Zypraz Untuk Gangguan Panik, Apa Penyakit Tersebut?

Gangguan panik terjadi saat Anda mengalami serangan panik yang terus berulang. DSM-5 menyatakan bahwa serangan panik adalah rasa takut atau ketidaknyamanan tiba-tiba dan bersifat intens yang dapat memuncak dalam waktu beberapa menit saja. Orang-orang dengan gangguan panik hidup dalam ketakutan menderita serangan panik. Anda dapat menderita serangan panik ketika Anda merasa takut tiba-tiba tanpa ada penyebab yang jelas. Anda juga dapat menderita gejala fisik karenanya, seperti detak jantung yang cepat, berkeringat, dan kesulitan bernapas. Gangguan panik ini biasanya dapat diatasi dengan zypraz sebagai bentuk perawatan jangka pendek. 

Kebanyakan orang menderita serangan panik sekali atau dua kali dalam hidup mereka. American Psychological Association (APA) melaporkan 1 dari setiap 75 orang mungkin mengalami gangguan panik. Gangguan panik dikarakterisasikan dengan adanya rasa takut menderita serangan panik terus menerus. Meskipun gejala dari gangguan ini dapat menakutkan, untungnya tanda-tanda gangguan panik dapat diatasi menggunakan perawatan seperti zypraz. 

Gejala

Gejala gangguan panik biasanya berawal pada saat seseorang menginjak remaja dan mereka yang berada di usia di bawah 25 tahun. Jika Anda menderita 4 serangan panik atau lebih, atau Anda hidup dalam ketakutan untuk mengalami serangan panik tersebut setelah sekali menderitanya, kemungkinan Anda memiliki gangguan panik. Serangan panik menyebabkan rasa takut intens yang terjadi tiba-tiba, bahkan sering tanpa adanya peringatan apapun. Sebuah serangan panik biasanya bertahan selama 10 hingga 20 menit, namun dalam kasus yang ekstrim, gejala dapat bertahan selama lebih dari 1 jam. Pengalaman panik tersebut berbeda-beda dari satu orang ke orang lain, dengan tanda dan gejala yang beragam. Gejala yang sering dihubungkan dengan serangan panik di antaranya adalah detak jantung yang cepat, sesak napas, perasaan seperti Anda tersedak, pusing, mual, tubuh berkeringat dan gemetar, perubahan kondisi mental, mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki, sesak dada atau nyeri dada, dan rasa takut Anda akan mati. Gejala serangan panik dapat muncul tanpa adanya sebab yang jelas. Karena serangan panik tidak dapat diprediksi, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi tubuh dan aktivitas sehari-hari Anda. 

Penyebab serangan panik tidak dimengerti dengan jelas. Namun, penelitian menunjukkan bahwa gangguan panik ada hubungannya dengan faktor genetik. Gangguan panik juga berhubungan dengan perubahan signifikan yang terjadi dalam hidup seseorang. Pindah kota untuk bekerja atau kuliah, menikah, dan memiliki anak pertama merupakan transisi hidup yang besar yang dapat menyebabkan stres dan mengakibatkan perkembangan gangguan panik. Selain itu, meskipun penyebab utama gangguan panik tidak dimengerti secara pasti, informasi seputar penyakit ini mengindikasikan bahwa beberapa grup tertentu berisiko lebih tinggi dalam menderita gangguan ini, misalnya wanita 2 kali lipat berisiko menderita gangguan panik dibandingkan dengan pria. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Institu Kesehatan Mental Nasional. 

Perawatan gangguan panik berfokus pada mengurangi gejala yang terjadi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan kombinasi terapi dan obat-obatan seperti zypraz. Terapi biasanya melibatkan terapi perilaku kognitif (CBT), yang mengajarkan Anda untuk mengubah pikiran dan tindakan sehingga Anda bisa memahami serangan panik serta mengatur rasa takut yang timbul. Selain zypraz, obat-obatan yang dapat merawat gangguan panik adalah SSRI, sebuah kelas antidepresan seperti fluoxetine, paroxetine, dan sertraline. Selain terapi dan obat, Anda juga bisa menunjang perawatan dengan rutin berolahraga, mendapatkan cukup tidur, dan menghindari stimulant seperti kafein.

Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Cefixime Tablet?

Cefixime tablet merupakan salah satu obat antibiotik yang berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Beberapa infeksi yang bisa diatasi dengan cefixime seperti bronkitis, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran menular seksual. 

Cefixime digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri

Penggunaan obat antibiotik seperti cefixime pada ibu hamil biasanya harus mendapatkan perhatian khusus. Hal ini dilakukan untuk mencegah efek samping atau hal-hal yang berbahaya bagi ibu hamil dan juga janin.  

Lalu, apakah cefixime tablet aman jika dikonsumsi oleh ibu hamil? Simak penjelasan berikut ini. 

Antibiotik untuk ibu hamil

Penggunaan obat antibiotik untuk ibu hamil sebenarnya boleh-boleh saja kok, asalkan sudah sesuai dengan resep dan anjuran dari dokter. 

Ibu hamil biasanya akan rentan terkena infeksi bakteri, untuk itu penggunaan obat antibiotik diperlukan untuk mengatasi bakteri berbahaya yang menyerang ibu hamil dan juga janin.

Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik sesuai dengan gejala, usia kehamilan, dosis, dan juga efek samping yang mungkin saja dialami. Pastikan kamu mengonsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter dan jangan membeli secara sembarangan, ya. 

