Sindrom Zollinger-Ellison dan Gangguan Kesehatan Lain yang Terkait

Sistem pencernaan manusia memegang peranan penting dalam mekanisme tubuh. Sayangnya, fakta yang ada menyatakan bahwa mereka mudah terserang gangguan kesehatan. Di dalam kelompok masalah kesehatan sistem pencernaan, ada satu kondisi yang disebut sindrom zollinger-ellison. 

Sindrom zollinger-ellison merupakan suatu penyakit langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor yang disebut gastrinoma. Gastrinoma biasa muncul di pankreas atau di duodenum (bagian atas usus halus). Sindrom zollinger-ellison dapat menyerang siapa saja, baik manusia lanjut usia, maupun mereka yang lebih muda. Akan tetapi, umumnya mereka yang terserang sindrom zollinger-ellison rata-rata berusia 30 sampai 60 tahun. 

Penderita sindrom zollinger-ellison biasanya tak menyadari kapan atau mengapa mereka dapat terserang penyakit ini. Pasalnya, gejalanya kerap kali muncul secara spontan dan tidak terduga, atau dalam kata lain; sporadis.

Kendati demikian, dalam jumlah yang lebih sedikit (sekitar 25 persen penderita), penyakit ini timbul karena terjadi kelainan genetik. Kondisi kelainan genetik yang berujung pada terciptanya sindrom zollinger-ellison adalah multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1).

Adapun penyakit MEN 1 ini umum sekali terjadi karena diturunkan secara autosomal dominan, di mana hanya diperlukan satu salinan gen yang cacat untuk menyebabkan sindrom zollinger-ellison ini. 

Gen yang tidak berfungsi dapat diwariskan dari salah satu orang tua atau dapat merupakan hasil dari gen yang bermutasi (berubah) pada individu yang terkena. Risiko meneruskan gen yang tidak berfungsi dari orang tua yang terkena ke keturunan adalah 50% untuk setiap kehamilan. Risikonya sama untuk pria dan wanita.

Nah, mereka yang menderita sindrom zollinger-ellison akibat mutasi genetik MEN 1 ini memiliki gejala dan karakteristik yang berbeda-beda. Tingkat keparahan MEN 1 punya andil besar dalam seberapa parah sindrom zollinger-ellison yang seorang derita.

MEN 1 dan sindrom zollinger-ellison ini seperti tak terpisahkan. Oleh karenanya, tak ada salahnya membahas lebih jauh mengenai MEN 1 ini untuk dapat memahami sindrom zollinger-ellison secara lebih lengkap.

Multiple endocrine neoplasia type 1 adalah kelainan genetik yang mana tumor dapat muncul dari sel berbagai kelenjar endokrin, seperti kelenjar paratiroid, pankreas, dan kelenjar pituitari.

Selain sindrom zollinger-ellison, orang dengan MEN-1 juga kerap mengembangkan hiperparatiroidisme atau sekresi hormon paratiroid yang berlebihan. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan kadar kalsium darah. Gejala yang timbul dari kondisi tersebut termasuk gangguan ginjal, kelainan tulang dan/atau gangguan kesehatan lainnya.

MEN 1 ini juga mengembangkan tumor lain di dalam pankreas, tepatnya di organ yang mengeluarkan hormon insulin (insulinomas), atau hormon yang membantu mengatur kadar glukosa gula dalam darah. Pada individu dengan insulinoma, sekresi insulin yang berlebihan menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang tidak normal (hipoglikemia).

Beberapa orang dengan MEN-1 juga dapat mengembangkan tumor hipofisis, berpotensi menyebabkan produksi berlebihan dari hormon hipofisis tertentu. Gejala dan temuan terkait dapat bervariasi, tergantung pada apakah tumor mengeluarkan hormon tersebut dan hormon mana yang terlibat.

Untuk mendeteksi sindrom zollinger-ellison, seseorang harus melakukan pemeriksaan medis yang cermat dan lengkap, termasuk di dalamnya mengaitkan dengan riwayat penyakit sebelumnya, serta melakukan pemeriksaan penunjang khusus. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui level gastrin (hormon yang dikeluarkan oleh gastrinoma) di dalam tubuh.

Agar terhindar dari sindrom zollinger-ellison, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah tidak menderita MEN 1. Masalahnya, hingga kini dunia kedokteran belum menemukan cara yang akurat agar seseorang tidak mengalami MEN 1. Kembali lagi, seseorang mungkin hanya bisa mengupayakan agar senantiasa melakukan pola hidup yang bersih dan sehat.