Mendeteksi Tubuh Mengalami Kurang Darah dengan Pemeriksaan Anemia

Masyarakat umum mengenal anemia sebagai kondisi kurang darah atau kurangnya hemoglobin di dalam tubuh. Hemoglobin (Hb) pada sel darah merah berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga tubuh memiliki oksigen yang cukup pada tiap jaringannya. Untuk memastikan seseorang mengalami kondisi ini, dibutuhkan pemeriksaan anemia. 

Penyebab penyakit anemia

Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, maka dari itu jenis anemia juga dibagi berdasarkan penyebabnya. Jenis-jenis anemia adalah sebagai berikut:

1. Anemia defisiensi besi

Pada jenis ini, anemia disebabkan oleh kadar zat besi di dalam darah dalam jumlah yang rendah. Saat tubuh kehilangan banyak darah seperti menstruasi atau pendarahan saluran cerna, ia rentan untuk terkena anemia defisiensi besi.

2. Anemia defisiensi vitamin

Tubuh mengalami anemia defisiensi vitamin jika kekurangan beberapa kandungan nutrisi seperti vitamin B12, vitamin C, dan asam folat.

3. Anemia aplastik

Jika sumsum tulang belakang tidak dapat memproduksi sel darah, tubuh akan mengalami anemia aplastik

4. Anemia hemolitik

Penyebab dari anemia hemolitik adalah tubuh menghancurkan sel darah merah sebelum waktunya.

5. Anemia sel sabit

Anemia sel sabit merupakan penyakit keturunan dan dengan kondisi sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit.

6. Talasemia

Anemia jenis talasemia juga merupakan penyakit keturunan. Ditandai dengan kelainan bentuk hemoglobin yang juga membuat sel darah merah hancur sebelum waktunya.

Jika seseorang terindikasi menderita anemia, diperlukan pemeriksaan anemia untuk menentukan jenis apa yang mendasarinya.

Jenis pemeriksaan anemia

Anemia secara umum ditandai dengan gejala lesu, letih, lemah, lelah, dan lalai. Namun,  tetap harus dilakukan pemeriksaan agar pasien dapat diberikan penanganan yang tepat. Beberapa hal yang meliputi pemeriksaan anemia adalah:

  • Tes darah lengkap
  • Tes kadar retikulosit
  • Apus darah tepi

Beberapa pemeriksaan lainnya yang mendukung pemeriksaan ini adalah tes zat besi,  tes vitamin B12, dan asam folat, serta pemeriksaan elektroforesis hemoglobin.

Prosedur pemeriksaan anemia

Pemeriksaan anemia dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien. Tenaga medis mulai mengambil proses pengambilan darah dengan membersihkan area pengambilan darah untuk mencegah infeksi. Kemudian proses pengambilan darah dilakukan pada pembuluh darah vena menggunakan jarum suntik.

Jika sampel darah dirasa sudah cukup, darah akan dimasukkan ke dalam tabung dan kemudian dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan. 

Hasil pemeriksaan anemia

Hasil pemeriksaan anemia akan bergantung dari jenis pemeriksaan yang dilakukan. Berikut hasil pemeriksaan anemia berdasarkan jenisnya:

1. Tes darah lengkap

Tes darah lengkap dilakukan untuk menghitung jumlah dan proporsi sel darah di dalam pembuluh darah. Hasil dari pemeriksaan ini akan menunjukkan:

  • Kadar sel darah merah, hemoglobin, dan  hematokrit (cukup, rendah, atau tinggi)
  • Indeks sel darah

Penderita anemia akan memiliki hasil kada sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit yang rendah. Indeks sel darah merah juga akan menunjukkan hasil yang tidak normal. 

2. Apus darah tepi dan hitung jenis

Tes apus darah dan hitung jenis sel darah putih dilakukan jika hasil tes darah lengkap menunjukkan pasien menderita anemia. 

Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan bentuk sel darah merah dan ada tidaknya sel abnormal di dalam darah.

3. Hitung kadar retikulosit

Pemeriksaan hitung kadar retikulosit akan membantu dokter untuk menentukan penyebab dan jenis anemia. Retikulosit itu sendiri merupakan sel darah merah yang masih muda.

4. Hitung kadar asam folat dan vitamin B12

Fungsi asam folat dan vitamin B12 adalah untuk pembentukan sel darah merah. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kedua kandungan nutrisi ini dibawah angka normal, maka dokter dapat mendiagnosis pasien menderita anemia jenis defisiensi B12 dan folat.

5. Elektroforesis hemoglobin

Hasil dari pemeriksaan elektroforesis hemoglobin adalah evaluasi dari bentuk hemoglobin yang tidak normal. Kondisi ini ditemukan pada pasien penderita anemia sel sabit dan talasemia.

6. Tes zat besi

Hasil dari pemeriksaan ini berguna untuk mendiagnosa jenis anemia defisiensi besi. Terdapat tiga jenis tes zat besi yang dapat dijalani yaitu tes besi  serum, tes feritin serum, dan tes transferrin.

Bila setelah pemeriksaan anemia ditemukan kelainan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat kepada pasien agar pulih kembali.

Waspadai Telinga Bengkak dengan Mengenali Ciri-Cirinya

Pembengkakan pada telinga bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu pada telinga Anda. Sayangnya, tidak semua orang memperhatikan kondisi telinga dengan seksama, sehingga cenderung tidak cepat menyadari ketika mengalami telinga bengkak.

Penyebab telinga berdengung bermacam-macam, mulai dari faktor usia hingga efek obat

Selain itu, beberapa orang juga cenderung mengabaikan pembengkakan ini, apalagi kalau pembengkakan tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Padahal, sebelum kondisi semakin parah, Anda perlu mewaspadainya dan segera mendapatkan perawatan dari dokter. 

