Tips Menggunakan Layanan Home Service Swab Test

Beberapa rumah sakit dan klinik saat ini sudah menyediakan layanan home service swab test. Pemeriksaan ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk datang ke alamat atau rumah pasien secara langsung untuk melakukan pemeriksaan COVID-19. Bagi pasien, layanan ini tentunya lebih praktis karena tidak perlu datang langsung ke rumah sakit. Selain itu, layanan home service swab test bisa mengurangi timbulnya kerumunan orang yang mengantri untuk melakukan pemeriksaan. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan jika ingin menggunakan layanan ini, di antaranya berikut ini.

Layanan home care di masa pandemi perlu cara yang lebih kreatif

Booking Jadwal Tes Terlebih Dahulu

Umumnya, rumah sakit atau laboratorium klinik yang menyediakan layanan home service swab test mengharuskan pasien yang ingin melakukan pemeriksaan COVID-19 di rumah untuk mendaftarkan diri maksimal satu hari sebelumnya. Selain untuk mempermudah urusan administrasi, dengan membooking jadwal tes terlebih dahulu tidak akan membuat jadwal pemeriksaan bertabrakan antara pasien yang satu dengan yang lainnya. Rumah sakit atau laboratorium klinik juga bisa menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu, biasanya layanan home service menerapkan pembayaran melalui transfer untuk menghindari kontak langsung. Simpan bukti transfer karena akan digunakan sebagai konfirmasi pendaftaran. Setiap rumah sakit dan laboratorium klinik memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda. Oleh karena itu, pastikan dengan seksama cara yang harus dilakukan agar bisa mendapatkan layanan home service swab test. 

Tetap Gunakan Masker di Rumah

Saat ini, pemakaian masker diwajibkan jika ingin keluar rumah. Namun, untuk menambah perlindungan, ada baiknya tetap menggunakan masker di dalam rumah. Terlebih jika ada anggota keluarga dengan mobilitas tinggi yang sering keluar rumah, misalnya untuk bekerja. Terlebih jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala dan sedang menunggu layanan home service swab test untuk memeriksa adanya infeksi COVID-19. Penggunaan masker di dalam rumah untuk orang yang bergejala akan mengurangi risiko penularan virus ke anggota keluarga lainnya.

Bersihkan Rumah Setelah Selesai Pemeriksaan

Setelah pemeriksaan melalui home service swab test selesai dilakukan dan tenaga kesehatan dari rumah sakit atau laboratorium klinik pulang, maka Anda bisa langsung membersihkan rumah dengan menggunakan desinfektan. Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menghambat perkembangan atau membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur pada permukaan benda. Anda bisa menggunakan desinfektan dengan cara disemprot atau diusapkan pada benda yang sempat terkena kontak dengan seseorang, seperti gagang pintu, permukaan meja, serta lantai. Jika Anda tidak memiliki disinfektan, Anda bisa meminta kepada tenaga kesehatan yang datang melayani home service swab test ke rumah Anda untuk sekaligus menyemprotkan disinfektan sebagai tindakan pencegahan.

Jangan Bepergian Sebelum Hasil Keluar

Layanan home service swab test yang disediakan rumah sakit atau laboratorium klinik biasanya terdiri dari dua jenis, yaitu rapid swab antigen dan swab PCR. Jika pemeriksaan COVID-19 menggunakan rapid swab antigen, maka hasil tesnya bisa didapat paling lambat satu hari setelah pemeriksaan dilakukan. Sedangkan jika Anda menggunakan swab PCR, butuh waktu kurang lebih selama satu minggu untuk mendapatkan hasil, apakah tubuh positif terinfeksi COVID-19 atau negatif. Nah, selama menunggu hasil pemeriksaan keluar, alangkah lebih baiknya Anda berada di rumah saja dan jangan bepergian kemana pun. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan jika hasil pemeriksaan home service swab test positif terinfeksi. Berdiam di rumah bisa sangat mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Namun, meski hasil pemeriksaan menunjukkan negatif, Anda juga tetap harus di rumah saja, ya. Karena dengan berada di rumah, bisa mengurangi risiko menularkan atau tertular COVID-19.

