Penyebab Mimisan Saat Hamil dan Upaya Pencegahannya

Pernahkah Anda mengalami mimisan saat hamil? Atau orang terdekat Anda mengalaminya? Ada saja hal-hal tak terduga yang bisa terjadi selama hamil, salah satunya adalah mimisan. Penyebab mimisan saat hamil bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Banyak bumil yang merasa khawatir akan hal ini. Apakah kondisi ini adalah hal yang wajar terjadi atau mengindikasikan adanya masalah tertentu? Berikut ulasannya.

Gejala mimisan selama kehamilan.

Sering kali, mimisan terjadi pada trimester pertama kehamilan. Namun, bisa saja mimisan terjadi trimester kedua dan ketiga kehamilan. Darah yang keluar bisa saja dari salah satu atau kedua lubang hidung dan berlangsung dari beberapa detik hingga hampir 10 menit.

Kadang-kadang, darah yang keluar bisa berupa darah segar atau darah kering dan berkerak di hidung. Darah yang sudah mengering ini sering tidak disadari oleh para bumil hingga mereka bercermin atau terasa ada yang mengganggu di hidungnya.

Mimisan yang sering tidak disadari lagi adalah ketika bumil tidur atau berbaring. Sebelum keluar dari hidung, Anda akan merasakan cairan darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan.

Apabila Anda memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi, maka segeralah temui dokter jika Anda mengalami mimisan.

Penyebab mimisan saat hamil.

Mimisan yang terjadi saat hamil mungkin akan menjadi pikiran bagi para perempuan. Apalagi jika sebelum hamil tidak pernah mengalaminya. Dikutip dari Healthline, 1 dari 5 perempuan hamil bisa mengalami mimisan.

Penyebab mimisan saat hamil adalah meningkatnya volume darah saat hamil, bahkan mencapai 50 persen. Semua aliran darah yang bertambah ini diperlukan untuk mendukung kekuatan fisik Anda dan memberi makan janin yang sedang tumbuh selama kehamilan.

Adanya peningkatan volume darah ini membuat pembuluh darah ikut melebar untuk membantu kelancaran sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Tidak terkecuali pembuluh darah yang ada di sekitar hidung Anda. Akibatnya, banyak pula darah yang ikut mengalir ke bagian hidung. Bersamaan dengan peningkatan hormon selama kehamilan, kadang-kadang bisa menyebabkan mimisan.

Cara mengatasi mimisan saat hamil.

Saat Anda mengalami mimisan, maka segeralah lakukan ini untuk menghentikan perdarahannya.

  • Ambil posisi duduk dan cubit dengan kuat bagian lembut hidung, tepat di atas lubang hidung Anda. Lakukan selama 10 – 15 menit tanpa melepaskannya.
  • Arahkan tubuh ke depan dan bernapas lewat mulut. Hal ini akan membantu darah mengalir ke hidung Anda, bukan ke belakang tenggorokan.
  • Jangan dulu berbaring, karena dapat mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung Anda, sehingga menghambat aliran darah.
  • Kompres dengan es di bagian batang hidung Anda.
  • Jika pendarahan tidak berhenti juga, maka segera hubungi bidan atau dokter kandungan.
  • Hindari membuang ingus, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat, setidaknya selama 12 jam setelah mimisan.

Upaya mencegah mimisan selama hamil.

Bisa saja, Anda mengalaminya tanpa penyebab yang pasti. Setelah mengetahui penyebab mimisan saat hamil, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisir risiko terjadinya mimisan. Menjaga tekanan darah dan tidak mengiritasi pembuluh darah sensitif di hidung adalah kunci menghindari mimisan. Langkah-langkahnya seperti ini:

  • Oleskan bagian dalam hidung dengan petroleum jelly atau lidah buaya agar kelembapannya terjaga.
  • Hindari mencubit atau menggosok hidung.
  • Tiup hidung dengan lembut jika merasa sesak atau pilek.
  • Bersin dengan mulut terbuka atau cukup tisu untuk menutupi mulut Anda.
  • Hindari kebiasaan sering mengupil.
  • Batasi penggunaan AC dan kipas angin.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di rumah.
  • Tidak melakukan latihan yang berat, terutama yang banyak melompat atau membungkuk.

Setelah mengetahui penyebab mimisan saat hamil dan upaya pencegahannya, maka tidak perlu lagi khawatir berlebihan jika hal ini menimpa Anda atau orang terdekat Anda. Mimisan cukup sering terjadi pada kehamilan karena perubahan hormonal. Sekilas, penyakit ini memang terlihat menakutkan, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama tidak kehilangan banyak darah dan dirawat dengan baik selama di rumah.