Tanda-tanda gejala telinga bengkak

Gejala dari telinga yang membengkak sebenarnya berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini ditentukan oleh faktor penyebab pembengkakan serta tingkat keparahannya. 

Tapi, ada beberapa gejala umum yang bisa Anda kenali. Anda perlu mewaspadai gejala-gejala ini. Berikut ini gejala yang mungkin Anda rasakan berdasarkan faktor penyebabnya: 

  • Gejala telinga lokal

Dalam beberapa kasus, telinga bengkak bisa terjadi karena adanya faktor lokal atau faktor dari masalah telinga itu sendiri. Hal ini akan menimbulkan gejala yang secara langsung dapat Anda rasakan pada bagian telinga Anda. 

Biasanya, gejala ini akan terjadi bersamaan dengan pembengkakan yang terjadi di telinga. Kemungkinan gejala lokal yang akan Anda rasakan adalah kulit yang mengeras, keluarnya cairan dari telinga, telinga gatal, rasa nyeri dan tertekan di telinga, serta ruam kemerahan. 

  • Gejala lain

Bukan hanya pada telinga, gejala juga bisa Anda rasakan pada bagian tubuh lainnya. Gejala ini juga bisa meliputi gejala yang dialami dari dalam tubuh secara keseluruhan. 

Dalam hal ini, gejala lain yang terjadi ketika terjadi pembengkakan pada telinga meliputi demam, batuk, sakit kepala, menggigil, kaku dan nyeri sendi, pilek, sakit tenggorokan, dan berkeringat tak terkendali. 

  • Gejala serius

Terkadang, tergantung penyebabnya, pembengkakan pada telinga juga bisa terjadi karena adanya kondisi medis yang lebih serius. Ketika pembengkakan telinga disertai dengan gejala ini, maka kemungkinan Anda perlu segera mendapatkan pertolongan medis darurat. 

Gejala serius ini meliputi gangguan pernapasan, demam yang sangat tinggi, pembengkakan mendadak pada wajah dan bibir, nyeri yang berdenyut di belakang telinga, dan sakit kepala yang sangat parah. 

Cobalah untuk mengenali tanda-tanda di atas. Hal ini penting untuk memperkirakan tingkat keparahan telinga bengkak Anda. Selain itu, mengenali gejala juga akan membantu Anda untuk menyikapi pembengkakan di telinga dengan lebih tepat. 

Apakah telinga bengkak bisa menyebabkan komplikasi?

Umumnya, pembengkakan pada telinga bisa ditangani dan diatasi, selama Anda tidak menunda pengobatan dan melakukan pemeriksaan ke dokter. Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena pembengkakan telinga adalah kondisi yang umum dan tidak berbahaya. 

Akan tetapi, penting untuk mengetahui apa yang mendasari pembengkakan tersebut. Telinga yang membengkak mungkin tidak berbahaya, tapi kondisi yang mendasarinya bisa saja lebih serius. Dalam beberapa kasus, penyebabnya bahkan bisa mengancam jiwa.

Karena itu, jangan abaikan pembengkakan yang terjadi di telinga Anda. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui cara mengatasinya. Terkadang, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 

  • Mastoiditis, yaitu radang tulang di belakang telinga
  • Infeksi telinga berulang-ulang
  • Gangguan bicara atau berbahasa
  • Meningitis, yaitu infeksi atau radang kantung di sekitar otak dan sumsum tulang belakang

Komplikasi di atas bisa terjadi apabila penyebab telinga bengkak Anda cukup serius dan tidak segera diatasi. Selama kondisi ditangani dengan cara yang tepat, maka pembengkakan Anda bisa disembuhkan dengan bantuan dari dokter.

Berapakah Rata-Rata Panjang Penis Normal?

panjang penis normal

Ukuran penis bagi seorang pria mungkin menjadi hal yang sangat penting. Selain bentuk, banyak pria yang mengkhawatirkan tentang panjang penis yang mereka miliki. Misalnya, panjang penis normal rata-rata pria berapa dan normalkah ukuran penis yang dimiliki. 

Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering kali menghantui para pria, kira-kira berapa sih panjang penis yang normal seorang pria. Nah, artikel kali ini akan membahas tentang ukuran penis rata-rata seorang pria. 

Ukuran penis rata-rata

Penis bisa berukuran panjang, kecil atau ukuran yang tepat, penis membawa banyak beban dalam hal kepercayaan diri seorang pria terhadap kemampuan seksualnya. Oleh karena itu, seorang pria menerka-nerka apakan panjang penis normal atau tidak. 

Kekhawatiran tentang memiliki ukuran penis yang normal adalah hal yang biasa terjadi. Dalam sebuah penelitian, 68,3 % dari 200 pria mengatakan bahwa mereka khawatir tentang ukuran penis mereka. 

Ukuran penis umumnya tidak mempengaruhi fungsi seksual, tetapi mereka yang kurang puas dengan ukuran penisnya melaporkan lebih banyak masalah kesehatan seksual. Oleh karena itu, ketidaknyamanan atas ukuran penis dapat menyebabkan masalah hubungan, kepercayaan diri yang rendah, dan disfungsi ereksi. 

Mereka yang tidak puas dengan citra diri genital mereka juga cenderung merasa tidak nyaman jika orang lain, termasuk penyedia layanan kesehatan melihat penis mereka, mengetahui ukuran penis rata-rata sebenarnya dapat membantu mencegah ekspektasi yang tidak realistis dari menciptakan masalah ini. 

Berapa panjang penis normal?

Panjang rata-rata penis yang ereksi adalah 6 inci, sedangkan lingkar rata-rata (disebut juga juga lingkar) adalah 5 inci. Sedangkan, saat penis sedang tidak ereksi, biasanya berukuran rata-rata 3,61 inci dengan lingkar 3,61 inci. 

