Cara Menggunakan dan Merawat Pembalut Kain

Menstruasi atau datang bulan merupakan proses keluarnya darah dari vagina. Hal ini merupakan siklus alami yang terjadi pada tubuh wanita. Menstruasi terjadi karena organ reproduksi bersiap untuk kehamilan. Jika sel telur tidak dibuahi atau kehamilan tidak terjadi, maka dinding rahim (endometrium) akan luruh dan keluar bersama darah melalui vagina. 

Normalnya, menstruasi terjadi satu kali dalam sebulan. Sebelum siklus menstruasi datang, biasanya wanita menyiapkan pembalut. Tujuannya untuk menampung darah saat siklus menstruasi datang. 

Ada beberapa jenis pembalut yang biasa digunakan oleh wanita, yaitu pembalut yang biasa dijual di pasaran (sanitary pads), pembalut herbal, dan pembalut kain (cloth pads atau reusable pads). Penggunaan sanitary pads atau pembalut biasa merupakan hal yang wajar mengingat harganya yang ekonomis dan praktis. 

Namun, ternyata tidak semua sanitary pads baik untuk kesehatan organ reproduksi. Pembalut wanita terbuat dari polimer sebagai lembar penyerap dan plastik untuk perekat. Lembar polimer dapat menyerap cairan secara efektif, namun tidak dapat menekan aktivitas bakteri. 

Bahkan beberapa pembalut mengandung bahan kimia pemutih dan wewangian yang dapat meningkatkan risiko kanker. Sementara itu, plastik pada lapisan bawah pembalut dapat mencemari lingkungan. Hal ini yang membuat beberapa produsen menciptakan pembalut kain (cloth pads) sebagai alternatif yang ramah lingkungan.

Efektivitas Pembalut Kain

Saat ini, penggunaan cloth pads atau pembalut kain semakin meningkat. Hal ini karena dari segi kesehatan, pembalut kain lebih unggul dibandingkan pembalut biasa yang dijual di pasaran. Ada banyak kelebihan yang bisa Anda rasakan ketika menggunakan pembalut kain ini, seperti:

  • Lebih nyaman digunakan
  • Tidak mudah bocor
  • Menyerap cairan lebih banyak
  • Lebih hemat karena mudah dicuci
  • Tidak mengandung bahan kimia
  • Tidak menimbulkan iritasi pada area sensitif
  • Lebih ramah lingkungan.

Apakah Pembalut Kain Tahan Lama?

Pembalut kain dapat bertahan lama 3-5 tahun, bahkan lebih lama, tergantung pada perawatannya. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah untuk mencuci, mengeringkan, dan menyimpan pembalut kain dengan cara yang benar. Dengan begitu, Anda dapat menghemat biaya bulanan, mengurangi sampah plastik, dan menghindari iritasi kulit.

Cara Menggunakan Pembalut Kain

Menggunakan kain pembalut juga sangat mudah dan mirip seperti sanitary pads. Di belakang sisi pembalut kain terdapat perekat di bagian ujung sayap pembalut yang terbuat dari kancing. 

Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menempelkan pembalut di pakaian dalam Anda. Lipat bagian sayap hingga kedua sisi sayap saling bertemu, lalu pasang kancingnya. Pastikan kancing pembalut terpasang dengan baik dan berbunyi “klik”. Setelah itu, gunakan pakaian dalam yang sudah dipasang pembalut.

Meskipun pembalut kain tidak mudah bocor, Anda tetap perlu mengganti pembalut setiap 4-6 jam. Sebaiknya Anda selalu mengecek keadaan pembalut apakah sudah penuh atau tidak. Jika penuh, segeralah mengganti pembalut Anda dengan yang baru. Setelah itu, segera cuci pembalut bekas Anda agar tidak meninggalkan noda.

Cara Merawat Pembalut Kain

Sama seperti pembalut biasa, pembalut kain memiliki banyak ukuran dan motif. Pastikan jika perawatan pembalut kain Anda sudah benar agar tidak ada bakteri yang berkembang. Berikut cara merawat pembalut kain yang bisa Anda lakukan:

  1. Bersihkan pembalut yang telah dipakai menggunakan air mengalir. Pastikan hingga darah dalam pembalut hilang
  2. Kemudian rendam pembalut dengan air dingin selama 40 menit
  3. Setelah itu, cuci menggunakan sabun mandi agar noda darah hilang sempurna, lalu bilas hingga bersih
  4. Rendam pembalut yang sudah dicuci dalam air panas dengan suhu 40oC
  5. Jemur pembalut kain di bawah sinar matahari untuk membunuh bakteri
  6. Setelah benar-benar kering, simpan di tempat yang bersih, kering, dan sejuk.

Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Mencuci Pembalut Kain

  1. Hindari menggunakan terlalu banyak sabun dan deterjen karena jika tidak dibilas dengan benar dapat menumpuk, sehingga memengaruhi daya serap pembalut Anda Selain itu, deterjen atau sabun yang tersisa dapat menyebabkan iritasi pada kulit Anda 
  2. Tidak disarankan menggunakan pewangi dan pemutih pakaian karena dapat mengurangi daya serap pembalut
  3. Setrika harus dihindari karena suhu tinggi dapat merusak kain dan bantalan pembalut. 

