Ketahui Jenis dan Harga Tambal Gigi

harga tambal gigi

Prosedur tambal gigi digunakan untuk memperbaiki patah atau kerusakan ringan pada gigi sebagai bentuk perawatan gigi restoratif. Tambalan gigi dapat membantu meratakan permukaan gigi dan meningkatkan fungsi rahang untuk menggigit dan mengunyah. Banyak pasien dengan kerusakan gigi juga menderita sensitivitas gigi karena kehilangan email, yang juga dapat diperbaiki secara signifikan dengan penempatan tambalan gigi. Harga tambal gigi tentu disesuaikan dengan jenis bahan pengisi tambalan yang akan digunakan.

Jenis Bahan Pengisi Tambalan Gigi

Kini telah terdapat beberapa bahan untuk tambal gigi. Tambalan gigi bisa menggunakan bahan dari emas, porselen, amalgam perak (terdiri dari merkuri yang dicampur dengan perak, timah, seng, dan tembaga) atau sewarna gigi, plastik, dan bahan yang disebut tambalan resin komposit. Ada juga bahan tambal gigi yang mengandung partikel kaca dan dikenal sebagai ionomer kaca. Bahan ini digunakan dengan cara yang mirip dengan penggunaan tambalan resin komposit.

Lokasi dan tingkat pembusukan gigi, harga tambal gigi serta bahan pengisinya, pertanggungan asuransi, dan rekomendasi dokter gigi Anda dapat membantu menentukan jenis tambalan yang terbaik untuk Anda.

Tambalan dari Bahan Emas

Keuntungan menggunakan bahan tambalan dari emas:

1. Daya tahan lebih lama, bisa digunakan setidaknya 10 sampai 15 tahun dan tidak menimbulkan korosi.

2. Dapat menahan kekuatan ketika mengunyah.

3. Dari segi estetika, beberapa pasien merasa bahwa tambalan dari bahan emas lebih enak dipandang daripada tambalan dari amalgam perak.

Kekurangan menggunakan bahan tambalan dari emas:

1. Dari segi biaya, tambalan dari bahan emas lebih mahal daripada bahan lainnya, bahkan mencapai 10 kali lebih tinggi daripada biaya tambalan amalgam perak.

2. Membutuhkan setidaknya dua kali kunjungan ke dokter gigi terkait.

3. Kejutan galvanik, tambalan dari bahan emas yang ditempatkan tepat di sebelah tambalan amalgam perak akan menimbulkan rasa sakit yang tajam (kejutan galvanik). Interaksi antara logam dan air liur juga dapat menyebabkan arus listrik terjadi, namun hal ini jarang terjadi.

4. Dari segi estetika, pada umumnya pasien tidak menyukai tambalan yang memiliki warna logam, dan lebih memilih tambalan yang warnanya cocok dengan gigi.

Tambalan dari Bahan Perak (Amalgam)

Keuntungan menggunakan bahan tambalan dari perak:

1. Daya tahan tambalan perak bisa bertahan setidaknya 10 hingga 15 tahun dan pada umumnya lebih lama dari tambalan komposit (tambalan yang sewarna dengan gigi).

2 Kekuatan tambalan dari bahan perak yaitu tetap dapat menahan kekuatan mengunyah.

3. Untuk biaya, harga tambal gigi kemungkinan lebih murah daripada menggunakan tambalan komposit.

Kekurangan menggunakan bahan tambalan dari perak:

1. Jika dilihat dari segi keindahan atau estetika, tambalan dari bahan perak terlihat buruk karena tidak cocok dengan warna gigi asli.

2. Menghancurkan lebih banyak struktur gigi, jadi bagian gigi yang sehat harus sering dicabut untuk membuat ruang yang cukup besar untuk menampung tambalan amalgam.

3. Terjadi perubahan warna, tambalan amalgam dapat membuat rona keabu-abuan pada struktur gigi di sekitarnya.

4. Pada sebagian kecil orang, sekitar 1% mengalami alergi terhadap kandungan merkuri yang terdapat pada bahan tambalan dari amalgam.

5. Pada umumnya, semua gigi dapat mengembang atau berkontraksi jika ada cairan panas dan dingin yang menyebabkan gigi retak atau patah. Sedangkan pada bahan amalgam, dibandingkan dengan bahan pengisi lainnya bisa mengalami kontraksi dan menyebabkan insiden retak dan patah yang lebih tinggi.

Diduga bahan pengisi tambalan gigi jenis amalgam melepaskan merkuri dalam kadar rendah dalam bentuk uap yang dapat dihirup dan diserap oleh paru-paru. Paparan uap merkuri tingkat tinggi dikaitkan dengan efek buruk pada otak dan ginjal. Studi telah menemukan tidak ada hubungan antara filling amalgam dan masalah kesehatan dan FDA menganggap mereka aman untuk orang dewasa dan anak-anak usia 6 tahun ke atas. 

Tambalan dari Bahan Komposit Sewarna Gigi

Keuntungan menggunakan tambalan dari bahan komposit

1. Tambalan dari bahan komposit dapat disesuaikan dengan warna gigi yang ada. Oleh karena itu komposit sangat cocok untuk digunakan pada gigi depan atau bagian gigi yang terlihat.

