Faktor Risiko Alami Uveitis, Peradangan di Lapisan Uvea

Merupakan peradangan yang terjadi pada uvea atau lapisan di tengah mata disebut dengan uveitis, munculnya kondisi ini ditandai dengan salah satu atau kedua mata terlihat sangat merah. Biasanya juga disertai rasa nyeri pada mata hingga membuat penglihatan menjadi kabur, kasus peradangan uvea paling umum terjadi pada iris dan badan siliar mata.

image Uveitis

Uvea merupakan lapisan tengah di bagian mata yang terdiri atas selaput pelangi mata (iris), lapisan pembuluh darah mata atau koroid dan jaringan ikat antara iris dan koroid (badan siliar). Tepatnya, uvea terletak di antara bagian putih mata (sklera) dan bagian belakang mata yang fungsinya untuk menangkap cahaya atau juga disebut dengan retina.

Faktor Risiko Uveitis

Kondisi ini sering kali tidak diketahui apa penyebabnya dan terkadang bahkan dialami oleh orang sehat, namun sebagian besar kasusnya dikaitkan dengan gangguan autoimun. Berikut ini beberapa kondisi atau penyakit autoimun yang diduga dapat memicu uveitis yang perlu diketahui oleh banyak masyarakat.

  1. Rheumatoid arthritis atau peradangan sendi.
  2. Psoriasis, yakni peradangan kulit.
  3. Ankylosing spondylitis atau peradangan sendi pada tulang belakang.
  4. Sarkoidosis, merupakan peradangan yang muncul di berbagai bagian tubuh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, mata dan kulit.
  5. Penyakit kawasaki, merupakan peradangan dinding pembuluh darah.
  6. Kolitis ulseratif, yakni peradangan usus besar.
  7. Crohn’s Disease, merupakan peradangan yang terjadi di dalam saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus.

Penyakit lainnya seperti herpes, tuberkulosis, toksoplasmosis, sifilis, HIV/AIDS dan histoplasmosis. Selain itu ada pula kondisi yang menjadi faktor risiko seseorang mengalami penyakit ini, seperti usia seseorang di rentang 20-50 tahun, menggunakan lensa kontak, pernah melakukan operasi mata dan paparan racun atau zat kimia pada mata.

Penyakit yang muncul bisa terjadi secara bertahap dalam beberapa hari atau secara tiba-tiba, pengidap dengan gejala bertahap biasanya akan merasa daya penglihatannya menurun. Bisa disertai dengan pandangan menjadi buram, selain itu jika dilihat dari luar maka penderita tetap terlihat normal dan gejala yang tiba-tiba penderita cenderung merasa nyeri.

Kondisi yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan berbagai keluhan lain, maka dari itu sangat dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami beberapa gejala di atas. Selain itu, penanganan yang dilakukan bisa mencegah adanya berbagai komplikasi yang disebabkan penyakit ini, berikut di antaranya.

  1. Sinekia posterior, keadaan di mana iris yang melekat pada lensa mata karena peradangan.
  2. Katarak, keadaan yang mengganggu penglihatan dan bahkan menyebabkan kebutaan karena munculnya tekstur keruh pada lensa mata.
  3. Glaukoma, timbulnya tekanan pada mata sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada saraf otak.
  4. Ablasio retina, merupakan kondisi lepasnya dari pembuluh darah yang menyuplai darah ke mata.

Pengobatan Uveitis

  1. Konsumsi Obat-obatan
  • Kortikosteroid, merupakan jenis obat yang diresepkan dokter bagi penderita kondisi ini yang tujuannya untuk mengurangi peradangan.
  • Antibiotik atau antivirus, jika kondisi diakibatkan infeksi maka dokter akan memberi obat antibiotik atau antivirus yang tujuannya untuk mengendalikan infeksi.
  • Obat imunosupresif, umumnya diberikan ketika kondisi terjadi pada kedua mata atau pengobatan dengan kortikosteroid gagal atau kondisi semakin parah hingga pasien mengalami kebutaan.
  1. Operasi

Operasi dilakukan jika gejala yang muncul sudah cukup parah atau penanganan dengan obat tak lagi membuahkan hasil efektif. Beberapa prosedur operasi yang bisa dilakukan adalah dengan vitrektomi yakni dengan bedah mata guna mengambil cairan vitreus pada mata. Dan yang kedua operasi penanaman alat pelepas obat.