Ukuran penis tidak statis, dan dapat berubah sementara terkait dengan suhu. Jika penis terkena suhu dingin, penis akan berubah menjadi lembek dan ukurannya bisa menyusut. Itulah tubuh Anda yang berusaha melindungi penis. Faktor lain, seperti usia juga akan menyebabkan perubahan ukuran penis. 

Faktor yang mempengaruhi ukuran penis

Ukuran penis dipengaruhi oleh hormon selama masa pubertas, biasanya antara usia 10 dan 14 tahun. Penis dapat terus tumbuh hingga seseorang berusia 21 tahun. Tinggi badan, ukuran kaki, berat, dan usia seseorang tidak ada hubungannya dengan ukuran penis mereka. 

Lebih lanjut, diet, pil, dan olahraga juga tidak mempengaruhi ukuran atau bentuk penis. Pembedahan adalah pengecualian yang jarang: panjang penis dan fungsi ereksi diketahui berkurang setelah operasi panggul seperti prostatektomi radikal dan dapat ditingkatkan dengan rehabilitasi penis. 

Pompa penis dan vacuum, yang menarik darah ke penis unutk menciptakan ereksi, menbuat ereksi lebih kuat, tetapi tidak meningkatkan ukuran penis. Penis terdiri dari jaringan ereksi, bukan otot, dan oleh karena itu tidak dapat diperkuat. 

Panjang penis normal dan yang tidak

Anda mungkin berpikir bahwa selama penis pria bekerja dengan baik, mereka tidak akan bermasalah dengan yang lainnya. Padahal Anda salah. Ukuran penis adalah elemen kunci dari citra diri seorang pria. Namun ketika mereka tidak membual kepada pria lain, rata-rata pria secara signifikan meremehkan ukuran relatif penis mereka. 

Contohnya, selama periode dua tahun, 67 pria meminta rumah sakit Italia untuk operasi koreksi penis kecil. Semua ternyata memiliki ukuran penis yang normal. Pria tersebut tidak sendiri, ada sekitar 45% dari saudara laki-lakinya menginginkan penis yang lebih besar. Tidak peduli bahwa 85% wanita heteroseksual mengatakan bahwa mereka puas dengan parameter penis pasangan Anda. 

Bagaimana mengukur ukuran penis? 

Untuk mengukur penis, Anda cukup menggunakan penggaris atau pita pengukur. Saat penis dalam keadaan tidak ereksi atau lembek, ukuran dari ukung penis ke area di mana penis terhubung ke tulang kemaluan. 

Untuk mengukur lingkar, lilitkan pita pengukur di sekitar bagian tengah batang (badan penis). bandingkan ukuran penis saat sedang lembek dan saat ereksi untuk mengetahui perbedaan antara panjang saat sedang tidak ereksi dan saat ereksi. 

Jadi, panjang penis normal saat ereksi adalah 6 inci, sedangkan rata-rata ukuran penis saat tidak ereksi sekitar 3,61 inci. Penting untuk Anda ingat bahwa tidak ada yang “normal” dalam hal ukuran penis. Ini seunik ukuran hidung atau bagian lain dari tubuh Anda. Penis yang lebih besar tidak menjamin kepuasan seksual. Ukuran yang lebih besar ternyata dapat membawa risiko yang lebih tinggi. 

Pengertian QT Syndrome

Gangguan pada ritme jantung yang kemungkinan bisa menyebabkan denyut yang cepat dan tidak beraturan disebut dengan Long QT Syndrome. Kondisi ini terjadi ketika sistem elektrik jantung tidak berfungsi secara normal, penyakit ini mengganggu arus listrik di dalam jantung dan bisa terlihat pada electrocardiogram (ECG).

Kondisi ini biasanya tidak sengaja terdeteksi saat penderita menjalani pemeriksaan rekam jantung, istilah yang digunakan muncul berdasarkan gambar rekam listrik jantung (EKG) yang menunjukkan pemanjangan QT interval . Interval QT ini menggambarkan berapa lama waktu yang dibutuhkan otot jantung untuk berkontraksi memompa darah dan istirahat.

Long QT Syndrome

Kondisi ini muncul karena gangguan transportasi ion di jantung, menyebabkan memanjangnya waktu sistem listrik jantung untuk kembali ke kondisi semula setelah jantung berdetak. Interval QT memanjang hingga meningkatkan risiko terjadinya torsade de pointes, merupakan kondisi dimana bilik jantung memompa terlalu cepat.

Keadaan ini bisa berakibat fatal, namun baiknya sudah tersedia obat guna mengontrol irama jantung yang tidak beraturan. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan pemasangan alat pacu jantung atau disebut juga pacemaker untuk mengendalikan irama jantung. Penderita dalam kebanyakan kasus tidak merasakan gejala apapun, namun bisa berupa berikut ini.

  • Pingsan ketika sedang merasa senang berlebihan, marah, ketakutan atau sedang melakukan olahraga.
  • Kejang-kejang dan henti jantung, gejala ini juga dapat muncul saat penderita sedang tidur maupun terjaga.

Penyebab adanya kondisi ini belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko seseorang berada dalam keadaan ini. Jika memiliki beberapa faktor berikut, diharapkan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah kondisi fatal yang tidak diduga.

  • Faktor Keturunan

Bawaan lahir disebabkan oleh ketidaknormalan dalam gen penderita, kemungkinan seseorang untuk mengidap kondisi ini akan meningkat jika terdapat salah satu anggota keluarga kandung penderita yang juga mengidap penyakit serupa.

  • Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu sangat berpotensi memperpanjang interval QT sehingga munculah penyakit ini yang menyerang si penderita.

  • Cacat Lahir

Salah satu cacat bawaan atau sejak dari lahir yang membuat anak-anak rentan terkena penyakit ini adalah tuli.