Infeksi saluran kemih adalah gangguan yang sering dialami ibu hamil. Hal ini biasanya terjadi saat usia kehamilan mencapai 6-24 minggu. 

Kondisi ini disebabkan karena kandung kemih yang tertekan oleh rahim yang membesar, sehingga risiko bakteri muncul juga semakin tinggi. 

Untuk mengatasinya, ibu hamil memerlukan obat antibiotik yang aman dan efektif untuk membunuh bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Jika tidak segera ditangani bisa meningkatkan risiko bayi lahir lebih cepat (prematur) atau berat badan yang rendah. 

Cefixime tablet untuk ibu hamil

Berdasarkan aturan Foods and Drug Administration Amerika Serikat, obat cefixime masuk dalam kategori B. Hal ini sesuai dengan studi yang sudah dilakukan pada hewan yang menunjukkan tidak ada risiko berbahaya pada janin setelah mengonsumsi cefixime. Namun, efek samping pada ibu hamil hingga kini belum bisa dipastikan dan diperlukan studi lebih lanjut. 

Untuk berjaga-jaga, ketika akan mengonsumsi cefixime, sebaiknya beritahu dokter jika kamu sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan, sehingga efek samping atau risiko yang dialami bisa diminimalisir. 

Untuk mencegah adanya efek samping pada ibu hamil, sebaiknya perhatikan beberapa poin berikut ini saat mengonsumsi cefixime. 

  • Konsumsi cefixime sesuai dengan dosis dan anjuran dari dokter, termasuk jadwalnya harus tepat.
  • Hindari mengurangi atau menambahkan dosis yang sudah diresepkan.
  • Obat cefixime bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Atau bisa juga dikonsumsi bersamaan dengan makanan. 
  • Habiskan obat cefixime meskipun gejala yang muncul sudah lebih baik. Hal ini agar bakteri bisa hilang dengan tuntas dan penyakit tidak kambuh lagi. 

Apa saja obat antibiotik yang aman untuk ibu hamil?

Obat-obatan untuk ibu hamil biasanya dikelompokan dalam beberapa kategori, seperti A,B, C, D, dan X. Kategori A termasuk obat yang paling aman untuk ibu hamil.

Berikut ini daftar obat antibiotik yang aman diberikan pada ibu hamil. 

  • Nitrofurantoin
  • Clindamycin
  • Erythromycin
  • Augmentin
  • Penicillin (amoxicillin, ampicillin)
  • Cephalosporin (cefaclor, cephalexin)

Sedangkan golongan tetrasiklin seperti  minocycline, oxytetracycline, dan doxycycline tidak boleh diberikan pada ibu hamil karena bisa menghambat pertumbuhan gigi dan tulang pada janin. 

Berikut ini beberapa daftar obat antibiotik lainnya yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

  • Macrobid
  • Macrodantin
  • Trimethoprim
  • Doxycycline
  • Ciprofloxacin
  • Streptomycin
  • Furadantin

Pastikan selalu berkonsultasi pada dokter terkait kondisi kehamilan jika harus mengonsumsi obat antibiotik seperti cefixime tablet. Paling penting konsumsi obat antibiotik sesuai dengan resep dokter, ya. 

Mengenal Miconazole Nitrate, Obat Generik ‘dalam’ Kalpanax

Kalpanax sudah sangat terkenal di Indonesia sebagai obat antijamur yang efektif dan ampuh mengatasi berbagai masalah kulit akibat infeksi jamur, mulai dari panu, kadas, kurap, sampai kutu air. Produsen Kalpanax, Kalbe Farma, memanfaatkan obat generik Miconazole nitrate sebagai bahan baku utama produknya tersebut.

Sebagai obat antijamur, Miconazole nitrate bekerja dengan cara merusak struktur membran sel jamur, sehingga membran sel tidak dapat berfungsi dengan baik dan menyebabkan sel jamur kehilangan kalium dan senyawa penting lainnya. Dengan begitu, pertumbuhan jamur dapat dihentikan.

Kalpanax-K Krim 2% 5 g harga terbaik 12200

Miconazole efektif untuk menghentikan pertumbuhan beberapa jenis jamur, seperti Candida spp., Microsporum spp., Epidermophyton spp., Trichophyton spp., dan Pityrosporum orbiculare (Malassezia furfur). Kalpanax hanyalah satu dari sekian banyak merek dagang Miconazole nitrate, khususnya di Indonesia.

Miconazole ini merupakan obat bebas. Namun, dalam beberapa kondisi penggunaannya harus menggunakan resep dari dokter. Khusus Kalpanax, yang mana sudah dijual bebas di pasaran, seseorang boleh menggunakannya tanpa resep dokter. Akan tetapi, penggunaannya tetap tak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan anjuran dan aturan pakai yang bisa dilihat di kemasan produk.

Pada umumnya, Kalpanax yang mengandung Miconazole nitrate ini aman untuk digunakan. Kendati demikian obat ini masuk ke dalam kategori C berdasarkan BPOM-nya Amerika Serikat atau FDA (Food and Drugs Administration). Kategori C memiliki arti bahwa obat tersebut, setelah dilakukan penelitian dan percobaan pada binatang, hasilnya memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin.

Namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Belum diketahui apakah miconazole dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Untuk memastikan penggunaan Miconazole nitrate (atau khususnya Kalpanax) tetap aman dan sesuai dengan tujuan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengaplikasikan obat ini, di antaranya:

  • Jangan menggunakan miconazole bila seseorang memiliki alergi terhadap obat ini atau terhadap obat antijamur golongan azole lainnya, seperti ketoconazole, clotrimazole, itraconazole, dan econazole;
  • Harap berhati-hati dalam menggunakan miconazole jika seorang perempuan sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan;
  • Beri tahu dokter jika seseorang sedang mengalami demam atau nyeri perut, keputihan yang berbau, diabetes, HIV/AIDS sebelum menggunakan Miconazole untuk vagina;
  • Hindari penggunaan Miconazole untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun, karena manfaat dan keamanannya belum bisa dipastikan;
  • Beri tahu dokter jika seseorang sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk obat herbal dan suplemen;
  • Segera temui dokter jika timbul reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan Miconazole.

Sementara itu, agar penggunaan Kalpanax dapat optimal, seseorang sebaiknya mengetahui informasi penggunaan yang baik dan tepat ini, seperti:

  • Ikuti anjuran dokter atau membaca informasi yang tertera pada kemasan sebelum menggunakannya. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis;
  • Gunakan Kalpanax sesuai dengan jangka waktu yang dianjurkan walaupun keluhan sudah tidak terasa—biasanya dua pekan;
  • Cuci dan keringkan daerah kulit yang mengalami infeksi sebelum menggunakan Kalpanax dan jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya. Hal ini untuk mencegah infeksi menyebar ke bagian tubuh yang lain;
  • Gunakan Kalpanax secara rutin guna memperoleh hasil yang maksimal. Disarankan untuk menggunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya agar lebih mudah mengingat jadwal penggunaan;
  • Simpan Kalpanax di dalam tempat yang kering dan sejuk, serta terhindar dari hawa panas, kondisi yang lembap, dan sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.  

Itulah beberapa informasi penting yang dapat diketahui mengenai Miconazole nitrate, utamanya yang sudah diberi merek dagang Kalpanax oleh Kalbe Farma. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat bagi kamu yang tengah membutuhkan. 

Diare dan Muntah? Obati dengan Obat dari Interbat

Diare dan muntah merupakan gejala umum yang dapat terjadi pada banyak orang, tidak peduli usia, dan jenis kelamin, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Dalam banyak kasus, kedua gejala tersebut disebabkan karena keracunan makanan dan akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Mendapatkan cukup istirahat dan minum banyak air untuk menghindari dehidrasi biasanya menjadi satu-satunya perawatan yang dibutuhkan. Anda juga mengonsumsi tablet kunyah yang dijual secara OTC di Interbat. Meskipun virus biasanya menjadi penyebab utama diare dan muntah, ada faktor lain yang dapat menyebabkan gejala tersebut terjadi dalam waktu yang bersamaan, misalnya kondisi medis dan penggunaan obat-obatan tertentu. 

Penyebab diare dan muntah di waktu yang bersamaan

Muntah dan diare dapat terjadi secara bersamaan karena beberapa alasan. Dalam kasus ringan, obat dari Interbat biasanya dapat mengatasi kondisi ini. Virus lambung seperti atau infeksi gastrointestinal karena bakteri biasanya merupakan penyebab utama kondisi ini terjadi pada anak-anak. Saluran gastrointestinal merupakan bagian dari sistem pencernaan. Infeksi ini juga dapat memengaruhi orang dewasa, namun ada beberapa alasan lain mengapa orang dewasa menderita kondisi ini, misalnya terlalu banyak minum alkohol atau sedang hamil. 

  • Viral gastroenteritis

Ini adalah sebuah infeksi di usus yang disebabkan karena virus. Viral gastroenteritis sering disebut flu perut, namun virus flu tidak menyebabkan infeksi ini. Virus yang biasa menyebabkan gastroenteritis di antaranya adalah norovirus, rotavirus, astrovirus, dan adenovirus. Meskipun semua jenis virus ini dapat memengaruhi semua orang usia berapapun, rotavirus, astrovirus, dan adenovirus biasanya sering menyerang bayi dan anak-anak, menurut Institut Diabetes dan Penyakit Ginjal dan Pencernaan Nasional (NIDDK). 

Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat hubungan kontak langsung dengan kotoran atau muntahan yang terinfeksi. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan benar di kamar mandi, dan kemudian menyentuh permukaan yang digunakan oleh orang lain atau menyiapkan makanan untuk orang lain. Gejala viral gastroenteritis di antaranya adalah diare yang berair, nyeri atau kram perut, mual dan muntah, dan demam. 

  • Keracunan makanan

Keracunan makanan adalah infeksi di usus yang disebabkan karena bakteri. Anda bisa menderita keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Hal ini dapat terjadi di rumah atau di restoran di mana makanan tidak dibuat atau dimasak dengan baik. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan di antaranya adalah E. coli, Campylobacter, Salmonella, Shigella, Staphylococcus, dan Listeria. 

Gejala keracunan makanan dapat bermula dalam beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi, dan biasanya akan sembuh setelah beberapa jam atau beberapa hari. Hal ini biasanya tidak membutuhkan perawatan khusus, namun Anda bisa mengonsumsi obat tertentu untuk atasi mual dan muntah yang bisa dibeli di Interbat. Diare yang berair dan muntah adalah gejala paling umum dari keracunan makanan. Gejala lain di antaranya adalah mual, kram dan nyeri perut, diare berdarah, dan demam. 

