Beginilah Protokol Kesehatan Pilkada Pada Era Pandemi Covid-19

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tetap berlangsung meski menuai pro dan kontra dari masyarakat. Banyak orang yang kontra terhadap keberlangsungan Pilkada sebab khawatir dengan risiko penularan virus Covid-19 yang telah menjadi pandemi dunia sejak bulan Maret hingga saat ini. Pemerintah pun mengusahakan proteksi kesehatan seketat mungkin dengan menerapkan peraturan berupa protokol kesehatan Pilkada pada era pandemi Covid-19. Seperti apakah protokol kesehatan Pilkada tersebut?

Berbahayakah Covid-19?

Pada bulan Maret 2020, World Health Organization (WHO) telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi dunia. Virus ini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia dan menimbulkan banyak korban jiwa. Covid-19 merupakan virus baru sehingga belum ditemukan vaksin penangkalnya. Selain itu, Covid-19 dapat menular dengan cepat dan mudah sehingga cukup berbahaya. Gejala seseorang yang terkena Covid-19 terus berkembang seiring penelitian yang terus dilakukan. Akan tetapi, beberapa gejala umum penderita Covid-19 yaitu pilek, kehilangan kemampuan lidah dan penciuman, demam tinggi, serta sesak napas. Banyak juga penderita yang tidak mengalami gejala sama sekali dan baru terdeteksi ketika kondisinya telah sangat buruk.

Risiko penularan ketika Pilkada

Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dapat menimbulkan klaster baru penderita Covid-19. Risiko penularan Covid-19 saat Pilkada dianggap cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan pencoblosan Pilkada akan dilakukan secara serentak pada 309 kabupaten/kota dan melibatkan 100.359.152 pemilih yang telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Beberapa daerah di Indonesia sendiri termasuk dalam zona risiko tinggi penularan Covid-19 sekitar 11 kabupaten/kota lokasi Pilkada. Sedangkan 180 kabupaten/kota masuk dalam kategori sedang. Untuk mencegah penularan, semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus menjalankan protokal kesehatan pilkada secara ketat dan serius.  Komisi Pemungutan Suara Republik Indonesia (KPU RI) telah menerangkan ketentuan baru yang perlu dipatuhi oleh pemilih selama masa Pilkada. Protokol kesehatan Pilkada juga etlah diatur dalam pasal 68 PKPU Nomor 6 Tahun 2020. Dengan begitu, masyarakat yang akan melakukan pencoblosan dapat mematuhi protokol kesehatan pilkada sehingga membantu mencegah penularan Covid-19.

Protokol kesehatan pilkada

Berikut ini merupakan protokol kesehatan Pilkada yang wajib diterapkan dan dipatuhi oleh pemilih.

  • Wajib menggunakan masker

Bagi pemilih yang akan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) wajib menggunakan masker. Hal tersebut merupakan protokol kesehatan pilkada yang wajib dipatuhi jika Anda ingin bisa melakukan pemilihan.

  • Cuci tangan saat tiba di TPS

Selain menggunakan masker, protokol lainnya adalah mencuci tangan ketika Anda tiba di TPS. Seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) wajib menyediakan tempat cuci tangan di TPS. Anda perlu mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir sebelum masuk ke area pemilihan.

  • Cek suhu tubuh

Petugas juga akan melakukan pengecekan suhu tubuh. Apabila suhu tubuh Anda di atas 38 derajat maka Anda tidak dapat melakukan pemilihan.

  • Penggunaan sarung tangan plastik sekali pakai

Protokol tambahan selain pakai masker, cuci tangan, dan cek suhu tubuh adalah penggunaan sarung tangan plastik sekali pakai. Ketika Anda melakukan pencoblosan maka akan diberikan sarung tangan plastik. Setelah selesai, sarung tangan plastik tersebut di buang dalam satu kantong sampah yang sama.

  • Tanda sudah mencoblos diubah

Jika selama ini Anda akan mencelupkan jari ke dalam botol tinta sebagai tanda pencoblosan, maka peraturan tersebut berubah. Menurut protokol kesehatan Pilkada, tanda bahwa seseorang sudah mencoblos adalah jari ditetesi tinta menggunakan pipet. Dengan begitu risiko penularan Covid-19 akan dapat ditekan.

Seluruh KPPS wajib menjadi penyedia tempat dan alat protokol kesehatan Pilkada. Dengan begitu, pemilih hanya tinggal datang dan mengikuti instruksi dari petugas. Meski pada 2020 terdapat protokol kesehatan Pilkada yang diterapkan, namun sistem pemilihan suara tetap dilakukan seperti sebelumnya. Untuk melindungi diri dan orang di sekitar Anda, maka pastikan untuk mematuhi protokol kesehatan Pilkada saat melakukan pemilihan di TPS Hal lain terkait dengan Covid-19 juga dapat Anda tanyakan langsung pada dokter secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Play Store.