalanan ini sudah sangat terkenal. Tidak hanya anak – anak saja, tetapi orang dewasa pun bisa mengonsumsinya. Antino ini mengandung dimenhidrinat yang sangat membantu untuk mengatasi mual, pusing bahkan muntah. Pada anak – anak, Antimo berbentuk sirup dalam bentuk sachet yang tesedia dalam dua rasa yaitu jeruk dan stroberi.

  1. Dramamine

Berbeda dengan Antimo, obat ini tersedia dalam bentuk tablet. Dramamine termasuk dalam kelompok obat antihistamin yang berguna untuk meredakan dan mencegah gejala mabuk perjalanan. Obat ini harus diminum 30 menit sebelum anda melakukan perjalanan. Tetapi, obat ini tidak dapat terjual secara bebas, jika ingin membelinya Anda memerlukan resep dokter.

  1. Driminate

Sama seperti Dramamine, Driminate juga memerlukan resep dokter jika ingin membelinya. Driminate harus diminum dari 30 menit hingga 60 menit sebelum berangkat dan memulai perjalanan. Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit ginjal, hati, jantung, asma, masalah pencernaan dan terutama bagi anak – anak yang masih berusia di bawah 2 tahun jika ingin mengonsumsi obat ini harus sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Selain memberikan Antimo Anak pada si kecil agar tidak mengalami mabuk perjalanan, barang – barang di atas pun bisa membuat anak tidak rewel. Jika ingin membeli Antimo Anak sebagai persediaan, Anda bisa membelinya di SehatQ.

Harga Obat Merislon di Apotek dan Manfaatnya

Seperti yang sudah kita ketahui apabila obat Merislon digunakan untuk mengatasi penyakit vertigo yang disebabkan karena gangguan pada telinga bagian dalam atau biasa disebut penyakit meniere. Obat ini juga bisa digunakan untuk terapi vertigo perifer.

Obat ini tergolong ke dalam obat keras, sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan. Kamu harus menggunakan resep dokter dengan dosis yang sudah diberikan oleh dokter.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 6 mg dan juga dosis 12 mg. Berikut ini informasi terkait harga obat Merislon di apotek terdekat, manfaat, dosis hingga efek sampingnya.

Harga obat Merislon di apotek terdekat

Kamu bisa membeli obat Merislon di apotek mana saja asalkan sudah mendapatkan resep dari dokter, ya.

Kamu juga bisa membelinya di apotek online seperti Toko SehatQ dengan cara mengirimkan resepnya ke alamat email [email protected] dan pesanan kamu akan diproses lebih lanjut.

Berikut ini harga obat Merislon di Toko SehatQ yang bisa kamu beli kapan saja dengan harga yang terjangkau.

  • Merislon tablet 6 mg: Rp50.900 1 strip isi 10 tablet
  • Merislon tablet 12 mg: Rp71.700 1 strip isi 10 tablet

Manfaat obat Merislon

  • Membantu mengatasi penyakit meniere
  • Membantu mengatasi gangguan pendengaran
  • Bisa mengatasi telinga berdering
  • Mengatasi vertigo
  • Sebagai terapi untuk penderita vertigo perifer

Obat ini mengandung betahistin yang bekerja dengan cara menurunkan tekanan pada telinga yang diduga bisa menimbulkan rasa mual, pusing, dan juga vertigo. 

Selain itu, obat ini juga mampu membuat otot polos lebih rileks, sehingga aliran darah menuju otak bisa meningkat serta memengaruhi sel saraf telinga di bagian dalam.

Dosis obat Merislon

Meskipun sama-sama bermanfaat untuk mengatasi vertigo dan juga gangguan pada telinga, namun dosis obat Merislon berbeda-beda. Berikut ini perbedaannya.

Obat Merislon Tablet 6 mg

  • Dewasa: 1-2 tablet sebanyak 3 kali sehari

Obat Merislon Tablet 12 mg

  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali sehari

Saat mengonsumsi obat Merislon, pastikan jika kamu mengonsumsi tepat waktu, ya. Apabila terlewat selama beberapa jam, sebaiknya segera minum. Namun, apabila dosis yang terlewat mendekati dengan waktu dosis kedua, sebaiknya abaikan saja dan dilanjutkan dengan mengonsumsi dosis selanjutnya.

Konsumsi obat sesuai dosis yang diberikan, jangan sampai mengurangi apalagi menambah dosis dari yang sudah diberikan oleh dokter. Hal ini bisa menyebabkan efek samping hingga overdosis.

Efek samping

Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat kamu mengonsumsi obat Merislon.

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Gangguan pencernaan
  • Kembung
  • Ruam kulit
  • Kesulitan tidur
  • Detak jantung cepat
  • Sulit bernafas

Apabila kamu mengalami efek samping seperti di atas, tak perlu panik. Kamu bisa melakukan beberapa hal ini sebagai upaya pertolongan pertama.

  • Gangguan pencernaan: konsumsi obat Merislon setelah makan untuk mencegah gangguan pencernaan. Untuk meredakan rasa sakit kamu juga bisa mengonsumsi antasida.
  • Sakit kepala: atasi sakit kepala dengan perbanyak istirahat dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Apabila rasa nyeri tak kunjung hilang, kamu bisa mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen.
  • Perut kembung: coba minum obat merislon setelah makan.
  • Mual: minum obat merislon setelah makan dan hindari mengonsumsi makanan yang pedas.

Apabila efek samping yang kamu alami tak kunjung membaik bahkan semakin parah, sebaiknya segera menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut, ya. 

Kamu juga bisa melakukan konsultasi dokter secara online di aplikasi kesehatan SehatQ.