Biasanya, mual dan muntah disebabkan karena virus atau makanan terkontaminasi dan akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari atau setelah Anda mengonsumsi obat yang dapat dibeli di Interbat. Minum banyak air dan makan makanan yang tawar dapat membantu. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi, terutama pada bayi dan anak yang tidak dapat mengkomunikasikan apa yang sedang mereka rasakan. Konsultasi dengan dokter apabila anak Anda menderita gejala yang parah atau gejala tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari.

Pahami Manfaat Serta Efek Samping Propepsa Suspensi

Propepsa suspensi merupakan obat yang digunakan untuk mencegah tukak lambung. Dalam propepsa suspensi terdapat kandungan zat aktif sucralfate. Obat ini nantinya akan melekat pada protein di lokasi luka sehingga dapat membentuk lapisan pelindung terhadap asam lambung, garam empedu, dan enzim pencernaan pepsin. Zat sucralfate akan melindungi serta mencegah luka di lambung memburuk. Berdasarkan proses kerja dalam tubuh, propepsa suspensi memiliki status ekskresi terutama melalui urine, absorpsi yang diserap minimal dari saluran pencernaan, dan distribusi yang bertindak secara lokal di tempat luka. 

Manfaat propepsa suspensi

Secara umum propepsa suspensi digunakan untuk mencegah tukak lambung. Namun, terdapat indikasi dan manfaat obat propepsa suspensi yang lebih mendetail yaitu: 

  • Mengobati maag. 
  • Mengatasi peradangan pada lambung yang terjadi dalam waktu lama (gastritis kronis). 
  • Mengatasi sensasi seperti terbakar pada dada yang disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju kerongkongan (GERD) selama masa kehamilan. 
  • Mengobati luka pada dinding lambung dan usus dua belas jari dalam penggunaan jangka pendek (maksimal 8 minggu).  

Petunjuk penggunaan dan dosis propepsa suspensi

Propepsa suspensi digunakan dalam keadaan perut kosong atau minimal 1 jam sebelum makan. Obat ini tergolong obat keras dan harus menggunakan resep dokter. Dalam setiap 5 mL propepsa suspensi mengandung 500 mg sucralfate. Untuk dosis propepsa suspensi, dapat berbeda tergantung kebutuhan kondisi medis seseorang. Dosis umum penggunaan propepsa suspensi seperti berikut ini. 

  • Dosis dewasa untuk tukak yaitu dua sendok takar sebanyak 4  kali sehari diminum sebelum makan dan sebelum tidur. 
  • Dosis dewasa untuk tukak profilaksis yaitu dua sendok takar sebanyak 2 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk maag yaitu dua sendok sebanyak 4 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk GERD yaitu dua sendok sebanyak 4 kali sehari diminum saat perut kosong. 
  • Dosis dewasa untuk hyperphosphatemia pada gagal ginjal yaitu 2 sendok takar sebanyak 2 kali sehari diminum saat perut kosong. Dosis tersebut dapat dititrasi berdasarkan tingkat fosfat serum. 

Jam minum propepsa suspensi dianjurkan sama setiap harinya agar manfaat dari obat tersebut semakin maksimal. Selain itu, propepsa suspensi tidak disarankan untuk diberikan pada anak berusia di bawah 15 tahun. Penggunaan propepsa suspensi pada anak-anak dapat dilakukan jika memang diberikan resep tersebut oleh dokter. 

Efek samping propepsa suspensi

Obat propepsa suspensi  biasanya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Akan tetapi, penggunaan propepsa suspensi tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping baik yang umum maupun jarang terjadi. Beberapa efek samping propepsa suspensi tersebut seperti berikut ini. 

  • Pasien disfungsi ginjal memiliki risiko mengalami efek samping yang lebih serius jika menggunakan propepsa suspensi seperti keracunan aluminium dan hypophosphatemia. 
  • Efek samping yang umum terjadi dari penggunaan propepsa suspensi yaitu sembelit. 
  • Efek samping propepsa suspensi lainnya yaitu diare, gangguan lambung, gangguan pencernaan, dan mual. 
  • Efek samping propepsa suspensi yang cukup jarang terjadi yaitu pusing, sakit kepala, mengantuk, vertigo, nyeri punggung, pembentukan benzoar, mulut kering, ruam, dan reaksi hipersensitivitas. 

Hentikan segera penggunaan propepsa suspensi jika muncul reaksi berupa alergi. Beberapa gejala alergi terhadap inpepsa suspensi yaitu pucat, sakit tenggorokan, ruam, gatal, nyeri sendi, dan demam. Berbagai gejala alergi lain mungkin juga muncul sehingga Anda perlu waspada dan melakukan pengamatan mendalam ketika mengonsumsi propepsa suspensi. Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai propepsa suspensi, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play. 

Hati-hati, Ini Efek Samping Ipratropium

Apabila Anda tengah mengalami batuk berkepanjangan yang disertai kondisi sesak napas yang muncul dan hilang secara cepat, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan ipratropium. Ini merupakan salah satu jenis obat yang mampu mengendurkan otot di sekitar saluran udara sehingga pernapasan Anda terasa lebih lega. 

Obat dengan jenis ipratropium umumnya berbentuk spray, inhaler, atau bahkan larutan nebulisasi. Kemampuan jenis obat ini melegakan pernapasan dan mengurangi gejala batuk membuat ipratropium kerap menjadi pilihan terapi bagi penderita asma atau masalah paru-paru lainnya. 