Cara Pengobatan

Pengobatan untuk penyakit ini bertujuan untuk mencegah detak jantung yang terlalu cepat dan tidak beraturan. Sehingga, pencegahan ini diharapkan mampu membuat penderita terhindar dari kematian mendadak. Langkah penanganan yang dianjurkan oleh dokter tergantung pada penyebab hingga kondisi penderita, seperti berikut ini.

  • Untuk penyakit yang diakibatkan kondisi medis lain, dokter akan menangani penyebab dasarnya dan kemungkinan memberikan obat untuk mengontrol irama jantung.
  • Jika penderita mengonsumsi obat-obatan pemicu munculnya penyakit ini, dokter akan mengajarkan penderita untuk menghentikan konsumsinya dan mengganti dengan obat lain.
  • Untuk kondisi karena bawaan lahir, dokter akan meresepkan obat-obatan dan menyarankan pembedahan atau penanganan alat pacu jantung.

Apabila seseorang mengalami Long QT Syndrome bawaan harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang boleh serta tidak boleh dikonsumsi. Segera mencari pertolongan medis jika mengalami kondisi yang menyebabkan kadar kalium dalam darah rendah.

Misalnya muntah-muntah atau diare, pasalnya beberapa kondisi tersebut dapat memunculkan penyakit ini dengan gejala kejang dan pingsan. Meski demikian kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja, bermula pada usia antara 8-20 tahun, namun muncul pada 1 dari 5.000 orang sehingga termasuk cukup langka.

Demikian pengertian QT syndrome yang perlu dipahami. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Fakta-fakta dari Sanksi Tolak Vaksin Covid 19

Sudah tahu bahwa ada sanksi tolak vaksin covid 19? Jadi, jika Anda termasuk orang yang masih ragu-ragu untuk menerima suntikan vaksin corona virus, sebaiknya Anda berpikir ulang. Pasalnya, mau divaksin bukan hanya meningkatkan kekebalan tubuh Anda terhadap serangan virus Covid 19. Lebih daripada itu, mau menerima suntikan vaksin akan menghindarkan Anda dari berbagai sanksi tolak vaksin Covid 19 yang sudah diputuskan oleh pemerintah. 

Langkah pemberian sanksi tolak vaksin Covid 19 ini dibuat bukan tanpa sebab. Bagaimanapun, angka infeksi yang belum juga mereda membuat pemerintah harus bertindak tegas untuk menciptakan herd immunity di Indonesia. Asal tahu saja, sampai 26 Februari 2021 pukul 12.00 WIB, jumlah kasus covid 19 telah menyentuh angka 1.322.866 kasus. 

sanksi tolak vaksin covid-19

Di balik sanksi tolak vaksin Covid 19, ternyata banyak hal menarik yang bisa Anda simak. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai penolakan terkait vaksin Covid 19 sehingga akhirnya pemerintah memutuskan menetapkan sanksi. 

  1. Herd Immunity 

Penetapan sanksi tolak Covid 19 akhirnya diputuskan pemerintah bukannya tanpa sebab. Hal ini merupakan bagian strategi pemerintah untuk membuat herd immunity dari virus corona baru di Indonesia. 

Pemerintah menargetkan setidaknya 180 juta orang mau divaksin untuk bisa membuat Indonesia memiliki herd immunity. Angka tersebut setara dengan 70 persen penduduk. Target vaksin ke ratusan juta orang tersebut diharapkan bisa terlaksana tidak sampai 15 bulan ke depan. 

  1. Penolak Vaksin Tinggi 

Pemerintah sendiri membuat penetapan sanksi tolak covid 19 karena melihat cukup tingginya angka penolakan vaksin covid 19 di nusantara. Menurut beberapa survei, persentase penolak vaksin covid 19 mencapai kisaran 16-40 persen. 

Persentase penolak vaksin di Indonesia berkali-kali lipat dibandingkan persentase penolak vaksin di dunia. Berdasarkan data World Health Organization, penolak vaksin di dunia diperkirakan berada di level 7,6 persen. Artinya, jumlah penolak vaksin di Indonesia paling buruk bisa mencapai 5 kali lipat daripada persentase penolak vaksin di seluruh dunia. 

  1. Rangkul Peragu 

Membujuk kelompok penolak vaksin covid 19 memang sulit. Bahkan adanya sanksi tolak vaksin covid 19 diperkirakan tidak akan mampu merayu para penolak ini untuk berbalik arah menjadi mau menerima vaksin covid 19. 

Aturan sanksi tolak covid 19 sebenarnya lebih ditujukan untuk merangkul masyarakat yang masih ragu mau atau tidak divaksinasi. Jumlah masyarakat yang masih ragu divaksin sendiri cukup besar, yakni mencapai 27,6 persen. Jika kelompok ini pada akhirnya menjadi penolak, rencana membuat herd immunity di Indonesia bisa gagal. 

  1. Dipayungi Perpres 

Sanksi tolak vaksin covid 19 tidak dibuat menjadi aturan langsung dari pusat. Pemerintah pusat hanya menyediakan payung hukum berupa Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi. 

Dalam Pasal  13a ayat 4 perpres tersebut termaktub, setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi dapat dikenakan sanksi administratif, mulai dari penghentian pemberian jaminan sosial penundaan sampai penghentian layanan administrasi pemerintahan. Ada pula aturan dalam perpres yang menyebutkan sanksi tolak vaksin covid 19 dapat berupa denda. Namun, bentuk konkretnya bergantung pemerintah daerah yang memutuskan. 

  1. Jakarta Memulai 

DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang mulai mempertimbangkan sanksi tolak covid 19. Diputuskan bahwa penerima bantuan sosial DKI Jakarta yang terdampak covid 19 terancam tidak lagi menerima bantuan apabila menolak vaksinasi covid 19. 