Hal yang perlu diingat adalah untuk tidak meminjamkan pembalut kain Anda kepada siapa pun. Tujuannya untuk menghindari penularan infeksi menular seksual (IMS). Selain itu, jika selama pemakaian pembalut kain kulit Anda iritasi, segera hentikan pemakaian dan periksakan ke dokter.

Lakukan Ini Untuk Terhindar dari Vagina Bau

Vagina memiliki bau alami yang tidak terlalu menyengat dan cenderung tidak mengganggu. Aroma vagina dikatakan normal dan sehat jika berbau mirip cuka tapi tidak terlalu asam. Meski begitu, intensitas baunya bisa berubah sedikit lebih tajam selama haid, kehamilan, dan menopause. Selain itu, aroma vagina juga kerap lebih tajam setelah berhubungan seks atau berolahraga. Vagina bau yang disebabkan oleh hal-hal tersebut masih terbilang wajar, asalkan tidak sampai mengganggu.

Aroma vagina yang sehat bukanlah berbau harum dan segar seperti bunga

Di sisi lain, kadang vagina bisa mengeluarkan bau menyengat yang tidak sedap sebagai pertanda infeksi. Namun ini biasanya akan disertai dengan gejala lain seperti sensasi gatal, panas terbakar, keluar keputihan abnormal, atau iritasi.

Bau pada vagina tentu saja ditandai dengan aroma tak sedap yang muncul dari organ kewanitaan Anda. Namun, kondisi ini biasanya juga ditandai dengan gejala infeksi seperti

  • Rasa gatal
  • Sensasi terbakar
  • Iritasi pada vagina
  • Keputihan yang tidak normal

Selain itu, berikut ini berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang bisa memiliki vagina bau yang tidak sewajarnya.

  • Tidak menjaga kebersihan area vagina. Misalnya jarang mandi atau membiarkan vagina terus dalam keadaan lembap
  • Melakukan douching
  • Sering berganti pasangan seks
  • Jarang ganti celana dalam, pembalut, atau tampon
  • Makan-makanan dengan bau menyengat

Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga aroma vagina tetap wangi dan sehat dan terhindar dari permasalahan vagina bau.

  1. Rutin Membersihkan Vulva Bagian Luar

Dikutip dari Healthline, wanita tidak disarankan untuk membersihkan bagian dalam vagina. Tetapi, para wanita harus rutin membersihkan vulva atau bagian luar vagina. Bagian vulva termasuk, kelentit, kap klitoris, labia bagian dalam dan labia bagian luar. Anda cukup menggunakan air bersih untuk mencuci area vulva. 

Gunakan jari-jari atau waslap bersih untuk merentangkan labia untuk membersihkannya. Kemudian, bersihkan atau gosok lipatan vulva secara lembut menggunakan air hangat. Selain menjaga aroma vagina, membersihkan vulva bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kulit mati, keluarnya cairan, dan cairan tubuh kering lainnya agar tidak menumpuk di celah-celah vulva.

  1. Kenakan Celana Dalam Berbahan Katun dan Longgar

Wanita yang memakai pakaian berbahan katun memiliki tingkat bacterial vaginosis lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan sintetis dan ketat. Bahan katun bersifat elastis dan mampu menyerap keringat. Sifat bahan katun ini membantu vagina untuk mendapat sirkulasi udara dan mencegah keringat terkunci di area vagina yang dapat menimbulkan aroma tidak sedap.

  1. Stop Merokok dan Kurangi Minum Alkohol

Perlu diketahui bahwa kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dapat mengubah aroma keringat. Hal yang sama berlaku untuk aroma vagina. Keduanya membuat vagina berbau lebih asam, pahit, atau basi dari biasanya. Apabila vagina beraroma tidak sedap, bisa jadi akibat kebiasaan merokok dan minum alkohol yang kamu lakukan. Coba hentikan kebiasaan ini dan lihat perbedaannya setelahnya. 

  1. Tetap Terhidrasi

Terdengar sepele, tapi percaya atau tidak, menjaga tubuh tetap terhidrasi mampu menjaga aroma vagina tetap normal. Coba perhatikan, umumnya urine akan berbau lebih kuat saat kurang minum dan sedikit berbau atau tidak berbau sama sekali ketika tubuh terhidrasi. 

  1. Penggunaan Obat Herbal

Herbal dikenal untuk membantu menghilangkan bau yang kuat dari tubuh, termasuk vagina. Salah satu tanaman herbal yang bisa digunakan untuk mengatasi vagina bau ialah rosemary. Anda tidak perlu memasaknya terlebih dahulu. Cukup masukkan beberapa tangkai ke dalam air atau bak mandi setiap hari. Aroma kuat rosemary bisa membuat vagina jadi lebih segar. Rosemary bukan satu-satunya ramuan yang dikenal bisa mengharumkan vagina.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari vagina bau. Anda harus menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. Selain untuk menghindari vagina bau, hal itu juga menjaga Anda terhindar dari penyakit kulit dan kelamin.