Meskipun memiliki hasil yang efektif, Anda tidak disarankan menggunakan obat ini tanpa resep dokter. Bagaimanapun, ipratropium tergolong jenis obat keras yang memiliki efek samping beragam. Jika Anda menggunakannya tanpa anjuran yang tepat, bersiaplah menghadapi berbagai efek samping tak menyenangkan, seperti di bawah ini. 

Efek Samping Umum 

Efek samping ipratropium di bawah ini kerap ditemukan pada orang-orang yang baru menggunakan jenis obat tersebut. Efek samping ini juga dengan mudah menjangkiti orang-orang yang memang terindikasi memiliki masalah alergi tertentu. 

  • Sulit Buang Air Kecil 

Beberapa pasien yang menggunakan ipratropium mengatakan, mereka menjadi kesulitan membuang air kecil karena rasa nyeri yang menyertai. Dalam beberapa kasus, pasien yang baru melakukan terapi dengan ipratropium bisa membuang air kecil dengan disertai darah. 

  • Batuk Berlendir 

Jangan kaget ketika Anda tiba-tiba mengalami batuk berlendir usai melakukan terapi dengan ipratropium. Namun biasanya, batuk berlendir tersebut hanya berlangsung sebentar, kemudian mengi ataupun sesak napas Anda akan perlahan menghilang. 

  • Nyeri Punggung 

Sampai saat ini belum jelas alasan mengapa penggunaan ipratropium bisa membuat nyeri punggung. Namun tidak bisa dimungkiri, efek samping yang satu ini sering ditemukan pada pengguna ipratropium baik dalam jenis spray, inhaler, maupun larutan nebulasi. 

  • Panas Dingin 

Apabila Anda tidak terbiasa memakai ipratropium, kemungkinan Anda akan mengalami meriang atau kondisi tubuh yang panas dingin ketika menggunakannya. Kondisi ini akan hilang dalam 1—2 hari. Namun jika terus berlanjut, sebaiknya Anda segera menemui dokter. 

  • Kehilangan Suara 

Anda bisa tiba-tiba merasakan kerongkongan maupun tenggorokan menjadi terganjal pasca melakukan terapi dengan ipratropium. Kondisi tersebut berlanjut pada seraknya suara yang Anda hasilnya. Dalam beberapa kasus, Anda bahkan bisa kehilangan suara. 

Efek Samping Langka 

Selain efek samping yang sering terjadi dan tidak membahayakan, ada pula efek samping langka yang ditemukan dalam beberapa kasus. Jika mengalami efek samping langka seperti di bawah ini, sebaiknya Anda segera menjumpai dokter dan meminta penanganan yang tepat. 

  • Sembelit 

Awal mulanya Anda mungkin hanya merasa kembung setelah melakukan terapi dengan ipratropium. Namun ternyata, kondisi tersebut berlanjut ke masalah sembelit. Anda mungkin akan kesulitan membuang air besar hingga berhari-hari. 

  • Jantung Berdebar 

Pada beberapa pasien yang tidak cocok dengan ipratropium, masalah debaran jantung akan menyertai. Setelah proses terapi, Anda bisa mengalami rasa jantung berdebar dengan kencang ataupun secara tidak beraturan. Jangan berpikir panjang, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. 

  • Wajah Bengkak 

Kasus ini cukup langka, namun Anda harus memperhatikannya dengan saksama. Pasca terapi dengan ipratropium, adakah pembengkakan di wajah Anda? Pembengkakan akan mudah terlihat di bagian bibir ataupun kelopak mata. 

  • Sakit Mata 

Ipratropium juga bisa menimbulkan masalah pada mata Anda, walaupun kasusnya memang jarang. Mata Anda bisa tiba-tiba mengalami nyeri dan penglihatan menjadi kabur. Bahkan pada penderita glaukoma, penggunaan ipratropium bisa memperparah kondisinya. Sampai saat ini masih terus diteliti apakah masalah mata yang disebabkan oleh obat ini bisa berujung pada kebutaan. 

*** 

Efek samping dari ipratropium tidak bisa dipandang ringan. Karena itu, jangan sekali-kali mencoba obat ini tanpa resep dokter. Mencegah lebih baik daripada menyesali efek sampingnya, bukan?

Untuk Apa Tablet Oral Theophylline?

Theophylline adalah sebuah obat resep yang tersedia dalam bentuk larutan oral, tablet lepas lambat, dan kapsul lepas lambat. Theophylline juga tersedia dalam bentuk IV, yang disuntikkan secara intravena ke dalam tubuh pasien dan hanya akan diberikan di rumah sakit oleh perawat atau dokter. Tablet theophylline hanya tersedia sebagai obat generic, dalam arti tidak memiliki merek khusus dan biasanya lebih murah dibandingkan dengan obat merek. Theophylline digunakan untuk merawat gejala asma dan penyakit paru-paru lainnya yang menghambat saluran udara, seperti emphysema dan bronkitis kronis. Obat ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, yang berarti Anda harus meminum theophylline bersama dengan obat-obatan lainnya untuk merawat penyakit yang diderita. 