Bukan hanya itu, DKI Jakarta bahkan menerapkan sanksi ganda bagi penolak vaksin Covid. Selain pemberhentian bantuan sosial, masyarakat yang tidak mau divaksin juga terancam denda. Besarannya mencapai Rp5 juta per orang. 

Sudah tahu bukan sanksi tolak vaksin covid 19? Saat ini mungkin baru Jakarta yang memutuskan dengan detail, namun daerah lain pasti segera menyesal. Jangan sampai Anda terkena dendanya karena hanya terhasut untuk tidak percaya keamanan dan keefektifan vaksin covid 19 yang sudah ada, ya.

Faktor Risiko Alami Uveitis, Peradangan di Lapisan Uvea

Merupakan peradangan yang terjadi pada uvea atau lapisan di tengah mata disebut dengan uveitis, munculnya kondisi ini ditandai dengan salah satu atau kedua mata terlihat sangat merah. Biasanya juga disertai rasa nyeri pada mata hingga membuat penglihatan menjadi kabur, kasus peradangan uvea paling umum terjadi pada iris dan badan siliar mata.

image Uveitis

Uvea merupakan lapisan tengah di bagian mata yang terdiri atas selaput pelangi mata (iris), lapisan pembuluh darah mata atau koroid dan jaringan ikat antara iris dan koroid (badan siliar). Tepatnya, uvea terletak di antara bagian putih mata (sklera) dan bagian belakang mata yang fungsinya untuk menangkap cahaya atau juga disebut dengan retina.

Faktor Risiko Uveitis

Kondisi ini sering kali tidak diketahui apa penyebabnya dan terkadang bahkan dialami oleh orang sehat, namun sebagian besar kasusnya dikaitkan dengan gangguan autoimun. Berikut ini beberapa kondisi atau penyakit autoimun yang diduga dapat memicu uveitis yang perlu diketahui oleh banyak masyarakat.

  1. Rheumatoid arthritis atau peradangan sendi.
  2. Psoriasis, yakni peradangan kulit.
  3. Ankylosing spondylitis atau peradangan sendi pada tulang belakang.
  4. Sarkoidosis, merupakan peradangan yang muncul di berbagai bagian tubuh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, mata dan kulit.
  5. Penyakit kawasaki, merupakan peradangan dinding pembuluh darah.
  6. Kolitis ulseratif, yakni peradangan usus besar.
  7. Crohn’s Disease, merupakan peradangan yang terjadi di dalam saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus.

Penyakit lainnya seperti herpes, tuberkulosis, toksoplasmosis, sifilis, HIV/AIDS dan histoplasmosis. Selain itu ada pula kondisi yang menjadi faktor risiko seseorang mengalami penyakit ini, seperti usia seseorang di rentang 20-50 tahun, menggunakan lensa kontak, pernah melakukan operasi mata dan paparan racun atau zat kimia pada mata.

Penyakit yang muncul bisa terjadi secara bertahap dalam beberapa hari atau secara tiba-tiba, pengidap dengan gejala bertahap biasanya akan merasa daya penglihatannya menurun. Bisa disertai dengan pandangan menjadi buram, selain itu jika dilihat dari luar maka penderita tetap terlihat normal dan gejala yang tiba-tiba penderita cenderung merasa nyeri.

Kondisi yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan berbagai keluhan lain, maka dari itu sangat dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami beberapa gejala di atas. Selain itu, penanganan yang dilakukan bisa mencegah adanya berbagai komplikasi yang disebabkan penyakit ini, berikut di antaranya.

  1. Sinekia posterior, keadaan di mana iris yang melekat pada lensa mata karena peradangan.
  2. Katarak, keadaan yang mengganggu penglihatan dan bahkan menyebabkan kebutaan karena munculnya tekstur keruh pada lensa mata.
  3. Glaukoma, timbulnya tekanan pada mata sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada saraf otak.
  4. Ablasio retina, merupakan kondisi lepasnya dari pembuluh darah yang menyuplai darah ke mata.

Pengobatan Uveitis

  1. Konsumsi Obat-obatan
  • Kortikosteroid, merupakan jenis obat yang diresepkan dokter bagi penderita kondisi ini yang tujuannya untuk mengurangi peradangan.
  • Antibiotik atau antivirus, jika kondisi diakibatkan infeksi maka dokter akan memberi obat antibiotik atau antivirus yang tujuannya untuk mengendalikan infeksi.
  • Obat imunosupresif, umumnya diberikan ketika kondisi terjadi pada kedua mata atau pengobatan dengan kortikosteroid gagal atau kondisi semakin parah hingga pasien mengalami kebutaan.
  1. Operasi

Operasi dilakukan jika gejala yang muncul sudah cukup parah atau penanganan dengan obat tak lagi membuahkan hasil efektif. Beberapa prosedur operasi yang bisa dilakukan adalah dengan vitrektomi yakni dengan bedah mata guna mengambil cairan vitreus pada mata. Dan yang kedua operasi penanaman alat pelepas obat.

Kenali Macam-Macam Penyakit Infeksi Berdasarkan Penyebabnya

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh serangan dari mikroorganisme, atau disebut juga dengan patogen. Mikroorganisme ini masuk ke dalam tubuh Anda dan menyebabkan kerusakan.

Ada berbagai macam mikroorganisme yang bisa menimbulkan kerusakan berupa infeksi. Beberapa di antaranya adalah virus, bakteri, parasit, jamur, dan prion.

Apa saja jenis penyakit infeksi?

Jenis penyakit infeksi ditentukan oleh mikroorganisme yang menyebabkannya. Mikroorganisme yang berbeda akan memiliki cara penyebaran yang berbeda pula. 

Berikut ini jenis-jenis infeksi berdasarkan mikroorganisme yang menyebabkannya:

  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri bisa terjadi karena adanya kelebihan strain bakteri berbahaya dalam tubuh. Bakteri ini bisa datang dalam berbagai macam bentuk dan ukuran. Biasanya, paparan bakteri terjadi karena faktor lingkungan.