Informasi Seputar Diagnosis Swab PCR Terdekat

Kasus penularan penyakit coronavirus baru, yang pertama kali dideteksi di Cina pada bulan Desember 2019, masih terus memengaruhi banyak orang di seluruh dunia hingga saat ini. Diagnosis swab PCR terdekat yang akurat terhadap COVID-19, nama penyakit yang disebabkan oleh infeksi coronavirus baru tersebut, merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah penularan serta meningkatkan kesehatan masyarakat publik. 

Apabila Anda terpapar coronavirus dan menunjukkan gejala ringan COVID-19, lakukan swab PCR terdekat dan menghubungi dokter seputar bagaimana dan kapan Anda bisa mendapatkan tes swab PCR terdekat tersebut. Jangan mengunjungi ruang dokter langsung, karena ada kemungkinan Anda dapat menularkan penyakit ini ke orang lain. Beberapa gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai di antaranya adalah demam, batuk, kelelahan, dan sesak napas. Sementara itu, ada kemungkinan pula COVID-19 dapat menyebabkan gejala lain seperti nyeri tenggorokan, sakit kepala, hidung yang meler atau mampet, diare, nyeri otot, tubuh menggigil, dan hilangnya kemampuan merasa dan mencium. Gejala COVID-19 biasanya muncul setelah 2 hingga 14 hari setelah papapran awal dengan virus SARS-CoV-2. 

Beberapa orang menunjukkan sedikit atau tidak sama sekali gejala pada saat infeksi masih dalam masa awal, namun masih tetap dapat menularkan virus tersebut ke orang lain. Dalam kasus yang ringan, perawatan rumahan dan karantina mandiri merupakan cara terbaik untuk Anda bisa pulih serta mencegah penyebaran virus ke orang lain di lingkungan di mana Anda tinggal. Namun, beberapa kasus membutuhkan bantuan medis yang lebih kompleks. 

Swab PCR terdekat saat ini masih dibatasi untuk orang-orang yang telah terpapar SARS-CoV-2, atau mereka yang memiliki gejala tertentu yang telah disebutkan sebelumnya di atas. Hubungi tempat swab PCR terdekat apabila Anda mencurigai diri Anda atau keluarga terpapr SARS-CoV-2. Dokter dan perawatan akan menilai status kesehatan Anda serta risiko yang Anda miliki. Pada bulan April 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) menyetujui penggunaan alat tes rumahan untuk COVID-19 pertama. Menggunakan cotton swab yang telah disediakan, orang-orang akan dapat mengambil sampel hidung dan mengirimnya ke laboratorium terdekat untuk diuji, 

Swab PCR terdekat menggunakan metode reaksi rantai polimerasi, yang mana menjadi metode diagnostik COVID-19 utama saat ini. Ini adalah jenis tes yang sama digunakan untuk mendeteksi penyakit sindrom pernapasan akut parah (SARS) saat muncul pada tahun 2002 silam. Untuk mengambil sampel swab PCR terdekat, petugas akan melakukan swab di hidung dan bagian belakang tenggorokan, aspirasi cairan ke saluran pernapasan bawah, dan mengambil sampel air liur atau feses. 

Para peneliti kemudian akan meng-ekstrak asam nucleic dari sampel virus dan melakukan amplifikasi bagian genome lewat teknik RT-PCR. Ini akan membuat para peneliti memiliki sampel yang lebih besar untuk perbandingan virus. Dua gen dapat ditemukan di dalam genome SARS-CoV-2. Hasil swab PCR terdekat di antaranya adalah positif apabila kedua gen ditemukan, inkonklusif apabila hanya ada 1 gen yang ditemukan, dan negatif apabila tidak ada satupun gen yang ditemukan. Dokter juga akan meminta Anda mendapatkan pemindaian CT dada untuk membantu diagnosis COVID-19 serta melihat pandangan yang lebih jelas di mana dan bagaimana virus menyebar. 

Selain swab PCR terdekat, FDA mengotorisasi penggunaan tes diagnostik coronavirus rapid atau rapid test sebagai bagian memperbesar kapasitas pemeriksaan di seluruh dunia. Namun, berbeda dengan swab PCR terdekat, rapid test dianggap kurang akurat karena tidak menggunakan uji laboratorium. Namun, meskipun demikian, rapid test dapat memberikan hasil dalam waktu 30 menit, meskipun hasil negatif palsu dapat terjadi.