Manfaat dan efek samping

Theophylline masuk ke dalam kelas obat methylxanthines, yang bekerja dengan cara membuka saluran udara di paru-paru. Theophylline akan membuat otot relaks dan mengurangi respon terhadap zat yang menyebabkan saluran udara menyempit. Hal ini akan membuat pengguna theophylline dapat bernapas dengan lebih mudah. Namun, sama seperti obat lain, theophylline dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Meskipun obat ini tidak menyebabkan kantuk, beberapa gejala efek samping yang dapat Anda derita adalah sakit kepala dan gangguan tidur. Apabila efek tersebut bersifat ringan, gijala akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila efek samping berubah menjadi lebih parah atau tidak kunjung sembuh, hubungi dokter. Theophylline juga dapat menyebabkan efek samping serius yang perlu diwaspadai, seperti detak jantung yang tidak teratur (dengan gejala seperti sesak napas, sakit kepala, dan rasa nyeri di dada) dan kejang (dengan gejala seperti bingung, kesulitan berbicara, dan tubuh bergetar).

Interaksi dengan obat-obatan lain

Tablet oral theophylline dapat berinteraksi dengan obat, vitamin, dan produk herbal yang Anda konsumsi. Untuk menghindari terjadinya interaksi obat, dokter harus meresepkan obat dengan seksama. Pastikan Anda memberitahu dokter obat, vitamin, atau produk herbal apa saja yang sedang dikonsumsi. Adapun contoh interaksi yang dapat terjadi akibat konsumsi theophylline dengan obat lain di antaranya adalah:

  • Obat penyalahgunaan alkohol

Obat jenis ini dapat meningkatkan level theophylline di dalam tubuh, sehingga ada kemungkinan Anda akan menderita lebih banyak efek samping. Contoh obat penyalahgunaan alkohol adalah disulfiram. 

  • Obat kecemasan

Ketika Anda minum diazepam, flurazepam, midazolam, atau lorazepam bersama dengan  theophylline, Anda membutuhkan dosis obat kecemasan yang lebih banyak agar dapat bekerja dengan efektif. 

  • Obat penggumpal darah

Obat jenis ini dapat meningkatkan kadar theophylline di dalam tubuh Anda, sehingga berpotensi menyebabkan efek samping lebih parah. Adapun contoh obat penggumpal darah adalah pentoxifylline dan ticlopidine. 

  • Obat depresi dan encok

Obat depresi seperti fluvoxamine dan obat encok seperti allopurinol dapat menyebabkan peningkatan level theophylline di dalam tubuh. Karena level theophylline meningkat, Ada risiko Anda akan menderita lebih banyak efek samping. 

  • Ketamine dan lithium

Apabila theophylline dikonsumsi bersamaan dengan ketamine, ketamine akan meningkatkan risiko efek samping theophylline. Sementara itu, Anda membutuhkan lithium dalam dosis yang lebih besar apabila dikonsumsi bersamaan dengan theophylline. 

Theophylline merupakan obat kategori C untuk wanita hamil. Kategori C berarti penelitian pada hewan menunjukkan efek samping yang buruk terhadap janin ketika theophylline dikonsumsi oleh hewan yang sedang mengandung. Namun, belum ada studi yang cukup pada manusia untuk memastikan bahwa obat ini dapat memengaruhi janin.

Seputar Antasida yang Perlu Anda Ketahui

Antasida adalah jenis obat yang bisa Anda beli di apotek untuk mengatasi sakit ulu hati dan gangguan pencernaan. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Sakit ulu hati adalah sensasi nyeri atau terbakar yang muncul di tengah dada dan tenggorokan. Sakit nyeri ini merupakan gejala gangguan pencernaan yang juga dapat menyebabkan sakit perut dan kembung. Anda dapat membeli antasida dalam bentuk tablet, cairan, atau bahkan permen kunyah. Bahan aktif yang terkandung di dalam antasida bervariasi, dengan yang paling umum dijumpai adalah kalsium karbonat, sodium bikarbonat, dan magnesium trisilicate. 

Di Amerika Serikat, Lembaga Obat dan Makanan (FDA) baru-baru ini menarik semua produk ranitidine dari pasar karena kandungan N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat menyebabkan kanker. Antasida berbeda dengan obat-obatan jenis lain yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gejala asam berlebih, seperti penghambat pompa proton (PPI) dan penghambat histamine 2 (H2). Dalam konsumsinya, ada beberapa informasi penting yang perlu Anda perhatikan, terutama apabila antasida digunakan untuk ibu hamil dan anak. 

  • Antasida pada masa kehamilan

Nyeri ulu hati lazim dijumpai pada masa kehamilan, terutama ketika uterus mendorong lambung. Tekanan ini dapat memaksa asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan gejala nyeri ulu hati. Ibu hamil harus berhati-hati menggunakan antasida pada masa kehamilan serta harus menghindari antasida yang mengandung sodium bicarbonate, yang dapat memengaruhi janin. Akan tetapi, produk antasida yang mengandung kalsium karbonat aman untuk dikonsumsi saat hamil. Ibu hamil juga tidak boleh mengonsumsi antasida yang mengandung aspirin. Apabila Anda tidak yakin jenis antasida apa yang perlu dikonsumsi, tanyakan dan berkonsultasilah dengan dokter. 

  • Antasida untuk anak

Refluks asam pada anak dapat disebabkan oleh banyak sebab seperti penundaan perkembangan dan obesitas. Sangat penting bagi anak-anak yang memiliki gejala refluks asam untuk mengunjungi dokter agar mendapatkan diagnosa yang tepat. Pilihlah antasida OTC yang cocok untuk anak. Apoteker atau dokter dapat memberikan saran pilihan antasida yang cocok. 