Bakteri bisa menginfeksi bagian tubuh manapun. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa tidak semua bakteri itu berbahaya. Ada juga bakteri yang baik untuk kesehatan, seperti bakteri pada usus yang membantu sistem pencernaan.

Umumnya, infeksi bakteri bisa diobati dengan antibiotik. Antibiotik bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri, sekaligus membunuh bakteri yang sudah ada. 

Jenis antibiotik yang perlu Anda minum saat terinfeksi berbeda-beda, tergantung pada sumber infeksinya.

  • Infeksi virus

Selain bakteri, virus juga menjadi mikroorganisme yang cukup umum menyebabkan infeksi. Virus adalah mikroorganisme yang ukurannya sangat kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri. 

Virus bersifat parasit dan memerlukan sel inang untuk melangsungkan siklus hidupnya. Setelah virus memiliki sel inang di dalam tubuh Anda, mereka bisa bereproduksi. 

Ada banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa penyakit infeksi virus yang paling umum adalah flu dan pilek. 

Ada juga virus yang akan terus ada di dalam tubuh Anda seumur hidup. Virus jenis ini bukanlah virus yang aktif. Atau bisa saja, virus ini pada awalnya tidak aktif, namun seiring berjalannya waktu menjadi aktif. Contohnya seperti virus herpes simpleks. 

  • Infeksi parasit

Parasit adalah mikroorganisme yang hanya bisa hidup dengan menempel dan mengambil ‘makanan’ dari organisme lain. Beberapa parasit mungkin tidak akan mengganggu kesehatan manusia, namun ada juga parasit yang akan tumbuh, berkembang biak, dan menyerang sistem organ Anda. 

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit adalah malaria, kudis, serta infeksi cacing pita. Kondisi ini umumnya diobati dengan obat khusus yang diresepkan oleh dokter. 

Obat yang diresepkan akan berbeda-beda bagi setiap pasien. Karena, pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala serta jenis parasit yang menyebabkan infeksi.

  • Infeksi jamur

Jamur merupakan mikroorganisme yang sangat beragam. Biasanya, jamur bisa ditemukan di mana saja pada lingkungan Anda, termasuk di dalam tanah, di udara, di ruangan yang lembab seperti kamar mandi, dan juga di tubuh Anda sendiri.

Ukuran jamur juga beragam. Ada jamur yang bisa dilihat dengan kasat mata. Tapi, ada juga jamur yang berukuran sangat kecil, sampai Anda tidak bisa melihatnya.

Sebenarnya, tidak semua jamur bisa menyebabkan penyakit infeksi. Tapi, jamur yang menyebabkan infeksi biasanya akan membuat Anda mengalami inflamasi, salah satunya pada paru-paru.

Pengobatan untuk infeksi jamur biasanya menggunakan obat antijamur. Obat ini perlu diberikan dengan dosis yang tepat. Karena, apabila dibiarkan, infeksi jamur bisa menimbulkan efek berbahaya untuk kesehatan.

Itulah macam-macam jenis penyakit infeksi berdasarkan mikroorganisme yang menyebabkannya. Untuk mengetahui jenis infeksi yang Anda alami, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter.

Sindrom Zollinger-Ellison dan Gangguan Kesehatan Lain yang Terkait

Sistem pencernaan manusia memegang peranan penting dalam mekanisme tubuh. Sayangnya, fakta yang ada menyatakan bahwa mereka mudah terserang gangguan kesehatan. Di dalam kelompok masalah kesehatan sistem pencernaan, ada satu kondisi yang disebut sindrom zollinger-ellison. 

Sindrom zollinger-ellison merupakan suatu penyakit langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor yang disebut gastrinoma. Gastrinoma biasa muncul di pankreas atau di duodenum (bagian atas usus halus). Sindrom zollinger-ellison dapat menyerang siapa saja, baik manusia lanjut usia, maupun mereka yang lebih muda. Akan tetapi, umumnya mereka yang terserang sindrom zollinger-ellison rata-rata berusia 30 sampai 60 tahun. 

Penderita sindrom zollinger-ellison biasanya tak menyadari kapan atau mengapa mereka dapat terserang penyakit ini. Pasalnya, gejalanya kerap kali muncul secara spontan dan tidak terduga, atau dalam kata lain; sporadis.

Kendati demikian, dalam jumlah yang lebih sedikit (sekitar 25 persen penderita), penyakit ini timbul karena terjadi kelainan genetik. Kondisi kelainan genetik yang berujung pada terciptanya sindrom zollinger-ellison adalah multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1).

Adapun penyakit MEN 1 ini umum sekali terjadi karena diturunkan secara autosomal dominan, di mana hanya diperlukan satu salinan gen yang cacat untuk menyebabkan sindrom zollinger-ellison ini. 

Gen yang tidak berfungsi dapat diwariskan dari salah satu orang tua atau dapat merupakan hasil dari gen yang bermutasi (berubah) pada individu yang terkena. Risiko meneruskan gen yang tidak berfungsi dari orang tua yang terkena ke keturunan adalah 50% untuk setiap kehamilan. Risikonya sama untuk pria dan wanita.

Nah, mereka yang menderita sindrom zollinger-ellison akibat mutasi genetik MEN 1 ini memiliki gejala dan karakteristik yang berbeda-beda. Tingkat keparahan MEN 1 punya andil besar dalam seberapa parah sindrom zollinger-ellison yang seorang derita.

MEN 1 dan sindrom zollinger-ellison ini seperti tak terpisahkan. Oleh karenanya, tak ada salahnya membahas lebih jauh mengenai MEN 1 ini untuk dapat memahami sindrom zollinger-ellison secara lebih lengkap.