2. Tambalan dari bahan komposit secara mekanis terikat pada struktur gigi.

3. Selain digunakan sebagai bahan tambal untuk pembusukan, tambalan komposit juga dapat digunakan untuk memperbaiki gigi yang terkelupas, patah, atau aus.

4. Mengurangi gigi yang perlu dicabut.

Kekurangan menggunakan tambalan dari bahan komposit

1. Tambalan dari bahan komposit lebih cepat aus dibandingkan tambalan amalgam.

2. Tambalan ini memakan waktu 20 menit lama jika dibandingkan pemasangan tambalan dari bahan amalgam.

3. Tambalan dari bahan komposit dapat berisiko merusak gigi.

4. Harga tambal gigi menggunakan tambalan komposit dapat mencapai dua kali lipat biaya tambalan amalgam.

Selain mengetahui jenis dan harga tambal gigi, pasien juga perlu berdiskusi kepada dokter mengenai bagaimana pencegahan terbentuknya pembusukan di area dekat tambalan. Cara-cara yang diberitahukan oleh dokter nantinya akan berguna dalam mencegah pembusukan pada gigi yang lain.

Hindari Makanan Ini Setelah Pasang Behel

Pasang behel dapat memperbaiki struktur gigi secara drastis, namun memerlukan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk menyesuaikan dengan tekanan ekstra pada gigi Anda. Pasang behel mungkin membuat Anda merasakan sakit atau iritasi di sekitar gigi dan gusi selama beberapa hari pertama.

Pasang kawat gigi ditujukan untuk fungsi estetika dan kesehatan

Tetapi jika Anda berbicara dengan siapa pun yang memiliki kawat gigi, penyesuaian tersulit adalah tidak mengonsumsi beberapa makanan yang Anda sukai. Makanan tertentu dilarang saat memakai kawat gigi, karena dapat tersangkut di kawat gigi dan merusaknya. Berikut ini beberapa makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi setelah pasang behel, supaya tidak cepat rusak.

Makanan yang boleh Anda konsumsi

Menggunakan kawat gigi sebenarnya tidak sakit, akan tetapi mulut Anda mungkin menjadi lebih sensitif beberapa hari setelah pasang behel. Mengonsumsi makanan yang memiliki tekstur keras bisa menimbulkan rasa sakit tersebut.

Pada awal pasang behel, Anda harus belajar cara mengunyah. Anda sebaiknya makan makanan lunak selama beberapa hari pertama. Makanan yang ideal untuk dimakan setelah pasang behel adalah:

  • Kentang rebus dan ditumbuk
  • Yogurt
  • Sup
  • Telur orak-arik
  • Oats
  • IkanĀ 
  • Buah-buahan lunak
  • Keju lembut
  • Sayuran yang dimasak atau lunak

Sensitivitas setelah pasang behel akan membaik setelah beberapa hari atau seminggu. Ketika sudah berakhir, Anda akan dapat memulai kembali memiliki pola makan seperti biasa.

Hindari makan ini setelah pasang behel

Selain mengetahui makanan apa saja yang boleh dimakan setelah pasang behel, Anda juga harus mengetahui makanan apa yang harus dihindari setelah memiliki kawat gigi.

Banyak makanan baik untuk dimakan dengan kawat gigi. Namun, beberapa makanan yang terlihat aman, mungkin tidak ideal dikonsumsi secara segera setelah memiliki kawat gigi. Pasalnya beberapa makanan tersebut dapat mengiritasi mulut dan menyebabkan terlalu banyak tekanan serta kepekaan.

Makanan yang harus dihindari segera setelah pasang behel meliputi:

  • Es krim
  • Roti keras dan tebal
  • Potongan daging yang tebal
  • Makanan pedas
  • Minum atau makan jeruk

Anda akan bisa makan makanan ini setelah gigi Anda beradaptasi atau dapat menyesuaikan dengan kawat gigi.

Hindari makanan ini seterusnya pada saat pasang behel

Ingatlah bahwa kawat gigi sensitif terhadap kerusakan, jadi Anda harus menghindari makanan tertentu selama memiliki kawat gigi. Mulai dari makanan lengket dan keras yang dapat merusak benang atau kawat dan menyebabkan bracket terlepas dari gigi.

Makanan yang harus benar-benar dihindari dengan kawat gigi meliputi:

  • Pop corn
  • Es batu yang dikunyah
  • Permen karet
  • Permen keras dan jenis permen lainnya
  • Pinggiran pizza
  • Bagel dan roti gulung keras lainnya
  • Sayur dan buah yang renyah
  • Kerupuk keras
  • Kue pretzel
  • Keripik

Selain itu, batasi konsumsi makanan dan minuman manis saat memakai kawat gigi. Saat gula bercampur dengan air liur, maka dapat menciptakan lapisan lengket (plak) yang melapisi gigi.

Selama Anda memiliki kawat gigi, cobalah untuk selalu melakukan janji temu secara berkala dengan untuk menyesuaikan kawat gigi. Menjaga kebiasaan gigi yang baik saat memakai kawat merupakan salah satu cara untuk menghindari kerusakan. Pastikan Anda menyikat gigi setidaknya tiga kali sehari, sebaiknya setelah makan, menggunakan sikat gigi berbulu lembut.

Berikan perhatian ekstra pada ruang di sekitar kawat gigi Anda dan singkirkan semua sisa makanan. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, untuk menghilangkan partikel makanan selama pakai behel.