Bagaimana antasida bekerja?

Antasida menggunakan kombinasi antara kalsium, magnesium, dan garam aluminium sebagai bahan aktif obat tersebut. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam di lambung. Antasida juga menghambat pepsin, sebuah enzim yang memainkan peran dalam pencernaan protein. Pepsin bekerja dengan asam hidroklorida di lambung untuk menyediakan lingkungan asam yang dibutuhkan untuk mencerna makanan. Beberapa antasida menggunakan “foaming agent” seperti alginate yang akan mengambang di atas isi lambung dan mencegah asam melakukan kontak langsung dengan kerongkongan. 

Orang-orang menggunakan antasida untuk membantu mengatasi nyeri ulu hati atau gangguan pencernaan. Apabila Anda mengalami nyeri ulu hati setiap hari setiap hari, kunjungi dokter, karena ada kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan parah seperti penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Pastikan Anda selalu membaca petunjuk konsumsi sebelum minum antasida, karena jenis antasida yang berbeda mengandung bahan aktif yang berbeda pula. Sebuah tinjauan tahun 2020 menyatakan bahwa Anda dapat meminum antasida yang mengandung kalsium karbonat kapanpun dibutuhkan untuk mengurangi gejala nyeri ulu hati. Namun, Anda harus mengonsumsi antasida yang mengandung aluminum hydroxide setelah makan atau sebelum tidur. 

Selain minum antasida, Anda bisa mengurangi gejala nyeri ulu hati dengan menghindari konsumsi beberapa jenis makanan seperti makanan berlemak dan gorengan, makanan asam seperti tomat dan lemon, coklat, alkohol, dan peppermint. Memiliki masalah berat badan berlebih dan makan tengah malam dapat membuat gejala refluks asam bertambah menjadi lebih parah.

Jenis Penyakit Hati Diatasi Dengan Obat Gangguan Hati

Hati Anda merupakan organ tubuh yang bertugas melakukan berbagai fungsi tubuh. Hati membantu mencerna makanan, mengubahnya menjadi energi, dan menyimpan energi tersebut untuk digunakan di kemudian hari. Hati juga memainkan peran penting dalam menyaring zat-zat beracun dari darah. Saat hati tidak berfungsi dengan baik karena adanya penyakit ataupun gangguan hati apapun, hal ini dapat berpotensi memengaruhi kesehatan dengan serius. Untungnya, apabila dideteksi sejak jenis, kebanyakan penyakit hati dapat diobati dengan obat gangguan hati yang tepat. Artikel ini akan membahas berbagai macam gangguan hati yang perlu diketahui.

Gejala penyakit hati bervariasi tergantung dengan penyebab utamanya. Dokter perlu melakukan pemeriksaan dan diagnosa guna dapat membuat rencana perawatan dan mengetahui obat gangguan hati yang tepat. Mengingat penyebabnya beragam, ada beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai apabila Anda menderita penyakit hati, seperti kulit dan mata yang menguning, air seni yang berwarna gelap, kotoran berwarna pucat atau berdarah, pergelangan dan kaki yang membengkak, perut yang membengkak, mual dan muntah, hilangnya nafsu makan, kulit yang terasa gatal, dan mudah lebam. Apabila gejala tersebut dirasakan, potensi jenis penyakit gangguan hati di antaranya adalah:

  • Hepatitis

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus.  Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan hati, membuat hati kesulitan berfungsi sebagai mana mestinya. Semua jenis penyakit hepatitis menular, namun Anda bisa mengurangi risiko penularan tersebut dengan mendapatkan vaksinasi tipe A dan tipe B serta melakukan tindakan pencegahan, salah satunya adalah menggunakan pengaman saat berhubungan seksual.

  • Penyakit hati berlemak

Lemak yang menumpuk di hati dapat menyebabkan penyakit hati berlemak. Ada dua jenis penyakit hati berlemak, penyakit hati berlemak alkoholik (yang disebabkan karena konsumsi alkohol berlebih) dan non-alkoholik (yang disebabkan karena faktor lain yang peneliti masih coba untuk pahami hingga saat ini). Apabila tidak mendapatkan obat gangguan hati, kedua jenis penyakit hati berlemak tersebut dapat menyebabkan kerusakan hati, menyebabkan sirosis dan kegagalan hati. Diet dan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat dapat meringankan gejala serta mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari.

  • Kanker

Kanker hati pertama kali berkembang di hati. Apabila kanker bermula di bagian tubuh lain kemudian menjalar ke hati, penyakit ini disebut kanker hati sekunder. Salah satu jenis kanker hati yang paling umum dijumpai adalah hepatocellular carcinoma. Komplikasi penyakit hati, terutama yang tidak mendapatkan perawatan obat gangguan hati, dapat meningkatkan risiko kanker hati.

Perawatan

Kebanyakan penyakit hati bersifat kronis, dalam berarti seseorang akan menderita penyakit ini selama bertahun-tahun dan bahkan tidak akan pernah disembuhkan. Namun, penyakit hati kronis masih dapat dikontrol dan dirawat. Bagi beberapa orang, perubahan gaya hidup sudah cukup untuk menjaga gejala yang dialami tetap terkontrol, misalnya dengan membatasi asupan alkohol, menjaga berat badan yang ideal, minum lebih banyak air putih, dan mengadopsi diet ramah hati seperti makan banyak serat dan mengurangi konsumsi lemak, gula, dan garam.