Multiple endocrine neoplasia type 1 adalah kelainan genetik yang mana tumor dapat muncul dari sel berbagai kelenjar endokrin, seperti kelenjar paratiroid, pankreas, dan kelenjar pituitari.

Selain sindrom zollinger-ellison, orang dengan MEN-1 juga kerap mengembangkan hiperparatiroidisme atau sekresi hormon paratiroid yang berlebihan. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan kadar kalsium darah. Gejala yang timbul dari kondisi tersebut termasuk gangguan ginjal, kelainan tulang dan/atau gangguan kesehatan lainnya.

MEN 1 ini juga mengembangkan tumor lain di dalam pankreas, tepatnya di organ yang mengeluarkan hormon insulin (insulinomas), atau hormon yang membantu mengatur kadar glukosa gula dalam darah. Pada individu dengan insulinoma, sekresi insulin yang berlebihan menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang tidak normal (hipoglikemia).

Beberapa orang dengan MEN-1 juga dapat mengembangkan tumor hipofisis, berpotensi menyebabkan produksi berlebihan dari hormon hipofisis tertentu. Gejala dan temuan terkait dapat bervariasi, tergantung pada apakah tumor mengeluarkan hormon tersebut dan hormon mana yang terlibat.

Untuk mendeteksi sindrom zollinger-ellison, seseorang harus melakukan pemeriksaan medis yang cermat dan lengkap, termasuk di dalamnya mengaitkan dengan riwayat penyakit sebelumnya, serta melakukan pemeriksaan penunjang khusus. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui level gastrin (hormon yang dikeluarkan oleh gastrinoma) di dalam tubuh.

Agar terhindar dari sindrom zollinger-ellison, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah tidak menderita MEN 1. Masalahnya, hingga kini dunia kedokteran belum menemukan cara yang akurat agar seseorang tidak mengalami MEN 1. Kembali lagi, seseorang mungkin hanya bisa mengupayakan agar senantiasa melakukan pola hidup yang bersih dan sehat.

Apa itu DiGeorge Syndrome?

DiGeorge syndrome merupakan penyakit genetik langka dimana kondisi tersebut disebabkan oleh hilangnya bagian kecil dari kromosom 22. DiGeorge syndrome dapat menimbulkan sejumlah komplikasi seperti cacat jantung dan disfungsi kelenjar timus.

Penyebab

Setiap bayi lahir dengan dua salinan kromosom 22 dari kedua orang tuanya. Jika bayi mengalami DiGeorge syndrome, mereka akan kehilangan salah satu dari salinan kromosom tersebut. Hal tersebut setara dengan sekitar 30 hingga 40 gen. Jumlah gen yang hilang bisa terjadi baik di dalam sperma ayah, sel telur ibu, maupun pada saat awal perkembangan janin.

DiGeorge syndrome bisa diturunkan oleh orang tua penderita yang pernah mengalami penyakit tersebut, namun tidak pernah merasakan suatu gejala.

Gejala

Gejala yang dialami penderita DiGeorge syndrome bervariasi. Sebagian penderita mengalami gejala sejak lahir, namun sebagian mengalami gejala ketika memasuki usia dewasa. Tingkat keparahan yang dialami penderita juga berbeda.

Berikut adalah gejala yang timbul akibat DiGeorge syndrome:

  • Murmur jantung (kondisi dimana jantung tidak dapat membuka atau menutup dengan baik).
  • Kulit membiru karena penderita kekurangan sirkulasi darah pembawa oksigen.
  • Perubahan pada wajah seperti mata yang melebar dan telinga yang rendah.
  • Celah pada langit mulut.
  • Keterlambatan pada kemampuan motorik.
  • Keterlambatan dalam pertumbuhan.
  • Kesulitan makan.
  • Berat badan sulit naik.
  • Sering mengalami infeksi.
  • Masalah pendengaran.
  • Masalah pernafasan.
  • Masalah pada tulang dan otot.
  • Masalah kesehatan mental.
  • Keterlambatan atau ketidakmampuan dalam belajar.

Komplikasi

Penderita DiGeorge syndrome juga berpotensi mengalami komplikasi berikut:

  • Cacat jantung

DiGeorge syndrome sering menyebabkan cacat jantung karena pasokan darah rendah. Cacat jantung terjadi karena adanya lubang di bagian bawah jantung dan hanya ada satu pembuluh besar yang mengarah ke bagian luar jantung.

  • Hipoparatiroidisme

Hipoparatiroidisme terjadi karena kelenjar paratiroid mengecil dan menghasilkan lebih sedikit hormon paratiroid. Hal tersebut menyebabkan kadar kalsium berkurang, sedangkan kadar fosfor bertambah di dalam darah.

  • Disfungsi kelenjar timus

Kelenjar timus berada pada bagian tulang dada yang merupakan tempat berkembangnya sel T. Jika sel T sudah matang, sel tersebut dapat melawan infeksi. Penderita DiGeorge syndrome memiliki kelenjar timus yang kecil atau tidak memilikinya sama sekali. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penderita lebih mudah mengalami infeksi.

  • Langit bibir sumbing

Langit bibir sumbing menyebabkan penderita sulit menelan.

  • Masalah autoimun

Karena penderita DiGeorge syndrome memiliki sistem imun yang lebih lemah dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki kondisi normal, mereka bisa lebih berisiko terhadap masalah autoimun seperti artritis reumatoid.

Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter

Jika Anda atau anak Anda mengalami DiGeorge syndrome, Anda dapat menghubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan DiGeorge syndrome.
  • Daftar gejala yang timbul akibat DiGeorge syndrome.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi tersebut seperti:

  • Apakah anak Anda sering mengalami kesulitan dalam belajar?
  • Apakah anak Anda bisa makan dengan baik?
  • Apakah anak Anda mengalami perilaku tertentu sehingga membuat Anda khawatir?