Tergantung jenis kondisi gangguan hati yang dimiliki, Anda akan membutuhkan perawatan obat gangguan hati, seperti obat antivirus untuk mengatasi hepatitis, steroid untuk mengurangi peradangan hati, obat tekanan darah, antibiotik, obat-obatan untuk merawat gejala khusus seperti kulit yang gatal, dan vitamin serta mineral untuk meningkatkan kesehatan hati. Dalam beberapa kasus tertentu, Anda membutuhkan operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian hati. Biasanya, transplantasi hati hanya akan dilakukan apabila pilihan perawatan lain gagal menunjukkan hasil yang memuaskan.

Hati-hati Menggunakan Antiseptik Sebagai Cairan Pembersih Luka

Povidone iodine merupakan salah satu cairan pembersih luka yang umum

Antiseptik merupakan cairan atau zat yang menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Antiseptik umumnya digunakan di rumah sakit untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi sebelum dan sesudah operasi. Apabila Anda pernah menyaksikan proses operasi, dokter akan mencuci tangan menggunakan zat berwarna jingga. Zat tersebut yang disebut dengan antiseptik. Antiseptik juga dapat digunakan sebagai cairan pembersih luka untuk jenis luka yang ringan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. 

Antiseptik dan desinfektan apa bedanya?

Baik antiseptik dan desinfektan keduanya sama-sama membunuh mikroorganisme. Namun tidak sedikit orang yang sulit membedakan antara keduanya. Padahal perbedaan antara keduanya sangatlah besar. Antiseptik dioleskan ke tubuh. Sementara itu, disinfektan hanya dioleskan ke permukaan-permukaan benda tak hidup seperti meja dan alat-alat medis. Dalam dunia medis bedah misalnya, dokter akan menggunakan antiseptik pada bagian tubuh yang akan mendapatkan operasi dan menggunakan desinfektan untuk sterilisasi meja operasi. 

Antiseptik memiliki berbagai macam penggunaan, baik di dalam maupun di luar dunia medis. Antiseptik akan dioleskan ke kulit ataupun membrane mukosa. Penggunaan antiseptik yang spesifik di antaranya adalah:

  • Merawat infeksi kulit. Anda bisa membeli antiseptik OTC sebagai cairan pembersih luka untuk mengurangi risiko infeksi pada luka, sayatan, atau luka bakar yang ringan atau minor. Contoh dari produk antiseptik OTC tersebut adalah hidrogen peroksida dan alkohol. 
  • Membersihkan tangan. Tenaga medis profesional menggunakan antiseptik untuk membersihkan tangan sebelum melakukan tindakan medis di rumah sakit. 
  • Disinfektan membrane mukosa. Antiseptik dapat dioleskan di urethra, vagina, dan usus untuk membersihkan daerah tersebut sebelum memasukkan kateter. Antiseptik juga dapat digunakan untuk merawat infeksi pada daerah tersebut. 
  • Membersihkan kulit sebelum operasi. Antiseptik dioleskan pada kulit sebelum melakukan tindakan bedah medis apapun untuk melindungi dari mikroorganisme berbahaya yang ada di permukaan kulit. 
  • Merawat infeksi tenggorokan dan mulut. Beberapa permen pereda tenggorokan mengandung antiseptik untuk membantu mengatasi radang tenggorokan akibat infeksi bakteri. 

Apakah antiseptik aman?

Beberapa jenis antiseptik yang kuat dapat menyebabkan luka bakar kimia atau iritasi parah jika dioleskan langsung ke kulit tanpa diencerkan dengan air. Bahkan antiseptik yang encer pun masih dapat menyebabkan iritasi apabila dibiarkan di kulit dalam waktu yang lama. Iritasi jenis ini disebut dengan dermatitis kontak iritan. Apabila Anda menggunakan antiseptik di rumah, hindari penggunaan selama lebih dari 1 minggu. Anda juga tidak boleh menggunakan antiseptik OTC sebagai cairan pembersih luka untuk luka yang lebih parah atau serius seperti cidera mata, gigitan hewan atau manusia, luka yang besar dan dalam, luka bakar parah, dan luka dengan benda asing di dalamnya. Kondisi-kondisi tersebut akan lebih baik apabila ditangani oleh tenaga medis profesional di rumah sakit. Anda juga perlu mengunjungi dokter apabila Anda menggunakan antiseptik namun luka tersebut tidak kunjung sembuh. 

Lembaga Obat dan Makanan (FDA) Amerika baru-baru ini melarang 24 bahan yang ada di antiseptik OTC karena kurangnya bukti keefektifan dan keamanan bahan tersebut. Salah satu bahan yang tidak boleh adalah triclosan. Sementara itu, bahan-bahan lain yang dilarang jarang dijumpai pada antiseptik sehingga Anda tidak akan kesulitan menemukan antiseptik yang tepat. Produsen pun telah mulai menyesuaikan produk-produk mereka dengan tidak memakai triclosan dan bahan-bahan yang dilarang. Antiseptik adalah zat yang membantu menghentikan pertumbuhan mikroorganisme di kulit. Penggunaannya pun beragam, mulai dari cairan pembersih luka, membersihkan tangan, hingga desinfektan membrane mukosa. Meskipun aman digunakan, hindari penggunaan antiseptik dalam jangka waktu yang lama.