Pengobatan

Dokter dapat memberikan pengobatan berdasarkan komplikasi yang dialami penderita. Berikut adalah contoh pengobatan yang dapat dilakukan dokter:

  • Cacat jantung

Penderita DiGeorge syndrome yang mengalami cacat jantung perlu menjalani operasi untuk memperbaiki kondisi jantung.

  • Hipoparatiroidisme

Pengobatan hipoparatiroidisme adalah suplemen kalsium dan vitamin D.

  • Langit bibir sumbing

Penderita yang mengalami langit bibir sumbing perlu menjalani operasi untuk memperbaiki bagian wajah tersebut.

Kesimpulan Walaupun langka, DiGeorge syndrome merupakan kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Ada berbagai gejala dan komplikasi yang timbul akibat sindrom tersebut. Meskipun demikian, ada sejumlah pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk memperbaiki kondisi penderita.

Alami Ciri-ciri Kanker Mulut Ini? Segera ke Dokter

Kebanyakan penderita kanker sulit sembuh dan berujung pada kematian karena penanganan yang terlambat, tidak terkecuali pada penderita kanker mulut. Kondisi ini terjadi karena penderitanya tidak menyadari ciri-ciri kanker mulut sedari awal untuk bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. 

Kanker mulut sendiri merupakan pertumbuhan sel jahat yang mengacu pada salah satu bagian yang membentuk mulut. Sel kanker tersebut bisa tumbuh di lidah, gusi, bibir, hingga langit-langit mulut. Kanker mulut tak lain merupakan bagian dari jenis kanker yang dikelompokkan dalam kategori kanker kepala dan leher. Jadi ketika seseorang terdiagnosa mengalami kanker mulut, penanganannya pun akan meliputi bagian kepala dan leher. 

Penanganan yang lebih cepat terkait kanker tentunya membuahkan hasil yang lebih baik. Untuk itu, memahami ciri-ciri kanker mulut sedari awal menjadi sangat penting. Perhatikan apa Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini sebab tanda-tanda tersebut merupakan gejala umum dari kanker mulut. 

  1. Disfagia 

Disfagia merupakan kondisi kesulitan menelan. Banyak orang menanggapi disfagia sebagai tanda munculnya radang tenggorokan. Namun jika kondisi ini muncul terlalu sering, Anda mesti berhati-hati sebab bisa jadi disfagia tersebut merupakan sinyal awal dari pertumbuhan sel kanker dalam rongga mulut. 

  1. Sariawan 

Jangan terburu-buru panik mendengar ciri-ciri kanker mulut yang satu ini. Tidak semua jenis sariawan merupakan gejala dari kanker. Umumnya, sariawan yang menjadi tanda pertumbuhan sel kanker dalam rongga mulut adalah yang tidak kunjung sembuh dalam hitungan beberapa minggu. Coba periksakan diri ke dokter alami mengalami gejala ini. 

  1. Suara Serak 

Lagi-lagi, gejala yang satu ini lebih sering diarahkan ke kondisi peradangan di bagian tenggorokan. Padahal, suara serak yang tidak kunjung membaik bisa menjadi pertanda adanya sel kanker pada rongga mulut Anda. Suara serak karena terjadinya radang umumnya diikuti dengan demam. Namun jika tidak, Anda mesti mewaspadai kemungkinan penyakit lain dari gejala ini. 

  1. Bercak Putih 

Perhatikan bagian selaput mulut yang membatasi rongga mulut dengan dinding pipi. Apakah Anda melihat bercak putih di bagian tersebut? Jika iya, cobalah menggosoknya dengan kasa steril dan air hangat. Bercak putih yang tidak berbahaya umumnya akan hilang ketika digosok air hangat. Namun jika bercak putih tersebut merupakan ciri-ciri kanker mulut, sifatnya akan permanen dan tidak akan pudar, meskipun sudah digosok dengan kasa steril. 

  1. Sakit Telinga 

Tahukah Anda kondisi mulut dan telinga sangat berhubungan? Apabila terjadi sesuatu di mulut Anda, gejala yang menimbulkan ketidaknyamanan juga akan dirasakan di bagian telinga. Termasuk ketika sel kanker mulut mulai tumbuh, umumnya penderita akan mengalami sakit telinga tanpa alasan yang jelas. 

  1. Penebalan Gusi 

Banyak orang mengeluhkan sakit gigi, namun sebenarnya tidak bermasalah. Gusilnyalah yang memiliki problem sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Terkait gusi, ciri-ciri kanker mulut juga dapat timbul di bagian rongga mulut yang satu ini. Gusi umumnya akan mengalami penebalan sehingga membuat mual terasa sakit apabila terjadi pembentukan sel kanker di dalamnya. 

  1. Sulit Menggerakkan 

Bagian rongga mulut Anda biasanya akan mengalami masalah gerak ketika sel kanker mulai tumbuh. Bagian rongga mulut yang paling sulit mengalami kesulitan gerak sebagai ciri-ciri sel kanker, biasanya adalah rahang dan lidah. Kesulitan gerak ini juga bisa berefek ke kondisi artikulasi suara yang Anda keluarkan mendadak cadel. 

  1. Pendarahan Mulut 

Pertumbuhan sel asing di mulut juga sangat mungkin membuat area mulut mengalami luka. Karena itulah, jangan kaget jika tiba-tiba penderita kanker mengalami pendarahan mulut secara tiba-tiba. Apabila Anda sempat atau tengah mengalami gejala ini pula, bergegaslah berkonsultasi ke dokter. 

*** 

Memahami ciri-ciri kanker mulut sedari dini bisa membuat kemungkinan sembuh Anda semakin besar. Jadi, jangan takut ke dokter jika menemui gejala yang mengarah ke kondisi kanker, ya.